Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label 1 December. Show all posts
Showing posts with label 1 December. Show all posts

Tuesday, 1 December 2020

Aksi Mahasiswa Papua Di Monas, Peringati Kemerdekaan Papua Barat

 Laporan: Idham Anhari

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP)
 menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas/Net

Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Selasa (1/12).

Aksi tersebut digelar untuk memperingati hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka yang dilaksanakan secara serentak di beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Ambon, Makassar.

Dalam aksinya mereka menuntut adanya referendum bagi rakyat Papua Barat, penolakan Otonomi Khusus Jilid 2, hingga penarikan militer organik dan non-organik,

"Dan kita menolak Otsus dari tahun 2001, hanya meracuni jiwa nasionalisme bangsa Papua dari rupiah, Otsus hanya membuat orang-orang Papua menderita," teriak orator dalam aksinya.

Sebelum melakukan aksi di depan Monas, massa aksi melakukan longmarch menuju ke kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS).

"Tarik-tarik, tarik militer dari Papua, Papua merdeka...Papua merdeka," teriak massa.

Sementara itu, di Tugu Bambu, Sinjai, Sulawesi Selatan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengamankan 15 orang peserta aksi dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua yang melakukan aksi.

Hingga kini belum diketahui siapa saja yang diringkus dan dimintai keterangan di Polres Sinjai. Aksi mereka menuntut penolakan Otsus Papua jilid II dan berikan hak penentuan nasib sendiri untuk West Papua. 

EDITOR: IDHAM ANHARI


Informasi sementara menjelang tanggal 1 Desember 2020


MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Sekretariat KNPB Almasuh didatangi aparat dan beberapa Anggota KNPB di tangkap serta dibawah ke Polres Merauke.

Hari ini, 30 November 2020 kurang lebih pukul 11.30 WP penangkapan itu terjadi terhadap ketua KNPB Wil. Almasuh, Ketua 1 KNPB Wil. Almasuh dan 3 anggota aktivis KNPB

Tak hanya di tangkap, terjadi pengrusakan dan penghapusan gambar-gambar motif Bintang Kejora di sekretariat KNPB Wil. Almasuh JL.Domba 3 yang dilakukan oleh aparat kolonial Indonesia.

Termasuk motor milik ketua KNPB, HP milik anggota KNPB serta parang yang biasa digunakan untuk memotong kayu bakar juga ikut dibawah ke Polres Merauke. Pada hal tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan.

Informasi dari lapangan, mereka masih ditahan di penjara Polres Merauke.

Mohon pantauan dan Advokasi.
------------------------------------------------

MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Kantor ULMWP wilayah adat Anim Ha di datangi aparat kepolisian resort merauke.

Aparat kepolisian resort Merauke menahan empat orang dari Sekretariat ULMWP di JL. Bupul kelapa 5 Mrk.

Belum jelas alasan mereka dibawa ke Polres Merauke.

Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha, Ny. Pangrasia Yeem bersama beberapa rekannya digeledah dan ditangkap oleh TNI/POLRI pada hari ini Senin (30/11/2020) sekitar pukul 12.30 siang. Beberapa perabot kantor dirusak dan papan nama Kantor ULMWP di bongkar oleh pasukan TNI/POLRI.

Menurut laporan singkat dari lapangan, Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha ditangkap karena pernyataan sikap penolakan Undang-Undang OTSUS Papua yang digelar di Merauke kemarin oleh mayoritas Masyarakat Adat Anim-Ha dari sejumlah Suku di Anim-Ha.

Ny. Pangrasia ditangkap bersama dengan dua orang penjaga Kantor ULMWP Anim-Ha. Mereka dibawa ke Kantor Polisi, Merauke — West Papua.

Kondisi kesehatan Ny. Pangrasia sedang dalam keadaan tidak sehat.

Berikut nama-nama yang diangkut:

1. Mama Pangkrasia Yem (50) ketua ULMWP Merauke,

2. Adrianus Terin (59),

3. Adrianus Hero (50),

4. Bertus (50).

Itulah nama mereka yg td siang dibawa ke Polres Merauke.
-------------------------------------------------

AMBON-Pukul 12:10 WIT, Pasukan Brimob mendatangi Asrama Mahasiswa Universitas Pattimura (As. unpatti) - di Ambon yang dihuni Mahasiswa Papua.

Kedatangan mereka dengan senjata lengkap dengan alasan mereka datang untuk memotret keberadaan mahasiswa Papua di Kota Studi Ambon.

Pada Pukul 12:13 WIT pasukan brimob memasuki asrama dan berdiskusi dengan saudara Alex Bonggoibo dan Denny Arey.

Diskusi mereka hingga pukul 12:20 WIT setelah itu pasukan Brimob keluar dari lingkungan Asrama bersama saudara Alex Bonggoibo.

Mohon Pantauan semua pihak.

Saturday, 24 October 2020

John Anari: Memenuhi Janji Dekolonisasi

Di sebagian besar dunia, pembicaraan tentang kolonialisme memunculkan gambaran tentang masa lalu yang jauh. Tetapi proses dekolonisasi yang menandai begitu banyak sejarah dunia pada pertengahan dan akhir abad ke-20 masih belum berakhir. Menjelang akhir Dekade Internasional Ketiga (ya, ketiga!) Untuk Pemberantasan Kolonialisme, mari kita lihat lebih dekat apa yang sedang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencapai janjinya tentang dekolonisasi.

APA ITU "DEKOLONISASI" DAN KENAPA KITA MASIH BERBICARA TENTANG ITU?

Kelahiran Perserikatan Bangsa-Bangsa 75 tahun lalu adalah bagian dari transformasi mendasar cara dunia diatur. Pada tahun 1945, sekitar 750 juta orang, hampir sepertiga dari populasi dunia pada saat itu, tinggal di wilayah yang bergantung pada kekuatan kolonial. Sejak 1945, lebih dari 80 bekas jajahan telah merdeka. Dekolonisasi, yang mengubah wajah planet ini, merupakan salah satu keberhasilan besar pertama PBB.

Namun proses dekolonisasi belum selesai. Masih terdapat 17 Non-Self-Governing Territories (NSGTs), dengan total populasi 1,6 juta orang. NSGT terakhir yang mengubah statusnya adalah Timor-Leste, yang pada tahun 2002 menjadi negara berdaulat baru pertama di abad ke-21, setelah tiga tahun pemerintahan transisi PBB.

Apa yang dilakukan PBB tentang dekolonisasi?

Perserikatan Bangsa-Bangsa memantau kemajuan menuju penentuan nasib sendiri di Wilayah, sebagaimana diamanatkan oleh Deklarasi Pemberian Kemerdekaan kepada Negara dan Rakyat Kolonial, yang diadopsi oleh Sidang Umum pada tahun 1960. Deklarasi tersebut menegaskan hak semua orang untuk menentukan nasib sendiri dan memproklamasikan bahwa kolonialisme harus diakhiri.

Mengapa Penambangan Freeport Indonesia dapat menghapus Papua Barat dari daftar Dekolonisasi (Non Self-Governing Territories)?

Sumber: FB

Monday, 10 October 2016

DLP calls for all political parties to join nation-wide Solidarity Day in support of West Papuans on December 1st

June 21, 2016 by admin Click here for full media release: Premier Andrews called to support Solidarity for West Papuans Excerpt below: The Democratic Labour Party Member of Parliament, Dr Rachel Carling-Jenkins today introduced a motion into the Victorian State parliament calling for: “the Government to show support for the plight of the people of […]

from WordPress http://ift.tt/2dDgcpt
via IFTTT