Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Demo & Aksi. Show all posts
Showing posts with label Demo & Aksi. Show all posts

Tuesday, 6 April 2021

Seruan Aksi Aliansi Mahasiswa Papua Tutup Freeport, Tolak Otsus Jilid II & Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri

 Undangan

SERUAN AKSI !!!
Aliansi Mahasiswa Papua KK Yogyakarta & Front Rakyat Indonesia untuk West Papua
" TUTUP FREEPORT, TOLAK OTSUS JILID-II & BERIKAN HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI SEBAGAI SOLUSI DEMOKRATIK BAGI BANGSA WEST PAPUA "
Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Amakanie, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak Wawawawawawa...wa...wa...wa...wa!
Freeport Mc Moran melakukan tambang terbesar dengan kekuatan militer yang berlebihan, mulai sejak tahun 1967 rezim orde baru dan memulai eksplorasi pada 1970-an, areal Freeport Mc Moran dikendalikan oleh militer Indonesia dengan beranggapan bahwa menjaga “Objek vital atau daerah yang harus di jaga” penjagaan sepanjang 46 mil, dari pelabuhan Amamapare (Sekitar 30 km dari kota Timika) hingga puncak gunung Nemangkawi dan setiap orang yang masuk kesana, entah suku asli maupun luar dari itu masuk melalui Mil 26 dan Mil 28 dengan pengawasan ketat oleh militer Indonesia dan harus ada tanda pengenal (ID card), jika tidak ada bahkan masyarakat asli pun dilarang masuk. Pada 7 April Tahun 1967 usai tanda tangan kontrak karya Freeport Mc Moran pertama militer Indonesia membangun Helipad dan Basecamp di lembah Waa dan Banti sekitar gunung Nemangkawi, sehingga sejak itulah masyarakat sekitar tidak menerima kehadiran militer Indonesia. Rapat khusus yang di buat oleh Freeport Mc Moran dan pemerintah Indonesia untuk mengirim TNI angkatan darat ke Tsiga demi mengamankan aktivitas eksploitasi, sekitar 60 orang suku Amungme menjadi korban dalam insiden tersebut. Freeport Mc Moran melalui militer Indonesia dan pemerintah Indonesia mengusir masayarakat suku Amungme dengan cara operasi militer.
Berangkat dari kondisi tersebut, maka kami dari Aliansi Mahasiswa Papua KK Yogyakarta & Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, mengundang kawan-kawan pro-demokrasi, serta kawan-kawan 7 Wilayah Adat Papua, yang akan dilaksanakan pada:
• Hari/Tgl: Rabu, 7 April 2021.
• Waktu Aksi: 09:00-Papua Merdeka
• Sentral Aksi: Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I, Yogyakarta - 0Km
~ Titik Kumpul: Mahasiswa Papua Kamasan I, Yogyakarta.
~ Waktu Kumpul: 08:00-Papua Merdeka.
• Teknis Aksi: Longmarch.
Demikian Seruan Aksi yang dapat kami sampaikan. Panjang umur perjuangan sampai tuntas, solidaritas tanpa batas.
Salam Pembebasan Nasional untuk Bangsa West Papua
Medan Juang, 6 April 2021.

Tuesday, 1 December 2020

Aksi Mahasiswa Papua Di Monas, Peringati Kemerdekaan Papua Barat

 Laporan: Idham Anhari

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP)
 menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas/Net

Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Selasa (1/12).

Aksi tersebut digelar untuk memperingati hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka yang dilaksanakan secara serentak di beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Ambon, Makassar.

Dalam aksinya mereka menuntut adanya referendum bagi rakyat Papua Barat, penolakan Otonomi Khusus Jilid 2, hingga penarikan militer organik dan non-organik,

"Dan kita menolak Otsus dari tahun 2001, hanya meracuni jiwa nasionalisme bangsa Papua dari rupiah, Otsus hanya membuat orang-orang Papua menderita," teriak orator dalam aksinya.

Sebelum melakukan aksi di depan Monas, massa aksi melakukan longmarch menuju ke kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS).

"Tarik-tarik, tarik militer dari Papua, Papua merdeka...Papua merdeka," teriak massa.

Sementara itu, di Tugu Bambu, Sinjai, Sulawesi Selatan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengamankan 15 orang peserta aksi dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua yang melakukan aksi.

Hingga kini belum diketahui siapa saja yang diringkus dan dimintai keterangan di Polres Sinjai. Aksi mereka menuntut penolakan Otsus Papua jilid II dan berikan hak penentuan nasib sendiri untuk West Papua. 

EDITOR: IDHAM ANHARI


Saturday, 31 October 2020

Amankan Papua, TNI Siap Kerahkan Pasukan Tempur Tombak Sakti

VIVA – Ternyata Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menyiapkan satu batalyon pasukan tempur lagi untuk didorong mengamankan wilayah Papua. Batalyon yang disiapkan berasal dari Komando Daerah Militer (Kodam) I Bukit Barisan, yaitu pasukan Batalyon Infanteri 122 Tombak Sakti. Berdasarkan informasi yang dihimpun militer">VIVA Militer, Kamis 29 Oktober 2020, sebanyak 450 pasukan dari Yonif 122/TS telah disiapkan melaksanakan operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini. Pasukan Yonif 122/Tombak sakti merupakan satuan yang berada di bawah komando Brigade Infanteri 7/Rimba Raya, Kodam I Bukit Barisan. Panglima Kodam I Bukit Baraisan, Mayor Jenderal TNI Irwansyah telah memeriksa kesiapan prajurit. Mereka saat ini sedang mendapatkan pelatihan pratugas di Rindam I Bukit barisan di wilayah Aek Natolu, Prapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Perlu diketahui, Kodam I Bukit Barisan sebelumnya pada Juni 2020 telah mengerahkan satu batalyon pasukan elit dari Batalyon Infanteri Raider 100/Prajuri Setia untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan negara di sektor utara, Kabupaten Keerom, Papua. Selain itu Kodam I Bukit Barisan juga telah mengerahkan pasukan dari Batalyon Infanteri 125/Simbisa untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG di wilayah Kabupaten Merauke.

Wednesday, 28 October 2020

Ketua ULMWP: Darurat Militer diberlakukan di West Papua


Pemerintah Indonesia memberlakukan darurat militer yang efektif di West Papua. Tidak ada cara lain untuk menggambarkannya.

Hari ini (27/10), para pelajar [mahasiswa] telah ditembak dengan peluru tajam, gas air mata dan dipukuli dengan tongkat oleh polisi Indonesia di Jayapura, hanya karena melakukan aksi damai. Bagaimana orang bisa ditembak dan dipukuli karena duduk di ruang publik?

Selama dua bulan terakhir, dua pekerja agama, pendeta Yeremia Zanambani dan pengkhotbah Katolik Rafinus Tigau, telah dibunuh oleh militer Indonesia. Seorang lainnya telah ditembak, dan satu lagi meninggal secara misterius. Polisi bersenjata mengintai setiap sudut West Papua, dan pasukan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka melintasi sebagian besar tanah kami. Empat puluh lima ribu orang terlantar dari Kabupaten Nduga, dan lebih banyak lagi yang mengungsi dari Intan Jaya setiap hari.

Ini adalah darurat militer di semua tempat. Anda tidak dapat berjalan melalui pusat kota di West Papua hari ini tanpa dihentikan oleh polisi, tanpa bertemu dengan pos pemeriksaan militer. Setiap demonstrasi, tidak peduli seberapa pun damai, tetap saja bertemu dengan penangkapan massal dan kebrutalan polisi - Nabire 24 September, di Universitas Cenderawasih pada 28 September, di Jayapura hari ini (27/10).

Indonesia panik karena Ketua Forum Kepulauan Pasifik (PIF) telah menyuarakan keprihatinan atas West Papua bulan ini. Indonesia dihantui oleh kata-kata Vanuatu yang dikeluarkan di Sidang Majelis Umum PBB pada bulan September. Orang Indonesia takut dengan perlawanan Hitam kami, perjuangan kami melawan rasisme, dan perjuangan kami untuk menentukan nasib sendiri. Sebuah negara demokratis yang normal tidak mengerahkan ribuan pasukan militer untuk melawan perlawanan damai; kediktatoran darurat militer melakukan itu.

Rakyat saya berteriak meminta bantuan kepada dunia. Ada pandemi ganda di West Papua: pandemi Covid-19 dan pandemi rasisme. Salah satu penyebabnya adalah coronavirus - sebaliknya militer Indonesia. Bencana medis ini diperparah dengan kelaparan dan kemiskinan pengungsian.

Sementara Menteri Pertahanan penjahat perang Indonesia, Prabowo, melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dan Menteri Luar Negeri Indonesia mengunjungi Inggris, Indonesia menggunakan krisis Covid sebagai kedok untuk mengintensifkan operasi militer di tanah air saya.

Operasi dan penumpasan militer ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, pelanggaran hukum humaniter internasional, dan pelanggaran hukum konflik. Represi militer dan polisi adalah satu-satunya aturan di West Papua. Inilah definisi darurat militer.

Kami membutuhkan intervensi PBB yang mendesak sekarang. Darurat militer diberlakukan di bawah pengawasan para pemimpin regional di Melanesia dan Pasifik, dan di bawah pengawasan dunia. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia harus diizinkan masuk ke wilayah tersebut, untuk mengungkap realitas yang terjadi di West Papua. Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dan Organisasi Negara-negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (ACP) harus meningkatkan upaya mereka untuk mewujudkan kunjungan ini.

Berapa lama rakyat saya harus menangisi kemerdekaan sebelum dunia mendengar? Apakah 58 tahun tidak cukup?


Benny Wenda

Ketua

ULMWP


(https://www.ulmwp.org/ulmwp-chair-martial-law-is-being-impo…)

#WestPapua #Tolak_UU_OtsusPapua 

#ReferendumYes #FreeWestPapua #PapuaMerdeka

Wednesday, 25 September 2019

Kantor lama Bupati Yalimo terbakar

Kantor lama Bupati Yalimo di Elelim, ibukota Kabupaten Yalimo, Papua,
 terbakar pada Selasa (24/9/2019). – IST
Jayapura, Jubi – Kantor lama Bupati Yalimo di Elelim, ibukota Kabupaten Yalimo, Papua, terbakar pada Selasa (24/9/2019) malam. Koordinator mahasiswa eksodus Kabupaten Yalimo Alfons yang sedang berada di lokasi menduga kantor itu dibakar orang tidak dikenal.

Kantor lama Bupati Yalimo saat ini telah difungsikan menjadi kantor sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yalimo, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pencatatan Sipil, dan Badan Keuangan Daerah. Mulai Selasa siang, mahasiswa eksodus yang pulang dari berbagai kota studi di luar Papua juga diizinkan membuka pos komunikasi di kantor itu.

Pada Selasa malam, para mahasiswa eksodus tengah menggelar rapat di Kantor Dinas Kehutanan. “Jam 20.40 WP, para mahasiswa eksodus sedang bertemu di Kantor Dinas Kehutanan. Tiba-tiba api menyala. Kami kaget juga melibat kantor bupati lama terbakar,” kata Alfons saat dihubungi melalui telepon di Elelim, Selasa malam.

Alfons menduga kantor lama Bupati Yalimo itu dibakar oleh seseorang, memanfaatkan keberadaan para mahasiswa eksodus yang meninggalkan kota studi di luar Papua untuk kembali ke Yalimo. “[Kami menduga] pembakaran kantor lama Bupati Yalimo itu dilakukan oleh oknum tertentu. Jangan sampai orang lain menyangkut-pautkan kebakaran kantor itu dengan keberadaan kami, para mahasiswa eksodus, di kantor itu. Kami tidak tahu-menahu tentang kebakaran itu,” kata Alfons.

Salah seorang tokoh Pemuda Kabupaten Yalimo, Linder Faluk mengatakan dirinya sudah menerima kabar mengenai kebakaran kantor lama Bupati Yalimo. “Sejak pukul sembilan  itu kantor Kabupaten Yalimo  ama sudah terbakar. Hampai saat ini belum jelas siapa pelakunya,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Wednesday, 19 October 2016

KNPB : Permintaan rakyat Papua adalah referendum

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menegaskan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pihaknya bersama rakyat di tanah Papua tidak membutuhkan pembangunan dan kesejahteraan, yang diminta rakyat Papua selama ini adalah referendum bagi Papua. Hal itu dikatakan Sekretaris KNBP Pusat, Ones Suhuniap. Ia meminta agar rakyat Papua jangan pernah berharap kepada Pemerintah Indonesia […]

from WordPress http://ift.tt/2e5gupl
via IFTTT

Friday, 15 July 2016

Demo Damai Dukung ULMWP ke MSG Pindah Ke Anjungan Expo Waena

JAYAPURA –Jubi -  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan dukungan sepenuhnya Perwakilan Papua Barat United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) untuk masuk menjadi anggota tetap Melanesian Spreadhead Group (MSG) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada tanggal 14-16 Juli 2016 di Honiara, ibukota Kepulauan Salomon. “Kami tak mengharap dan menjanjikan kepada rakyat bahwa ULMWP diterima […]

from WordPress http://ift.tt/29Uqbqu
via IFTTT

Wednesday, 13 July 2016

Jelang Putusan ULMWP, KNPB Besok Gelar Aksi Serentak

Selasa, 12/07/2016 22:13 WIB KBR, Jakarta- Sejumlah kelompok di Papua Rabu ini akan menggelar aksi besar-besaran di sejumlah kota di Papua. Aksi ini mendukung Gerakan Pembebasan Papua Barat  ULMWP diterima jadi anggota Melanesian Spearhead Group (MSG). Sekretaris Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Ones Suhuniap, mengatakan akan tetap beraksi meski menghadapi ancaman pembubaran dari Kepolisian. […]

from WordPress http://ift.tt/29vTdap
via IFTTT

Thursday, 16 June 2016

Demo KNPB : Ini Tanah Kita, Jangan Takut untuk Lawan !

Jayapura, Tabloid-Wani -- Meski dikawal secara ketat aparat keamanan yang diterjunkan dari Polda Papua, aksi demo yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tetap berjalan. Di Abepura, seluruh anggota KNPB saat ini sudah dikumpulkan untuk berunjukrasa persis di sekitaran lampu merah Abepura sehingga menimbulkan kemacetan panjang kendaraan yang hendak menuju ke pusat kota Jayapura dari […]

from WordPress http://ift.tt/1UwoqOP
via IFTTT

Tolak Tim Investigas HAM Buatan Jakarta

Penulis Suara Papua -Juni 15, 2016 WAMENA, SUARAPAPUA.com — Ratusan Rakyat Papua di Pegunungan Tengah Papua yang dimediasi Komite Nasional Papau Barat (KNPB) Wilayah Lapago gelar aksi demo damai di halaman Kantor DPRD Jayawijaya, Papua, Rabu (15/6/2016). Aksi yang dilakukan sekitar jam 12 siang itu diterima sejumlah anggota DPRD Jayawijaya bersama Wakil Ketua I, Matias […]

from WordPress http://ift.tt/1UzZH8g
via IFTTT

Terima Aspirasi di Tempat yang Salah, DPR Papua Minta Maaf pada Rakyat Papua

Penulis Arnold Belau - Juni 15, 2016 JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Laurenzuz Kadepa, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua yang membidangi Hukum dan HAM, juga ketua tim DPR Papua yang terima aspirasi dari rakyat Papua dan KNPB menyampaikan permohonan maaf. Karena DPR Papua terima aspirasi di tempat yang salah dan tidak layak. Kadepa mejelaskan, DPRP […]

from WordPress http://ift.tt/23cqf5u
via IFTTT

Wednesday, 15 June 2016

Ratusan Massa Papua Merdeka Orasi di Tengah Kota Jayapura

Jayapura, Jubi – Sedikitnya seratusan lebih demonstran pro Papua Merdeka yang menamakan diri Komunitas masyarakat Dok 7,8,9 Tanjung Ria Jayapura melakukan orasi damai di tengah Kota Jayapura, tepatnya di Taman Imbi, Rabu (15/6/2016). Aksi itu dimulai sekira pukul 15:00 WIT. Demonstran awalnya berniat melakukan aksi damai di halaman kantor DPR Papua. Namun puluhan polisi yang […]

from WordPress http://ift.tt/1tw7uOC
via IFTTT

Aksi KNPB Bersama Rakyat West Papua di Yalimo Berjalan Lancar

YALIMO, WENE-PAPUA - Pada hari 15 Juni 2016.aksi Nasional di seluruh Papua dari Sorong sampai Merauke Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Daerah (PRD) Wilayah Yalimo bersama rakyat Papua Barat di Yalimo melakukan aksi demo damai. Berikut stekmen politik sekaligus tuntutan rakyat Papua Barat wilayah Yalimo: 1. Menolak Tim penanganan pelanggaran HAM di Papua […]

from WordPress http://ift.tt/1ZQWLZ0
via IFTTT

Negosiasi Buntu, Massa Aksi KNBP Ancam Demo Hingga Malam

Jayapura, Jubi – Negosiasi antara polisi dan massa aksi Komite Nasional Papua Barat tidak membuahkan hasil. Ratusan massa aksi dibeberapa titik di Jayapura tak dizinkan berkumpul bersama. Massa ancam akan duduki jalanan hingga tengah malam. Aksi KNPB ini bertujuan menolak kedatangan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Luhut B Panjaitan, yang direncanakan tiba di Jayapura […]

from WordPress http://ift.tt/1VZbSR8
via IFTTT

KNPB: Ribuan Rakyat Papua akan Turun ke Jalan dengan Damai

JAYAPURA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, mengatakan ribuan rakyat Papua akan turun ke jalan besok (15/6) dalam unjuk rasa damai menuntut penyelesaian pelanggaran HAM di Papua serta hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua. Unjuk rasa tersebut juga dimaksudkan untuk menolak Tim Terpadu Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM di Provinsi […]

from WordPress http://ift.tt/1Q1D0h2
via IFTTT

Tuesday, 8 March 2016

PAP : Hanya Dua Solusi, Rekonstruksi UU Otsus Atau Negosiasi Otsus Plus

Sentani, Jubi – Puluhan Pemuda Adat Papua (PAP) dari Jayapura, pekan lalu bertolak ke Jakarta dengan tujuan melakukan aksi demo damai di Istana Presiden, Jakarta. Tuntutan utama mereka adalah meminta Pemerintah Pusat untuk menutup aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT.Freeport Indonesia di Timika Papua, dan merekontruksi ulang Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus) Tahun 2001 yang […]

from WordPress http://ift.tt/1pcifDz
via IFTTT

Wednesday, 7 October 2015

SUP Kutuk Tindakan Brutal TNI/POLRI di Papua

Semarang, Jubi – Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Solidaritas Untuk Papua (SUP) melakukan aksi turun jalan di Malang, Jawa Timur untuk mengutuk sikap dan tindakan brutal aparat TNI maupun Polri di Papua akhir-akhir ini. Dalam pernyataan tertulis yang dikirim kepada Jubi, SUP mengatakan kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh Indonesia terhadap […]

from WordPress http://ift.tt/1jN9Hjy
via IFTTT

Tuesday, 8 September 2015

Empat Pernyataan Politik KNPB Untuk PIF

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Papua Barat (KNPB), Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (GempaR) bersama beberapa mahasiswa dan simpatisan KNPB, Senin (7/9/2015), menggelar demo di Gapura Universitas Cenderawasih (Uncen), Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura Papua. Demo berlangsung damai dan diwarani orasi dari beberapa simpatisan KNPB, GempaR, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), yang mendukung […]

from WordPress http://ift.tt/1IUfAzM
via IFTTT

Tuesday, 26 May 2015

Terima Demo KNPB, DPRP Dukung MSG

JAYAPURA — Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) menyatakan mendukung sepenuhnya United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) membawa West Papua menuju Melanesia Spearhead Group (MSG) atau gabungan negara-negara rumpun Melanesia, ketika menerima aspirasi rakyat Papua yang disampaikan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyusul ratusan orang yang menggelar aksi demo damai di Halaman Kantor DPRP, Jayapura, […]

from WordPress http://ift.tt/1FRAdBP
via IFTTT

Friday, 22 May 2015

Dukung ULMWP Masuk MSG, AMP Kibarkan Bintang Kejora Di Yogyakarta

Yogyakarta,21/05/2015- Ratusan massa mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua [AMP], hari ini (Kamis,21/05-red) kembali menggelar aksi damai di kota Yogyakarta. Dalam aksinya kali ini, mahasiswa Papua yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta ini menuntut kepada pemerintah Indonesia dibawa rezim Jokowi-JK, agar tidak ikut campur dalam upaya pendaftaran West Papua […]

from WordPress http://ift.tt/1JGSAt4
via IFTTT