Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Domberai. Show all posts
Showing posts with label Domberai. Show all posts

Saturday, 26 February 2022

DOMBERAY DEKLARASI PANITIA PENYAMBUTAN KOMISARIS TINGGI PBB UNTUK HAK ASASI MANUSIA (UNHCHR)

“Wakil Pemerintah Sementara West Papua (ULMWP) Wilayah Adat BOMBERAY telah Mendeklarasikan Panitia Penyambutan Kedatangan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia"

Manokwari DOMBERAY | Pada hari ini, Selasa, (22/02/2022), Pemerintah Sementara ULMWP wilayah adat DOMBERAY deklarasikan Panitia Penyambutan kedatangan Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB ke West Papua.

Markus Yenu. Kepala Pemerintah Sementara ULMWP Wilayah Domberay menyatakan, wilayah Domberay telah deklarasikan Panitia untuk melakukan konsolidasi dan mobilisasi umum dalam rangka menyambut kedatangan Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB ke West Papua. 

Menurutnya, Domberay sudah mempunyai struktur Panitia, jadi panitia ini akan bergerak bersama dengan struktural Pemerintahan Daerah di Wilayah Domberay.

Yenu mengatakan, “Panitia di wilayah Domberay siap konsolidasi dan mobilisasi umum dalam rangka menyambut kedatangan Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB, panitia siap melakukan segala aktivitas dalam bentuk terbuka dengan melibatkan rakyat secara terbuka, panitia juga siap koordinasi dengan Pemerintah Sementara ULMWP di wilayah dan juga Pemerintah Sementara ULMWP di pusat.”

Sementara iyu, Ketua West Papua Caoncil Pemerintahan Sementara ULMWP Wilayah Domberay Yakop Imbir, mengatakan Domberay menangis, Maibrat menangis Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB segera datang ke West Papua, Kami siap sambut kedatangan kapan saja. Dan Kami bertanggung jawab berdasarkan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) ULMWP dan Ketua panitia yang telah terpilih untuk Wilayah Bomberay adalah saudara SOON TABUNI bersama strukturnya.

“Kami sambut Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM)”

Pemerintah Sementara West Papua ULMWP Wilayah Domberay.

Markus Yenu 
----------------------
Kepala Pemerintah Sementara.

Yakop Imbir 
--------------------
Ketua West Papua Caoncil Pemerintah Sementara. 

#WelcomeUNHCHR πŸ‡ΊπŸ‡³
#WestPapua #HumanitarianCrisis #HumanRightsAbuses #PIF #ACP #UnitedNation #OHCHR #UNHCHR #FreeWestPapua

Sunday, 29 November 2020

36 Orang Ditangkap Usai Demo Papua Merdeka


Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Papua Barat menangkap 36 orang di wilayah Manokwari dan Sorong Kota usai demo memperingati Hari Ulang Tahun West Papua New Guinea National Congress (WPNGNC).


Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi menyatakan orang-orang yang diamankan tersebut tengah diminta keterangan oleh kepolisian.

"Polres Manokwari di-backup Brimob Polda Papua Barat sudah mengamankan dan mengambil keterangan," kata Erwindi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (27/11).

Dia menjelaskan bahwa unjuk rasa yang dilakukan tersebut tidak melayangkan pemberitahuan kepada aparat kepolisian. Oleh karena itu, polisi mengklaim berwenang membubarkan aksi tersebut.

Selain itu, kata dia, unjuk rasa tersebut dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan menghalangi jalanan sehingga membuat pengguna jalan lain tak bisa melintas.

"Materi demo pun melanggar Pasal 6 UU Nomor 9 Tahun 1998," kata dia melanjutkan.

Sesuai ketentuan pasal tersebut mengatur bahwa dalam menyampaikan pendapatnya, warga harus menghormati hak dan kebebasan orang lain, menghormati aturan moral, dan menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Dia meminta agar pihak yang melakukan aksi unjuk rasa dapat memperhatikan situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap aksi penyampaian aspirasi dapat sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam undang-undang.

"Jika tidak sesuai di atas maka polisi sesuai amanat undang-undang berkewajiban untuk membubarkan," ucap dia.

Sebagai informasi, setidaknya dua anggota Brimob Polda Papua Barat terluka akibat terkena lemparan batu saat membubarkan aksi tersebut.

Dilansir dari Antara, massa yang tidak terima dibubarkan langsung melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol sehingga massa dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Massa yang dipukul mundur semakin brutal dan terus melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol. Massa juga menembakkan kembang api ke arah aparat kepolisian.

Massa aksi berteriak-teriak 'Papua Merdeka' sambil melempar batu ke arah aparat kepolisian.

(mjo/psp)