Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Dortheys Hiyo Eluay. Show all posts
Showing posts with label Dortheys Hiyo Eluay. Show all posts

Tuesday, 12 July 2016

Argumen NKRI: Ide Papua Merdeka Sudah Tidak Relevan Lagi

Kalau sudah tidak relevan lagi, maka apa yang tetap relevan "NKRI Harga Mati?" Sangat tendensius, rasis dan fascis? Mengapa Melayu-Indonesia boleh merdeka tetapi Melanesia-Papua sudah tidak relevan lagi bicara Papua Merdeka? Sangat ketinggalan zaman dalam konsep berpikir, karena kemerdekaan ialah hak segala bangsa, seperti ditulis sendiri oleh NKRI di dalam UUD 1945 mereka. Buktinya Inggris […]

from WordPress http://ift.tt/2a2GnCb
via IFTTT

Saturday, 25 January 2014

Adat Tidak Punya Protab tentang Penanganan Kepolisian NKRI di Tanah Papua

Secara khusus menanggapi pernyataan Ketua LMA Papua Lenis Kogoya berikut: “Kepolisian hanya melaksanakan tugasnya yaitu melindungi rakyat jadi mereka sudah bertindak sesuai dengan adat, kasih dan budaya,” maka dengan ini saya selangku Pemangku Adat dan Alam Papua, dari Komando Barisan Operasi Khusus menyampaikan pesan singkat dan telapon kepada redaksi PMNews dengan pesan-pesan sebagai berikut: Pertama […]



from WordPress http://ift.tt/1eY4w7O

via IFTTT

Friday, 18 December 2009

Pendukung Kelly Kesal, Wartawan jadi Sasaran

VIVAnews - Nasib nahas menimpa Robert Vanwi, wartawan Suara Pembaharuan di Papua. Pasalnya, kamera Canon D30 miliknya dirampas dan hancur dibanting oleh pendukung Pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik di depan Makam Theys H Eluay Sentani, Jumat siang.

Salah seorang wartawan Tempo di Papua Cunding Levi yang menyaksikan langsung insiden itu, nyaris juga menjadi korban. 

Insiden ini bermula saat pendukung Kelly melakukan aksi pasca pemberangkatan jasad Kelly ke Timika. Puluhan pendukung Kelly berkumpul di dekat Makam Theys H Eluay Sentani yang berjarak hanya 200 ratusan meter dari pintu bandara Sentani.

Usai meliput jenazah Kelly, wartawan kemudian meliput aksi pendukung Kelly itu. Namun saat mereka berada di lokasi tiba-tiba, sejumlah massa berteriak, “wartawan tidak boleh meliput.”
Bukan hanya berteriak, massa juga mengejar para wartawan. Dan apes menimpa Robert Vanwi, kameranya berhasil di rampas, dan kemudian dibanting. “Vanwi saat itu memegang kameranya dan tidak mengikat di leher, sehingga dengan mudah massa merampas lalu membantingnya hingga hancur,’’ ujar Cunding Levi yang juga ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Papua.

Melihat massa yang terus mengejar-ngejar wartawan, lanjut Cunding, mereka kemudian berupaya menyelamatkan diri dari kerumunan massa. Meski saat itu sejumlah aparat keamanan berada di lokasi, tapi tidak berdaya. “Kamera saya dan M Nur Cepos juga sempat ditarik-tarik massa, tapi kami berhasil meloloskan diri,’’ ujar Cunding.

Selanjutnya, kata Cunding, ia bersama rekan-rekannya melaporkan kejadian itu secara resmi ke pihak Kepolisian.

Sementara menurut sumber, saat ini massa masih berkumpul di makam Tey Eluay Sentani Jayapura.
Laporan: Banjir Ambarita | Papua