Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Gerilya RImba. Show all posts
Showing posts with label Gerilya RImba. Show all posts

Monday, 2 May 2022

Kontak tembak TPNB NGALUM KUPEL VS TNI-POLRI di Pengunungan bintang 1 mey 2022

Papua News:
* Perihal : KONTAK TEMBAK DI WILAYAH DISTRIK OKBIBAB KAB. PEGUNUNGAN BINTANG ANTARA PERSONIL GABUNGAN TNI-POLRI DENGAN POK KKB NGALUM KUPEL* 

A. Fakta - Fakta 

1.  Pada hari ini Minggu 1 Mei 2022 sekitar pukul 10.30 WIT telah terjadi kontak tembak di wilayah Distrik Okbibab antara personil gabungan TNI-POLRI dengan Pok KSTP Ngalum Kupel yang mengakibatkan 1 (Satu) personil Brimob dan 1(Satu) personil Pamtas TNI mengalami luka tembak. 

2. Adapun identitas korban sebagai berikut : 

a. Nama : Vany Putra Perdana
    Pangkat / NRP : Bripda / 98100689
    Kesatuan : Batalyon C Resimen III 
    Paspor 

b. Nama : Willy John
    Pangkat / NRP : Pratu / 31170687121196
    Kesatuan : Ta Batalyon 431

B. Kronologi kejadian sebagai berikut : 

1. Pada hari Minggu tanggal 1 Mei 2022 pukul 10.45 WIT bertempat di Kampung Apmisibil, Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang telah terjadi kontak tembak antara Pok KKB Ngalum Kupel dengan Satgas Damai Cartenz 2022 Pos Okbibab dan Satgas Kodim Yonif 431/SSP Pos Okbibab CO 54 M 453095 9483475 yang mengakibatkan Bripda Vany (Anggota Satgas Aman Damai Cartenz 2022 Pos Okbibab) terkena tembakan pada bagian pinggang dan Pratu Willy Jhon (Anggota Satgas Kodim Yonif 431/SSP) terkena tembakan dibagian kaki. 

2. Untuk Arah tembakan berasal dari barat Koramil Okbibab serta tepat disamping SMP Okbibab Gereja Protestan. 

3. Jumlah Kelompok KSTP berkisar +- 5 orang dengan membawa 3 Pucuk Senjata salah satu senjata yang terlihat berjenis senjata AK 

4. Saat melaksanakan Pengamanan Ibadah di Gereja personil TNI Polri berjumlah 11 Orang (8 Personil dari 431 dan 3 Personil dari Brimob Damai Cartenz) yang dimana 6 orang melaksanakan Pengamanan di Luar (5 Personil 431 dan 1 Personil Damai Cartenz) dan 5 Personil Lainnya melaksanakan ibadah didalam gereja. 

5. Sampai saat ini kedua korban sudah berada di Pos masing masing menunggu Evakuasi yang rencana akan dilaksanakan oleh Helly Damai Cartenz. 

6. 1 Unit Helly milik Polri (Damai Cartenz) melaksanakan Evakuasi menuju Distrik Okbibab dari Bandara Sentani pukul 12.45 WIT. 

7. 2 Unit Ambulance sudah standby di Bandara Sentani untuk melaksanakan evakuasi ke Rumah Sakit.

Sunday, 27 March 2022

Pasukan Pembela Keadilan dan Kebenaran TPNPB Kodap Kodap III ndugama/Darakma Telah Menembak Mati 3 Pasukan Teroris TNI

 


The TPNPB News - Per 26 Maret 2022

Pasukan Pembela Keadilan dan Kebenaran TPNPB Kodap Kodap III ndugama/Darakma Telah Menembak Mati 3 Pasukan Teroris TNI pada pukul 17:25, tanggal 26 Maret 2022
Siaran Per Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM Per 26 Maret 2022
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah terima Laporan Resmi langsung dari Pimpinan TPNPB Kodap III Derakma-Ndugama bahwa Pasukan TPNPB Kembali melakukan serangan di Pos Militer Indonesia, dan mereka mengklaim bahwa telah berhasil tembak 3 Anggota Pasukan teroris yaitu TNI.
Dalam laporannya menyebutkan bahwa mereka telah berhasil tembak 3 Anggota Pasukan Teroris yaitu TNI/Polri, dan penembakan ini telah dilakukan di pinggir Kali Keneyam, di Ibu Kota Kabupaten Nduga Papua.
Silakan ikuti laporan nya dibawah ini….!!
Hari ini tanggal 26 Maret 2022 bertepatan dengan hari jadinya (hari Ulang Tahun TPNPB) sebagai sayap Militer, dimana TPNPB telah dibentuk tanggal 26 Maret Tahun 1963.
Saat HUT TPNPB yang ke 51 tahun yaitu tanggal 26 Maret 2022 Pasukan TPNPB Kodap III Darakma Ndugama Melakukan serangan di Pos Militer Indonesia di Keneyam Ibu Kota Kabupaten Nduga, dan Kontak senjata telah dilakukan sore ini pada pukul 5:00-700 Malam.
Dalam kontak tembak tersebut 3 anggota TNI Di tembak oleh Pasukan TPNPB menggunakan Snaiper ukuran pas dan serangan terus dilakukan di Ibu Kota Kabupaten Nduga di kenyeam.
Pasukan TPNPB juga telah menembak Peluru Granat dari senapan Pelontar ke arah Pasukan Teroris yaitu TNI Polri, jadi apakah ada korban atau tidaknya belum pastikan. Dan untuk Sementara pihak TPNPB belum ada yang korban.
Kronologis kejadian, berawal dari Pasukan TPNPB Sudah mencium keberadaan Pasukan Teroris yaitu TNI Polri di pinggir kali keneyam, dan selama satu minggu Pasukan TPNPB telah melakukan pemantauan.
Setelah pemantauan yang matang, pada hari ini Sabtu tanggal 26 Maret 2022 telah dilakukan serangan oleh Pasukan TPNPB dan terjadi kontak senjata antara Pasukan TPNPB dengan Pasukan Teroris yaitu TNI/Polri.
Kontak tembak terjadi di samping kantor Perikanan yang berdekatan dengan rumah sakit lama ujung Bandara Kenyam, ibu Kota kabupaten Nduga-Papua.
Laporan resmi dari Panglima Kodap III Ndugama Darakma, Bridgen Egianus Kogeya.
Demikian siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM per 26 Maret 2022, dan manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM bertanggungjawab atas siaran Pers ini.
Diteruskan kepada semua pihak oleh Jubir KOMNAS TPNPB-OPM Sebby Sambom, dan terima kasih atas kerja sama yang baik. Kami percaya bahwa Tuhan leluhur Kami lindungi dan memberkati kita semua yang kerja membela kebenaran. Waa

Wednesday, 19 January 2022

Lama Tak Muncul, TPNPB OPM Klaim Tembak Mati 2 TNI

Ndugama, Papua, Gatra.com- Hampir satu bulan tidak muncul, kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim menembak mati dua anggota TNI. Ceritanya, pada Sabtu, 8 Januari 2022, pasukan TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma menyerang pos tentara Indonesia di distrik Mugi. "Dalam penyerangan di pos TNI ini, 2 anggota TNI tewas, dan satu ekor anjing pelacak tewas," kata Bellia Kogeya, komandan operasi Kodap 3 Ndugama-Derakma.

"Dan beberapa anggota luka-luka. Sementara pihak kami pasukan TPNPB tidak ada yang korban bahkan luka-luka pun tidak ada. Kami semua lolos dari peluruh-peluruh tentara Indonesia," katanya kepada Gatra.com.

Bellia Kogeya menegaskan bahwa TPNPB tidak akan berhenti berperang sampai Papua Merdeka. "Kami TPNPB masih perang dari orang tua kita sampai hari ini kami angkat senjata dari 2016 sampai 2021 dan kami sudah memasuki tahun 2022," katanya.

"Sehingga kami pesan kepada orang asli Papua jaga rakyat kami Nduga yang ada pengungsi di mana-mana dari 2018 sampai hari ini," katanya.

"Perang suku atau saudara yang di Wamena itu segera selesaikan secara budaya. Kami TPNPB tegas menolak perang (konflik horizontal) yang sedang berlangsung itu," tegasnya.

Editor: Rohmat Haryadi

Sunday, 14 November 2021

Umumkan Perang, TPNPB-OPM Minta Warga Non Papua Angkat Kak

DepokToday- Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM secara resmi mengumumkan pada hari ini jika pihaknya siap untuk “perang” atau kontak senjata. Terkait hal itu, mereka pun mengeluarkan peringatan agar warga non Papua untuk segera angkat kaki dari wilayah Intan Jaya, Papua.

Melansir suara.com, hal itu disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB-OPM, Kodap 8 Intan Jaya, Undinus Kogoya.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengaku, bahwa peringatan itu disampaikan Undinus Koyega dalam laporannnya kepada Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM.

Dalam laporan yang disampaikan pada Jumat, 12 November 2021 tersebut, Undinus bahkan mengeluarkan peringatan keras bagi warga sipil non Papua agar segera angkat kaki dari wilayah ini.

Menindaklanjuti laporan tersebut, maka Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM secara resmi mengumumkan pada hari ini pihaknya siap untuk “perang” atau kontak senjata. Namun demikian, belum diketahui secara pasti alarm perang yang dinyatakan kelompok itu ditujukan untuk siapa.

“Laporan persiapan perang oleh TPNPB dengan cara budaya sudah selesai dan perang kami belum selesai maka, Saya komandan lapangang perang, Undius Kogoya, kita lagi masak daun untuk perang,” kata Sebby menirukan ucapan Undinus.

Terkait hal tersebut, pihaknya pun meminta agar masyarakat sekitar untuk mencari tempat perlindungan.

“Jadi kami minta untuk kasih keluar info segera agar masyarakat cari tempat perlindungan itu yang diperintahkan Undinus Kogoya Dari Intan Jaya dari siang pukul 12.00 WIT,” ujarnya.

Kontak Senjata TPNPB-OPM
TPNPB-OPM atau yang disebut Pemerintah RI sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kembali terlibat perang sengit dengan aparat TNI-Polri di sekitar Kampung Mamba, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Akibat kejadian itu, seorang warga mengalami luka tembak cukup serius.

Melansir CNNIndonesia, korban yang mengalami luka tembak itu bernama Agustina Hondau (24 tahun). Saat ini ia telah berhasil dievakuasi petugas ke rumah sakit di Timika, pada Rabu pagi, 10 November 2021.

“Evakuasi menggunakan pesawat Smart Aviation PK-SNH,” ucap Dandim 1705-Nabire Letkol Inf Anjuanda Pardosi. (rul/*)

Lihat artikel asli

Wednesday, 8 September 2021

Kontak Tembak di Perbatasan Papua Nugini, 1 Anggota TNI Meninggal

Reporter: Antara

Editor: Syailendra Persada

Senin, 30 Desember 2019 16:01 WIB

Prajurit TNI dan Polri mengusung peti jenazah korban KKB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Dalam insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Nduga, 19 orang pekerja dan seorang tentara dinyatakan meninggal. ANTARA/Jeremias Rahadat

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota TNI meninggal dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat mengambil logistik dari Pos Kali Asin yang berada di perbatasan RI-Papua Nugini pada Senin, 30 Desember 2019.

Anggota TNI ini diketahui bernama Serda Miftakfur, yang merupakan Wakil Komandan Pos Bawen Baru Yon infanteri 713/ST.

Miftakfur meninggal akibat luka tembak di bahu kiri tembus perut belakang. Sedangkan seorang rekannya yakni Prada Juwandy mengalami luka tembak di pelipis kanan dan bahu kiri. Jenazah Serda Miftakfur, saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura.

Kepala Pangdam XVII Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengkonfirmasi insiden ini. “Kami belum mendapat laporan tentang kelompok KKB yang melakukan kontak dengan prajurit di perbatasan RI-PNG yang masuk dalam wilayah Kabupaten Keerom,” kata Eko.