Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Indonesian Police Terror. Show all posts
Showing posts with label Indonesian Police Terror. Show all posts

Tuesday, 17 November 2020

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Wilayah Anim-Ha di Merauke oleh MRP Dibubarkan Pasukan Gabungan Indonesia

#BreakingNews: Sejak kemarin lalu tanggal 15 November s/d hari ini Selasa17 November 2020, Intelijen Indonesia bersama dengan Polisi Indonesia telah menguasai hampir seluruh wilayah Merauke, di Wilayah Adat Anim-Ha — West Papua.

Polisi (Polri) bersama dengan Tentara Indonesia (TNI) juga melakukan sejumlah aksi-aksi intimidasi dan teror  terhadap masyarakat Papua yang hendak menyatakan sikap menolak UU Otonomi Khusus Papua.

Foto berikut di Jalan Angkasa Kelapa Lima, Pankat Keuskupan Agung Merauke, Kurang Lebih Jam: 9 pagi tadi.                     

Anggota MRP dan peserta Rapat Dengar Pendapat (RDP)  di bubarkan paksa serta di tangkap dan di bawa ke Polres Merauke, oleh Gabungan TNI Polri daerah Merauke, Wilayah Anim-Ha.

#TolakUU_OtonomiKhusus #Referendum #Merdeka #FreeWestPapua #PapuaMerdeka #LetWestPapuaVote







Friday, 18 October 2019

Tim Gabungan TNI-Polri Menangkap Pelaku Pembunuhan di Wamena, Kapolda: Masih ada Pelaku Lain

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Tim gabungan TNI – Polri menangkap pelaku pembunuhan Deri Datu Padang, warga wamena pada 12 oktober lalu.

Aparat Gabungan Tembak Pelaku
Penikaman di Jembatan Wouma Wamena
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan penangkapan terhadap pelaku penikaman alm. Deri atas dasar informasi yang di terima dari masyarakat. Diduga pelaku di ketahui berinisial MW (35 tahun) berprofesi sebagai petani dan tinggal di distrik piramid, Kabupaten Jayawijaya Papua.

”Penangkapan pelaku ini atas informasi dari warga, untuk itu saya selaku Kapolda Papua mengucapkan terima kasih banyak kepada warga yang telah memberikan informasi kepada kami,” Ungkap Kapolda kepada wartawan di wamena, Kamis (17/10/19).

Dijelaskan Kapolda bila saat tim gabungan hendak mengamankan pelaku di tempat persembunyiannya, pelaku mencoba untuk melawan sehingga anggota terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanan pelaku.

”Saat hendak diamankan pelaku mencoba kabur sehingga anggota kami melumpuhkan pelaku dengan tembakan di kaki, ” Kata Irjen Paulus.

Hingga saat ini Polisi sudah memeriksa empat orang saksi dan atas keterangan mereka, terungkap masih ada pelaku lain yang saat ini masih dalam proses pengejaran. ”Informasi dari saksi ada beberapa pelaku yang masih kita kejar, ” Kata Kapolda.

Selain mengamankan pelaku MW Aparat juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang di pakai pelaku.

”Pisau yang di gunakan untuk menusuk sudah kita amankan dan sudah kita kirim ke lapfor makassar untuk di paeriksa. selain pisau kami juga mengamankan parang, katapel dan sajam lainnya di tempat persembunyian pelaku, ” Beber Irjen Paulus. (Redaksi/MW)

Aparat Gabungan Tembak Pelaku Penikaman di Jembatan Wouma Wamena

Monday, 22 August 2016

“Slave Mentality” Will be Easily Manipulated by “Fear Factor”

Human beings who are mentally slave will not be free from fear. No matter who we are: politicians, clergymen, teachers, tribal elders, students, brave boys and girls, old and young, anybody , those who have "fear" in their life should automatically acknowledge themselves that they are mentally slave, they have slave mentality. Slave mentality has […]

from WordPress http://ift.tt/2bpU3K3
via IFTTT

Indonesia’s Ability in Managing Tactic: “Fear-Factor” in Melanesian

Indonesia in reality is not that strong as it may appear to many Melanesians, particularly Papuans in Papua New Guinea. Militarily it is big in number. However, they are very unskilled. They do not know how to stay just one night without water. Their do not have any fighting spirit. They would rather go home […]

from WordPress http://ift.tt/2bOtmjh
via IFTTT

Indonesian police under fire over arrest of Papuan students, racial abuse

July 21, 2016, By Ryan Dagur in in Jakarta Indonesian Church officials and activists have accused police in Yogyakarta of racism and using excessive force after six Papuan students were arrested for singing Papuan songs in their college dormitory. “Police officers must be fair. They must protect Papuan people too,” Father Paulus Christian Siswantoko, executive […]

from WordPress http://ift.tt/2bfuZ6Y
via IFTTT