Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Kabupaten Sorong. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Sorong. Show all posts

Sunday, 29 November 2020

Demo Papua Merdeka di Sorong Ricuh, Dua Brimob Terluka


Jakarta, CNN Indonesia -- Dua anggota Brimob Polda Papua Barat terluka akibat terkena lemparan batu saat membubarkan aksi demo yang menuntut kemerdekaan Papua di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Jumat (27/11).

Dikutip dari Antara, kericuhan berawal saat ratusan massa yang melakukan unjuk rasa dengan mengibarkan bendera bintang kejora dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Massa yang tidak terima dibubarkan langsung melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol sehingga massa dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Massa yang dipukul mundur semakin brutal dan terus melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol. Massa juga menembakkan kembang api ke arah aparat kepolisian.

Massa aksi berteriak-teriak 'Papua Merdeka' sambil melempar batu ke arah aparat kepolisian.

Terlihat ada lima orang dari massa aksi yang diamankan polisi dan dibawa ke kantor Polres Sorong Kota.

Sementara dua anggota Brimob yang terluka itu telah dibawa ke rumah sakit.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan dan Dandim Sorong Letkol Inf Budiman belum dapat dimintai keterangan karena sedang berada di lokasi bersama aparat keamanan mengendalikan situasi.


(Antara/psp)

36 Orang Ditangkap Usai Demo Papua Merdeka


Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Papua Barat menangkap 36 orang di wilayah Manokwari dan Sorong Kota usai demo memperingati Hari Ulang Tahun West Papua New Guinea National Congress (WPNGNC).


Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi menyatakan orang-orang yang diamankan tersebut tengah diminta keterangan oleh kepolisian.

"Polres Manokwari di-backup Brimob Polda Papua Barat sudah mengamankan dan mengambil keterangan," kata Erwindi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (27/11).

Dia menjelaskan bahwa unjuk rasa yang dilakukan tersebut tidak melayangkan pemberitahuan kepada aparat kepolisian. Oleh karena itu, polisi mengklaim berwenang membubarkan aksi tersebut.

Selain itu, kata dia, unjuk rasa tersebut dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan menghalangi jalanan sehingga membuat pengguna jalan lain tak bisa melintas.

"Materi demo pun melanggar Pasal 6 UU Nomor 9 Tahun 1998," kata dia melanjutkan.

Sesuai ketentuan pasal tersebut mengatur bahwa dalam menyampaikan pendapatnya, warga harus menghormati hak dan kebebasan orang lain, menghormati aturan moral, dan menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Dia meminta agar pihak yang melakukan aksi unjuk rasa dapat memperhatikan situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap aksi penyampaian aspirasi dapat sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam undang-undang.

"Jika tidak sesuai di atas maka polisi sesuai amanat undang-undang berkewajiban untuk membubarkan," ucap dia.

Sebagai informasi, setidaknya dua anggota Brimob Polda Papua Barat terluka akibat terkena lemparan batu saat membubarkan aksi tersebut.

Dilansir dari Antara, massa yang tidak terima dibubarkan langsung melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol sehingga massa dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Massa yang dipukul mundur semakin brutal dan terus melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol. Massa juga menembakkan kembang api ke arah aparat kepolisian.

Massa aksi berteriak-teriak 'Papua Merdeka' sambil melempar batu ke arah aparat kepolisian.

(mjo/psp)

Thursday, 17 October 2019

Arnoldus Jansen Kocu is at Jln. F. Kalasuat, Malanu Kampung. · Sorong

Korban Tabrak Lari di Sorong, Kepala Burung
MASYARAKAT WILAYAH SORONG RAYA – WEST PAPUA DARURAT KASUS TABRAK LARI OLEH NKRI

Pada hari ini tanggal, 08 Oktober 2016 tepat pukul kurang lebih 15:30 WPB di Depan Kampus UKIP Sorong Jln. F. Kalasuat Malanu Kampung, Terjadi tabrakan antara 1 Unit trek berwarna kuning dengan nomor Polisi : PB9673SL (12-18) Menabrak 1 buah kendaran Motor yang dikendari Oleh Bapak almarhum : Otto Mambrisau dari Kampung Ayau.

Sementara Mayat masi tetap terlentang di bawah aspal hingga sekarang. Walaupun POLANTAS SORONG KOTA BANYAK DI TKP. Kronologis lengkapnya menyusul……
KAMI TAU, PEMBUNUHAN BERENCANA ITU DARI PERANGKAT NKRI…!!!
By. Arnoldus Kocu.

Sunday, 5 February 2017

Pemimpin Rakyat Papua yang kerja di Instansi Pemerintahan NKRI ini ikut membunuh Rakyat Papua

'Pemimpin Rakyat Papua yang kerja di Instansi Pemerintahan NKRI ini ikut membunuh Rakyat Papua, dimana k Hati Nurani mu ketika Rakyat Papua sedang ditindas ??
Kalian hanya memperkaya diri dan berpesta pora atas jeritan Rakyat Jelata,

Wahai Pemimpin rakus uang sadar diri dan buka mata telinga Mu dengar jeritan Rakyat jelata.

Kau di pilih oleh Rakyat tertindas untuk memperjuangkan Hak Hidup mereka atas Tanah Papua bukan untuk memperkaya dirimu dan keluargamu.

Pemimpinal Rakyat Papua sebagai Gubernur, Walikota, DPRP, DPRD kota / kabupaten, Bupati, Lurah, Distrik sampai kepala kampung sadar diri mu dan dengarlah jeritan Rakyat Papua yang menangis Air Mata Darah selama 55 tahun hidup di bawa lutut penjajah kolonial Indonesia.

Uang Indonesia kasih ke pejuang Papua Merdeka Untuk mengakhiri semua derita diatas Tanah Papua percepat perjuangan Papua Merdeka bukan Pembangunan di Papua tetapi PAPUA MERDEKA HARGA MATI!!


Tidak ada kedamaian hidup di bawa lutut Penjajah kolonial Indonesia, kami akan ditindas terus sampai Ras Melanesia akan PUNAH di atas tanah kami sendiri West Papua.
Kalau anda sebagai pemimpin berpikir bijak dan support penuh PAPUA MERDEKA untuk menentukan nasib sendiri Bangsa West Papua,

Itu adalah jeritan Rakyat Papua yang sesungguhnya selama 55 tahun ini bukan kesejahteraan dan pembangunan di Papua tetapi kami tuntut HAK POLITIK BANGSA PAPUA.

Anda sebagai pemimpin sudah tau jeritan Rakyat Papua tetapi Uang Rupiah menutup mata hatimu mendengar jeritan Rakyat Papua, berpesta pora dan memperkaya diri mu.
Anda bukan Pemimpin Rakyat Papua tetapi anda adalah AKTOR Pembunuh Rakyat Papua.

Rakyat harus jelih dan dewasa dalam hal ini jangan terpengaruh untuk kepentingan segelintir Orang Papua untuk mempertahankan NKRI harga mati di Papua.

Rakyat Papua harus sadar dengan perkembangan Politik Papua Merdeka dewasa ini, jangan terpengaruh dengan kegiatan yang terus membunuh Rakyat Papua untuk memusnahkan Rakyat Papua'

Usir penjajah kolonial Indonesia dari tanah suci PAPUA.
Papua Merdeka Harga Mati!!

Salam Pembebasan Rakyat Tertindas,

By. Agustinus Aud [Ketua 1 KNPB Sorong Raya]