Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Mathias Wenda. Show all posts
Showing posts with label Mathias Wenda. Show all posts

Wednesday, 29 June 2016

Selamat HUT Kemerdekaan West Papua 1 Juli 2016

Dari Markas Pusat Pertahanan (MPP) Tentara Revolusi West Papua, dengan ini mengucapkan SELAMAT HUT KEMERDEKAAN WEST PAPUA YANG KE-45 Tanggal 1 Juli 2016             Dengan usia kemerdekaan yang terus bertambah, kita bangsa Papua semakin bertambah dewasa, semakin bersatu dan semakin giat dalam memperjuangkan kemerdekaan ini, sampai akhirnya penjajah NKRI keluar […]

from WordPress http://ift.tt/294kGRS
via IFTTT

Sunday, 26 June 2016

BREXIT Secara Otomatis dan Pasti Membatalkan Argumen NKRI Harga Mati dan Pepera Sudah Final

BREXIT menjadi tolak ukur secara global, di zaman ini, menunjukkan martabat dan identitas demokrasi sejati, yaitu "Suara Rakyat, Suara Tuhan" dan referendum untuk West Papua ialah pasti dan harus. Betapapun pahitnya, betapapun negara tidak menerima, bepapapun mati harganya, betapapun sudah final, tetap, "Suara Rakyat, Suara Tuhan", Suara Rakyat Dapat dan telah terbukti berulang-ulang menggugat realitas […]

from WordPress http://ift.tt/28YJGfc
via IFTTT

Thursday, 16 June 2016

Papua Merdeka TIDAK untuk Mewujudkan Masyakat Papua yang Adil dan Makmur!

Pada bulan 10 Juni 1999, Utusan Khusus Gen. TPN/OPM Mathias Wenda ke Uni Eropa pernah ditanya oleh seorang aktivis lingkungan di Negeri Belanda, saat melakukan diskusi publik tentang perjuangan kemerdekaan West Papua "kenapa kalian mau merdeka? saya rasa kalian lebih bagus dengan Indonesia, sebab kalau kalian merdeka, nanti banyak perang suku, dan nanti bagaimana kalian […]

from WordPress http://ift.tt/1YstoNT
via IFTTT

Wednesday, 8 June 2016

ULMWP dan PNWP Harus Siap Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan ini

Dari Markas Pusat Pertahanan (MPP) Terntara Revolusi West Papua (TRWP), Panglima Tertinggi Komando Revolusi, Gen. TRWP Mathias Wenda bersama Secretary-General Lt. Gen. Amunggu Tabi  mengatakan tahapan perjuagnan saat ini sudah masuk kepada "diplomasi penuh", di dalam payung perjuangan Politik ULMWP dan perwakilan rakayt PNWP. Oleh karena itu PNWP dan ULMWP harus siap menjawab pertanyaan strategis […]

from WordPress http://ift.tt/1UwXhXE
via IFTTT

Saturday, 4 June 2016

Dari MPP TRWP: Jangan Membalas Kekerasan dengan Kekerasan

Menanggapi perkembangan terakhir di Tanah Leluhur, berdasarkan perintah dari Panglima Tertinggi Komando Revolusi TRWP, dengan ini lewat Kantor Sekretaria-Jenderal TRWP disampaikan beberapa point penting sebagai berikut: Agar organ, pemimpin dan tokoh Papua Merdeka, beserta semua rakyat Papua, Orang Asli Papua tidak menanggapi apa yang dilakukan Barisan Merah Putih Indonesia. Yang harus dilakukan ialah "mengabaikan" apapun […]

from WordPress http://ift.tt/1U0672Z
via IFTTT

Monday, 23 May 2016

Satukan Kekuatan Dana, Waktu, Tenaga: Mari Lihat Jauh Ke Depan

Jangan Berlama-Lama Lihat ke Belakang, karena Kita Sudah Berada di Era yang SaNGAT Menentukan Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua, Gen. TRWP Mathias Wenda mengeluarkan sebuah seruan kepada semua pihak di manapun Anda berada dengan judul pesan, "Satukan Kekuatan Dana, Waktu, Tenaga Lihat Ke Depan, Jangan Lama-Lama Lihat ke Belakang" General TRWP Wenda […]

from WordPress http://ift.tt/1TPzuST
via IFTTT

Tuesday, 27 October 2015

Gen. TRWP Mathias Wenda: Berduka Sedalam-Dalamnya

Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua (West Papua Revolution Army), Panglima Tertinggi Komando Revolusi Gen TRWP Mathias Wenda, bersama segenap staf dan pasukan, atas nama bangsa Papua menyatakan BERDUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA atas dipanggilkan ke pangkuan Tuhan Sang Khalik Langit dan Bumi Brigadir Jenderal Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Richard Joweni Dari Markas Pusat […]

from WordPress http://ift.tt/1OTeGfF
via IFTTT

Friday, 25 September 2015

OPM: Kami Tidak Menyandera Dua WNI

Jayapura, TAPANEWS.com – Organisasi Papua Merdeka (OPM) membantah dengan tegas keterlibatan pihaknya dalam penyanderaan dua Warga Negara Indonesia (WNI) di Perbatasan RI – PNG, Rabu (9/9) lalu seperti yang diberitakan media massa. Hal ini dikatakan Jonah Wenda, jurubicara OPM di bawah pimpinan Richard Yoweni saat dikonfirmasi TAPANEWS.com melalui seluler, Rabu (16/9). “Bagi kami, ini ulah […]

from WordPress http://ift.tt/1KTqDyQ
via IFTTT

Saturday, 21 February 2015

OPM Bukan Kartu Joker bagi Papindo untuk Sesuap Nasi di Pangkuan Ibutiri Pertiwi

Menanggapi tanggapan dari Wakil Ketua Baleg DPRP, Ruben Magay, sebagaimana disinyalir berbagai media nasional di Tanah Papua seperti TabloidJubi.com, SuluhPapua.com dan BintangPapua.com, Tentara Revolusi West Papua lewat Kantor Secretariat-General menyampaikan "penyesalan dan dukacita sedalam-dalamnya atas pola pikir yang picik dan kotor seperti dinyatakan Ruben Magay, politisi Papindo untuk melibatkan para tokoh yang selama ini disebut […]



from WordPress http://ift.tt/1LluQIa

via IFTTT

Saturday, 19 July 2014

Penembakan Terjadi di Perbatasan RI-Papua Nugini

Nurlina Umasugi, Jurnalis · Sabtu 19 Juli 2014 14:27 WIB

Map of Western New Guinea
JAYAPURA - Aksi penembakan oleh orang dikenal di wilayah perbatasan RI- Papua Nugini kembali terjadi, Sabtu (19/7/2014) sekira pukul 11.00 WIT. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, aparat Kepolisian bersama TNI saat ini telah melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Okezone, aksi penembakan terjadi tepat di Daerah Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Lokasi berjarak 500 meter dari tempat pencucian mobil milik Satgas Pamtas Muara Tami. Dimana terjadi penembakan sebanyak tiga kali yang dilakukan oleh orang tak dikenal. 

Mendengar suara tembakan yang berasal dari Gunung Pawa, dua prajurit TNI dari Yonif 751/R dan Yonif 623/BWU melakukan pengejaran ke arah suara tembakan tersebut. Namun para pelaku berhasil melarikan diri. 

Saat ini, dilaporkan situasi di wilayah Perbatasan RI-Papua Nugini aman dan kondusif. Warga di wilayah perbatasan kedua negara tetap menjalankan aktifitas seperti biasa.


(ful)

Tuesday, 3 June 2014

Prajurit TNI tertembak di perbatasan Papua-Papua Nugini

Reporter : Hery H Winarno - Merdeka.com - Seorang prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama tertembak di wilayah perbatasan Skouw (Papua, Republik Indonesia) dan Wutung (Papua Nugini). Peristiwa itu terjadi dalam kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata.

Latgab TNI 2014. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Belum diketahui identitas prajurit TNI yang tertembak dan bagaimana kondisi terakhir korban tersebut. Kontak senjata itu pecah saat pagar perbatasan itu akan dibuka kembali untuk umum. Perbatasan Skouw-Wutung ditutup sejak 5 April lalu menyusul kasus penembakan dari kelompok sipil bersenjata yang melukai petugas kepolisian.

Konsul RI di Vanimo, Papua Nugini, Jahar Gultom, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (12/5) menyatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Papua Nugini sepakat membuka kembali daerah perbatasan Skouw-Wutung yang sempat ditutup bagi para pelintas batas menyusul terjadinya penyerangan kelompok sipil bersenjata di Skouw, Papua.

Kesepakatan untuk membuka kembali pagar perbatasan Skouw-Wutung yang menjadi kepentingan warga kedua negara baik secara ekonomi maupun sosial dan budaya itu dicapai pada pertemuan bilateral yang berlangsung di Bali pada 8-9 Mei lalu.

"Dalam kondisi normal, pintu perbatasan dibuka tiga kali seminggu, yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Jumlah warga yang memasuki wilayah kita dari Papua Nugini bisa mencapai ratusan orang," kata Gultom seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/6).

Para prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama yang berada di bawah komando Korem 101/Antasari, Kodam VI/Tanjungpura, dan berkedudukan di Banjarmasin, Kalsel, sejak beberapa waktu terakhir ini dikerahkan untuk membantu menjaga keamanan di perbatasan RI-Papua Nugini. [hhw]

Friday, 18 April 2014

Mathias Wenda Diduga Dalangi Aksi Penembakan Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kepolisian daerah Papua menduga kreator serangkaian aksi penembakan di Skouw-Wutung perbatasan RI-PNG, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura beberapa waktu belakangan ini dilakukan oleh Mathias Wenda dan kawan-kawan.

"Kita perkirakan penembakan itu dari kelompok Mathias Wenda. Jadi kelompok Mathias Wenda kita klarifikasikan sebagai KKB yang selama ini meresahkan masyarakat perbatasan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulitsyo Pudjo kepada pers di Jayapura, Kamis.

Menurut dia, penyebab ditutupnya pos lintas batas RI-PNG juga karena imbas dari aksi penembakan KKB Mathias Wenda. "Dan yang menjadi penyebab salah satunya ditutupnya pos lintas batas di Skouw-Wutung, karena mereka (KKB Mathias Wenda,red) mengganggu upaya-upaya kemajuan kegiatan perekonomian masyarakat PNG dan Indonesia di pos lintas batas," katanya.

Kepolisian, kata Kombes Pol Sulistyo tetap melakukan pengejaran terhadap KKB Mathias Wenda. "Polisi akan terus mengejar. Kelompok ini pasti akan terus mengganggu, kita cari formula-formula yang tepat bagaimana menyelesaikan masalah ini," katanya.

Ketika disinggung apakah penembakan Kamis pagi sekitar pukul 05.30 Wit ke pos keamanan di batas RI-PNG oleh KKB Mathias Wenda memakan korban, Kabid Humas sampaikan tidak ada. "Korban jiwa tadi pagi tidak ada. Tetapi penembakan yang kemarin, korban penembakan yang menimpa saudara Herry, hari ini pada 12.00 Wit telah dipanggil Yang Maha Kuasa (meninggal,red), karena disebabkan luka yang cukup parah dan menembus tulang pangkal lengan kanan," katanya.

"Kemungkinan besar yang bersangkutan (Herry,red) alami shock, dalam arti kondisi fisiknya tidak mampu menahan sakit dan kehilangan darah yang cukup banyak. Kita juga coba tranfusi darah yang cukup banyak tapi Tuhan berkehendak untuk memanggil yang bersangkutan. Semoga amal bhakti saudara Herry diterima di sisiNya," lanjutnya.

Dan tindakan kepolisian, kata Kombes Pol Sulistyo, akan terus mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dalam melakukan penembakan itu. "Tentu saja ini tindakan kriminal, kita akan cari siapa yang bertanggungjawab atas tindakan itu, yang tertinggi adalah Mathias Wenda. Dan kami cari siapa operator di lapangan, yang kita upayakan untuk identifikasi pelaku ini," tutupnya.

Gen. TRWP Mathias Wenda: Tidak Benar ada Korban di Pihak Tentara Revolusi West Papua (TRWP)

Sambil menyatakan bertanggungjawab atas peristiwa penembakan agen NKRI di wilayah perbatasan West Papua - PNG, Gen. TRWP Mathias Wenda menyatakan "Saya bertanggungjawab atas kegiatan gerilya di wilayah dan tanah air saya, pulau New Guinea." Menanggapi kekaburan informasi dan kesimpang-siuran berita yang disiarkan media kolonial NKRI dan berbagai tafsiran keliru atau spekulasi yang tidak sehat dari […]



from WordPress http://ift.tt/1j8pYZI

via IFTTT

Wednesday, 16 April 2014

Menlu RI – PNG Diharapkan Jalin Koordinasi Pasca Insiden Perbatasan

Jayapura, 6/4 (Jubi) – Pasca insiden di perbatasan wilayah RI dan PNG, Sabtu (5/4) kemarin. Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayor Jendral (TNI) Christian Zebua berharap ada komunikasi antara Menteri Luar Negeri Indonesia dan Negara PNG. “Saya sarankan kepada menteri pertahanan agar kementerian luar negeri mengadakan pembicaraan dengan pihak PNG. Seperti apa penyelesaian masalah-masalah warga […]



from WordPress http://ift.tt/1l5KyLI

via IFTTT

10 Jam Bintang Kejora Berkibar di Batas, Nama Mathias Wenda Muncul Lagi?

Jayapura, 5/4 (Jubi) – Berkibar sejak pagi, baru sekitar pukul 15.00 BK (Bintang Kejora) yang berkibar di teras Negara RI dapat diturunkan. Dalam waktu yang terbilang cukup lama ini terjadi baku tembak. Ratusan aparat keamanan TNI dan Polri yang telah bersiaga di batas RI dan PNG, sejak satu jam setelah didapatkan informasi berkibarnya bendera BK […]



from WordPress http://ift.tt/1l5KyLE

via IFTTT

Bendera Merah-Putih di Perbatasan Diganti dengan Bintang Kejora

Jayapura, 5/4 (Jubi) – Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di perbatasan RI-PNG di wilayah Skow, Kota Jayapura, dikabarkan menurunkan Bendera Merah Putih dan menggantikannya dengan bendera Bintang Kejora (BK), Sabtu (5/4). KSB yang diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang itu juga menembaki tower perbatasan dan membakar papan reklame di sekitar pos TNI Skow. Juru Bicara Kodam XVII/Cenderawasih, […]



from WordPress http://ift.tt/1l5KvPY

via IFTTT

Monday, 7 April 2014

KSAD Soal Penembakan di Perbatasan Papua: Boleh Balas Tapi Tak Boleh Kejar

KSAD Jenderal Budiman (Foto: Elza Astari Retaduari/detikcom)
Jakarta - Kelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata di Wutung, perbatasan RI dan Papua Nugini, terlibat baku tembak dengan TNI-Polri. KSAD Jenderal Budiman mengatakan bahwa personel TNI nanti boleh menembak untuk membela diri namun tak boleh dikejar.

"Tembakan hanya boleh wilayah kita. Balas tembakan masih boleh, karena sifatnya pembelaan diri tapi tidak boleh dikejar," kata Jenderal Budiman saat ditanya tentang penembakan di perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Hal itu dikatakan dia di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014). Menurut KSAD, saat ini potensi keributan di perbatasan dari Papua dan perbatasan lainnya diawasi dengan ketat

"Kalau mereka masuk kemudian dia bersenjata lalu kita kejar, nggak masalah. Kemarin Pangdam meminta Panglima TNI untuk berkoordinasi, karena kemarin dia tembak di luar perbatasan, kita nggak bisa masuk ke wilayah itu," 
imbuh KSAD.

Sedangkan untuk kasus penembakan di perbatasan RI di Wutung pada Sabtu (5/4/2014) lalu, KSAD mengatakan Indonesia juga memakai jalur diplomatik.

"Pencarian pelaku masih kita komunikasikan secara diplomatik. Kita minta Panglima TNI untuk koordinasi dengan Kemenlu untuk masalah ini," tandas dia.

Kerusuhan di perbatasan Papua di Wutung dengan Papua Nugini terjadi di titik nol batas Tugu Perbatasan. Aksi tersebut terjadi pada pukul 06.00 WIT oleh sekitar 30 orang kelompok Mathias Wenda dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). OPM melakukan aksi penembakan, pembakaran ban bekas hingga penurunan bendera Merah Putih dan pengibaran bendera bintang kejora.

Saat itu beberapa orang wartawan dari Jayapura akan melakukan perjalanan ke Vanimo (ibu kota Provinsi Sandoun, PNG) untuk meliput pelaksanaan Pemilu RI di negara tetangga tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol ARH Rikas Hidayatullah kepada detikcom, Sabtu (5/4/2014), membenarkan terjadinya aksi tersebut yang disebutnya merupakan provokasi.

"Kelompok GSP/B OPM berumlah 30 orang menurunkan Bendera Merah Putih di Pos Sekow Lintas Batas RI-PNG, kemudian mereka menaikkan bendera bintang kejora, membakar papan reklame," kata Rikas.

Kemudian pada pukul 09.30 WIT terjadi penembakan ke arah mercusuar atau tower perbatasan yang mengenai kaca tower tersebut. "Serpihan kaca melukai Serma Tugino, anggota unit intel Kodim 1701/JYP di bagian kepala, Kapolres kena serpihan kaca, anggota polisi tertembak di kaki," ungkap dia.

Sedangkan untuk penamanan Pemilu 2014 di Papua, TNI akan melakukan penjagaan 50 meter dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Untuk pengamanan kepolisian dan petugasnya, kita berjarak 50 meter dari tempat itu (TPS), harus pada posisi perkiraan timbul kerusuhan dan konflik," tuturnya.

Source: https://news.detik.com/