Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label NKRI Bangkrut. Show all posts
Showing posts with label NKRI Bangkrut. Show all posts

Saturday, 31 May 2014

Indonesia Akan Bubar itu Pasti

2015 INDONESIA PECAH MENJADI 42 NEGARA, INI BENDERANYA, demikian kami petik dari jaringan blog SUARA Kolaitaga.blogspot.com Realitas dan fakta sejarah pertama yang menyulut apa yang dikatakan Suntani ini ialah bahwa SEMUA negara yang disebutkan di sini, bahkan ada juga yang belum disebutkan di sini ialah negara-negara yang sudah pernah ada di muka Bumi. Jadi, nama-nama […]



from WordPress http://ift.tt/1kaXfYP

via IFTTT

Thursday, 10 November 2011

RI Harus Waspadai Militer AS di Darwin

Indonesia harus menyadari keberadaan pangkalan militer AS di Darwin, Australia, merupakan potensi ancaman kedaulatan NKRI.

"Benar kehadirannya bukan ancaman bagi Indonesia setidaknya dalam jangka pendek, mengingat Indonesia adalah mitra dekat aliansi AS di Asia. Namun, sebagai bangsa besar yang berdaulat dengan segenap potensi ekonomi yang kita miliki, Indonesia harus menyadari dalam jangka panjang pangkalan militer AS di Darwin-Australia yang terdekat ke wilayah kita merupakan potensi ancaman kedaulatan NKRI di Papua yg sarat kepentingan AS," kata Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Minggu (20/11).

Anggota Komisi I DPR bidang luar negeri dan pertahanan periode 2004-2009 itu berkata "Kita seharusnya tahu, keputusan AS menempatkan pangkalan militer di Darwin sebagai hasil kajian geopolitik penguasaan kawasan dalam jangka panjang 20 tahun ke depan, bukan semata-mata alasan membentuk pengaruh China di Asia-Pasifik atau sekadar antisipasi konflik kepulauan Spratly."

Indonesia sejak saat ini, kata dia, perlu mengantisipasi strategi jangka panjang, melalui intensitas diplomasi internasional dan kepemimpinan pembangunan kawasan ASEAN yang berorientasi kepentingan Nasional.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Bali, pekan lalu, sempat menyinggung kebijakan negeri itu yang menempatkan sekitar 2.500 marinir di Darwin, Australia, sebagai salah satu kebijakan luar negeri di Asia Pasifik.

Sumber: Antara