Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label New York Agreement. Show all posts
Showing posts with label New York Agreement. Show all posts

Monday, 16 August 2021

JANJI MANIS HOLAND KEPADA PAPUANA MENUAI LUKA

KISAH CINTA HOLLAND & PAPUANA
(Spesial 15 Agustus jelang memperingati Hari perjanjian new york agreement yang ilegal)
- I'm Messi Sowy
(jadilah pembaca yang setia)

West Papua| 60 tahun yang lalu seorang wanita asal West Papua yang bernama PAPUANA jatu cinta pada seorang pria yang bernama HOLLAND asal Belanda (Hollandia).
Mereka hidup saling melengkapi!

( HOLLAND SEBAGI PENDATANG DAN PAPUANA PEMILIK NEGRI )

Papuana mengajarkan cara hidup orang Papua
sopan santun,etika/moral,saling menghormati,
saling mengasihi,
saling melengkapi.

Tidak hanya itu!
Papuana juga mengajarkan bagimana caranya mengambil yang menjadi milik alam tetapi tidak harus merusak,ia juga mengajarkan tetang pentingnya Alam dan cara hidup yang sesunggunya Dll....!!

Begitupun Holland!
Holland mengajar Papuna tentang dunia luar yang belum di ketahui oleh Orang Papua
Ia mengajarkan cara hidup mereka,
ia mengajarkan cara bekerja yang cepat menggunakan alat tanpa mengkuras fisik,
ia juga berkata Bumi ini luas dan bukan hanya orang Papua dan Belanda saja yang hidup,
ia juga mengajarkan tentang pentingnya bertahan hidup karena perubahan saman akan membunuh merampas segalahnya yang jadi milik Papua Dll..

KARENA HOLLAND TAKUT KEHILANGAN PAPUANA

PADA SUATU WAKTU
Holland berjanji akan bertungan dengan Papuana!
Papuana senang mendengar kabar itu!
Holland Mempersiapkan segalanya..

Papuana pun mempersiapkan yang menjadi kewajiban bagi orang papua,
Dengan harapan akan nyaman dengan segalanya,ia mempersiapkan yang akan menjadi tangung jawab ibu rumah tanggah.

Waktu kian berganti Holland tidak lagi memberitahu tentang acara itu.
Holland hanya menjanjikan 1 DESEMBER adalah hari yang tepat untuk sebuah pernikahan.

PAPUANA TIDAK MENGHARAPKAN APAPUN.
IA HANYA BERHARAP CEPAT DI LAMAR AGAR HIDUP SEBAGAI IBU RUMAH TANGGAH YANG TERHORMAT SEPERTI IBU TUMAH TANGGAH LAINYA...

Lama sudah Holland hilang kabar!

Setelah beberapa bulan kemudian Holland datang dengan salah satu pria melayu yang bernama INDO& dan menyerakan Papuana kepadanya..

Ternyata Holland sudah bersengkokol denga INDO dan mereka memyepakati bersama di hadapan seorang saksi yang berna AS untuk Indo bertunangan dengan Papuana.
KESEPANGATAN ITU MERKA BUAT PADA TANGGAL 15 AGUSTUS TANPA SEPENGETAHUAN PAPUANA.

MIRIS,SEDI....
Singkat cerita!
Papuna tidak menginginkan Indo Walapun pria melayu ini memaksanya!!
Holland sudah menghilang di telan waktu..
Papuana terpaksa melarikan diri ke hutan.
Mendengar kabar itu Indo semakin marah! Ia membunuh seluruh keluarga Papuana demi mendapatkanya!
Akhirnya indo punya satu ide..
Ia membawa salah satu orang yang mengatasnamakan papuana sebagai keluarganya dan megundang saksi yang bernam AS
AS membawa Hakim bayarannya yang bernama PBB dan mereka mensahkan INDO sebgai suami Papuana tanpa sepengetahun PAPUANA.

TERNAYATA INDO BENAR-BENAR TINDAK MENGINGINKAN PAPUANA!
IA HANYA MAU MENIKAHI PAPUANA DEMI HARTA DAN KEKAYAN PAPUANA.

PAPUANA SAMPE SAAT INI MASIH BERUSAHA UNTUK MEREBUT KEMBALI HAK HIDUPNYA,HARTA KEKAYANYA!!
DAN TANGGAL 15 AGUSTUS ITU WEST PAPUA MEPERINGATI SEBGAI HARI PENCAPLOKAN "PAPUANA KEPADA INDO OLEH HOLLAND YANG DI HADIRI OLEH AS SEBAGAI SAKSI"

BELANDA BERBOHONG
INDONESIA MERAMPAS
AMERIKA OTAKNYA
PBB TIDAK NETRAL

Ini tenatang hati yang tidak bisa dipaksakan..

Segera lakukan Referendum ulang sebagai solusi damai di West Papua✊🏿
--------------------------
Status ini saya tulis 15 Agustus 2020 untuk memperingati hari new York agreement yang tidak melibatkan orang Papua saat iblis Indonesia dan jin Amerika Ingin memasukkan Papua ke dalam Indonesia. 15 Agustus 1962 adalah awal penjajahan bagi orang Papua.

𝗡𝗲𝘄 𝗬𝗼𝗿𝗸 𝗔𝗴𝗿𝗲𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁 𝗼𝗻 𝗔𝘂𝗴𝘂𝘀𝘁 𝟭𝟱, 𝟭𝟵𝟲𝟮

On August 15, 1962 was the day the political economy conspiracy of the US, the Netherlands, and Indonesia signed the New York Agreement without involving one single person Papuan during that consensus.

The New York Agreement was an agreement initiated by the United States in 1962 for the transfer of power over West Papua from the Netherlands to Indonesia. An agreement without involving landlords (Indigenous Papuan), the agreement was signed by the Government of Indonesia who was then represented by Dr. Subandrio and the Dutch Government, represented by Mr. J.H. Van Roijen, and Mr. C. Schurmann.

𝙏𝙝𝙚 𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙝𝙞𝙣𝙙 𝙩𝙝𝙚 𝙉𝙚𝙬 𝙔𝙤𝙧𝙠 𝘼𝙜𝙧𝙚𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩 𝙖𝙣𝙙 𝙍𝙤𝙢𝙚 𝘼𝙜𝙧𝙚𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩.
Ellsworth F. Bunker (May 11, 1894 – September 27, 1984) was an American businessman and diplomat (including being the ambassador to Argentina, Italy, India, Nepal and South Vietnam). He is perhaps best known for being a hawk on the war in Vietnam and Southeast Asia during the 1960s and 1970s. As of February 2021, Bunker is one of two people to receive the Presidential Medal of Freedom twice.

He was the man who has made the New York Agreement (August 15th, 1962) and Rome Agreement (September 30th, 1962) between the Kingdom of Netherlands and the Republic of Indonesia concerning the Colony of West Papua/West New Guinea.

#NewYorkAgreement1962 #conspiracy 
#indonesia #netherlands #unitedstates
#FreeWestPapua #PapuaMerdeka
#PapuanLivesMatter

Thursday, 24 December 2020

'𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐩𝐮𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐝𝐞𝐤𝐚' 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐃𝐢 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐊𝐞𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐧

 Mingguan Internasional New York Times

𝘗𝘢𝘱𝘶𝘢 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘦𝘬𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘥𝘦 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘭𝘶, 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘣𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘧𝘭𝘪𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯. 𝘚𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘴𝘶𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘥𝘦𝘯 𝘸𝘪𝘭𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘬𝘰𝘯𝘧𝘭𝘪𝘬.
-------------------------------------------
Richard C. Paddock
24/12/2020 - 8:16 http://xn--clarn-2sa.com/
Mingguan Internasional New York Times
Diperbarui 12/23/2020 6:16 PM
BANGKOK - 59 tahun telah berlalu sejak separatis di wilayah Indonesia di Papua Barat mengibarkan bendera merah, putih dan biru serta memproklamasikan kemerdekaan. Wilayah tersebut telah mengalami konflik sejak saat itu.
Bulan ini, Kantor Hak Asasi Manusia PBB meminta semua pihak untuk mengurangi kekerasan yang meningkat di wilayah tersebut, termasuk pembunuhan aktivis Indonesia, pekerja gereja dan pasukan keamanan baru-baru ini.
Pada saat yang sama, seorang pemimpin pemberontak yang tinggal di luar negeri mengumumkan bahwa ia telah terpilih sebagai presiden sementara wilayah tersebut dengan harapan dapat mempersatukan upaya untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia, yang dikenal sebagai Gerakan Papua Merdeka.
Benny Wenda, yang melarikan diri dari penjara Indonesia 18 tahun lalu dan menerima suaka politik di Inggris, memproklamasikan dirinya sebagai kepala pemerintahan pengasingan pertama Papua Barat pada 1 Desember, peringatan deklarasi kemerdekaan. Sebuah kelompok bersenjata mengatakan tidak mengakui otoritas mereka.
Wenda mengaku terpilih oleh Kongres klandestin yang bertemu secara rahasia. Ia mengatakan bahwa orang Papua adalah korban genosida yang tidak akan berakhir sampai wilayahnya dibebaskan dari Indonesia.
“Bangsa kita merdeka pada tahun 1963 dicuri oleh pemerintah Indonesia,” katanya melalui telepon dari Oxford. "Kami mengambil langkah lain untuk mengklaim hak hukum dan moral kami."
Indonesia tidak berniat memberikan kemerdekaan kepada dua provinsi yang membentuk Papua Barat. Mohammad Mahfud MD, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan, menolak anggapan bahwa Wenda tidak akan pernah bisa mewakili rakyat Papua. "Dia adalah seorang pemberontak dan orang luar," katanya kepada wartawan.
Masyarakat Papua Barat terbagi menjadi lebih dari 250 suku dengan lebih dari 400 bahasa. Perdagangan di kota-kota besar dan kecil didominasi oleh orang non-Papua, sementara banyak orang asli Papua hampir tidak hidup di daerah pegunungan di wilayah tersebut, di mana banyak desa hanya dapat diakses dengan berjalan kaki.
Penduduk asli memiliki salah satu harapan hidup terendah di negara ini dan kematian bayi tinggi.
Dua tahun setelah orang Papua mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1961, Indonesia mengirimkan pasukan untuk menduduki bekas wilayah Belanda, dan sejak saat itu Indonesia mempertahankan kehadiran militer. Pada tahun 1969, dalam pemungutan suara yang dianggap oleh banyak orang Papua dicurangi, Indonesia mengumpulkan para pemimpin suku dan menahan mereka sampai mereka setuju untuk bergabung dengan Indonesia.
Hasilnya disebut “Free Choice Act”, dan setelah diratifikasi oleh PBB, menjadi dasar hukum Indonesia untuk mengontrol West Papua. Banyak orang Papua melihat daerah mereka diduduki dan ingin referendum nyata.
Papua Barat kaya akan sumber daya alam. Pulau pegunungan ini memiliki hutan hujan terbesar kedua di dunia setelah Amazon dan memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, mineral, gas alam, dan kayu.
Kekerasan telah meningkat sejak Desember 2018, ketika 19 pekerja migran dibunuh oleh pemberontak Papua.
Pemerintah semakin mengerahkan tentara dan polisi ke Papua Barat. Kelompok Hak Asasi Manusia dan Perdamaian di Papua melaporkan awal bulan ini bahwa hingga 60.000 orang Papua telah mengungsi akibat pertempuran baru-baru ini.
Muktita Suhartono menyumbangkan laporan.
© 2020 The New York Times

Saturday, 14 September 2019

Wiranto: PBB Dukung Papua Bagian Kedaulatan Indonesian

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
 (Menko Polhukam) Wiranto. (GATRA/Novrizaldi/tss)
Jakarta, Gatra.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepenuhnya mendukung Papua dan Papua Barat merupakan bagian dari Indonesia. Wiranto mengklaim, PBB telah menyatakan isu kedaulatan Papua sudah tak perlu didebatkan lagi.

Informasi tersebut ia perloleh dari laporan pertemuan wakil tetap Indonesia di PBB dengan Sekjen PBB pada 10 September 2019 di New York, yang membahas situasi terakhir dan status Papua dari sudut pandang PBB. "Hasilnya, PBB dukung kedaulatan dan integritas wilayah indonesia dan isu kedaulatan bukan suatu pertanyaan bagi PBB," kata Wiranto di kantornya Jumat (13/9).

Ia kembali menegaskan, status final Papua sudah bergabung menjadi bagian dari Indonesia berdasarkan New York Agreement 1962, The Act of Free Choice alias Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969, serta resolusi PBB 2524 1969. "Tidak ada lagi referendum Papua. Itu referendum yang disetujui sebagian (peserta) Sidang Umum PBB waktu itu,"  ucapnya kemudian.

Mantan Panglima ABRI ini menyatakan, PBB telah melihat kesungguhan Presiden Joko Widodo untuk mengantisipasi kerusuhan di Papua dan Papua Barat. "Maka pihaknya (PBB) mengingatkan agar aparat kepolisian tetap menahan diri agar tidak menimbulkan dampak termasuk tuduhan pelanggaran HAM. Ini sudah kami lakukan. Presiden, Kapolri, Panglima TNI dan saya sendiri sudah mengatakan jangan represif," tuturnya.

Sebagai informasi, sebelumnya sejumlah aksi kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi. Aksi tersebut dipicu oleh aksi rasisme oleh sejumlah oknum. Wiranto menyampaikan, situasi di Papua dan Papua Barat sudah kondusif dan pemblokiran layanan internet sudah dicabut sejak 5 September lalu secara bertahap.

Reporter: Novrizaldi
Editor: Rohmat Haryadi

Saturday, 20 August 2016

Pimpinan Gereja : 54 Tahun Setelah New York Agreement, Umat Semakin Tak Berdaya

Jayapura, Jubi – Perjanjian New York Agreement antar Belanda dan Indonesia, 15 Agustus 1962 atau 54 tahun lalu diduga menjadi landasan politik yang menyebabkan konflik berkepanjangan di Tanah Papua, hingga kini. Hal itu dikatakan Forum Oikumenis Pimpinan Gereja Papua dalam keterangan persnya di Kantor Sinode Kingmi di Tanah Papua yang dihadiri Pdt. Socratez Sofyan Yoman […]

from WordPress http://ift.tt/2b57gUI
via IFTTT