Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Papua New Guinea. Show all posts
Showing posts with label Papua New Guinea. Show all posts

Wednesday, 16 October 2019

PNG Welcomes West Papua Refugees

NBC News PNG

PNG Opposition Leader: Belden Namah, MP



PNG Prime Minister: Hon. James Marape, MP
Papua New Guinea will stand ready to welcome refugees from West Papua if they decide to seek refuge in the country.

Prime Minister James Marape made these remarks in Parliament on Friday when responding to a series of questions by Opposition Leader Belden Namah on the Government's stance on West Papua's ongoing conflicts and alleged human rights abuses:

"Let me announce to the world, if refugee situations happen, we are Melanesians we are prepared to burn our last toea to accept refugees into our country.

"That is if they come, we are Melanesians our hospitality remains even to our own cost we will take care of them.

"But in the first instance whatever happens on the other side of the border belongs to the Indonesian government, it is their responsibility we can only advise and we can only raise concerns from this side," Mr. Marape said.

Meantime, James Marape further added that PNG will respect Indonesia's sovereignty and not interfere in its affairs.

He said PNG's foreign policy has always been 'Friends to all and enemy to none.'

Mr. Marape said apart from supporting the call during the recent Pacific Islands Forum, for an independent investigation into allegations of human rights abuses, he's personally summoned the Indonesian Ambassador to PNG for a briefing and conveyed his dissatisfaction on the ongoing unrests.

"As far as a responsibility to the greater international neighborhoods that we have, we remitted that concern through the diplomatic channel across the Palace in Jakarta and the Palace has heard our concerns.

"The response we got from Indonesia was that the President is interfacing more with the people in West Papua.

"In fact, he has made one known trip to West Papua since the incident has happened to sit down and start this engagement with the Councils and Chiefs there which is going," Marape told Parliament last Friday.

NBC NEWS- Lyanne Togiba

Thursday, 3 October 2019

TNI Gunakan Drone Saat Intai 2 Anggota KKB yang Kabur ke Papua Nugini

Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG saat lakukan pengamanan
dan patroli di wilayah perbatasan RI-PNG di Skouw. (Foto IST)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM – TNI berhasil mengidentifikasi dua pelaku penembakan di Kampung Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, daerah perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG), menggunakan drone atau pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dengan remote control.

Kapendam Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, menyebut pelaku penembakan yang terjadi di perbatasan RI-PNG sekitar pukul 06.00 WIT, Selasa (1/10). Diduga pelaku merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Tentara Revolusi West Papua (TRWP) yang dipimpin Mathias Wenda.

"Anggota satgas dan tim gabungan saat itu melakukan pengejaran ke arah suara tembakan. Selain itu anggota juga kerahkan drone untuk mengintai dan ternyata terlihat dua orang lari ke arah Wutung, Papua Nugini (PNG), salah satunya membawa pucuk senjata jenis M16," kata Eko, Rabu, (2/10).

Eko menjelaskan, setelah lari ke arah Wutung PNG, dua orang TRWP itu langsung bersembunyi di sebuah gubuk, namun anggota tak dapat melanjutkan pengejaran karena sudah melewati batas negara PNG.

"Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan aparat PNG dan kami menunggu dari pihak PNG apakah nanti (tim) gabungan atau dari PNG sendiri yang akan menindaklanjuti laporan dari kami ini," ujar Eko.

Eko juga mengatakan, akibat kejadian itu saat ini akses di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw antara RI dengan PNG ditutup sementara untuk mencegah aksi susulan. "Anggota di Kotis Skouw sedang perkuat penjagaan untuk mengantisipasi gerakan susulan dari kelompok itu,” tutur Eko. (Liza)

Pascapenembakan OPM, Perbatasan RI-PNG di Skouw Dibuka Besok

Pintu lintas batas di perbatasan RI-Papua New Guinea akan kembali dibuka pada
Kamis 3 Oktober 2019 besok. Foto pasukan saat memeriksa warga yang melintas perbatasan/iNews TV/Edy S
JAYAPURA - Pintu lintas batas di perbatasan RI-Papua New Guinea akan kembali dibuka pada Kamis 3 Oktober 2019 besok. Pembukaan pintu lintas batas tersebut dilakukan setelah situasi di lapangan sudah mulai aman dan kondusif.

“Besok pintu lintas batas sudah bisa dibuka bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas di wilayah perbatasan RI-PNG (Skouw),” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (2/10/2019).

Kapendam menerangkan, saat ini suasana di perbatasan sudah aman dan kondusif tetapi anggota Satgas Pamtas RI-PNG masih diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan dari kelompok KKSB di wilayah perbatasan RI-PNG.

Baca Juga:




"Langkah yang sudah diambil adalah koordinasi dengan Aparat Keamanan PNG untuk membantu penyisiran di wilayah PNG," timpal Kapendam.

Menurut Kapendam, sebelumnya terjadinya aksi gangguan berupa tembakan sebanyak 3 kali dari arah Bak Air sebelah timur Kantor Pos Lintas Batas Negara (PLBN) tepatnya di Pagar Perbatasan yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Revolusi West Papua (TRWP) Pimpinan Mathias Wenda (Panglima TRWP) pada Selasa, 1 September 2019 kemarin.

Sementara Wakil Wali Kota Jayapura H Rustan Saru, pada Rabu (2/10/2019) melakukan peninjauan secara langsung dengan mengunjungi pos lintas batas RI-PNG yang merupakan daerah netral, dalam rangka memastikan bahwa situasi dan kondisi di perbatasan dalam keadaan aman dan kondusif.

"Saya berharap jika ada warga yang ingin berkunjung ke perbatasan RI-PNG tidak usah merasa takut karena kondisi sudah aman dan ada aparat TNI yang akan mengamankan dan menjaga perbatasan. Dimana pintu perlintasan perbatasan RI-PNG yang semula ditutup akan dibuka besok, sehingga setiap warga Indonesia dan Papua New Guinea yang ingin melintas batas silahkan datang, dan dijamin tidak ada gangguan keamanan serta betul-betul kondusif. Saya mengimbau kepada masyarakat jangan percaya oleh isu yang tidak jelas atau Hoax,” pungkas Wakil Wali Kota.
(sms)

Ratusan Prajurit Satgas Perbatasan Yonif 713/ST Naik Pangkat



Sebanyak 142 Pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 713/
Satya Tama hari ini menerima kenaikan Pangkat. Foto iNews TV/Edy S
JAYAPURA - Sebanyak 142 Pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 713/ Satya Tama hari ini menerima kenaikan Pangkat. Dari 142 personil yang naik pangkat pada periode 1 Oktober 2019 terdiri dari satu orang perwira menengah, satu perwira pertama, satu orang Bintara, dan 139 Tamtama.

Perwira menengah yang naik pangkat adalah Komandan Satgas 713/ Satya Tama, Letkol Inf Dony Gredinand.

Danrem 133/Nani Wartabone, Kol CZI Arnold AP Ritiauw hadir langsung dan memberikan kenaikan pangkat kepada jajarannya di perbatasan Negara Republik Indonesia - Papua New Guinea tersebut.

Baca Juga:
Terdengar 3 Tembakan di Wilayah Perbatasan RI - PNG, Seorang Anggota TNI Dilaporkan Terluka
NU Papua Minta Kerusuhan Wamena Tidak Dikaitkan dengan SARA


"Saya hadir kesini menepati janji. Saya katakan kepada mereka, jika naik pangkat nanti saya akan datang yang memberikan kenaikan pangkat itu, dan ini saya tepati," kata Danrem.

Ditegaskan, kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah prestasi. Tidak semua personel di bawah Korem 133/Nani Wartabobe menerima kenaikan pangkat.

"Ini sebetulnya saya ajukan lebih dari ini yang naik pangkat, termasuk yang ada di sana, namun karena ada yang tidak memenuhi syarat maka tidak semua naik pangkat. Ini adalah prestasi, kinerja dan hak kalian untuk naik pangkat sesuai ketentuan. Saya ucapkan selamat dan teruskan mengabdi yang terbaik," kata Danrem di depan ratusan anak buahnya di Pos Kotis Pamtas Yonif 713/ST, Skouw Kota Jayapura.

Danyon 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand mengatakan, mengaku senang dengan kenaikan pangkatnya menjadi letnan kolonel, setingkat lebih tinggi setelah Mayor. Termasuk seluruh anak buahnya di perbatasan negara yang naik pangkat.

"Naik pangkat berarti tugas semakin berat. Jadi kita berkomitmen akan memberikan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara, dalam tugas kami di perbatasan," timpalnya.

Wakil Wali Kota Jayapura H Rustan Saru yang turut hadir dalam acara syukuran kenaikan pangkat prajurit Satgas Pamtas Yonif 713/ST, mengucakan selamat dan meminta pengabdian terbaik di wilayah perbatasan.

"Saya harapkan selain menjaga kedaulatan negara di perbatasan, Satgas juga mempu mengembangkan kesejahteraan melalui perekonomian warga diperbatasan. Tentunya kerjasama dengan Pemerintah Kota Jayapura," ungkapnya.

Dijelaskan, dana yang telah diberikan dan akan diberikan kembali kepada distrik-distrik di Kota Jayapura cukup besar. Yakni sekitar Rp100 miliar dalam setahun. Sehingga peran Satgas untuk mendampingi pihak kampung penting dilakukan.

"Penting supaya tepat sasaran. Maka kami harap adanya peran Satgas dalam membantu kami pemerintah," ujarnya.

Selain memberikan kenaikan pangkat, Danrem 133/Nani Wartabone juga melakukan kunjungan ke perbatasan Negara, lokasi penugasan jajarannya, Yonif 713/ST.
(sms)

Wednesday, 2 October 2019

KSAD Soal Penembakan di Perbatasan Papua: Boleh Balas Tapi Tak Boleh Kejar

Jakarta - Kelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata di Wutung, perbatasan RI dan Papua Nugini, terlibat baku tembak dengan TNI-Polri. KSAD Jenderal Budiman mengatakan bahwa personel TNI nanti boleh menembak untuk membela diri namun tak boleh dikejar.

"Tembakan hanya boleh wilayah kita. Balas tembakan masih boleh, karena sifatnya pembelaan diri tapi tidak boleh dikejar," kata Jenderal Budiman saat ditanya tentang penembakan di perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Hal itu dikatakan dia di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014). Menurut KSAD, saat ini potensi keributan di perbatasan dari Papua dan perbatasan lainnya diawasi dengan ketat

"Kalau mereka masuk kemudian dia bersenjata lalu kita kejar, nggak masalah. Kemarin Pangdam meminta Panglima TNI untuk berkoordinasi, karena kemarin dia tembak di luar perbatasan, kita nggak bisa masuk ke wilayah itu," imbuh KSAD.

Sedangkan untuk kasus penembakan di perbatasan RI di Wutung pada Sabtu (5/4/2014) lalu, KSAD mengatakan Indonesia juga memakai jalur diplomatik.

"Pencarian pelaku masih kita komunikasikan secara diplomatik. Kita minta Panglima TNI untuk koordinasi dengan Kemenlu untuk masalah ini," tandas dia.

Kerusuhan di perbatasan Papua di Wutung dengan Papua Nugini terjadi di titik nol batas Tugu Perbatasan. Aksi tersebut terjadi pada pukul 06.00 WIT oleh sekitar 30 orang kelompok Mathias Wenda dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). OPM melakukan aksi penembakan, pembakaran ban bekas hingga penurunan bendera Merah Putih dan pengibaran bendera bintang kejora.

Saat itu beberapa orang wartawan dari Jayapura akan melakukan perjalanan ke Vanimo (ibu kota Provinsi Sandoun, PNG) untuk meliput pelaksanaan Pemilu RI di negara tetangga tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol ARH Rikas Hidayatullah kepada detikcom, Sabtu (5/4/2014), membenarkan terjadinya aksi tersebut yang disebutnya merupakan provokasi.

"Kelompok GSP/B OPM berumlah 30 orang menurunkan Bendera Merah Putih di Pos Sekow Lintas Batas RI-PNG, kemudian mereka menaikkan bendera bintang kejora, membakar papan reklame," kata Rikas.

Kemudian pada pukul 09.30 WIT terjadi penembakan ke arah mercusuar atau tower perbatasan yang mengenai kaca tower tersebut. "Serpihan kaca melukai Serma Tugino, anggota unit intel Kodim 1701/JYP di bagian kepala, Kapolres kena serpihan kaca, anggota polisi tertembak di kaki," ungkap dia.

Sedangkan untuk penamanan Pemilu 2014 di Papua, TNI akan melakukan penjagaan 50 meter dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Untuk pengamanan kepolisian dan petugasnya, kita berjarak 50 meter dari tempat itu (TPS), harus pada posisi perkiraan timbul kerusuhan dan konflik," tuturnya.