Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Sem Karoba. Show all posts
Showing posts with label Sem Karoba. Show all posts

Friday, 30 October 2020

IdonNewsPaper: UU Sementara Ditolak, ULMWP Tetap Maju


Polemik ditolaknya undang-undang sementara yang dibuat oleh ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) semakin ditolak dari beberapa faksi perjuangan West Papua.

Penolakan pertama datang dari TPNPB OPM yang dinyatakan dengan resmi oleh Ketua OPM Jefry Bomanak Pagayak melalui siaran persnya, beberapa waktu lalu.

"Apa yang menjadi dasar ULMWP membentuk sebuah Undang-undang, karena hak Konstitusi perjuangan Papua berada dibawah kendali OPM yang diwariskan melalui konferensi 1 Juli 1971," pernyataan resmi Jefry.

Terkait dengan penolakan Jefry mengatakan kalau Undang-undang yang dibuat oleh ULMWP berasal dari rencana Sem Karoba yang berafiliasi dengan pemerintah Indonesia, kita ketahui dimana Sem Karoba menjalankan bisnisnya di Jakarta tidak lepas dari campur tangan  Bin atau Bais.

Selain beberapa organisasi yang menolak UUD sementara tersebut, didalam tubuh ULMWP pun terpecah menjadi 2 kubu, dimana Direktur ULMWP Markus Haluk sangat tidak sejalan dan menolak undang-undang sementara tersebut, ungkap Jefry.

Walaupun undang-undang sementara yang dikeluarkan oleh ULMWP ditolak beberapa organisasi perjuangan Papua merdeka, namun ULMWP tetap jalan dan maju sesuai kesepakatan yang sudah dibuat bersama oleh TRWP pimpinan Mathias Wenda.

Mengutip dari pernyataan Edi Waromi, simpatisan OPM - TPNPB maupun KNPB menganggap Undang-undang sementara yang dibuat oleh ULMWP menodai aksistensi perjuangan kelompok TPNPB-OPM pada tahun 1961-1971.

Sebenarnya, menurut Edi Waromi bukan soal menodai konstitusi 1971, justru ULMWP menganggap selama ini TPNPB-OPM dan beberapa organisasi simpatisannya sudah berbuat sejauh mana, dari tahun 1971 hingga sekarang tidak ada wujud perjuangan menuju kemerdekaan Papua.

"Sehingga ULMWP mengambil langkah yang cepat untuk memaksa agar adanya pengakuan segera dari PBB, karena rakyat sudah bosan dengan janji-janji yang selalu disampaikan oleh Jefry Bomanak Pagayak melalui media".

Edi mengatakan apapun yang terjadi ULMWP tetap maju, dan tidak akan pernah mundur, walaupun tidak diterima organisasi lain.

Saturday, 4 February 2017

Alm. Demianus Tary Wanimbo & Alm. Sem Karoba pernah berdoa: "Tuhan Yesus, Angkut Semua Emas, Perak dan Tembaga dari Tanah Papua"

"Tuhan Yesus, Angkut Semua Emas, Perak dan Tembaga dari Tanah Papua, bawa kasih saja kepada NKRI dan kepada Amerika Serikat. Kami tidak perlu ini semua, yang kami perlu adalah kemerdekaan, kami mau hidup sebagai manusia, bebas, merdeka, menikmati hidup sebagia manusia sesuai kodrat penciptaan-Mu!"

Doa mereka berdua dinaikkan ketika itu mereka bersama-sama dengan beberapa aktivis Aliansi Mahasiswa Papua di Kota Gudeg Yogyakarta.

Saat pendiriannya, Aliansi Mahasiswa Papua berjuang dimotori oleh Alm. Demianus Tary Wanimbo sebagai Ketua AMP, dan Alm. Sem Karoba sebagai Jurubicara AMP di pentas internasional. Banyak hasil dicapai waktu itu, termasuk pendirian kantor kampanye Papua Merdeka di Oxford Inggris, yang kemudian diteruskan oleh Mr. Benny Wenda, dan pendirian kantor di Republik Irlandia, di mana pendukung utama waktu itu ialah Michael D. Higgins, yang adalah Presiden dari Republik Irlandia hari ini.

Keduanya dilahirkan dari satu keturunan, bibit dari Gunung Tari, dan keduanya berjuang di era yang sama, keduanya dikirim oleh Misionaris, yang satu untuk menjadi pilot dan yang satu untuk menjadi dokter, tetapi akhirnya keduanya terjun ke dunia politik Papua Merdeka berdasarkan keprihatinan mereka terhadap penderitaan bangsa Papua.

Keduanya mati dalam satu insiden yang sama. Dan keduanya juga dilupakan oleh berlalunya waktu.

Keduanya pernah menaikkan doa kepada Allah Bapa di surga, dari sejumlah doa-doa lain, doa "Bawa emas, perak dan tembaga keluar dari Tanah Papua, dan bawa ke Indoensia dan Amerika Serikat" ialah doa yang paling sedih, doa yang diakhiri dengan tuturan air mata, dengan ratapan besar-besaran, karena ia keluar dari lubuk hati mendalam, mengakar dan akut.

Apakah tujuan Papua Merdeka?

  1. Mau menjadi kaya seperti Amerika Serikat?
  2. Mau menjadikan rakyat adil dan makmur seperti NKRI?
  3. Mau memajukan bangsa Papua menjadi modern?

Kalau jawaban Anda "Ya!kepada tiga pertanyaan terakhir ini, maka ada pertanyaan lanjutan untuk Anda.
  • Apakah NKRI tidak cukup bagus untuk memakmurkan bangsa Papua?
Pertanyaan berlanjut: "Bagaimana kalau kita panjatkan doa kedua alamarhum, tokoh AMP yang kini telah tiada ini?"

Mengejar harta-benda dan kekayaan atas nama bangsa ialah sebuah tindakan terkutuk, yang dibutuhkan bangsa Papua bukan kekayaan, bukan modernisasi, bukan pembangunan, tetapi "kemerdekaan".

Kemerdekaan yang dimaksud di sini bukan sekedar NKRI keluar dari Tanah Papua, tetapi agar orang Papua yang pernah dilahirkan ke tanah leluhurnya, tidak lantas bertanya-tanya terus didalam hatinya,
  1. Kapan akan saya dibunuh oleh Indonesia?
  2. Kapan akan saya ditangkap dan dipenjarakan kalau saya katakan, atau lakukan ini dan itu?
  3. Kapan akan saya dituduh dan ditangkap sebagai koruptor hanya karena saya membela bangsa saya, walaupun saya sebagai pejabat NKRI?
  4. Kapan ? dan kapan ?
Semua orang Papua hari ini punya pertanyaan ini, yang diawali dengan "kapan...?" entah Anda pegawai negeri, pendeta, haji, pengusaha, pengangguran, ayah, ibu, anak, mahasiswa,di kampung, di kota, di hutan.

Yang kita perjuangkan ialah "menghapus pertanyaan yang diawali dengan kapan..."

Cara pertama ialah berdoa kepada Tuhan supaya semua emas, perak dan tembaga dan kekayaan alam lainnya yang ada di atas Tanah Papua supaya diangkut saja langsung sekaligus dan sekalian ke Pulau Jawa dan Amerika Serikat, dan biarkan kami bangsa Papua hidup miskin, tetapi tanpa pertanyaan "KAPAN...?"

Monday, 6 January 2014

Antisipasi Merebut Peluang dukungan internasional

Dunia dan manusia sekarang punya orang-orang seperti Yesus Kristus, Muhammad, Nelson Mandela, Noam Chomsky, Ghandi, Desmond Tutu, George Monbiot, dan John Pilger yang suaranya didengar banyak manusia lain dan suara mereka punya pengaruh ke dalam alam bawah sadar manusia, untuk merubah pola pikir, untuk mendorong tindakan-tindakan. Peradaban modern juga mengenal benar negara dan warga negara […]



from WordPress http://papuapost.com/2014/01/antisipasi-merebut-peluang-dukungan-internasional/

via IFTTT