Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label TPNPB-OPM. Show all posts
Showing posts with label TPNPB-OPM. Show all posts

Wednesday, 8 September 2021

Kontak Tembak di Perbatasan Papua Nugini, 1 Anggota TNI Meninggal

Reporter: Antara

Editor: Syailendra Persada

Senin, 30 Desember 2019 16:01 WIB

Prajurit TNI dan Polri mengusung peti jenazah korban KKB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Dalam insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Nduga, 19 orang pekerja dan seorang tentara dinyatakan meninggal. ANTARA/Jeremias Rahadat

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota TNI meninggal dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat mengambil logistik dari Pos Kali Asin yang berada di perbatasan RI-Papua Nugini pada Senin, 30 Desember 2019.

Anggota TNI ini diketahui bernama Serda Miftakfur, yang merupakan Wakil Komandan Pos Bawen Baru Yon infanteri 713/ST.

Miftakfur meninggal akibat luka tembak di bahu kiri tembus perut belakang. Sedangkan seorang rekannya yakni Prada Juwandy mengalami luka tembak di pelipis kanan dan bahu kiri. Jenazah Serda Miftakfur, saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura.

Kepala Pangdam XVII Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengkonfirmasi insiden ini. “Kami belum mendapat laporan tentang kelompok KKB yang melakukan kontak dengan prajurit di perbatasan RI-PNG yang masuk dalam wilayah Kabupaten Keerom,” kata Eko.

Saturday, 17 April 2021

OPM Akui Tembak Anak SMA di Papua, Tuding Anggota Intelijen

Ilustrasi OPM. (Dok. freewestpapua.org)

Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bahwa pasukannya menembak mati siswa SMA bernama Ali Mom (16) di wilayah Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (15/4) kemarin.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan bahwa Ali ditembak lantaran selama ini menghasut masyarakat sekitar untuk tidak mendukung perjuangan Papua merdeka.

"Dia selalu kerja sama TNI kemudian provokasi masyarakat atau hasut masyarakat untuk tidak boleh mendukung perjuangan Papua merdeka. Oleh karena itu, TPNPB tembak mati dia," kata Sebby saat dihubungi CNNIndonesia.com dari Jakarta, Jumat (16/4) malam.

Sebby mengatakan bahwa pasukan yang menembak mati itu pun mengetahui identitas Ali yang merupakan masyarakat sipil dan sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Ilaga.

Lihat juga: TNI Buru Prajurit yang Membelot Gabung KKB Papua

Hanya saja, dia menegaskan bahwa pihaknya bakal tetap menembak mati masyarakat yang mereka tuding bekerja sama dengan aparat.

Oleh sebab itu, dia pun menepis klaim dari kepolisian yang menyatakan bahwa pasukan KKB menyerang masyarakat sipil karena kehabisan makanan atau logistik.

"Ali Mom itu benar-benar anak sekolah SMA 1 Ilaga. Namun identitas sehari-hari anggota provokator atau intelijen," jelasnya lagi.

"Orang asli Papua tapi mata-mata, akan menjadi target TPNPB," tandas dia.

Ali Mom sendiri menjadi korban penembakan KKB usai dihubungi oleh anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen, tepatnya Lerrymayu Telenggen. Dia diminta untuk membawa rokok dan pinang ke Kampung Uloni.

Korban pun dievakuasi sehari setelah penembakan itu terjadi pasca warga sekitar mengetahuinya.

Lihat juga: Siswa SMA di Puncak Papua Tewas Diduga Ditembak KKB

"Dari hasil penyidikan, didapati bahwa tersangka Lerry Mayu intens menghubungi korban untuk membeli dan mengantarkan pinang dan rokok," kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, Jumat (16/4).

Hingga saat ini, kata dia, Satgas Nemangkawi sedang berada di Distrik Ilaga untuk melakukan pengejaran terhadap KKB secara intens. Pasalnya, kata Iqbal, korban yang ditembak saat ini merupakan anak dibawah umur.

Dia pun memastikan bahwa situasi di wilayah Beoga sudah kondusif pasca sejumlah aksi penembakan yang terjadi.


(mjo/ain)