Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Tembagapura. Show all posts
Showing posts with label Tembagapura. Show all posts

Friday, 13 March 2020

TPNPB Nyatakan Perang di Areal Freeport Indonesia - Timika

Tuesday, 10 March 2020

Polisi dan TNI masih cari pelaku penembakan di Distrik Jila

Jayapura, Jubi – Sejumlah pelaku penembakan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika hingga kini masih diburu oleh pasukan gabungan TNI dan Polri. Aksi penembakan tersebut mengakibatkan salah seorang anggota Koramil, Sertu La Ongge, tewas.

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Herman Asaribab mengatakan, akan ada langkah-langkah hukum yang dilakukan pihaknya bersama dengan Polda Papua terkait kejadian ini.

“Tidak ada kompromi bagi para pelaku yang dinyatakan melanggar hukum. Kami akan melakukan pencegahan dan penindakan terhadap mereka yang ingin mengacaukan keadaan di sini. Hal ini dilakukan agar tidak terulang lagi di kemudian hari,” kata Asaribab, Senin (9/3/2020)

Kata dia, semua komponen di Papua menginginkan Papua tetap damai dan tidak ada gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Bersenjata.

“Semua (masyarakat) ingin hidup tentram tak terkecuali saudara-saudara kita di Mimika. Untuk itu, kami akan berupaya bersama Polri memberikan rasa aman kepada masyarakat, dan untuk mereka (kelompok bersenjata) akan kami kejar dan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara, Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan,  Kota Timika secara keseluruhan sudah bisa dikendalikan oleh aparat keamanan.

“Pagi tadi saat kami meninggalkan Timika kondisi masih aman namun belum kondusif sepenuhnya karena kami masih mendengar suara tembakan dari arah gunung,” kata Waterpauw.

Menurutnya, walaupun masih terdengar bunyi tembakan, anggota TNI/Polri masih bisa menyuplai bahan makanan ke anggota atau satuan tugas yang ada di Banti 1 dan Banti 2.

“Sebelumnya jalan penghubung kota Timika ke daerah Banti 1 dan Banti 2 dirusak oleh Kelompok Bersenjata sehingga menghadang anggota yang ingin ke daerah tersebut, namun saat ini sudah bisa dilalui dan aparat di wilayah tersebut sudah bersiaga untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berikut Kronologis Kejadian Meninggalnya Sertu La Ongge Anggota Kodim 1711 Mimika

Sertu La Ongge. (Foto: medan.tribunnews.com)
PAPUA, JAGAPAPUA.COM – Pasca kontak tembak yang dilakukan oleh kelompok KKSB terhadap Anggota TNI di Pos Jila, Senin (9/03/2020), Sertu La Ongge, anggota kodim 1711 Mimika dikabarkan meninggal dunia pada pagi.

Berikut kronologis kejadiannya;

a. Sekitar Pukul 05.00 WIT sesuai protap, personel pos Jila Yonif 754/ENK akan melaksanakan persiapan siaga fajar di kedudukan Box stelling. Tiba – tiba terdengar suara tembakan dari arah ketinggian belakang pos sebanyak 5 kali tembakan.

b. Setelah mendengar suara tembakan, anggota Pos Yonif 754 Dpp Danpos, Letda Inf Aziz masuk ke kedudukan boxteling dan membalas tembakan ke arah ketinggian belakang Pos Yon 754 dan Pos Ramil Jila. Akan tetapi balasan tembakan dari KKSB ada dari arah depan dan samping kanan Pos Yonif 754/ENK dan anggota pos membalas tembakan tersebut.

c . Pada Pukul 05.45 WIT Kontak tembak berhenti, seteleh itu 3 orang anggota pos ramil lari menuju Pos 754 dengan membawa Sertu La Ongge yang mengalami luka dibagian pelipis kanan dan tembus telinga kiri, dibantu oleh masyarakat Jila. Sertu La Ongge diperkirakan terkena tembakan pada saat penyerangan kelompok KKSB dari arah kanan pos Ramil kodim 1710/Mimika.

d. Personil Pos Jila Yonif 754/ENK kemudian melakukan pertolongan pertama kepada Sertu La Ongge, dengan memasang infus dan perban untuk menghentikan pendarahan terhadap sertu La Ongge.

e. Pada pukul 05. 49 WIT Letda Inf Asis menghubungi Pasi Ops Yonif 754/ENK a.n Lettu Inf Andra untuk melaporkan perihal Kontak Tembak antara pos Jila dengan pok KKSB, kemudian pasi Ops memerintahkan agar standby dan tetap waspada, sambil menunggu tim evakuasi dan perbantuan dari Timika.

f. Pada pukul 05.55 WIT Lettu Inf Andra melaporkan perihal tersebut kepada Danyonif 754/ENK.

Saat ini Sertu La ongge anggota Pos Ramil Jila sudah di evakuasi dari Timika, sementara Personel Pos Yonif 754/ENK melaksanakan siaga dan stanbay di pos mengantisipasi serangan susulan. Masyarakat Distrik Jila saat ini merapat ke Pos 754/ENK dan berlindung di Pos 754/ENK.*

Pengungsi Papua di Sorot Media Internasional, The New York Times

PAPUA, JAGAPAPUA.COM – Baku tembak selama seminggu penuh antara pasukan keamanan dan kelompok pemberontak di dekat tambang emas terbesar di dunia, di wilayah Papua paling timur Indonesia telah menyebabkan hampir 2.000 penduduk desa melarikan diri pada Sabtu.

Ribuan Warga Keluar Rumah Mencari Tempat Pengungsian. (Foto: Ist)
Bentrokan yang dimulai pada 29 Februari di dekat tambang tembaga dan emas Grasberg di provinsi Papua, telah menewaskan seorang polisi dan melukai tiga lainnya, kata kepala kepolisian Papua Paulus Waterpau.

Para pemberontak di Papua telah mulai melakukan pemberontakan tingkat rendah sejak awal 1960-an, ketika Indonesia mencaplok wilayah yang dulunya merupakan koloni Belanda. Papua secara resmi dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969 setelah pemungutan suara yang disponsori oleh AS meski dianggap sebagai penipuan oleh banyak orang.

Tambang, yang hampir setengahnya dimiliki oleh Freeport-McMoRan AS dan dijalankan oleh PT Freeport Indonesia, dipandang oleh separatis sebagai “simbol pemerintahan Indonesia” dan telah sering menjadi sasaran pemberontak.

Waterpau mengatakan, para penyerang yang diyakini anggota Tentara Pembebasan Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, menyergap patroli polisi dari sebuah bukit pada 29 Februari, hingga menewaskan seorang perwira dan melukai dua lainnya.

Dalam serangan kedua, orang-orang bersenjata tersebut menembak mobil polisi pada hari Selasa, hingga melukai petugas lainnya, ungkapnya.
Serangan itu terjadi di kota pertambangan Tembagapura di Papua, tempat pemberontak pernah bertempur melakukan pemberontakan tingkat rendah untuk merdeka.

Seorang kepala badan mitigasi bencana lokal, Yosias Lossu, mengatakan bus milik PT Freeport Indonesia mengevakuasi sejumlah 258 penduduk desa dari desa Banti dan Kali Kabur pada hari Jumat. 699 orang lainnya, kebanyakan wanita dan anak-anak, dievakuasi Sabtu pagi.

Dia mengatakan sekitar 800 penduduk desa dari Longsoran, Batu Besar dan desa Kimbeli dievakuasi ke markas polisi di Tembagapura pada hari Jumat.
“Kebanyakan wanita dan anak-anak takut dan merasa terintimidasi oleh tembakan di dekat desa mereka,” kata Lossu.

Komandan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Lekagak Telenggen, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan di Tembagapura.

“Kami akan terus berjuang sampai PT Freeport Indonesia berhenti beroperasi dan ditutup,” kata Telenggen.

(Sumber berita dari nytimes.com, diterjemahkan oleh tim redaksi jagapapua)

Friday, 6 March 2020

Employees warned over heightened security risks at Papua mine

Employees at the Freeport mine in West Papua have been warned about heightened security risks in the area.
Freeport-McMoran mine in West Papua.
Photo: AFP PHOTO / OLIVIA RONDONUWU
PT Freeport Indonesia has told staff they and their family may notice an increased presence of security personnel.
This follows a series of attacks on Indonesian security forces in the area around Freeport's Grasberg gold and copper mine in Papua province.
The West Papua Liberation Army has claimed responsibility for the attacks.
It said it shot dead an Indonesian soldier in the area at the weekend, and on Monday injured up to eight police on the road to the mine.
Freeport has advised employees to remain vigilant and report anything suspicious they encounter.
In its update to employees, the company has also instructed measures employees should take when they hear shots.
The Grasberg mine has long been a major source of revenue to the Indonesian state.
PT Freeport Indonesia, a subsidiary of US-based company Freeport McMoran, was recently compelled to divest 51 percent of its equity in the mine to Indonesia.
The West Papua Liberation Army said it was targeting the mine operations in its war on the Indonesian state.
The road between Mimika's capital Timika and the Freeport mine, about 125km long, is guarded by an estimated 3000 Indonesian security forces.
According to human rights researchers, dozens of people have been killed and over 500 injured in shootings along the road in the past 17 years.
Source: RNZ

Wednesday, 4 March 2020

Armed conflict surges in Papua's Mimika regency

Reports from West Papua indicate more deadly armed conflict in Mimika regency.

Members of the West Papua National Liberation Army (file photo). Photo: TPNPB
The West Papua National Liberation Army claims responsibility for a series of attacks on security forces in the Indonesian-controlled territory since last week.
A Liberation Army spokesman said its guerilla forces in Tembagapura shot dead an Indonesian soldier at the weekend.
He also said the fighters attacked a police vehicle on Monday, injuring up to eight personnel, in Tembagapura on the road to the Freeport gold and copper mine.
The Liberation Army, which is targeting the mine operations in its war on the Indonesian state, claims a Papuan civilian was last week shot dead by Indonesian military in a gold-panning area of a local river.
Papua's Police Chief Paulus Waterpauw said his forces were looking to arrest the Liberation Army's forces in Mimika, and its chief commanders in Papua.
A week ago, the Liberation Army also claimed it killed two Indonesian soldiers in neighbouring Nduga regency.
Violent exchanges between the Papuan forces and Indonesian joint military and police personnel have intensified in Nduga since late 2018 when the Liberation Army massacred at least 17 road construction workers.
Source: RNZ