Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Timika. Show all posts
Showing posts with label Timika. Show all posts

Thursday, 5 November 2020

Uskup Indonesia bertemu Mahfud MD bahas kekerasan di Papua

 

Uskup Indonesia bertemu Mahfud MD bahas kekerasan di Papua

Nabire, Jubi – Menyusul pembunuhan seorang katekis Katolik Kabupaten Intan Jaya, Papua, para pemimpin gereja bertemu dengan pejabat keamanan tertinggi Indonesia guna mendesak pemerintah  meredakan ketegangan melalui dialog.

Dilansir vaticannews.va (3/11/2020), perwakilan Gereja Katolik di Provinsi Papua mengadakan pembicaraan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

Pertemuan pada hari Minggu lalu itu berlangsung di kediaman Mahfud MD dengan tujuan membahas berbagai permasalahan yang melanda provinsi paling timur Indonesia yang terus bergolak.

Hadir dalam pertemuan itu, Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito dan Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi, yang juga Administrator Apostolik Merauke, bersama dengan Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia.

Pertemuan itu terjadi setelah mengemukanya laporan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia yang menembak mati seorang katekis Katolik dari Paroki Bilogai, Rufinus Tigau, pada 26 Oktober lalu. Pembunuhan itu terjadi di Desa Jalae, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Uskup Mandagi mengatakan kepada UCA News pertemuan selama satu jam itu dimaksudkan untuk membahas “berbagai masalah di Papua, terutama kekerasan.”

Uskup Indonesia, tambahnya, prihatin dengan situasi tersebut, meski dia mengatakan tidak ada kasus khusus yang dibahas dalam pertemuan itu.

Sebaliknya, pembicaraan difokuskan pada penderitaan yang ditimbulkan oleh kekerasan, baik pada warga sipil setempat maupun pada pasukan keamanan.

Uskup Mandagi mengatakan dia menyampaikan kepada Mahfud bahwa dialog yang lebih luas dengan masyarakat dapat membantu meredakan ketegangan. Gereja Katolik setempat, tambahnya, selalu terbuka untuk berdiskusi.

“Orang Papua itu orang baik,” katanya.

“Semua orang termasuk militer, polisi, dan pekerja gereja tidak boleh memandang rendah mereka. Kita semua perlu menyelesaikan masalah dengan dialog, dengan menghormati orang Papua, dan tanpa kekerasan.”

Uskup mengatakan intervensi militer hanya memperburuk ketegangan.

Setelah pertemuan dengan para pemimpin gereja, Mahfud mengatakan pemerintah akan terlibat dalam dialog lebih lanjut dengan para uskup serta dengan para pemimpin agama lainnya.

Uskup Mandagi mengungkapkan harapannya untuk menghentikan kekerasan.

“Kami ingin Papua menjadi tanah cinta, bukan medan perang,” ujarnya. (*)


Editor: Dewi Wulandari

Friday, 13 March 2020

TPNPB Nyatakan Perang di Areal Freeport Indonesia - Timika

Tuesday, 10 March 2020

Pengungsi Papua di Sorot Media Internasional, The New York Times

PAPUA, JAGAPAPUA.COM – Baku tembak selama seminggu penuh antara pasukan keamanan dan kelompok pemberontak di dekat tambang emas terbesar di dunia, di wilayah Papua paling timur Indonesia telah menyebabkan hampir 2.000 penduduk desa melarikan diri pada Sabtu.

Ribuan Warga Keluar Rumah Mencari Tempat Pengungsian. (Foto: Ist)
Bentrokan yang dimulai pada 29 Februari di dekat tambang tembaga dan emas Grasberg di provinsi Papua, telah menewaskan seorang polisi dan melukai tiga lainnya, kata kepala kepolisian Papua Paulus Waterpau.

Para pemberontak di Papua telah mulai melakukan pemberontakan tingkat rendah sejak awal 1960-an, ketika Indonesia mencaplok wilayah yang dulunya merupakan koloni Belanda. Papua secara resmi dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969 setelah pemungutan suara yang disponsori oleh AS meski dianggap sebagai penipuan oleh banyak orang.

Tambang, yang hampir setengahnya dimiliki oleh Freeport-McMoRan AS dan dijalankan oleh PT Freeport Indonesia, dipandang oleh separatis sebagai “simbol pemerintahan Indonesia” dan telah sering menjadi sasaran pemberontak.

Waterpau mengatakan, para penyerang yang diyakini anggota Tentara Pembebasan Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, menyergap patroli polisi dari sebuah bukit pada 29 Februari, hingga menewaskan seorang perwira dan melukai dua lainnya.

Dalam serangan kedua, orang-orang bersenjata tersebut menembak mobil polisi pada hari Selasa, hingga melukai petugas lainnya, ungkapnya.
Serangan itu terjadi di kota pertambangan Tembagapura di Papua, tempat pemberontak pernah bertempur melakukan pemberontakan tingkat rendah untuk merdeka.

Seorang kepala badan mitigasi bencana lokal, Yosias Lossu, mengatakan bus milik PT Freeport Indonesia mengevakuasi sejumlah 258 penduduk desa dari desa Banti dan Kali Kabur pada hari Jumat. 699 orang lainnya, kebanyakan wanita dan anak-anak, dievakuasi Sabtu pagi.

Dia mengatakan sekitar 800 penduduk desa dari Longsoran, Batu Besar dan desa Kimbeli dievakuasi ke markas polisi di Tembagapura pada hari Jumat.
“Kebanyakan wanita dan anak-anak takut dan merasa terintimidasi oleh tembakan di dekat desa mereka,” kata Lossu.

Komandan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Lekagak Telenggen, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan di Tembagapura.

“Kami akan terus berjuang sampai PT Freeport Indonesia berhenti beroperasi dan ditutup,” kata Telenggen.

(Sumber berita dari nytimes.com, diterjemahkan oleh tim redaksi jagapapua)

Friday, 6 March 2020

Employees warned over heightened security risks at Papua mine

Employees at the Freeport mine in West Papua have been warned about heightened security risks in the area.
Freeport-McMoran mine in West Papua.
Photo: AFP PHOTO / OLIVIA RONDONUWU
PT Freeport Indonesia has told staff they and their family may notice an increased presence of security personnel.
This follows a series of attacks on Indonesian security forces in the area around Freeport's Grasberg gold and copper mine in Papua province.
The West Papua Liberation Army has claimed responsibility for the attacks.
It said it shot dead an Indonesian soldier in the area at the weekend, and on Monday injured up to eight police on the road to the mine.
Freeport has advised employees to remain vigilant and report anything suspicious they encounter.
In its update to employees, the company has also instructed measures employees should take when they hear shots.
The Grasberg mine has long been a major source of revenue to the Indonesian state.
PT Freeport Indonesia, a subsidiary of US-based company Freeport McMoran, was recently compelled to divest 51 percent of its equity in the mine to Indonesia.
The West Papua Liberation Army said it was targeting the mine operations in its war on the Indonesian state.
The road between Mimika's capital Timika and the Freeport mine, about 125km long, is guarded by an estimated 3000 Indonesian security forces.
According to human rights researchers, dozens of people have been killed and over 500 injured in shootings along the road in the past 17 years.
Source: RNZ

Wednesday, 4 March 2020

Armed conflict surges in Papua's Mimika regency

Reports from West Papua indicate more deadly armed conflict in Mimika regency.

Members of the West Papua National Liberation Army (file photo). Photo: TPNPB
The West Papua National Liberation Army claims responsibility for a series of attacks on security forces in the Indonesian-controlled territory since last week.
A Liberation Army spokesman said its guerilla forces in Tembagapura shot dead an Indonesian soldier at the weekend.
He also said the fighters attacked a police vehicle on Monday, injuring up to eight personnel, in Tembagapura on the road to the Freeport gold and copper mine.
The Liberation Army, which is targeting the mine operations in its war on the Indonesian state, claims a Papuan civilian was last week shot dead by Indonesian military in a gold-panning area of a local river.
Papua's Police Chief Paulus Waterpauw said his forces were looking to arrest the Liberation Army's forces in Mimika, and its chief commanders in Papua.
A week ago, the Liberation Army also claimed it killed two Indonesian soldiers in neighbouring Nduga regency.
Violent exchanges between the Papuan forces and Indonesian joint military and police personnel have intensified in Nduga since late 2018 when the Liberation Army massacred at least 17 road construction workers.
Source: RNZ

Monday, 2 March 2020

Usai Berondong Mobil Patroli, KKSB Tembaki Polsek Tembagapura Papua

Jabbar Ramdhani, Saiman - detikNews

Personel Brimob Polda Bengkulu yang di-BKO di Papua dikerahkan
ke Polsek Tembagapura untuk menghadapi KKSB. (Saiman/detikcom)
Timika - Kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) tidak berhenti berulah. Setelah menembaki mobil patroli, mereka menyerang Polsek Tembagapura di Mimika, Papua.

"Ya, semua siaga," kata Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto saat dihubungi detikcom, Senin (2/3/2020).

Penyerangan itu terjadi pada Senin siang tadi. Dia mengatakan tak ada korban terluka akibat serangan tersebut.

"Tidak ada, hanya tadi pagi saja terkena pecahan kaca saat berpatroli," ujar AKP Hermanto.

Kontak tembak sempat terjadi pada siang hari tadi antara KKSB dengan personel Polsek Tembagapura. Pasukan Brimob Polda Bengkulu yang jadi di bawah kendali operasi (BKO) ke Polres Mimika dikerahkan ke Polsek Tembagapura.

Pantauan detikcom, tampak pasukan Brimob Polda Bengkulu telah bergerak dari Mapolres Mimika menuju Tembagapura

Sebelumnya, mobil patroli Polsek Tembagapura ditembaki KKSB sekitar pukul 10.00 WIT tadi. Pelaku penembakan saat ini diburu polisi. Penembakan tersebut terjadi saat personel Polsek Tembagapura berpatroli di kawasan Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura, Timika, Papua.

"Iya, benar mobil patroli kami ditembaki KKSB, tapi untuk pelaku sedang dilidik," kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata saat ditemui di Timika, Senin (2/3).

(jbr/idh)

Mobil Patroli Polsek Tembagapura Papua Diberondong Tembakan, 1 Polisi Luka

Saiman - detikNews

Ilustrasi penembakan. (Foto: AFP)
Timika - Mobil patroli Polsek Tembagapura ditembaki kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di kawasan Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura, Timika, Papua. Polisi memburu pelaku.
"Iya, benar mobil patroli kami ditembaki KKSB, tapi untuk pelaku sedang dilidik," kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata saat ditemui di Timika, Senin (2/3/2020).

Dia mengatakan mobil tersebut ditembaki saat berpatroli. Penembakan terjadi pada pagi ini sekitar pukul 10.00 WIT.

Dikabarkan, mobil jenis long wheel base (LWB) Patroli Polsek Tembagapura itu diberondong tembakan dari arah kiri dan kanan saat melintas di kawasan kampung tersebut. Seorang anggota polsek bernama Briptu Andika Walli terkena serpihan kaca mobil yang ditembaki.

"Satu anggota terkena serpihan kaca, kondisi baik-baik saja," kata Era.

Ia menambahkan pasukan telah melakukan pengejaran untuk mencegah kelompok tersebut masuk ke area Tembagapura.

(jbr/idh)

Saturday, 21 December 2019

TNI Gelar Operasi Tentara di Papua untuk Bantu Aparat Polri

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jendral Sisriadi menjelaskan operasi yang dilakukan pihak TNI untuk memberantas Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua selama ini.

Ia menyatakan TNI sifatnya hanya membantu pihak kepolisian untuk menjalankan operasi di Papua dalam rangka penegakan hukum dalam memburu KKB.
Lihat juga: Jenazah 2 Prajurit TNI Akan Diterbangkan ke Medan dan Jakarta

"Karena kita bantu polisi dalam rangka penegakan hukum," kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (20/12).

Selain operasi penegakan hukum, Sisriadi menyebut TNI memiliki operasi tersendiri yakni pengamanan perbatasan antara Papua dan Negara Papua Nugini.

Operasi itu, kata dia, sudah dijalankan oleh personel TNI di wilayah-wilayah perbatasan antara kedua negara yang rawan terhadap tindak kejahatan.

Sisriadi melanjutkan bila operasi penegakan hukum di Papua dinyatakan selesai oleh pihak kepolisian, maka personel TNI juga akan ikut berhenti melakukan operasi tersebut.

"Di Papua itu sesuai tergantung permintaan polisi, polisi bilang selesai ya selesai. Karena kita bantu polisi dalam rangka penegakan hukum," kata dia.

Lihat juga: Anggota Brimob Tewas Saat Kerusuhan di Dekai, Papua

Selain itu, Sisriadi turut menjelaskan bahwa personel TNI selalu berpegang pada standar operasional prosedur saat menjalankan operasi memberantas KKSB di Papua bersama kepolisian.

Ia menyatakan bahwa TNI tak pernah bertindak brutal terhadap KKSB. Sebab, pelbagai standar operasi sudah dibekali bagi seluruh personel TNI di Papua.

"Karena kita profesional, jadi semua tindakan terukur melalui prosedur standar. Law of engagment, standar HAM kita gunakan, jadi kita ga ikut-ikutan brutal, kalau brutal ga usah jadi TNI, TNI ga brutal, TNI profesional," kata dia.

Tak Tambah Personel

Selain itu, Sisriadi menekankan bahwa pihak ya tak berencana untuk menambah personel di Papua menyusul dua prajurit TNI AD yang gugur di Kabupaten Intan Jaya, Papua, akibat diserang oleh KKSB pada Selasa (17/12) lalu.

Ia mengatakan TNI hanya mengerahkan pasukan organik yang sudah ada di tiap Komando Utama TNI di seluruh Papua.

"Enggak ada enggak ada [penambahan]. Pakai pasukan yang sudah digelar, baik organik, Kodam, maupun yang sudah berkekuatan sejak lama, sejak beberapa bulan yang lalu," kata dia

Lihat juga: Anggota TNI Tusuk Polisi di Pamekasan Dipicu Masalah Pribadi

Selain itu, Sisriadi juga mengatakan kedua personel TNI AD yang gugur itu akan diberikan kenaikan pangkat Anumerta. Kenaikan itu otomatis diberikan pihak Mabes TNI bila ada personel TNI yang gugur dalam bertugas.

"Kalau karena dia penugasan itu pasti. Jadi ga pake keputusan, itu aturan terkait administrasi prajurit seperti itu. Jadi sendirinya kenaikan pangkat anumerta," kata dia.

Sebelumnya, dua anggota TNI Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky tewas saat kontak senjata antara TNI dengan KKSB di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

"Kontak tembak yang terjadi pada Selasa (17/12) sekitar pukul 15.30 WIT, dan menyebabkan dua prajurit TNI gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua," kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2). (rzr/gil)

Thursday, 17 October 2019

Keracunan Makanan yang akhirnya Ibu Hadelina Hagabal dan Gerentasia Hagabal menjadi Korban .

Post:Dogopia Eman

Keracunan Makan di Timika, Papua, makanan
dibeli di Warung NKRI
Kronologis Versi Keluarga KORBAN T. Hagabal ( Anak dari ibu korban ) ...!!!

Pada hari sabtu 05-10-2019 saya tiba dirumah kwamki lama jam 02:50 (stengah tiga) saya dari Tembagapura , didalam rumah saya melihat empat orang (mamanya, istrinya , dan kedua adiknya) terlentang tak berdaya di ruang tengah, lalu saya sirami dengan Air Aqua yang saya bawa dan mama saya kaget bangun dan berkata "anak kami sedang sakit karena tadi pagi kami beli makanan di warung gorong-gorong lalu sempat makan jadi badan kami sakit" kemudian saya berinisiatif menelfon teman teman saya untuk membawa mereka ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) SP 5 .

Setiba disana (RSMM), lampunya mati sehingga kami pulang , seketika tiba dirumah Istri saya Gerentasia Hagabal ( 24 thn ), ia sudah terlihat sangat tak berdaya sehingga pada malam itu ( malam minggu ) juga ia meninggal dari rumah.

Namun karena melihat kondisi pada mama saya yang begitu memberat saat mengikuti pemakaman istri saya maka pada hari senin 07-10-2019 saya membawa balik ke RSMM ( Rumah Sakit Mitra Masyarakat ) SP 5 . Disana berselang waktu akhirnya Mama saya juga meninggal pada malam harinya .

Selama Mama saya berada diruma , ia selalu muntah hingga sampai pada muntah darah dan kedua adik saya yakni Fery Hagabal ( 10 thn ) dan Fredy Hagaba (12) thn itu sudah baik baik karena mendapatkan perawatan selama dua hari di RSMM dan pada kamis Pagi mereka telah Pulang .

Ketika sadar, saya menanyakan kepada adik dua saya apakah kalian tahu dimana tempat mama beli makanan lalu mereka menjawab tidak tau dan juga memang umur mereka masih kecil untuk mengingatnya kembali .

Saran ...!!

Maka itu kepada saudara saudari yang merasa kulit hitam dan keriting rambut berhati hatilah dalam mengkomsumsi bahan makanan jadi maupun instan yang di jual oleh pihak yang tak bertanggung jawab dan tak jelas .

Salam sadar.....!!!

Saturday, 11 January 2014

TNI-Polri Waspadai Serangan Balasan

TIMIKA - Aparat gabungan TNI dan Polri terus mengantisipasi kemungkinan adanya serangan balasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan Tanggul Timur, Kali Kopi, pasca tewasnya dua anggota kelompok itu saat kontak tembak dengan aparat pada Kamis (9/1). Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini bersama Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Rafles Manurung kepada wartawan di […]



from WordPress http://ift.tt/1iZ3Fcu

via IFTTT

Friday, 18 December 2009

Pendukung Kelly Kesal, Wartawan jadi Sasaran

VIVAnews - Nasib nahas menimpa Robert Vanwi, wartawan Suara Pembaharuan di Papua. Pasalnya, kamera Canon D30 miliknya dirampas dan hancur dibanting oleh pendukung Pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik di depan Makam Theys H Eluay Sentani, Jumat siang.

Salah seorang wartawan Tempo di Papua Cunding Levi yang menyaksikan langsung insiden itu, nyaris juga menjadi korban. 

Insiden ini bermula saat pendukung Kelly melakukan aksi pasca pemberangkatan jasad Kelly ke Timika. Puluhan pendukung Kelly berkumpul di dekat Makam Theys H Eluay Sentani yang berjarak hanya 200 ratusan meter dari pintu bandara Sentani.

Usai meliput jenazah Kelly, wartawan kemudian meliput aksi pendukung Kelly itu. Namun saat mereka berada di lokasi tiba-tiba, sejumlah massa berteriak, “wartawan tidak boleh meliput.”
Bukan hanya berteriak, massa juga mengejar para wartawan. Dan apes menimpa Robert Vanwi, kameranya berhasil di rampas, dan kemudian dibanting. “Vanwi saat itu memegang kameranya dan tidak mengikat di leher, sehingga dengan mudah massa merampas lalu membantingnya hingga hancur,’’ ujar Cunding Levi yang juga ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Papua.

Melihat massa yang terus mengejar-ngejar wartawan, lanjut Cunding, mereka kemudian berupaya menyelamatkan diri dari kerumunan massa. Meski saat itu sejumlah aparat keamanan berada di lokasi, tapi tidak berdaya. “Kamera saya dan M Nur Cepos juga sempat ditarik-tarik massa, tapi kami berhasil meloloskan diri,’’ ujar Cunding.

Selanjutnya, kata Cunding, ia bersama rekan-rekannya melaporkan kejadian itu secara resmi ke pihak Kepolisian.

Sementara menurut sumber, saat ini massa masih berkumpul di makam Tey Eluay Sentani Jayapura.
Laporan: Banjir Ambarita | Papua