Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Wamena. Show all posts
Showing posts with label Wamena. Show all posts

Tuesday, 10 March 2020

Pansus Kemanusiaan DPR Papua kunjungi pengungsi Nduga di Jayawijaya

Reporter: Islami Adisubrata

Ketua Pansus Kemanusiaan DPR Papua, Veriana Wakerkwa (tengah),
saat mengunjungi pengungsi Nduga di
halaman Gereja Weneroma, Jayawijaya. -Jubi/Islami
Wamena, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan, mengunjungi pengungsi Nduga di halaman Gereja Kingmi jemaat Weneroma, Elekma, Kabupaten Jayawijaya, Senin (9/3/2020). Anggota DPR Papua dalam masa resesnya ini, ingin memastikan informasi yang beredar bahwa tidak ada lagi masyarakat Nduga yang mengungsi ke sejumlah kabupaten di Pegunungan Tengah.

Ketua Pansus Kemanusiaan sekaligus anggota DPR Papua, Veriana Wakerkwa, mengatakan setelah mendengar informasi tersebut, ia bersama dua orang anggota pansus lainnya segera mengunjungi Wamena, untuk melihat dan mendata pengungsi Nduga agar publik tahu bahwa pengungsi masih ada, dan mereka membutuhkan layanan pendidikan serta kesehatan.

“Sebagai wakil rakyat yang duduk di parlemen, kami datang tidak hanya untuk melihat, kami akan kembali dan membahas bersama tim dan stakeholder yang ada, untuk melengkapi data terkait pengungsi ini,” katanya.

Wakil Ketua Pansus Kemanusiaan yang juga anggota DPR Papua, Namantus Gwijangge, menyampaikan kalau negara mengatakan sudah tidak ada pengungsi Nduga khususnya di Jayawijaya, hal itu merupakan urusan negara dan pihaknya tak ingin mengintervensinya.

Yang terpenting, kata dia, pansus hanya ingin memastikan apakah pengungsi Nduga memang masih ada, meski saat ini banyak yang tinggal di rumah-rumah saudara mereka di berbagai tempat di Jayawijaya.

“Khusus data pengungsi di Jayawijaya, setelah kami cek semua ada lima ribuan lebih, itu lengkap dengan nama, data per KK, tinggal di mana dan dari distrik mana,” katanya.

Menurut dia, menyoal pendidikan masih bermasalah karena ada anak-anak kelas ujian yang belum bersekolah. “Kita sudah bicara dengan Pemkab Nduga terutama Dinas Pendidikan, kalau memang anak-anak sekolah mau diarahkan ke Nduga, lebih bagus dikomando baik-baik. Mungkin yang ada di sini, kita mobilisasikan ke Nduga.”

Untuk itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Papua maupun Kabupaten Nduga, agar melihat kondisi pengungsi supaya tidak terkesan pemerintah seolah-olah mengabaikan nasib mereka, khususnya anak-anak sekolah.

“Pansus ini dibentuk untuk ciptakan perdamaian di atas tanah ini. Target kita bagaimana bisa damai dengan berbagai masalah yang ada, sehingga perlu kerja sama dengan stakeholder baik TNI dan Polri, untuk bagaimana bisa bicara dengan masyarakat atau siapa saja, terutama pemerintah provinsi dan kabupaten mengenai nasib masyarakat ini,” katanya. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Link:

Friday, 18 October 2019

Tim Gabungan TNI-Polri Menangkap Pelaku Pembunuhan di Wamena, Kapolda: Masih ada Pelaku Lain

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Tim gabungan TNI – Polri menangkap pelaku pembunuhan Deri Datu Padang, warga wamena pada 12 oktober lalu.

Aparat Gabungan Tembak Pelaku
Penikaman di Jembatan Wouma Wamena
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan penangkapan terhadap pelaku penikaman alm. Deri atas dasar informasi yang di terima dari masyarakat. Diduga pelaku di ketahui berinisial MW (35 tahun) berprofesi sebagai petani dan tinggal di distrik piramid, Kabupaten Jayawijaya Papua.

”Penangkapan pelaku ini atas informasi dari warga, untuk itu saya selaku Kapolda Papua mengucapkan terima kasih banyak kepada warga yang telah memberikan informasi kepada kami,” Ungkap Kapolda kepada wartawan di wamena, Kamis (17/10/19).

Dijelaskan Kapolda bila saat tim gabungan hendak mengamankan pelaku di tempat persembunyiannya, pelaku mencoba untuk melawan sehingga anggota terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanan pelaku.

”Saat hendak diamankan pelaku mencoba kabur sehingga anggota kami melumpuhkan pelaku dengan tembakan di kaki, ” Kata Irjen Paulus.

Hingga saat ini Polisi sudah memeriksa empat orang saksi dan atas keterangan mereka, terungkap masih ada pelaku lain yang saat ini masih dalam proses pengejaran. ”Informasi dari saksi ada beberapa pelaku yang masih kita kejar, ” Kata Kapolda.

Selain mengamankan pelaku MW Aparat juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang di pakai pelaku.

”Pisau yang di gunakan untuk menusuk sudah kita amankan dan sudah kita kirim ke lapfor makassar untuk di paeriksa. selain pisau kami juga mengamankan parang, katapel dan sajam lainnya di tempat persembunyian pelaku, ” Beber Irjen Paulus. (Redaksi/MW)

Aparat Gabungan Tembak Pelaku Penikaman di Jembatan Wouma Wamena

Tuesday, 24 September 2019

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Penulis Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor Abba Gabrillin

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kerusuhan terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). Kerusuhan tersebut tak hanya merusak bangunan dan fasilitas umum. Kerusuhan dan bentrokan yang terjadi ternyata juga mengakibatkan korban jiwa.

Komandan Kodim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Diyanto mengatakan, terdapat 16 orang warga sipil yang tewas dalam kerusuhan. Sementara, 65 orang lainnya menderita luka-luka. "Untuk korban, 65 orang luka, 16 meninggal, itu sipil semua. Aparat sementara tidak ada korban," ujar Candra Diyanto saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Namun, Candra belum bisa menjelaskan secara rinci penyebab korban tewas. Saat ini, ia memastikan bahwa situasi mulai kondusif. Namun, seluruh aparat masih dalam posisi siaga. "Aparat stand by 24 jam, semua objek vital kita amankan. Secara umum untuk di kota kondusif, namun kita antisipasi ada aksi susulan," kata Candra.

Baca juga: TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

Sebelumnya, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat. Unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.

Aparat kepolisian dan TNI berusaha memukul mundur siswa demonstran. Hal itu berlangsung sekitar 4 jam. Namun, siswa demonstran tetap bertahan dan semakin membuat kerusuhan Menurut Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba, suara tembakan terdengar di mana-mana selama 3 jam. John Roy menyebutkan, sebagian warga panik karena kehilangan anggota keluarga.

Selain itu, semua warga di kota itu sudah mengungsi ke kantor polisi dan Kodim. Massa yang berunjuk rasa berusaha merangsek masuk ke pusat bisnis Wamena. Namun, mereka segera dihadang aparat kepolisian. Wamena merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Kota ini merupakan satu-satunya yang terbesar di pegunungan tengah Papua.

Di Wamena juga terdapat pusat bisnis, sehingga ketika terjadi kerusuhan, kawasan itu dijaga ketat aparat kepolisian. Presiden Joko Widodo pernah dua kali mengunjungi Kota Wamena, yakni pada 28 Desember 2014 saat membicarakan persoalan-persoalan yang ada di daerah itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua", https://regional.kompas.com/read/2019/09/23/17565201/16-warga-tewas-dan-65-terluka-saat-kerusuhan-pecah-di-wamena-papua?page=all.
Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi
Editor : Abba Gabrillin

Saturday, 22 October 2016

Aktivis HAM: Penuntasan kasus HAM Papua, jalan penyelesaian Papua yang lebih besar

Jayapura, Jubi – Penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu di Papua adalah kewajiban mendesak pemerintah RI, sebagai salah satu cara penyelesaian masalah Papua yang lebih besar. Hal tersebut ditekankan Papang Hidayat, peneliti Amnesty Internasional, kepada Jubi Kamis (13/10/2016), menanggapi tawaran kemungkinan penyelesaian HAM nonyudisial oleh Menkopolhukam Wiranto terkait kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, termasuk di […]

from WordPress http://ift.tt/2es5Eay
via IFTTT