Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Wutung. Show all posts
Showing posts with label Wutung. Show all posts

Tuesday, 8 October 2019

KKB Papua Diusir Warga Papua Nugini di Perbatasan, Kerap Bikin Masalah Hingga Reaksi Tokoh PNG

SERAMBINEWS.COM - Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua terendus di wilayah Papua Nugini (PNG).

Sejumlah tokoh masyarakat Papua Nugini (PNG) pun terang-terangan menolak keberadaan para separatis Papua Merdeka itu di wilayahnya.

Ray Tanji, tokoh masyarakat di Wutung, Vanimo, Propinsi West Sepik yang berbatasan langsung dengan distrik Skouw, Jayapura, Indonesia, meminta aparat berwenang untuk memulangkan KKB Papua Merdeka ke wilayah Jayapura.

Dalam wawancara dengan program radio ABC Pacific Beat, Ray Tanji menyatakan kehadiran elemen KKB Papua di PNG telah menimbulkan banyak masalah bagi warga perbatasan.

"Saya minta Pemerintah Papua Nugini untuk menyingkirkan orang-orang (KKB Papua) ini dari Vanimo, karena merekalah yang menimbulkan masalah di perbatasan selama ini," ujarnya.

Tanji juga meminta aparat PNG untuk menyelidiki kehadiran dan aktivitas elemen KKB Papua demi menjaga keamanan warga setempat.

Menurut dia, warga masyarakat PNG di perbatasan telah menderita akibat ulah para KKB Papua Merdeka tersebut.

"Pemerintah PNG hanya perlu melakukan satu hal, pulangkan mereka ke wilayahnya sendiri, yaitu ke Jayapura," ucap Ray Tanji.

Pada 1 Oktober lalu, dilaporkan adanya kontak senjata antara aparat militer RI dan elemen yang terkait dengan gerakan Papua Merdeka.

Akibat peristiwa itu, pihak berwenang langsung menutup akses perbatasan Indonesia - PNG di Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Jayapura.

Penutupan perbatasan dibenarkan oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG dari Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand.

Menurut dia, bunyi tembakan terdengar beberapa kali pada Pukul 06.00 WIT menyebabkan kekhawatiran di kalangan warga perbatasan.

Mayor Dony juga membantah adanya aparat keamanan RI yang terkena tembakan.

"Tidak ada yang kena tembakan atau lainnya, warga di perbatasan aman semua," ujar Mayor Dony.

Secara terpisah Komandan Kepolisian Propinsi West Sepik PNG Moses Ibsagi menjelaskan kepada ABC bahwa pihaknya belum pernah mendengar adanya aktivitas KKB Papua Merdeka di wilayah itu.

"Hal ini baru saya dengar. Tim saya sudah ke sana dan menemukan bahwa kontak senjata itu terjadi di dalam wilayah Indonesia, bukan di wilayah PNG," kata Ibsagi.

Dia menjelaskan bahwa warga PNG untuk sementara diminta tidak mengunjungi perbatasan karena pertimbangan keamanan.

"Kami minta para warga untuk jangan menyeberang perbatasan untuk sementara sampai situasi membaik," katanya.

Sementara itu, pada Jumat (4/10/2019) pekan lalu, warga Wutung sepakat mengajukan petisi kepada Pemerintah PNG untuk merelokasi para pengungsi asal Papua yang kini bermukim di Wutung dan wilayah lain di pesisir barat Vanimo.

Petisi ini, katanya, dimaksudkan untuk mengatasi risiko keamanan bagi para pengungsi dan warga setempat di perbatasan.

Pemuka masyarakat setempat menyatakan selama masih ada pengungsi di wilayah itu, maka warga setempat tetap rawan untuk mendapat serangan dari aparat.

Sekolah-sekolah diliburkan dan angkutan umum diminta untuk tidak mengambil penumpang PNG yang akan berangkat ke Pasar Batas yang terletak di wilayah RI.

Warga melaporkan kontak senjata antara militer RI dan KKB Papua tersebut terjadi di sekitar Pasar Batas.

Kelompok yang menamakan dirinya West Papuan Revolutionary Army (WPRA) mengaku bertanggung jawab atas kontak senjata tersebut.

Selama ini aktivitas menyeberang perbatasan baik melalui darat maupun laut terjadi di sekitar pesisir utara PNG di dekat Jayapura.

Dalam situasi normal, sedikitnya 100 warga PNG masuk ke Jayapura dan mengalami peningkatan pesat pada hari pasar di distrik Skouw, dekat perbatasan.(*)


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul KKB Papua Diusir Warga Papua Nugini di Perbatasan, Kerap Bikin Masalah Hingga Reaksi Tokoh PNG, https://aceh.tribunnews.com/2019/10/07/kkb-papua-diusir-warga-papua-nugini-di-perbatasan-kerap-bikin-masalah-hingga-reaksi-tokoh-png?page=3.

Editor: faisal

Thursday, 3 October 2019

TNI Gunakan Drone Saat Intai 2 Anggota KKB yang Kabur ke Papua Nugini

Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG saat lakukan pengamanan
dan patroli di wilayah perbatasan RI-PNG di Skouw. (Foto IST)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM – TNI berhasil mengidentifikasi dua pelaku penembakan di Kampung Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, daerah perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG), menggunakan drone atau pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dengan remote control.

Kapendam Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, menyebut pelaku penembakan yang terjadi di perbatasan RI-PNG sekitar pukul 06.00 WIT, Selasa (1/10). Diduga pelaku merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Tentara Revolusi West Papua (TRWP) yang dipimpin Mathias Wenda.

"Anggota satgas dan tim gabungan saat itu melakukan pengejaran ke arah suara tembakan. Selain itu anggota juga kerahkan drone untuk mengintai dan ternyata terlihat dua orang lari ke arah Wutung, Papua Nugini (PNG), salah satunya membawa pucuk senjata jenis M16," kata Eko, Rabu, (2/10).

Eko menjelaskan, setelah lari ke arah Wutung PNG, dua orang TRWP itu langsung bersembunyi di sebuah gubuk, namun anggota tak dapat melanjutkan pengejaran karena sudah melewati batas negara PNG.

"Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan aparat PNG dan kami menunggu dari pihak PNG apakah nanti (tim) gabungan atau dari PNG sendiri yang akan menindaklanjuti laporan dari kami ini," ujar Eko.

Eko juga mengatakan, akibat kejadian itu saat ini akses di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw antara RI dengan PNG ditutup sementara untuk mencegah aksi susulan. "Anggota di Kotis Skouw sedang perkuat penjagaan untuk mengantisipasi gerakan susulan dari kelompok itu,” tutur Eko. (Liza)

Pascapenembakan OPM, Perbatasan RI-PNG di Skouw Dibuka Besok

Pintu lintas batas di perbatasan RI-Papua New Guinea akan kembali dibuka pada
Kamis 3 Oktober 2019 besok. Foto pasukan saat memeriksa warga yang melintas perbatasan/iNews TV/Edy S
JAYAPURA - Pintu lintas batas di perbatasan RI-Papua New Guinea akan kembali dibuka pada Kamis 3 Oktober 2019 besok. Pembukaan pintu lintas batas tersebut dilakukan setelah situasi di lapangan sudah mulai aman dan kondusif.

“Besok pintu lintas batas sudah bisa dibuka bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas di wilayah perbatasan RI-PNG (Skouw),” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (2/10/2019).

Kapendam menerangkan, saat ini suasana di perbatasan sudah aman dan kondusif tetapi anggota Satgas Pamtas RI-PNG masih diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan dari kelompok KKSB di wilayah perbatasan RI-PNG.

Baca Juga:




"Langkah yang sudah diambil adalah koordinasi dengan Aparat Keamanan PNG untuk membantu penyisiran di wilayah PNG," timpal Kapendam.

Menurut Kapendam, sebelumnya terjadinya aksi gangguan berupa tembakan sebanyak 3 kali dari arah Bak Air sebelah timur Kantor Pos Lintas Batas Negara (PLBN) tepatnya di Pagar Perbatasan yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Revolusi West Papua (TRWP) Pimpinan Mathias Wenda (Panglima TRWP) pada Selasa, 1 September 2019 kemarin.

Sementara Wakil Wali Kota Jayapura H Rustan Saru, pada Rabu (2/10/2019) melakukan peninjauan secara langsung dengan mengunjungi pos lintas batas RI-PNG yang merupakan daerah netral, dalam rangka memastikan bahwa situasi dan kondisi di perbatasan dalam keadaan aman dan kondusif.

"Saya berharap jika ada warga yang ingin berkunjung ke perbatasan RI-PNG tidak usah merasa takut karena kondisi sudah aman dan ada aparat TNI yang akan mengamankan dan menjaga perbatasan. Dimana pintu perlintasan perbatasan RI-PNG yang semula ditutup akan dibuka besok, sehingga setiap warga Indonesia dan Papua New Guinea yang ingin melintas batas silahkan datang, dan dijamin tidak ada gangguan keamanan serta betul-betul kondusif. Saya mengimbau kepada masyarakat jangan percaya oleh isu yang tidak jelas atau Hoax,” pungkas Wakil Wali Kota.
(sms)

Ratusan Prajurit Satgas Perbatasan Yonif 713/ST Naik Pangkat



Sebanyak 142 Pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 713/
Satya Tama hari ini menerima kenaikan Pangkat. Foto iNews TV/Edy S
JAYAPURA - Sebanyak 142 Pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 713/ Satya Tama hari ini menerima kenaikan Pangkat. Dari 142 personil yang naik pangkat pada periode 1 Oktober 2019 terdiri dari satu orang perwira menengah, satu perwira pertama, satu orang Bintara, dan 139 Tamtama.

Perwira menengah yang naik pangkat adalah Komandan Satgas 713/ Satya Tama, Letkol Inf Dony Gredinand.

Danrem 133/Nani Wartabone, Kol CZI Arnold AP Ritiauw hadir langsung dan memberikan kenaikan pangkat kepada jajarannya di perbatasan Negara Republik Indonesia - Papua New Guinea tersebut.

Baca Juga:
Terdengar 3 Tembakan di Wilayah Perbatasan RI - PNG, Seorang Anggota TNI Dilaporkan Terluka
NU Papua Minta Kerusuhan Wamena Tidak Dikaitkan dengan SARA


"Saya hadir kesini menepati janji. Saya katakan kepada mereka, jika naik pangkat nanti saya akan datang yang memberikan kenaikan pangkat itu, dan ini saya tepati," kata Danrem.

Ditegaskan, kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah prestasi. Tidak semua personel di bawah Korem 133/Nani Wartabobe menerima kenaikan pangkat.

"Ini sebetulnya saya ajukan lebih dari ini yang naik pangkat, termasuk yang ada di sana, namun karena ada yang tidak memenuhi syarat maka tidak semua naik pangkat. Ini adalah prestasi, kinerja dan hak kalian untuk naik pangkat sesuai ketentuan. Saya ucapkan selamat dan teruskan mengabdi yang terbaik," kata Danrem di depan ratusan anak buahnya di Pos Kotis Pamtas Yonif 713/ST, Skouw Kota Jayapura.

Danyon 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand mengatakan, mengaku senang dengan kenaikan pangkatnya menjadi letnan kolonel, setingkat lebih tinggi setelah Mayor. Termasuk seluruh anak buahnya di perbatasan negara yang naik pangkat.

"Naik pangkat berarti tugas semakin berat. Jadi kita berkomitmen akan memberikan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara, dalam tugas kami di perbatasan," timpalnya.

Wakil Wali Kota Jayapura H Rustan Saru yang turut hadir dalam acara syukuran kenaikan pangkat prajurit Satgas Pamtas Yonif 713/ST, mengucakan selamat dan meminta pengabdian terbaik di wilayah perbatasan.

"Saya harapkan selain menjaga kedaulatan negara di perbatasan, Satgas juga mempu mengembangkan kesejahteraan melalui perekonomian warga diperbatasan. Tentunya kerjasama dengan Pemerintah Kota Jayapura," ungkapnya.

Dijelaskan, dana yang telah diberikan dan akan diberikan kembali kepada distrik-distrik di Kota Jayapura cukup besar. Yakni sekitar Rp100 miliar dalam setahun. Sehingga peran Satgas untuk mendampingi pihak kampung penting dilakukan.

"Penting supaya tepat sasaran. Maka kami harap adanya peran Satgas dalam membantu kami pemerintah," ujarnya.

Selain memberikan kenaikan pangkat, Danrem 133/Nani Wartabone juga melakukan kunjungan ke perbatasan Negara, lokasi penugasan jajarannya, Yonif 713/ST.
(sms)

West Papua unrest: Shootout prompts border closure

Land and sea access between Indonesia and Papua New Guinea has been closed after a shootout at the border.

This follows reports of an Indonesian troop build-up along the border from communities in PNG's West Sepik province.
Indonesian-ruled West Papua has been gripped by weeks of protests and violent unrest which has left dozens of people dead.
Amid a security forces crackdown, concern has been raised in neighbouring PNG about another potential influx of West Papuan refugees
PNG's Immigration and Citizenship Authority has advised that following a shootout the border is closed to nationals from both sides until further notice.
It said shopping at the Batas market, close to the border on the Indonesian side, as well as movement into the West Papuan capital Jayapura was "completely banned".
Earlier this week, PNG's EMTV reported villagers at Wutung on the PNG side of the border as saying school children were ordered to return home.
Usually, most land and sea cross-border movement occurs around Papua New Guinea's north coast.
Source: RNZ

Wednesday, 2 October 2019

KSAD Soal Penembakan di Perbatasan Papua: Boleh Balas Tapi Tak Boleh Kejar

Jakarta - Kelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata di Wutung, perbatasan RI dan Papua Nugini, terlibat baku tembak dengan TNI-Polri. KSAD Jenderal Budiman mengatakan bahwa personel TNI nanti boleh menembak untuk membela diri namun tak boleh dikejar.

"Tembakan hanya boleh wilayah kita. Balas tembakan masih boleh, karena sifatnya pembelaan diri tapi tidak boleh dikejar," kata Jenderal Budiman saat ditanya tentang penembakan di perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Hal itu dikatakan dia di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014). Menurut KSAD, saat ini potensi keributan di perbatasan dari Papua dan perbatasan lainnya diawasi dengan ketat

"Kalau mereka masuk kemudian dia bersenjata lalu kita kejar, nggak masalah. Kemarin Pangdam meminta Panglima TNI untuk berkoordinasi, karena kemarin dia tembak di luar perbatasan, kita nggak bisa masuk ke wilayah itu," imbuh KSAD.

Sedangkan untuk kasus penembakan di perbatasan RI di Wutung pada Sabtu (5/4/2014) lalu, KSAD mengatakan Indonesia juga memakai jalur diplomatik.

"Pencarian pelaku masih kita komunikasikan secara diplomatik. Kita minta Panglima TNI untuk koordinasi dengan Kemenlu untuk masalah ini," tandas dia.

Kerusuhan di perbatasan Papua di Wutung dengan Papua Nugini terjadi di titik nol batas Tugu Perbatasan. Aksi tersebut terjadi pada pukul 06.00 WIT oleh sekitar 30 orang kelompok Mathias Wenda dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). OPM melakukan aksi penembakan, pembakaran ban bekas hingga penurunan bendera Merah Putih dan pengibaran bendera bintang kejora.

Saat itu beberapa orang wartawan dari Jayapura akan melakukan perjalanan ke Vanimo (ibu kota Provinsi Sandoun, PNG) untuk meliput pelaksanaan Pemilu RI di negara tetangga tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol ARH Rikas Hidayatullah kepada detikcom, Sabtu (5/4/2014), membenarkan terjadinya aksi tersebut yang disebutnya merupakan provokasi.

"Kelompok GSP/B OPM berumlah 30 orang menurunkan Bendera Merah Putih di Pos Sekow Lintas Batas RI-PNG, kemudian mereka menaikkan bendera bintang kejora, membakar papan reklame," kata Rikas.

Kemudian pada pukul 09.30 WIT terjadi penembakan ke arah mercusuar atau tower perbatasan yang mengenai kaca tower tersebut. "Serpihan kaca melukai Serma Tugino, anggota unit intel Kodim 1701/JYP di bagian kepala, Kapolres kena serpihan kaca, anggota polisi tertembak di kaki," ungkap dia.

Sedangkan untuk penamanan Pemilu 2014 di Papua, TNI akan melakukan penjagaan 50 meter dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Untuk pengamanan kepolisian dan petugasnya, kita berjarak 50 meter dari tempat itu (TPS), harus pada posisi perkiraan timbul kerusuhan dan konflik," tuturnya.

Tuesday, 1 October 2019

Separatis Bersenjata Lancarkan Teror, Perbatasan RI-PNG Ditutup

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 713/Satya
Tama, memberlakukan siaga satu dan menutup akses di
 perbatasan RI - PNG. (Foto:iNews TV/Edy Siswanto)
JAYAPURA,HARIANHALUAN.COM-Kelompok  separatis bersenjata bersembunyi  di wilayah Papua New Guinea (PNG) , melancarkan teror suara tembakan yang terjadi di wilayah Perbatasan Republik Indonesia (RI) - Papua New Guinea (PNG).

Untuk pelaku, diduga adalah Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata yang beroperasi di wilayah perbatasan negara. Kelompok ini bersembunyi dan melakukan kegiatan di negara tetangga PNG.

PascaTeror itu, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 713/Satya Tama, memberlakukan siaga satu. Sebelummya, Lettu Inf Sulaiman, Danki Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713 dikabarkan terkena Rekolset tembakan lawan di tangan kiri.

"Kita siaga, ya kita antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita kawal kedaulatan perbatasan kita," kata Dansatgas Yonif 713/ST, Mayor Inf Dony Gredinand seperti dikutip dari  Sindonews.com,  Rabu (2/10/2019).

Terkait penutupan wilayah perbatasan, Dony menyebut agar warga tidak memasuki wilayah Tapal Batas hingga dinyatakan aman.

"Jangan sampai mereka masuk lantas pas selfy - selfy ada peristiwa. Kita antisipasi, jangan sampai ancaman mereka ke warga sipil terjadi di sini," ucapnya.

Diakui Dony, setelah teror tembakan pada Selasa pagi   sekitar pukul 06.00 WIT, pihaknya membentuk dua tim untuk menyisir disekitar suara tembakan. Tidak ada proyektil peluru ditemukan, pun bekas tembakan pada Gedung PLBN (Pos Lintas Batas Negara). "Semua aman. Tidak ada proyektil yang kita temukan. Pelaku kabur ke arah PNG," timpalnya.

Dikatakan, peristiwa tersebut mirip dengan peristiwa serupa ditahun 2014. Teror lalu kabur ke PNG. Namun demikian pihaknya tetap memperketat penjagaan diwilayah perbatasan. "Kayak tahun 2014 lalu. Kita antisipasi saja," kata dia.*


 Sumber : Sindonews /  Editor : DNJ

Suara Tembakan di Perbatasan RI - PNG, Seorang TNI Dilaporkan Terluka

Situasi perbatasan RI - PNG tepatnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura,
 Papua, memanas. (Ilustrasi/Dok/SINDOnews)
 JAYAPURA - Situasi perbatasan RI - PNG, tepatnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, memanas. Terdengar bunyi tembakan beberapa kali di wilayah tersebut, Selasa (1/10/2019).

Informasi dihimpun, dalam kejadian tersebut, Lettu Inf Sulaiman (Danki Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713) terkena Rekolset tembakan lawan di tangan kiri. Saat ini korban rencananya akan dievakuasi ke RS Marten Indey.

Aparat Keamanan dari TNI, Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 713/Satya Tama (ST) yang bertugas di daerah itu mendengar bunyi tembakan tiga kali sekitar pukul 06.45 WIT.

"Benar adanya suara tembakan. Tapi saya tegaskan ini bukan penembakan, tapi suara tembakan yang berbunyi tiga kali dari arah penampungan bak air, di sekitar perbatasan," kata Perwira Penerangan Yonif 713/ST, Letda Arm Jeckson Siallagan.

Jeckson menjelaskan, posisi bak penampungan air ke pos penjagaan Satgas berjarak 250 meter. Setelah terdengar tembakan, langsung dilakukan penyisiran. Tim yang menyisir dibagi menjadi dua, yakni ke arah pagar perbatasan dan tim lainnya ke arah belakang pos polisi.

"Pasca-kejadian ini, kami meningkatkan pengamanan menjadi Siaga 1, untuk antisipasi keamanan," ujarnya.

Tim 1 DPP lettu Inf Aji Satrio utomo (Pasi ops Satgas) dengan jumlah 11 personel melaksanakan penyisiran ke arah PLBN Skouw arah pagar perbatasan. Tim 2 DPP letda Inf Jekson Sialaggan, berjumlah 13 personel menyisir ke arah Belang Pospol.

(zys)

Source: SindoNews

Saturday, 27 July 2019

Separatis Bersenjata Lancarkan Teror, Perbatasan RI-PNG Ditutup



JAKARTA - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono melepas keberangkatan Personel Yonif Raider 300/BJW yang akan melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI-PNG di Papua.

Hal tersebut disampaikan Kapendam III/ Siliwangi Kolonel Inf FX Sri Wellyanto Kasih dalam keterangannya di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

Dikatakan Kapendam, Satgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW yang dipimpin Dansatgas Mayor Inf Ary Sutrisno, akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan selama lebih kurang sembilan bulan menggantikan Satgas Pamtas terdahulu Yonif 126 dari Kodam I/Bukit Barisan yang telah selesai melaksanakan tugas Pamtas.

"Pangdam mengatakan, keberangkatan Satgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW ke perbatasan RI -PNG di antaranya untuk menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan dari segala bentuk ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar negeri karena wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI," ujar lulusan Akmil 1996 yang akrab disapa Welly ini.

Mengutip penekanan Pangdam, Welly menyampaikan bahwa setiap komandan dalam Satgas ini memiliki wewenang dan tanggung jawab yang besar, oleh karena itu harus dapat memimpin dan membawa anggotanya dengan baik agar pada pelaksanaannya dapat memimpin dan melaksanakan tugas dengan baik pula.

"Agar dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, prajurit Satgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW agar memahami tugas dan yakinkan tugas yang diberikan dapat dimengerti dengan jelas, " tutur Welly mempertegas penyampaian Pangdam.

Usai dilepas, imbuh Welly, seluruh personel Satgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW diberikan waktu untuk bertemu dengan keluarga masing-masing sebelum memasuki kapal untuk persiapan melaksanakan perjalan tugas ke Papua.

Dengan menggunakan Kapal KRI Banda Aceh dari Pelabuhan Kolinlamil, Tanjung Priok, diperkirakan menempuh waktu perjalanan laut selama dua minggu. "Selanjutnya setelah tiba di Papua, personel Yonif Raider 300/BJW akan melaksanakan serah terima tugas dan tanggung jawab pengamanan perbatasan di Sektor Utara," ujar Welly.
(maf)

Source: https://nasional.sindonews.com/

Tuesday, 22 July 2014

Perbatasan Wutung Memanas Lagi

JAYAPURA - Perbatasan Wutung yang menghubungkan wilayah Indonesia dan Papua New Guniea (PNG) kembali memanas setelah adanya rentetan penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di sekitar Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Sabtu (19/7) pagi pukul 10.00 WIT. Beruntung aksi penembakan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata itu tidak ada korban jiwa. Meskipun tidak ada korban […]



from WordPress http://ift.tt/1kMmH2P

via IFTTT

Saturday, 19 July 2014

Penembakan Terjadi di Perbatasan RI-Papua Nugini

Nurlina Umasugi, Jurnalis · Sabtu 19 Juli 2014 14:27 WIB

Map of Western New Guinea
JAYAPURA - Aksi penembakan oleh orang dikenal di wilayah perbatasan RI- Papua Nugini kembali terjadi, Sabtu (19/7/2014) sekira pukul 11.00 WIT. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, aparat Kepolisian bersama TNI saat ini telah melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Okezone, aksi penembakan terjadi tepat di Daerah Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Lokasi berjarak 500 meter dari tempat pencucian mobil milik Satgas Pamtas Muara Tami. Dimana terjadi penembakan sebanyak tiga kali yang dilakukan oleh orang tak dikenal. 

Mendengar suara tembakan yang berasal dari Gunung Pawa, dua prajurit TNI dari Yonif 751/R dan Yonif 623/BWU melakukan pengejaran ke arah suara tembakan tersebut. Namun para pelaku berhasil melarikan diri. 

Saat ini, dilaporkan situasi di wilayah Perbatasan RI-Papua Nugini aman dan kondusif. Warga di wilayah perbatasan kedua negara tetap menjalankan aktifitas seperti biasa.


(ful)

Tuesday, 3 June 2014

Prajurit TNI tertembak di perbatasan Papua-Papua Nugini

Reporter : Hery H Winarno - Merdeka.com - Seorang prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama tertembak di wilayah perbatasan Skouw (Papua, Republik Indonesia) dan Wutung (Papua Nugini). Peristiwa itu terjadi dalam kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata.

Latgab TNI 2014. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Belum diketahui identitas prajurit TNI yang tertembak dan bagaimana kondisi terakhir korban tersebut. Kontak senjata itu pecah saat pagar perbatasan itu akan dibuka kembali untuk umum. Perbatasan Skouw-Wutung ditutup sejak 5 April lalu menyusul kasus penembakan dari kelompok sipil bersenjata yang melukai petugas kepolisian.

Konsul RI di Vanimo, Papua Nugini, Jahar Gultom, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (12/5) menyatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Papua Nugini sepakat membuka kembali daerah perbatasan Skouw-Wutung yang sempat ditutup bagi para pelintas batas menyusul terjadinya penyerangan kelompok sipil bersenjata di Skouw, Papua.

Kesepakatan untuk membuka kembali pagar perbatasan Skouw-Wutung yang menjadi kepentingan warga kedua negara baik secara ekonomi maupun sosial dan budaya itu dicapai pada pertemuan bilateral yang berlangsung di Bali pada 8-9 Mei lalu.

"Dalam kondisi normal, pintu perbatasan dibuka tiga kali seminggu, yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Jumlah warga yang memasuki wilayah kita dari Papua Nugini bisa mencapai ratusan orang," kata Gultom seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/6).

Para prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama yang berada di bawah komando Korem 101/Antasari, Kodam VI/Tanjungpura, dan berkedudukan di Banjarmasin, Kalsel, sejak beberapa waktu terakhir ini dikerahkan untuk membantu menjaga keamanan di perbatasan RI-Papua Nugini. [hhw]

Friday, 18 April 2014

Mathias Wenda Diduga Dalangi Aksi Penembakan Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kepolisian daerah Papua menduga kreator serangkaian aksi penembakan di Skouw-Wutung perbatasan RI-PNG, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura beberapa waktu belakangan ini dilakukan oleh Mathias Wenda dan kawan-kawan.

"Kita perkirakan penembakan itu dari kelompok Mathias Wenda. Jadi kelompok Mathias Wenda kita klarifikasikan sebagai KKB yang selama ini meresahkan masyarakat perbatasan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulitsyo Pudjo kepada pers di Jayapura, Kamis.

Menurut dia, penyebab ditutupnya pos lintas batas RI-PNG juga karena imbas dari aksi penembakan KKB Mathias Wenda. "Dan yang menjadi penyebab salah satunya ditutupnya pos lintas batas di Skouw-Wutung, karena mereka (KKB Mathias Wenda,red) mengganggu upaya-upaya kemajuan kegiatan perekonomian masyarakat PNG dan Indonesia di pos lintas batas," katanya.

Kepolisian, kata Kombes Pol Sulistyo tetap melakukan pengejaran terhadap KKB Mathias Wenda. "Polisi akan terus mengejar. Kelompok ini pasti akan terus mengganggu, kita cari formula-formula yang tepat bagaimana menyelesaikan masalah ini," katanya.

Ketika disinggung apakah penembakan Kamis pagi sekitar pukul 05.30 Wit ke pos keamanan di batas RI-PNG oleh KKB Mathias Wenda memakan korban, Kabid Humas sampaikan tidak ada. "Korban jiwa tadi pagi tidak ada. Tetapi penembakan yang kemarin, korban penembakan yang menimpa saudara Herry, hari ini pada 12.00 Wit telah dipanggil Yang Maha Kuasa (meninggal,red), karena disebabkan luka yang cukup parah dan menembus tulang pangkal lengan kanan," katanya.

"Kemungkinan besar yang bersangkutan (Herry,red) alami shock, dalam arti kondisi fisiknya tidak mampu menahan sakit dan kehilangan darah yang cukup banyak. Kita juga coba tranfusi darah yang cukup banyak tapi Tuhan berkehendak untuk memanggil yang bersangkutan. Semoga amal bhakti saudara Herry diterima di sisiNya," lanjutnya.

Dan tindakan kepolisian, kata Kombes Pol Sulistyo, akan terus mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dalam melakukan penembakan itu. "Tentu saja ini tindakan kriminal, kita akan cari siapa yang bertanggungjawab atas tindakan itu, yang tertinggi adalah Mathias Wenda. Dan kami cari siapa operator di lapangan, yang kita upayakan untuk identifikasi pelaku ini," tutupnya.

Monday, 7 April 2014

KSAD Soal Penembakan di Perbatasan Papua: Boleh Balas Tapi Tak Boleh Kejar

KSAD Jenderal Budiman (Foto: Elza Astari Retaduari/detikcom)
Jakarta - Kelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata di Wutung, perbatasan RI dan Papua Nugini, terlibat baku tembak dengan TNI-Polri. KSAD Jenderal Budiman mengatakan bahwa personel TNI nanti boleh menembak untuk membela diri namun tak boleh dikejar.

"Tembakan hanya boleh wilayah kita. Balas tembakan masih boleh, karena sifatnya pembelaan diri tapi tidak boleh dikejar," kata Jenderal Budiman saat ditanya tentang penembakan di perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Hal itu dikatakan dia di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014). Menurut KSAD, saat ini potensi keributan di perbatasan dari Papua dan perbatasan lainnya diawasi dengan ketat

"Kalau mereka masuk kemudian dia bersenjata lalu kita kejar, nggak masalah. Kemarin Pangdam meminta Panglima TNI untuk berkoordinasi, karena kemarin dia tembak di luar perbatasan, kita nggak bisa masuk ke wilayah itu," 
imbuh KSAD.

Sedangkan untuk kasus penembakan di perbatasan RI di Wutung pada Sabtu (5/4/2014) lalu, KSAD mengatakan Indonesia juga memakai jalur diplomatik.

"Pencarian pelaku masih kita komunikasikan secara diplomatik. Kita minta Panglima TNI untuk koordinasi dengan Kemenlu untuk masalah ini," tandas dia.

Kerusuhan di perbatasan Papua di Wutung dengan Papua Nugini terjadi di titik nol batas Tugu Perbatasan. Aksi tersebut terjadi pada pukul 06.00 WIT oleh sekitar 30 orang kelompok Mathias Wenda dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). OPM melakukan aksi penembakan, pembakaran ban bekas hingga penurunan bendera Merah Putih dan pengibaran bendera bintang kejora.

Saat itu beberapa orang wartawan dari Jayapura akan melakukan perjalanan ke Vanimo (ibu kota Provinsi Sandoun, PNG) untuk meliput pelaksanaan Pemilu RI di negara tetangga tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol ARH Rikas Hidayatullah kepada detikcom, Sabtu (5/4/2014), membenarkan terjadinya aksi tersebut yang disebutnya merupakan provokasi.

"Kelompok GSP/B OPM berumlah 30 orang menurunkan Bendera Merah Putih di Pos Sekow Lintas Batas RI-PNG, kemudian mereka menaikkan bendera bintang kejora, membakar papan reklame," kata Rikas.

Kemudian pada pukul 09.30 WIT terjadi penembakan ke arah mercusuar atau tower perbatasan yang mengenai kaca tower tersebut. "Serpihan kaca melukai Serma Tugino, anggota unit intel Kodim 1701/JYP di bagian kepala, Kapolres kena serpihan kaca, anggota polisi tertembak di kaki," ungkap dia.

Sedangkan untuk penamanan Pemilu 2014 di Papua, TNI akan melakukan penjagaan 50 meter dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Untuk pengamanan kepolisian dan petugasnya, kita berjarak 50 meter dari tempat itu (TPS), harus pada posisi perkiraan timbul kerusuhan dan konflik," tuturnya.

Source: https://news.detik.com/