Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label anti-terror. Show all posts
Showing posts with label anti-terror. Show all posts

Saturday, 26 December 2020

Hendropriyono Minta Prabowo Turun Tangan Soal Papua Jika Tak Ingin Senasib Timtim

Hendropriyono. ©2017 Merdeka.com/Ahda

 Merdeka.com - Mantan Kapala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dia menyampaikan terkait kelompok pemberontak Papua yang semakin membahayakan.

"Soal Papua itu kalau kita hanya fokus kepada pertempuran regu antigerilya menghadapi gerilya OPM di hutan, tak usah sampe Panglima TNI, itu hanya perkara pertempuran kecil anti gerilya. Biar Pak Prabowo saja kirim timnya," kata Hendro di ruang kerjanya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan kepada Tim Liputan6, Kamis (26/12/2019).

Hendro bercerita, Prabowo saat masih menjadi Danjen Kopassus memiliki tim atau regu yang dipercaya andal untuk menghadapi OPM. Menurutnya hal itu sudah terbukti dalam sejarah bangsa Indonesia.

"Timnya itu kan sersan, kopral jago-jago, tidak usah kita ke sana yang ngurusinnya," tegas Hendro.

Sebagai seorang ahli perang pada zamannya, purnawirawan jenderal bintang empat ini yakin bila Papua tak ditangani cepat, akan bernasib seperti Timor Timur yang berakhir lepas dari NKRI.

Hendro melihat pergerakan tokoh intelektual seperti Benny Wenda bermain persis seperti Ramos-Horta yang bermain di forum internasional saat konflik di Timor Timur.

"Dulu Tim-Tim itu perjalanannya persis, Ramos Horta main di luar negeri, dia dapat hadiah nobel, sementara yang bertempur? Saya 74, 75, 77, kapan kalah bertempur? tidak pernah, tapi perangnya? Iya kalah iya karena politik, dan 25 tahun kemudian kita serahkan Timtim free of charge," tutur Hendropriyono dengan nada jengkel.

Karenanya Hendro mewanti, sebagai rakyat, kepada tataran elite pemerintahan agar dapat mencegah terjadinya skema yang sama digunakan Timor Timor. Mantan Ketum PKPI ini yakin bila strategi yang diutarakan kepada Menhan Prabowo dapat diterapkan dengan baik, maka permasalahan kelompok separatis seperti OPM dapat tuntas.

"Belajarlah yang baik dari sejarah, jangan tidak pernah belajar. Ini kan baru kebetulan saya mengalami semuanya kami mengalami semuanya, kalau saya diam saja namanya saya warga negara apatis," Hendro menandasi. [ded]

Mahfud Tampung Usul Hendropriyono Sebut OPM Sebagai Pemberontak

 TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mempertimbangkan usulan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purnawirawan) A.M. Hendropriyono yang menyebut Organisasi Papua Merdeka sebagai pemberontak.

"Soal (usulan) Pak Hendro, baguslah. Pak Hendro 'kan senior. Dia pernah lama di pemerintahan dan jenderal di BIN," kata Mahfud MD di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Hendropriyono memiliki kapasitas untuk mengemukakan pandangannya soal pertahanan dan keamanan, termasuk soal penangananan OPM.

Mahfud mengaku sudah bertemu dengan Hendropriyono dan membicarakan banyak hal, termasuk usulan tersebut.

"Usulnya kami tampung. Saya juga sudah berbicara dengan dia panjang lebar. Tentu, usul itu harus dipertimbangkan," katanya.

Oleh sebab itu, Mahfud dalam waktu tidak lebih dari 2 hari ke depan akan menggelar rapat lengkap untuk membahas langkah-langkah penanganan Papua secara komprehensif.

"Termasuk usulnya Pak Hendropriyono, usulnya Pak Mendagri, usulnya Bappenas, Menlu, semua kami tampung besok. Polisi, tentara, yuk, kita mau apa dalam melakukan upaya komprehensif terpadu soal ini," katanya.

Sebelumnya, Hendropriyono menyatakan bahwa OPM merupakan pemberontak, bukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Kita masih saja menganggap mereka KKB, kelompok kriminal bersenjata, bukan. Mereka ini adalah pemberontak. Masalah ini bukan kriminal saja. Kalau kita terus berpegang di situ, kenapa kita majukan tentara?" kata Hendropriyono di Jakarta, Senin (23/12).

Bahkan, menurut dia, OPM merupakan pemberontak yang harus masuk dalam daftar teroris internasional.

Hendropriyono menuturkan bahwa status OPM sebagai KKB seharusnya sudah berganti karena pemerintah telah mengerahkan TNI untuk menumpas OPM.

Jika memandang OPM sebagai kriminal biasa, menurut dia, pemerintah cukup mengerahkan personel kepolisian.

Hendropriyono pula menyinggung provokasi oleh media televisi milik pemerintah Australia, yakni ABC.

ANTARA

Wednesday, 23 December 2020

Hendropriyono: OPM Pemberontak, Harusnya Masuk Daftar Teroris

Eks Kepala BIN A.M Hendropriyono meminta pemerintah membawa isu OPM ke tingkat internasional dan segera melabelinya sebagai kelompok teroris. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)


Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (purn) A.M. Hendropriyono menyatakan Organisasi Papua Merdeka atau OPM bukan Kelompok Kriminal Bersenjata. Menurutnya, OPM merupakan pemberontak yang harus masuk dalam daftar teroris internasional.

"Kita masih saja menganggap mereka KKB, Kelompok Kriminal Bersenjata, bukan.

Hendro menuturkan status OPM sebagai KKB seharusnya sudah berganti. Sebab, dia menyampaikan pemerintah telah mengerahkan Tentara Nasional Indonesia untuk menumpas OPM.

Jika memandang OPM sebagai kriminal biasanya, kata dia, pemerintah cukup mengerahkan personel Kepolisian.

Lebih lanjut, dia menyampaikan status OPM sebagai KKB bisa menjadi bumerang bagi Indonesia. Dia berkata OPM bakal menggunakan statusnya itu untuk menggalang dukungan dunia internasional agar Indoensia dicap sebagai negara yang melakukan kekerasan terhadap sipil.

Hendro mengatakan OPM melalui Tentara Nasional Papua Barat (TNPB) telah membunuh aparat hingga warga sipil yang tidak mengerti apa-apa.

"Kita harus jauh hari sebelumnya harus sudah antisipasi. Seperti yang saya bilang itu kenapa kita tidak ke forum internasional. Di forum internasional mestinya OPM itu sudah masuk ke list teroris internasional," ujarnya.

Di sisi lain, Hendro juga menyinggung provokasi yang dilakukan oleh media televisi milik pemerintah Australia, yakni ABC. Dia melihat ABC kerap memutar siaran mengenai situasi keamanan di Papua.

Dia menganggap tindakan yang dilakukan oleh ABC itu untuk menggiring opini masyarakat Papua agar mendukung langkah yang dilakukan oleh OPM.

"Kita tidak boleh lalai," ujar Hendro.

Hendro berharap seluruh komponen ikut memikirkan dan berpartisipasi memecahkan persoalan yang ada di Papua dan Papua Barat. Dia tidak ingin masyarakat hanya bersandar kepada pemerintah.

Lebih dari itu, dia menyampaikan penanganan keamanan di Papua sudah terintegrasi. Namun, dia berharap Kemenko Polhukam juga berinisiatif merevisi sejumlah UU guna menunjang penyelesaian persoalan di Papua.

"Saya harapkan semua segera serius tangani. Jangan cuma jalan-jalan saja, jangan hanya ke sana (Papua), kemari," ujarnya.

"Ini masalah teknis di lapangan dengan masalah politik di internasional harus terintegrasi," ujar Hendro. 


Source: https://www.cnnindonesia.com/ 

Saturday, 24 October 2020

TPNPB Rencanakan Aksi Teror kepada Aktor ULMWP

  1. Sumber artikel dari Halaman Facebook Media Rakyat 
  2. Tanggapan WPA dapat diakses di https://wpa.news.blog/

Diketahui bahwa kelompok Tentara Pembebasan Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tengah merencanakan aksi teror berupa penembakan terhadap kelompok United LIbertaion Movement for West Papua (ULMWP). (23/10)

Apa yang direncanakan oleh TPNPB tersebut diduga sebagai bentuk kemurkaan seorang Ketua OPM, Jeffrey Bomanak. Hal ini disebabkan pihaknya merasa dirugikan atas berbagai aksi yang digerakkan ULMWP.

Banyak pihak mengatakan tentang konflik yang terjadi antara OPM dan ULMWP didasari pada sikap kelompok ULMWP yang dengan segala aksinya terus menjatuhkan nama baik OPM. Terlebih Jeffrey beranggapan bahwa upaya yang dilakukan oleh ULMWP malah akan mengaburkan perjuangan bangsa Papua.

baca juga:Allen Halitopo Tanggapi Keras Pernyataan Viktor Yeimo

"Jika mereka masih bermain-main, kami akan fasilitasi. Buktikan kalau kelompok yang baru dibentuk beberapa tahun kemarin itu bisa berbuat apa untuk Papua," ungkap Jeffrey.

Apa yang dikatakan oleh Jeffrey diduga bersinambung dengan beredarnya sejumlah nama-nama pengurus ULMWP yang oleh kelompok TPNPB diklaim sebagai sasaran operasi. Dari sejumlah daftar yang dituliskan, diketahui terdapat nama besar seperti Buktar Tabuni, Allen Halitopo, Matias Wenda, Sem Karoba, dan Bazoka Logo.

Sebelumnya ketua OPM pernah menegaskan akan mengerahkan pasukan TPNPB untuk memperingatkan kelompok Benny Wenda Cs yang telah lancang memperkeruh perjuangan Papua.

baca juga: TPN-PB Jangan Menganggap Perjuangan Hanya Perang Senjata Saja

"Perjuangan yang sah dan suci menurut konstitusi mengalir dari tubuh OPM/TPNPB. Jika ada yang tidak setuju, saya siap anggap mereka adalah musuh. Jangan menyesal jika TPN harus ikut meluruskan perjuangan,"

Diakhir kesempatannya, Kata Jeffrey, pihaknya menduga bahwa ULMWP sengaja disiapkan oleh negara Indonesia untuk membuat kekacauan di Papua. Apa yang menjadi dasar dalam argument tersebut adalah tolak ukur setiap upaya yang dilakuan ULMWP erat kaitannya dengan praktik kolonialisme.

Thursday, 3 November 2016

Indonesia’s US Backed Special Forces Engaged in “Murder and Abduction”

Documents Leak from Notorious US-Backed Unit as Obama Lands in Indonesia Secret Files Show Kopassus, Indonesia’s Special Forces, Targets Papuan Churches, Civilians JAKARTA – Secret documents have leaked from inside Kopassus, Indonesia’s red berets, which say that Indonesia’s US-backed security forces engage in “murder [and] abduction” and show that Kopassus targets churches in West Papua […]

from WordPress http://ift.tt/2fwIUek
via IFTTT