Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label berita duka. Show all posts
Showing posts with label berita duka. Show all posts

Sunday, 23 February 2020

Andy Ayamiseba, Pentolan Papua Merdeka dan Mantan Manajer Black Brothers Meninggal Dunia

Tribun Medan 22 Feb 2020 12:34

Andy Ayamiseba pentolan The United Liberation Movement for West Papua atau yang sering di sebut Organisasi Papua Merdeka, meninggal dunia
Andy Ayamiseba, Pentolan Papua Merdeka dan Mantan Manajer Black Brothers Meninggal Dunia

TRIBUN-MEDAN.com - Andy Ayamiseba pentolan The United Liberation Movement for West Papua atau yang sering di sebut Organisasi Papua Merdeka, meninggal dunia di Canberra, Asutralia, Jumat (21/2/2019)

Kabar meninggalnya Andy Ayamiseba menghiasi halaman media sosial teman-temannya, seperti yang dituliskan akun fanspage Facebook Humans of Vanuatu.

"Andy Ayamiseba. West Papua international activist and Vanuatu citizen. RIP. Selamat jalan," tulisnya, Sabtu (22/2/2019).

Andy Ayamiseba meninggal dunia karena menderita kanker. Keluarganya pun sempat meminta donasi di situs crowdfunding Gofundme, untuk biaya pengebatan Andy Ayamiseba.

Bahkan link donasi ini dishare oleh di akun pribadi Andy Ayamiseba dan beberapa temannya menuliskan komentar supaya Andy Ayamiseba semangat.

Andy Ayamiseba lahir di kota Biak, 21 April 1947 dari pasangan Dirk Ayamiseba dari Papua dan ibunya Dolfina Tan Ayomi keturunan Tionghoa.

Ayahnya, Dirk Ayamiseba pernah menjadi Gubernur pertama di Papua dan Ketua DPRD-GR pertama. Namun ideologi Andy dan ayahnya tidak sejalan.

Senior OPM Andy Ayamiseba
Andy memilih ikut berjuang bersama para aktivis Papua merdeka untuk melepaskan Papua dari NKRI. Andy sangat intens terlibat bersama faksi-faksi pendukung Papua merdeka di Vanuatu.

Andy dan lima orang rekannya yang lain sesama pengusung ideologi Papua merdeka pernah mewakili Papua ke Noumea, ibukota negara New Caledonia menghadiri upacara pembukaan The 19th Melanesian Spearhead Group (MSG) Leaders Summit pada 2013 lalu.

Namun ditengah kegiatan politiknya, Andy Ayamiseba adalah seorang yang pernah berpengaruh di dunia blantika musik Indonesia.

Seperti dilansir Tribun Medan dari Kompasiana, Andy Ayamiseba adalah sosok dibalik lagu-lagu lawas yang hits di era 1970, yaitu 'Kisah Seorang Pramuria' dan 'Mutiara Hitam'.

Lagu-lagu ini dipopulerkan oleh grup musik Black Brothers dari Tanah Papua yang dibentuk oleh Andy Ayamiseba.

Saat itu personil Black Brother yaitu Benny Betay (bass), Jochie Phiu (keyboard), Amry Tess (trompet), Stevie MR (drums), Hengky Merantoni (lead guitar), Sandhy Betay (vokal), Marthy Messet (lead vocal), Agus Rumaropen (vokal) dan David (saxophone), sedangkan Andi Ayamiseba berperan sebagai Manajer band.

Kepiawaian Andy Ayamiseba memanajemen grup musik boleh diancungi jempol.

Salah satunya adalah mengubah nama grup musik ini dari sebelumnya bernama Iriantos dan setelah hijrah ke Jakarta tahun 1976 namanya diubah menjadi Black Brother.

Kehadiran Black Brothers di ibukota cukup mendapat tempat saat itu di hati pecinta musik Indonesia. Banyak produser ternama yang mengikat kontrak dengan grup musik ini.

Tetapi setelah Andy Ayamiseba mulai ikut dalam politik Papua Merdeka, ketenaran Black Brother pun perlahan turut meredup di Indonesia.

Band ini pun sempat tenar di Belanda dan Vanuatu, setelah melakukan beberapa show di Belanda dan negara-negara tetangga seperti Papua Nugini dan Vanuatu.

Sekitar tahun 1980 mereka pun meminta suaka politik di Negeri Belanda. Kemudian tahun 1983 grup ini hijrah ke Vanuatu atas undangan pemerintah Vanuatu yang saat itu dipimpin Presiden Walter Lini dan Barak Sope.

Kabarnyanya, Black Brothers punya peran khusus dalam memberikan dukungan lewat musik untuk mendirikan negara di Pasifik Selatan itu.

Kedekatan Andy dengan Barak Sope membuat Andy ikut marasakan dampak kejatuhan Walter Lini dari kursi kepresidenan tahun 1988 akibat mosi tidak percaya dari rakyat Vanuatu.

Alm. Dr OPM John Ottow Ondawame, (alm) Benny Wenda, dan
Senior OPM Andy Aymiseba (alm)
Ia dideportasi dari negara Vanuatu. Group musik Black Brothers pun tercerai berai. Personilnya ada yang tinggal di Vanuatu dan sebagian lagi tinggal di Australia.

Beberapa di antaranya sudah meninggal dunia di negeri orang.

Setelah tak bersama Black Brother lagi, ia mencoba kembali ke Vanuatu tahun 1990-an setelah namanya dihapus dari daftar imigran terlarang di negeri itu.

Ia melakukan beberapa kunjungan ke Vanuatu dengan dokumen perjalanan yang disediakan oleh pemerintah Australia.

Ia pun membujuk pemerintah Vanuatu mendukung gerakan kemerdekaan Papua Barat.

Ia mengisi hari-harinya dengan usaha dagang eksport-impor dan terus menjalin hubungan dengan faksi-faksi pendukung Papua merdeka di Vanuatu.

Atas pelanggaran urusan dagang, Andy pernah dideportasi ke negara Kepulauan Solomon oleh pemerintah Vanuatu pada 9 Pebruari 2006.

Namun pihak imigrasi Solomon menolak Andy masuk ke negera itu.

Manager Black Brothers, Andy Ayamiseba bersama
Personil Band
Andy kembali dimasukan ke dalam pesawat yang kemudian mengantarnya ke Australia, namun Andy ditolak oleh pihak imigrasi Australia yang kemudian mengirimnya kembali ke Vanuatu tanggal 10 Pebruari 2006.

Pada 14 Mei 2012 lalu mantan manajer Black Brothers ini pernah ditangkap karena melakukan protes kepada pemerintah Vanuatu tanpa izin yang sah.

Andy memprotes kebijakan Pemerintah Vanuatu menjalin kerjasama latihan militer dengan pihak Indonesia.

Andy menolak kedatangan pesawat militer Vanuatu yang membawa 100 unit komputer, sebagai bagian dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani pemerintah Indonesia dan Vanuatu.

Ayamiseba menilai tindakan ini telah mengabaikan dukungan rakyat Vanuatu terhadap hak penentuan nasib sendiri bagi Papua Barat.(*)

Monday, 31 October 2016

Dibungkus Bintang Kejora, Diantar Kerabat ke Peristirahatan Terakhir Sumber Dari: http://ift.tt/2epZ7gj

MANOKWARI, — Onesimus Rumayom, korban penembakan Sanggeng Rabu (26/10) malam akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih Manokwari, Sabtu (29/10) siang. Korban dimakamkam setelah disemayamkan di kediamanya jalan Serayu Sanggeng selama dua hari. Jenazah diantar ke TPU dengan menggunakan mobil ambulance dan diiringi ratusan kerabat dan warga Sanggeng. Tampak dalam peti Jenazah Onesimus […]

from WordPress http://ift.tt/2dUeOjr
via IFTTT

Friday, 14 October 2016

Benny Karoba, Perwira Markas Pusat Pertahanan TRWP Meninggal Dunia

Diumumkan dengan menundukkan kepala dan merendahkan diri kpada seluruh Keluarga Besar Karoba-Gombbo di manapun Anda berada, anak-anak dan cucu-cucu, Pasukan TRWP di medan perjuangan, Benny Wenda di Inggris dan kepada Keluarga Besar Pejuang Papa Merdeka, bahwa telah berpulang ke Pangkulan Allah Bapa di Surga, Perwira Tentara Revolusi West Papua di Markas Pusat Pertahanan TRWP Col. […]

from WordPress http://ift.tt/2eeEMuQ
via IFTTT

Tuesday, 27 October 2015

Brigjend Richard Joweni, Sosok Tentara dan Diplomat Revolusioner

Author : Admin Jubi, October 19, 2015 at 08:55:07 WP, Editor : Victor Mambor Jayapura, Jubi – Seluruh rakyat Papua terlebih Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN) telah berduka atas kehilangan sosok pemimpin kharismatik Brigjen Richard Joweni. Pria bernama lengkap Uria Hans Joweni ini sebelumnya telah dikabarkan meninggal dunia pada Jumat 16 Oktober 2015, pukul […]

from WordPress http://ift.tt/1XuJHIg
via IFTTT

Tuesday, 16 September 2014

Benny Wenda Gelar Acara Bakar Batu di Inggris Kenang Kepergian Dr. Ondowame

Acara bakar batu yang digelar di lokasi peternakan, dekat Brighton, Inggris, ini dihadiri juga oleh sejumlah warga Inggris yang selama ini aktif mengkampanyekan kerinduan bangsa Papua Barat untuk merdeka. Benny Wenda, dalam sambutannya mengatakan, Dr. Ondowame merupakan tokoh intelektual, dan diplomat Papua Merdeka yang cukup terkenal di kawasan kepulauan Pasifik, dan telah mengabdikan seluruh hidupnya […]



from WordPress http://ift.tt/1q7K6Nr

via IFTTT