Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label deadly unrest. Show all posts
Showing posts with label deadly unrest. Show all posts

Wednesday, 2 October 2019

Korban Selamat Rusuh Wamena Tidak Yakin Pelakunya OPM

Erizal (42) perantau asal Pesisir Selatan, Sumbar yang selamat
dari kerusuhan di Wamena, Papua (GATRA/Wahyu Saputra/ft)
Padang, Gatra.com  Pelaku kerusuhan di Wamena, Papua, Rabu (23/9) lalu masih gelap bagi korban yang selamat sekalipun. Perantau asal Ranah Minang, Erizal (42), warga Sungai Rampan, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengaku tidak mengenal kelompok pelaku kerusuhan di Wamena.

Apalagi, selama ini dia memiliki hubungan baik dengan maasyarakat Wamena umumnya. Dalam kejadian itu, dia sekeluarga, anak, istri, dan adik istrinya dibantu orang Papua. Erizal yakin pelaku kerusuhan bukan orang Wamena, apalagi orang yang berada di tempat tinggalnya. "Saya juga tidak yakin itu dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebab saya juga memiliki teman-teman dari orang OPM," kata Erizal di hadapan awak media di Padang, Selasa (1/10).

Dalam peristiwa kerusuhan itu, Erizal kehilangan anak, istri, dan kemenakannya karena terbakar. Sementara ia berhasil melarikan diri usai menjadi pura-pura mati, yang akhirnya meminta bantuan dari Kodim setempat, dan kini kembali ke kampung halaman.

Namun pascakerusuhan itu, Erizal belum memiliki rencana kembali ke Papua. Saat ini ia ingin memulihkan keadaannya di kampung halaman di Pesisir Selatan. Ia pun sangat berharap pemerintah di Papua mau menggantikan asetnya yang musnah.

Rencana selanjutnya belum terpikirkan. "Saya berharap Bupati Jayawijaya dan Gubernur Papua, aset saya yang terbakar ada ganti rugi. Saya punya tiga kios sewa, tempat tinggal, dan motor. Apalagi saya sudah memiliki KTP Papua. Saya harap tidak ada permusuhan seperti ini lagi," ungkap pria yang sudah menetap enam tahun di Wamena itu.

Reporter: Wahyu Saputra
Editor: Rohmat Haryadi

Wednesday, 18 September 2019

Thousands of West Papuan students return home over safety fears

Over 2000 West Papuan university students have returned home from Indonesian cities since last month over safety fears.

Protesters march in Jayapura. Photo: Whens Tebay
Racist harassment of Papuan students in university dormitories in Javanese cities last month sparked weeks of widespread protests and unrest in Papua.

While Indonesian police have started investigations into the harassment, many students claim they continue to face threats and feel unsafe.

As of Monday, 2047 students had been recorded by Papua's provincial government as having left their studies to return to their home region since August.

The majority of the students are from Highlands regencies in Papua.

Last month, in response to the harassment, Papua's Governor Lukas Enembe offered support to students who wished to return home from Java.