Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label demonstrasi. Show all posts
Showing posts with label demonstrasi. Show all posts

Sunday, 29 November 2020

36 Orang Ditangkap Usai Demo Papua Merdeka


Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Papua Barat menangkap 36 orang di wilayah Manokwari dan Sorong Kota usai demo memperingati Hari Ulang Tahun West Papua New Guinea National Congress (WPNGNC).


Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi menyatakan orang-orang yang diamankan tersebut tengah diminta keterangan oleh kepolisian.

"Polres Manokwari di-backup Brimob Polda Papua Barat sudah mengamankan dan mengambil keterangan," kata Erwindi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (27/11).

Dia menjelaskan bahwa unjuk rasa yang dilakukan tersebut tidak melayangkan pemberitahuan kepada aparat kepolisian. Oleh karena itu, polisi mengklaim berwenang membubarkan aksi tersebut.

Selain itu, kata dia, unjuk rasa tersebut dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan menghalangi jalanan sehingga membuat pengguna jalan lain tak bisa melintas.

"Materi demo pun melanggar Pasal 6 UU Nomor 9 Tahun 1998," kata dia melanjutkan.

Sesuai ketentuan pasal tersebut mengatur bahwa dalam menyampaikan pendapatnya, warga harus menghormati hak dan kebebasan orang lain, menghormati aturan moral, dan menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Dia meminta agar pihak yang melakukan aksi unjuk rasa dapat memperhatikan situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap aksi penyampaian aspirasi dapat sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam undang-undang.

"Jika tidak sesuai di atas maka polisi sesuai amanat undang-undang berkewajiban untuk membubarkan," ucap dia.

Sebagai informasi, setidaknya dua anggota Brimob Polda Papua Barat terluka akibat terkena lemparan batu saat membubarkan aksi tersebut.

Dilansir dari Antara, massa yang tidak terima dibubarkan langsung melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol sehingga massa dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Massa yang dipukul mundur semakin brutal dan terus melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol. Massa juga menembakkan kembang api ke arah aparat kepolisian.

Massa aksi berteriak-teriak 'Papua Merdeka' sambil melempar batu ke arah aparat kepolisian.

(mjo/psp)

Monday, 16 November 2020

Gagal Demo di Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum


CNN Indonesia

Aliansi Mahasiswa Papua gagal berunjuk rasa di Istana Negara karena akses menuju istana ditutup aparat. Mereka menyanyikan lagu 'Papua Bukan Merah Putih'.

Aliansi Mahasiswa Papua berunjuk rasa di sekitar patung Arjunawiwaha. (CNN
Indonesia/ Dhio Faiz)

Jakarta, CNN Indonesia -- Aliansi Mahasiswa Papua meneriakkan referendum usai diadang kepolisian saat hendak berdemonstrasi di kawasan Istana Negara, Jakarta, Senin (16/11).

Saat polisi menutup akses jalan ke Istana, orator Roland Levy menyebut pengadangan sebagai bentuk represi terhadap demokrasi. Polisi melarang mahasiswa Papua berdemonstrasi di Istana meski telah menyampaikan pemberitahuan dari pekan lalu. Polisi memasang kawat berduri dan menutup akses menuju Istana.

"Ini bukti pembungkaman terhadap demokrasi. Ini juga terjadi di Tanah Papua," kata Roland di depan barikade kawat berduri.

Roland pun meminta rekan-rekannya untuk melantangkan perlawanan. Mereka menyanyikan lagu Papua Bukan Merah Putih, lagu yang menyatakan penolakan pengakuan Papua sebagai bagian dari wilayah Indonesia.

Mereka pun melanjutkan aksi dengan orasi-orasi politik di depan kawat berduri. Para mahasiswa Papua menyatakan tiga tuntutan, yakni penolakan operasi Blok Wabu bekas PT Freeport Indonesia, penolakan perpanjangan otonomi khusus Papua yang berakhir 2021, dan menolak UU Cipta Kerja.

Di tengah-tengah aksi, orator Roland Levy berulang kali meneriakkan referendum. Ia juga meneriakkan tuntutan untuk memerdekakan Papua.

  • "Referendum?" ucap Roland.
  • "Yes," kata massa.
  • "Papua?" ucap Roland lagi.
  • "Merdeka," saut massa.
  • "Otsus?" teriak Roland.
  • "Tolak," sambut massa.

Massa pun tetap bertahan di kawasan Patung Arjunawiwaha. Demonstran menyampaikan orasi politik secara bergantian tentang potret ketidakadilan di Tanah Papua.

Sejumlah kelompok masyarakat Papua memperjuangkan referendum agar Papua bisa memisahkan diri dari Indonesia. Tuntutan ini menguat sejak akhir tahun 2019.


Pada 17 Agustus 2019, ada aksi rasisme oknum aparat kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Aksi rasisme itu pun memicu gelombang demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa Papua di berbagai daerah.

Dari aksi itu, sejumlah tokoh pemuda Papua ditangkap dan dipenjara. Beberapa di antaranya adalah aktor yang berunjuk rasa di Jakarta, seperti Ambrosius Mulait dan Surya Anta Ginting.

Saturday, 5 November 2016

Bendera Aceh berkibar di tengah demo Ahok

Merdeka.com - Ratusan ribu ormas Islam berdemo di Istana Negara terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelum menggelar aksi sebagian massa berkumpul di Masjid Istiqlal. Pantauan merdeka.com, Jumat (4/11), ada bendera Aceh yang menyerupai Gerakan Aceh Merdeka yang dikibarkan oleh sekelompok pemuda yang diduga FPI Aceh. Tak […]

from WordPress http://ift.tt/2ewp7cd
via IFTTT

Friday, 16 September 2016

Tuntut Merdeka, 800.000 Warga Catalonia Penuhi Jalanan Kota Barcelona

Barcelona - Ratusan ribu warga Catalonia turun ke jalanan kota Barcelona dan sekitarnya menyerukan merdeka dari Spanyol. Seruan ini merupakan perpanjangan dari upaya beberapa tahun terakhir yang menginginkan Catalonia memisahkan diri dari Spanyol. Kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Senin (12/9/2016), memperkirakan ada sekitar 800 ribu warga yang ikut serta dalam aksi protes ini. Namun pemerintah […]

from WordPress http://ift.tt/2cNhrkj
via IFTTT

Friday, 15 July 2016

Demo Damai Dukung ULMWP ke MSG Pindah Ke Anjungan Expo Waena

JAYAPURA –Jubi -  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan dukungan sepenuhnya Perwakilan Papua Barat United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) untuk masuk menjadi anggota tetap Melanesian Spreadhead Group (MSG) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada tanggal 14-16 Juli 2016 di Honiara, ibukota Kepulauan Salomon. “Kami tak mengharap dan menjanjikan kepada rakyat bahwa ULMWP diterima […]

from WordPress http://ift.tt/29Uqbqu
via IFTTT