Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label dukungan Australia. Show all posts
Showing posts with label dukungan Australia. Show all posts

Tuesday, 11 February 2020

Veronica Koman Enggan Ungkap Cara Memberikan Data Papua ke Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara hak asasi manusia Veronica Koman mengatakan telah memberikan data tahanan politik dan korban tewas di Papua kepada Presiden Joko Widodo. Data itu diserahkan kepada Jokowi, Senin, 10 Februari 2020 waktu Australia. Namun Veronica enggan menjelaskan mekanisme penyerahan data tersebut ke presiden.

"Jadi kami tim memutuskan untuk enggak perlu terlalu fokus bagaimana cara penyerahannya. Tapi kita fokus pada substansi bahwa Presiden sudah kantongi datanya," kata Veronica ketika dihubungi Tempo, Senin, 10 Februari 2020.

Veronica menegaskan bahwa data itu secara langsung telah diberikan oleh timnya kepada Presiden Jokowi. Ihwal prosedur penyerahan maupun tanggapan lebih lenjut mengenai penyerahan data itu, Veronica meminta Tempo bertanya kepada Presiden secara langsung.

"Diserahkan ke Pak Jokowi. Lokasi di... Kami menolak (memberitahu) karena kami enggak mau fokus ke prosedur. Kami mau fokus ke substansi. Tapi dipastikan sudah diterima Jokowi. Cek ke Jokowi dan tim gimana tanggapannya," 
ujarnya.

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto 
Data yang diberikan kepada Presiden Jokowi, kata Veronica, di antaranya adalah nama dan lokasi penahanan terhadap 57 orang tahanan politik di tujuh kota di Indonesia, serta nama 243 korban tewas akibat bentrok dengan militer di Nduga, Papua Barat.

"Selama ini kita bertanya-tanya, Presiden tahu enggak, ya, jumlah korban? Nah, sekarang kan sudah diserahkan ke Presiden. Jadi kita sedang nantikan gimana akan tindaklanjuti. Karena kita lihat Presiden Jokowi profilnya begitu peduli dengan Papua," ujar Veronica.

Pihaknya menutut agar Presiden Jokowi dapat menindaklanjuti data tahanan politik dan operasi militer di Nduga. Menurut Veronica, dua hal itu merupakan masalah yang mendesak untuk diselesaikan.

Dia pun menunggu Jokowi melakukan tindak lanjut nyata. Sebab, menurut Veronica, dalam rapat parlemen di Australia, Jokowi menegaskan komitmennya menjamin hak asasi manusia di Papua.

"Tapi kami inginnya tindakan nyata. Jangan retorika lagi. Kami kan tentukan lokasi (penahanannya) dimana, jelas tuh polres, rutan. Jadi Presiden itu kan panglima negara tertinggi. Beliau bisa (perintahkan) lepas (tahanan) dan menarik pasukan," 
ucap Veronica.

HALIDA BUNGA FISANDRA

Veronica Koman Serahkan Data Korban Papua ke Jokowi di Australia

TEMPO.CO, Jakarta-Sejumlah aktivis menyerahkan data tahanan politik dan korban tewas Papua kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang tengah berkunjung ke Canberra, Australia.
Data itu diserahkan pada Senin siang, 10 Februari 2020, waktu setempat. Salah satu aktivis dan pengacara HAM, Veronica Koman, mengatakan pihaknya juga mendesak agar krisis politik dan kemanusiaan di Papua segera dihentikan.

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto 
Untuk itu, dia meminta pemerintah Australia membahas pelanggaran HAM di Papua dengan Presiden Jokowi dalan pertemuan bilateral yang akan digelar pekan ini.

“Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia," 
kata Veronica melalui siaran persnya.

"Kami juga menyerahkan nama beserta umur dari 243 korban sipil yang telah meninggal selama operasi militer di Nduga sejak Desember 2018, baik karena terbunuh oleh aparat keamanan maupun karena sakit dan kelaparan dalam pengungsian,” ujarnya.

Veronica berujar di awal periode pertamanya pada 2015, Presiden Jokowi membebaskan lima tahanan politik Papua. Hal ini dipandang masyarakat sebagai langkah yang penuh dengan harapan baru bagi Papua.

"Namun pada awal dari periode keduanya saat ini, terdapat 57 orang yang dikenakan makar yang sedang menunggu sidang. Langkah ini hanya akan memperburuk konflik di Papua," katanya.

Selain itu, Veronica menyebut sejumlah gubernur, bupati, pimpinan gereja, pimpinan adat, akademisi, aktivis dan mahasiswa telah memohon kepada Presiden Jokowi untuk menarik pasukan dari Nduga sejak Desember 2018. Namun, permintaan itu tidak pernah diindahkan.

Veronica mengatakan Presiden Jokowi secara langsung telah memegang data nama tahanan dan korban tewas di Papua. "Termasuk nama-nama dari 110 anak-anak dari total 243 sipil yang meninggal, akankah Presiden tetap tidak mengindahkan permintaan tersebut?” ujarnya.

HALIDA BUNGA FISANDRA

Sunday, 5 February 2017

Walau sempat ditangkap, penerobos KJRI Melbourne tidak kapok

Laki-laki (42) penerobos KJRI Melbourne sesaat setelah dilepas dengan jaminan dari Kepolisia Federal Australia memosting logo ini di thread percakapan facebooknya - IST

Jayapura, Jubi – Laki-laki 42 tahun, yang tertangkap kamera menerobos KJRI Melbourne, naik ke atapnya dan membentangkan bendera Bintang Kejora, ditangkap di pinggiran kota Melbourne, Selasa (31/1) lalu.
Hal itu dikonfirmasi Polisi Federal Australia (AFP) seperti dilansir CNN Indonesia minggu lalu. "Pria tersebut didakwa dengan pelanggaran di area yang dilindungi, bertentangan dengan Pasal 20 dari Perlindungan Orang dan UU Properti 1971," bunyi keterangan tersebut.
Saat ini, terduga pelaku telah ditebus dengan jaminan untuk hadir di Pengadilan Magistrat Melbourne, Kamis, 23 Februari.
Laki-laki yang ditangkap tersebut, melalui akun facebook pribadinya (yang namanya sengaja tidak kami cantumkan disini—red) Senin (30/1) mengatakan ada 6 orang polisi federal merangsek masuk apartemennya hari itu.
“Mereka borgol saya, dan bawa saya keluar gedung. Mereka bawa ke Kantor pusat polisi federal di Melbourne, menanyai saya, mengenakan saya pasal, memroses saya, lalu membebaskan saya dengan jaminan. Saya dikenakan pasal atas penerobosan di trempat yang dilindungi berdasarkan hukum Commonwealth,” demikian tulisnya.
Tidak tampak ada penyesalan maupun resah dari pernyataannya, malahan orang-orang yang berkomentar turut menyemangati dan menganggap tindakannya itu sebagai inspirasi:
“Anda adalah inspirasi, kawan. Hormat”.
Bahkan ada pula yang menawarkan untuk menggalang dana guna membayar jaminan akibat pasal yang dikenakan tersebut.
Bahkan ketika seorang temannya berkomentar:
“Bro, kau pasang semua ini di sosial media tidak takut kah? mereka akan awasi,” yang bersangkutan hanya menjawab: “loi” (Laughing out loud).
KJRI Melbourne, seperti dikutip CNN Indonesia mengatakan masalah tersebut dianggap selesai karena sudah merupakan perkara pengadilan, “maka tidak akan sesuai untuk memberikan komentar lebih lanjut," kata KJRI.
Insiden penerobosan KJRI tersebut terjadi sekitar pukul 12.52 waktu setempat, 6 Januari lalu. Pelaku menerobos halaman gedung aparteman tetangga KJRI sebelum memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2,5 meter.
Seorang pengacara publik yang aktif membela hak-hak politik rakyat Papua di Jakarta, Veronika Koman kepada Jubi (9/1)  menanggapi penerobosan tersebut mengatakan respon Indonesia itu tersebut terlalu reaktif dan mengabaikan persoalan yang justru perlu dipikirkan ulang terkait West Papua.
"Pemerintah Indonesia, terlebih penduduk Indonesia, harusnya refleksi kenapa hingga WNA Australia mendukung pembebasan West Papua—sampai berani menerobos KJRI??" ungkap Koman melalui sambungan telpon.(*)

Thursday, 27 October 2016

Universitas Melbourne gelar kuliah umum sikapi West Papua di Pasifik

Jayapura, Jubi – West Papua, Indonesia dan Pasifik menjadi topik diskusi hangat dalam diskusi umum terbuka yang diselenggarakan oleh Universitas Melbourne, Selasa (25/10) di Sidney Myer Asia Centre Melbourne Australia. Diskusi tersebut membahas perkembangan politik di West Papua dan konflik ‘tak terdamaikan’ antara pemerintah Jakarta dan kelompok-kelompok perlawanan di Papua. Perjuangan diplomatik antara pemerintah Indonesia […]

from WordPress http://ift.tt/2faaPR3
via IFTTT

Punk for West Papua menangkan Film Dokumenter terbaik di Sidney Indie Film Festival

Jayapura, Jubi – Sydney Indie Film Festival memilih Punk for West Papua memenangkan Film Dokumenter terbaik di ajang Sidney Indie Film Festival Senin (24/10/2016). Awal tahun ini film tersebut juga memenangkan Award of Merit, Feature Dokumenter di festival Indiefest Film di San Diego, AS. Film berdurasi 46 menit yang disutradarai oleh Anthony Brennan ini menceritakan […]

from WordPress http://ift.tt/2ee8gbx
via IFTTT

Saturday, 22 October 2016

Genosida Papua: Tantangan Berat Bagi Diplomasi NKRI

SYDNEY, SATUHARAPAN.COM - Upaya Indonesia untuk meredam internasionalisasi masalah Papua, tampaknya semakin hari semakin menemukan tantangan berat. Setelah tujuh negara Pasifik belum lama ini mengangkat isu Papua di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), berbagai jalur lain untuk mengangkat isu itu bermunculan. Tak lagi hanya lewat jalur diplomasi formal, kini lewat saluran diplomasi lain, termasuk […]

from WordPress http://ift.tt/2es7FUg
via IFTTT

Friday, 12 August 2016

Parlemen Australia: Masyarakat Australia Aktif Dukung Papua Lepas Dari Indonesia

Salah satu anggota Parlemen Australia mengatakan secara kenegaraan, pemerintah negeri kanguru itu tidak mendukung gerakan yang mengarah pada pemisahaan dari negara kesatuan republik Indonesia, namun diakuinya bahwa banyak masyarakat sipil di negaranya itu yang aktif mendukung Papua lepas dari Indonesia. “Kami tidak pernah mendukung kelompok itu, namun banyak kelompok masyarakat di Australia yang aktif mendukung […]

from WordPress http://ift.tt/2aLYEmd
via IFTTT

Wednesday, 10 August 2016

Dua Anak Australia ini pun Tau Apa yang Terjadi di Papua

Jayapura, Jubi – Di awal tahun 2016 ini, dua bersaudara Kara dan Neisha tidak pernah berpikir tentang Papua. Enam bulan kemudian, garasi di rumah dua anak perempuan yang tinggal di Waratah, Newscastle, Australia ini penuh sesak dengan sumbangan, yang akan dikirim ke Papua dalam minggu ini. Keduanya juga dengan sukarela membagikan pengetahuan mereka tentang Papua […]

from WordPress http://ift.tt/2berjma
via IFTTT

Friday, 8 May 2015

Partai Kemerdekaan West Papua Dibentuk di Perth Australia

Kabar gembira bagi pendukung dan pemerhati Kampanya Papua Merdeka di manapun Anda berada. Telah tersiar berita bahwa sebuah Partai Politik bernam "Partai Kemerdekaan West Papua" (Free West Papua Party), berkantor Pusat di Perth, Australia. Paul Madden sebagai Ketua Partai Politik Kemerdekaan West Papua mendorong sebuah dukungan terbuka dari Australia secara politik untuk kemerdekaan West Papua […]

from WordPress http://ift.tt/1zPTbXf
via IFTTT

Monday, 1 December 2014

Peringati HUT Papua Merdeka, 10 Kota di Australia Kibarkan Bendera Bintang Kejora

AUSTRALIA, SUARAPAPUA.com --- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Papua Barat, yang jatuh pada 1 Desember, Free West Papua Campaign (FWPC), melalui halaman Facebook, mengabarkan, bahwa aksi demo damai dan pengibaran bendera bintang kejora akan dilangsungkan di 10 kota di Australia. Di Kota Brisbane, puluhan massa aksi melangsungkan demonstrasi damai di depan King George Square, […]



from WordPress http://ift.tt/1y8ecbO

via IFTTT

Friday, 28 November 2014

Jelang 1 Desember, AWPA Tulis Surat Terbuka Kepada Menlu Australia

AUSTRALIA --- Australia West Papua Association (AWPA) menulis surat terbuka kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Kevin Rud, tentang kekhawatiran kemungkinan tindakan kekerasan dalam perayaan 1 Desember di tanah Papua. Koordinator AWPA, Joe Collins, dalam siaran persnya mengatakan, setiap tahun orang Papua Barat merayakan 1 Desember dengan pertaruhkan nyawa dan hukuman penjara, karena mengibarkan bendera […]



from WordPress http://ift.tt/1vr4eRV

via IFTTT