Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label eksistensi MADAT. Show all posts
Showing posts with label eksistensi MADAT. Show all posts

Saturday, 20 June 2015

Kepala Suku Karbitan Pemerintah Hancurkan Kepemimpinan Honai

“Memasukanku dalam keseluruhan yang kau bayangkan menegasi diriku,” tulis Dostoevsky, seorang Sastrawan dan filsuf Rusia Keturunan Yahudi di masa hidupnya (11 November 1821-9 Februari 1881). Kita mungkin telah lupa pemberitaan yang mengejutkan tentang sekelompok orang gunung yang memprakarsai kongres tiga tungku. Kongres tiga tungku itu telah memilih 16 kepala suku dari 16 kabupaten di Pegunungan […]

from WordPress http://ift.tt/1d6LYa1
via IFTTT

Friday, 27 March 2015

MRP : Kerja Sama Kawasan Tabi Perlu Melihat Tiga Hal

JAYAPURA – Anggota Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Seblum Werbebkay, mengatakan, Percepatan Pembangunan Kawasan Tabi menjadi tanggung jawab Kepala Daerah di lima Kawasan Tabi. Kelimanya adalah Bupati Kabupaten Jayapura, Walikota Jayapura, Bupati Keerom, Bupati Sarmi dan Bupati Memberamo Raya. Lima Kepala Daerah Tabi ini perlu memperhatikan tiga hal. Pertama pelaksanaan Pembangunan di Kawasan Tabi […]



from WordPress http://ift.tt/1yg2IAv

via IFTTT

Wednesday, 25 March 2015

Selamatkan Tanah dan Manusia Papua, MRP Segera Gelar RDP

JAYAPURA - Ketua Pansus Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) MRP, Yakobus Dumupa, menyatakan, terkait permasalahan Tanah dan Manusia Papua, MRP segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan dilaksanakan tanggal 26-29 Mei 2015, dengan fokus masalah penyelamatan Tanah dan Manusia Papua. Dikatakan, RDP ini melibatkan Pemerintah, baik Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat, […]



from WordPress http://ift.tt/1OwmLF0

via IFTTT

Thursday, 15 May 2014

Berduka Cita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya ALFINA GOMBO

Dengan mengucapkan Doa dan permohonan kepada Tuhan Pencipta Langit dan Bumi dan Pencipta kita semua, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, Allah nenek-moyang kita, Allah kita, Allah anak-cucu kita, atas nama segenap makhluk yang ada di Pulau New Guinea, atas nama para Kepala Suku/ Klen dan Kepala Perang suku-suku Koteka, dengan ini mengucapkan BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA […]



from WordPress http://ift.tt/T2QuNM

via IFTTT

Saturday, 4 June 2011

Selamatkan Manusia dan Hutan Papua

JUBI --- Kampanye 'Selamatkan Manusia dan Hutan Papua' jelang hari Lingkungan Hidup sedunia (World Environment Day) 5 Juni 2011 agaknya relevan. Berbagai pihak yang peduli lingkungan di Papua serukan, agar hutan dan manusia Papua tidak punah.

Aktivis Forest Compaigner, Greenpeace SEA Indonesia, Richarth Charles Tawaru kepada Jubi mengatakan, pembangunan di Papua, semestinya mempertimbangkan aspek SDA (Sumber Daya Alam) dan kesejahteraan masyarakat adat.

"Pada prinsipnya kita tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan itu harus seimbang dengan pemanfaatan SDA. Hari lingkungan hidup ini kita merefleksikan untuk menyelamatkan lingkungan hidup, dan kesejahteraan masyarakat adat," kata Charles di Jayapura, Papua. Jumat, 3 Juni 2011 siang.

Papua merupakan salah satu penyedia areal hutan yang masih dibutuhkan dunia selain hutan di Brazil, dan di Kongo. Namun di era Otonomi Khusus (Otsus) seiring perkembangan wilayah, pembangunan, program Merauke Intergrated Food and Energy Estate (MIFEE) dan pemekaran justru menjadikan hutan Papua kian dikeruk. Menurut Charles, sejak 2009, hutan Papua tersisa 42 juta hektar. Tahun 2010, sedikitnya tersisa 39 juta hektar dari jumlah areal hutan yang ada. Maka, perlu dijaga yang tersisa. Setidaknya, untuk memperluas pembangunan, dan program pemukinan warga, kata dia, pemerintah mesti menggunakan lahan kritis yang kini seluas sekitar 3 juta hektar, yang tersebar di Papua dan Papua Barat semisal Merauke dan Manokwari.

"Ini membutuhkan komitmen dari pemerintah Papua dan Papua Barat. Jangan lagi membuka hutan." lanjutnya.

Lanjut dia, Isu REDD (Reducing Emission from Deforestation and Degradation), yang difokuskan pada isu stabilisasi konsentrasi gas rumah kaca (emisi) pada sektor industri. Di COP 13 Bali, yang diperkuat COP 15 di Kopenhagen tahun lalu mesti dipertimbangkan juga. Di Indonesia, Papua di bagian timur adalah provinsi yang paling siap untuk melaksanakan Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan ini. Ini dimungkinkan karena dari 42 juta hektar, hutan Papua ternyata bisa menyimpan lebih dari 400 ton karbon bagi kelangsungan hidup di bumi. Bagi Charles, REDD perlu ada mekanisme dan skema yang jelas agar bisa mensejahterakan masyarakat adat Papua.

"Pada pertengahan Mei lalu, presiden SBY resmikan moratorium hutan di Papua. Saya harap, ini serius, ada mekanisme dan skema yang jelas," harap Charles Tawaru. (Timo Marten)

Posted via email from SPMNews' Posterous

Wednesday, 1 September 2010

Kontras dan Keluarga Opinus Tabuni Pertanyakan Kinerja Polda Papua

Terkait Pengungkapan Siapa Pelaku Penembakan Opinus

JAYAPURA-Komisi Korban untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS) Perwakilan Papua dan keluarga korban penembakan warga sipil Opinus Tabuni, yang tertembak di Lapangan Sinapuk Wamena 9 Agustus 2008 pada saat Perayaan Hari Masyarakat Bangsa Pribumi Internasional, hingga saat ini pelakunya belum terungkap.
Hingga memasuki tahun kedua, belum ada penjelasan dari pihak Polda Papua sejauh mana penanganan kasus tersebut.

“Opinus Tabuni tertembak dan kini sudah memasuki tahun kedua, namun hingga kini belum ada penjelasan dari pihak Polda Papua. Apakah Waktu 2 tahun lebih ini belum cukup untuk Polda Papua mengungkap siapa pelaku penembakan tersebut,” jelas Theo Hisegem, Ketua Jaringan Advokasi Penegak Hukum Dan HAM Pegunungan Tengah Papua di dampingi Kordinator Kontras Papua, Johanis H. Maturbongs,SH dalam jumpa pers Di kantor Kontras Padang Bulan, Senin (30/8).

Menurutnya, 10 Agustus 2008 lalu, pihaknya sudah menyerahkan hasil Otopsi berupa proyektil peluru kepada pihak Reskrim Polres Jayawijaya dan pada saat penyerahan hasil tersebut pihak kepolisian mengatakan apapun hasilnya kami akan sampaikan, tetapi mulai dari uji balestik hingga otopsi belum ada pernyataan resmi dari Polri melalui Polda Papua baik tertulis maupun lisan.

Harris Moturbongs, menambahkan yang di butuhkan oleh keluarga Opinus Tabuni dan masyarakat saat ini adalah institusi Polri mengungkapkan kasus penembakan Opinus Tabuni dan kasus-kasus lainnya. “Kami ingin ada penjelasan dari Polda apakah kasus ini kriminal murni ataukah tindak kekerasan.Kasus ini akan tetap kami bawa ke tingkat HAM Internasional apa bila Pori melalui Polda Papua tidak bisa mengusut tuntas kasus ini,” pungkasnya. (ben/nan)

Posted via email from SPMNews' Posterous