Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label nggoliar tabuni. Show all posts
Showing posts with label nggoliar tabuni. Show all posts

Sunday, 13 December 2020

The TPNPB News: TNI MASUK DISTRIK AGANDUGUME DI TEMPAT-TEMPAT MASYARAKAT.


Ilaga 12/12/2020.12:00 malam. Saya ada kirim laporan pada tanggal 09-12 empat hari berturut dua helicopter dorop pasukan TNI di distrik Agandugume dengan Ilaga .

Pasukan TNI di distrik Agandugume tempat pendoropan pasukan DAGAGOBME dua kali, mata air kali balim dua kali, kepala air ayuneri dua kali, kepala air ayunekime dua kali, ongwendo dua kali . Itu tempat-tempat aktifitas masyarakat kamu anggota TNI kenapa turun disitu?

Itu kamu cari apa tikus, binatang bukannya kemaring kamu Anggota TNI bunuh masyarat 6 orang mati dan yang satu dirawat dengan kondisi sangat kritis.

Sudah lama anggota TNI/POLRI kamu tembak masyarakt selalu sembunyikan dan yang lain taruh senjata di badan mereka foto di bilang itu anggota TPNPB, tapi sekarang semua ketahuan.
Dan Pimpinan militar negara dan militer kamu kirim pasukan ke Papua untuk bunuh rakyat?
Kalau itu benar sesuai dengan kondisi di seluruh Wilayah papua maka kamu keliru dan tidak ada rasa kemanusian.
Kalau mau kejar TPNPB turun di kabupanten kami ada di kota kami akan lawan namu kenapa turun di hutan, kata lekagak
Komandan Operasi Nasional
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
Mayjend Lekagak Telenggen
_______________________________
Awak media The TPNPB News

Sunday, 2 October 2016

Tuduhan NKRI terhadap Negara Pasifik Selatan dan Tanggapan Indonesia (4)

Dalam tuduhannya, Indonesia mengatakan beberapa hal yang patut dicatat pernyataan tersebut tidak memiliki itikad baik dan bermotif politik yang bisa ditafsirkan sebagai pendukung kelompok separatis di provinsi-provinsi yang telah terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan dalam serangan teroris bersenjata terhadap warga sipil dan personel keamanan. <Indonesia Menuduh Solomon Punya Motif Politik Angkat Isu Papua> Pertama, […]

from WordPress http://ift.tt/2dGUxyj
via IFTTT

Monday, 22 August 2016

Legislator: Stop Jual Rakyat Dengan Stigma OPM untuk Jabatan

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Deerd Tabuni mengingatkan para pihak yang ada di wilayah pegunungan tengah Papua, khususnya Puncak Jaya tak melakukan berbagai manuver untuk kepentingan jabatan, termasuk mengklaim berhasil membuat para anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah itu turun gunung. Ia mengatakan, jangan menjual rakyat demi kepentingan jabatan dan materi. Aparat kemanan juga […]

from WordPress http://ift.tt/2bWz6J8
via IFTTT

Saturday, 28 March 2015

Panglima OPM Ancam Angkat Senjata Jika Jokowi ke Papua

VIVA.co.id - Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jenderal Goliat Tabuni menginstruksikan pasukannya untuk siaga I dan menyiapkan senjata jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar akan berkunjung ke Papua bulan Mei nanti. "Goliat dan pasukannya siaga dengan 120 senjata jika benar Presiden datang ke Papua," kata Deerd Tabuni, adik dari pimpinan OPM yang berkuasa di wilayah […]



from WordPress http://ift.tt/1EKWBXd

via IFTTT

Thursday, 26 March 2015

Pangdam: Goliat Tabuni Belum Menyerah!

JAYAPURA - Adanya kesimpangsiuran berita soal menyerahnya Pemimpin Tertinggi OPM, Goliat Tabuni turun gunung kembali bergabung ke NKRI, mendapat penegasan dari Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Fransen G Siahaan. Pangdam mengatakan, Goliat Tabuni belum menyerah, yang menyerah adalah baru pengikutnya 23 orang. “Memang betul ada 23 anggota OPM yang sudah menyerah dan kembali bergabung dengan NKRI, tapi […]



from WordPress http://ift.tt/1Govl57

via IFTTT

Wednesday, 25 March 2015

Gen. TRWP Mathias Wenda Memulai Lebih Awal dan Akan Mengakhiri dengan Mantap

Tentara Revolusi West Papua (West Papua Revolutionary Army) Markas Pusat Pertahanan (Central Defense Headquarters) Email: koteka@papuapost.com ===================================================== Menanggapi pemberitaan media di Indonesia bahwa Jenderal TPB PB Nggoliar Tabuni telah menyerahkan diri kepada Tentara kolonial TNI, maka dengan ini Tentara Revolusi West Papua di bawah Komando Panglima Tertinggi Komando Revolusi menyatakan: Keputusan untuk menyerahkan diri, atau […]



from WordPress http://ift.tt/1Oyy7bJ

via IFTTT

Goliath Tabuni Bersama 23 Pasukannya Turun Gunung

JAYAPURA - ‘Jenderal Tertinggi’ Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM ) Goliath Tabuni bersama 23 orang pengikutnya (baca; pasukannya) di wilayah Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, telah sadar atas perjuangan Papua merdeka yang tidak pernah tercapai, akhirnya ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi bersama istri dan anak mereka untuk hidup layak sebagaimana masyarakat Indonesia lainnya. Keinginan […]



from WordPress http://ift.tt/1BgT2H5

via IFTTT

Tuesday, 24 March 2015

Jenderal Tertinggi OPM Goliat Tabuni Menyerah kepada NKRI

Jakarta - Sebanyak 23 orang anggota Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) wilayah Tingginambut, Puncak Jaya, pimpinan Goliat Tabuni akhirnya mengakhiri aksi angkat senjata melawan aparat. Mereka menyerahkan diri dan ingin hidup laiknya masyarakat Indonesia lainnya. "ke-23 anggota KSB (kelompok saparatis bersenjata) pimpinan Goliat Tabuni itu mau turun gunung ke daerah Tingginambut beserta anak dan […]



from WordPress http://ift.tt/1N9tYXX

via IFTTT

Goliat Tabuni, Jenderal OPM Menyerahkan Diri ke TNI

VIVA.co.id - Setelah bertahun-tahun diburu, akhirnya panglima tertinggi organisasi Papua Merdeka (OPM), Jenderal Goliat Tabuni, menyerahkan diri ke Tentara nasional Indonesia (TNI). Kepala Staf TNI angkatan darat, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengatakan, Jenderal Goliat Tabuni menyerahkan diri bersama 23 orang prajuritnya. Dalam penyerahan diri itu, Jenderal Goliat mengajukan beberapa permintaan kepada TNI, di antaranya, minta dibuatkan […]



from WordPress http://ift.tt/1LR8MuF

via IFTTT

Friday, 20 March 2015

Goliat Tabuni Siap Bertemu Presiden RI

JAYAPURA – Pimpinan TPN/OPM, Goliat Tabuni asal Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, mengakui siap melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, yang rencananya akan berkunjung ke Kabupaten Puncak Jaya pada bulan Juni mendatang. “Saya sudah telephone Goliat Tabuni untuk minta turun ke daerah ini supaya bisa berbicara kepada Presiden RI saat datang nanti. […]



from WordPress http://ift.tt/1B5U5IV

via IFTTT

Thursday, 12 June 2014

Ada Senjata Buatan China di Tingginambut?

SINYALEMEN kepolisian bahwa selama ini TPN/OPM di kawasan pegunungan khususnya di Puncak Jaya dan sekitarnya mempersenjatai diri mereka selain dengan senjata hasil rampasan dari anggota TNI/Polri, juga di duga ada pasokan senjata ilegal yang di selundupkan dari Filipina melalui jalur laut kembali di sampaikan oleh Kodam XVII/Cenderawasih. Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol (Inf) Rikars Hidayatullah melalui […]



from WordPress http://ift.tt/1qxufKB

via IFTTT

Tuesday, 21 January 2014

Pelakunya Kelompok Yambi Pimpinan Goliath

Suasana Telekomfrence antara Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Christian Zebua didampingi Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Hinsa Siburian bersama Sejumlah Pejabat teras, Senin (20/1) kemarin siang.Pangdam Soal Pelaku Penyerangan Pos TNI di Mulia JAYAPURA– Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI, Christian Zebua memastikan, penyerangan Pos Komas Kodim unit intel Kodim 1714/PJ Kota Lama Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, […]



from WordPress http://ift.tt/Kug7T0

via IFTTT

Sunday, 14 July 2013

Jenazah Korban Dikirim ke Makassar

Coat of arms of Makassar
Coat of arms of Makassar (Photo credit: Wikipedia)
Minggu, 14 Juli 2013 16:44, BintangPapua.com 

SENTANI – Mohammad Saleh (43), salah seorang tukang ojek yang ditembak gerombolosan bersenjata di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (12/7)  kemarin pagi, diterbangkan menuju Bandara Sentani selanjutnya ke Kampung halamannya di Makassar dengan menggunakan Pesawat garuda.

Sebelum jenazah korban diterbangkan ke kampung halamannya, terlebih dahulu pihak rumah sakit mengevakuasi ke balai karantina ditemani oleh adik iparnya, Janur Sejaya yang selanjutnya diterbangkan dengan pengawalan dari pihak aparat kepolisian.

Pengakuan adik ipar korban saat ditemui wartawan, menjelaskan bahwa, awalnya dirinya bersama korban sedang mengkal di pangkalan ojek lalu tidak lama kemudian tiba-tiba datang seorang penumpang laki-laki menawarkan untuk diantar ke  daerah puncak Senyum.

Namun atas permintaan itu, Jesaya menolak secara mentah-mentah atas permintaan itu karena merasa tidak pernah ke daerah Puncak Senyum, akan tetapi tiba-tiba korban mengantar orang tersebut untuk diantarkan.  “Memang, waktu saya merasa daerah tersebut merupakan daerah rawan dan juga saya belum pernah ke sana, sehingga saya tidak mau antar, tapi saya juga kaget ketika mendapat informasi bahwa korban sudah meninggal karena ditembak,”jelasnya.

Bahkan, menurut Jesaya, ketika mendapat informasi ada penembakan mengira bahwa korban penembakan itu adalah penumpang korban itu sendiri, namun setelah dicek ternyata korban ditembak dibagian punggung belakang tembus depan. “Saya tidak tahu siapa penembakan itu, tapi dari luka tembak itu diduga kuat adalah penumpangnya sendiri,”akunnya. (loy/don/l03)

Enhanced by Zemanta

Anton: Penembakan itu Atas Perintah Gen. Goliath Tabuni

Minggu, 14 Juli 2013 16:46, BintangPapua.com
http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/6658-anton-penembakan-itu-atas-perintah-gen-goliath-tabuni

Korban Tewas Ditembak Tiga Kali dengan Senjata Kaliber 38 

JAYAPURA— Kelompok Sipil Bersenjata kembali melakukan aksi penembakan terhadap  warga  sipil. Kali  ini, seorang  tukang ojek bernama  Muhamad Saleh (43) di Jalan Tanjakan, Puncak Senyum, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (12/7) sekitar pukul 08.00 WIT.
Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian saat dikonfirmasi wartawan usai mengikuti acara pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) Mejelis Rakyat Papua (MRP), di Gedung Negara Dok V Jayapura, Jumat (12/10) membenarkan peristiwa ini. Bahwa  telah terjadi penembakan di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Dijelaskan, menurut informasi dari Kapolres Puncak Jaya ada penembakan, dimana korbannya adalah tukang ojek. Untuk sementara, langkah-langkah awal sudah dilakukan, termasuk mengevakuasi korban ke rumah sakit, kemudian melakukan olah TKP awal, dan dari  hasil olah TKP ada ditemukan selongsong peluru.   “Dari penemuan itu, kita akan kembangkan untuk mengetahui apa motif dan siapa pelakukanya,” tandasnya.

Disinggung kenapa penembakan masih saja terjadi di Puncak Jaya, kata Kapolda, di daerah ini ada dinamika dan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah pendekatan. Sementara mengenai berapa jumlah pelaku, sesuai laporan pelaku berjumlah satu orang. Dimana pelaku berpura-pura menjadi penumpang ojek.

Hal senada diungkapkan  Kabid Humas Polda Papua Kombes (Pol) I Gede Sumerta Jaya, SIK ketiga dikonfirmasi di ruang  kerjanya, Jumat (12/7).

Dikatakan pihaknya telah menerima laporan peristiwa penembakan  yang terjadi di Puncak Jaya. Dimana Kelompok Sipil Bersenjata kembali melakukan aksi penembakan, yang menewaskan korban Muhamad Saleh   di Jalan Tanjakan, Puncak Senyum, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (12/7) sekitar pukul 08.00 WIT.

Akibatnya,korban mengalami luka tembak  di atas puting susu kanan tembus ke punggung kanan, luka tembak pada punggung kiri tembus pada rusuk kiri, luka tembak pada  rusuk kanan diperkirakan peluru bersarang dalam perut.

Dijelaskan , pihaknya masih  menyelidiki kasus  penembakan ini, guna mengungkap pelakunya. Namun, dugaan sementara korban ditembak penumpangnya  menggunakan  senjata  laras  pendek jenis kaliber  38.

Sebagaimana  hasil Olah TKP, menurut Kabid Humas,   korban ditembak  sebanyak  tiga  kali, dimana  dua  proyektil  bersarang di dada  korban. Sedang sebuah  proyektil ditemukan di tanah.
Kronologis kejadian, korban  tewas ditembak  ketika sedang membawa penumpang dari  Mulia menuju Puncak Senyum sekitar  pukul 08.00 WIT. Pukul 08.30 WIT Kapolres Puncak Jaya, Dandim 1714/PJ beserta anggota gabungan TNI/Polri  melakukam evakuasi terhadap korban menggunakan 8 unit mobil masing-masing  dua  ambulance  dan 6 mobil Estrada.

Pukul 09.00 WIT Aparat Gabungan TNI/Polri berhasil melakukan evakuasi dari TKP. Pukul 09.45 WIT korban Muhamad Saleh tiba di RSUD Mulia, Puncak Jaya.

Pukul 09.50 WIT Tim Medis melakukan otopsi  terhadap korban.
Pukul 11.15 WIT  korban dievakuasi menuju Bandara  Sentani, Jayapura  menggunakan pesawat komersial jenis Enggang. Pukul  12.00 WIT  korban diterbangkan ke Makassar  untuk dikebumikan di kampung  halamannya.

Sementara itu Sekjend TPN-OPM, Anton Tabuni menyatakan bahwa penembakan tersebut dilakukan TPN-OPM di  bawah komando Panglima Tinggi, Gen. Goliath Tabuni.  

Tidak hanya kejadian tersebut, Anton juga sempat menyampaikan bahwa, pada hari Minggu (7/7) lalu, mereka sempat menembak sekelompok orang yang berkendaraan roda empat,”Itu TPN yang lakukan, atas perintah Panglima Tinggi Gen. Goliath Tabuni, waktu hari Minggu itu juga kita ada tembak sekitar enam orang yang pake mobil,” ujar Anton Tabuni kepada Bintang Papua via ponsel, kemarin.

“Yang di Mulia itu juga TPN yang tembak, dia tukang ojek tapi kasih informasi untuk aparat Indonesia, kesempatan ini kita ingatkan juga untuk pejabat Papua bahwa kalian akan jadi target kita juga,” tambah Anton.

Anton juga meminta Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono harus bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, dan kepada aparat Polisi dan Tentara di Papua untuk segera angkat kaki dari Papua,” tegasnya.

Ditambahkan bahwa,”Indonesia tidak perlu alasan lain lagi, karena sudah jelas kalau Otsus itu sudah gagal jadi jangan cari alasan lain lagi, segera angkat kaki dan mengakui kedaulatan Bangsa Papua,” harap Anton Tabuni. (mdc/bom/nls/don/l03)

Enhanced by Zemanta

Wednesday, 7 July 2010

Di Puncak Jaya Tidak Diberlakukan Jam Malam

PAM : Aparat Kepolisian memberikan pengamanan kepada masyarakat di Mulia Puncak Jaya saat mengikuti acara Turkam Gubernur Papua di daerah tersebut baru-baru ini.

PAM : Aparat Kepolisian memberikan pengamanan kepada masyarakat di Mulia Puncak Jaya saat mengikuti acara Turkam Gubernur Papua di daerah tersebut baru-baru ini.
JAYAPURA [PAPOS] – Kepala Kepolisian Daerah Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi. Drs Bekto Suprapto, M.Si membantah adanya pemberlakuan jam malam di Kabupaten Puncak Jaya beberapa hari lalu, terkait dengan adanya aksi-aksi brutal yang dilakuan oleh kelompok sipil bersenjata.

“ Tidak benar ada pemberlakuan jam malam di Puncak Jaya, yang ada disana adalah polisi melakukan kegiatan prefentif dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan sesuai dengan kewenangan umum kepolisian yaitu dengan menghentikan seseorang untuk ditanya identitas diri,” ujar Kapolda kepada wartawan.
 
Menurut Kapolda, anggapan adanya pemberlakuan jam malam di Puncak Jaya itu hanya persepsi orang dan yang menyampaikan statemen itu tidak mengerti bagaimana itu jam malam. “ Kalau memang Kapolres Puncak Jaya yang berbicara seperti itu, saya nyatakan tidak ada pemberlakukan jam malam,” ujarnya.

Menurutnya, di daerah Kabupaten Puncak Jaya sampai saat ini yang ada hanya sweeping, tetapi tidak mengganggu kalau untuk lewat.

Disinggung soal anggota polisi yang selalu menggunakan baju anti peluru baik sedang dijalan maupun sedang beraktifitas, Kapolda menegaskan, anggota Polri sudah banyak yang ditembak oleh kelompok sipil bersenjata, sehingga anggota polisi selalu berjaga-jaga dengan memakai alat keselamatan.

“ Saya tidak ingin anggota polisi jadi sasaran penembakan dari orang-orang sipil bersenjata, sehingga dibekali dengan rompi anti peluru,” katanya.

Bahkan lanjutnya, polisi jangan sampai mati konyol, karena tugas polisi disana untuk membuat masyarakat merasa aman dengan melakukan kegiatan Patroli tapi bukan untuk jam malam. [loy]

Ditulis oleh Loy/Papos  
Rabu, 07 Juli 2010 00:00

Posted via email from SPMNews' Posterous