Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label papua merdeka. Show all posts
Showing posts with label papua merdeka. Show all posts

Saturday, 6 December 2014

Pelaku Penembakan Di-deadline 3 Hari

Willem Wandik dan Irjend (Pol) Drs. Yotje MendeJAYAPURA – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi, Yotje benar-benar tidak akan mau kompromi dengan pelaku penembakan di Puncak Ilaga yang menewaskan 2 anggota Brimob di depan Kantor Bupati Puncak, Rabu (3/12). Untuk itu, Kapolda memerintahkan kepada anggotanya untuk mengejar dan menangkap pelaku penembakan dua anggota Brimob […]



from WordPress http://ift.tt/1IcEIVP

via IFTTT

Di Bukit BTN Puskopad, ‘BK’ Berkibar Sekitar 45 Menit

Nampak Bendera ‘BK’ yang Berkibar di Atas Perbukitan Kompleks BTN PuskopadSENTANI - Jumat (5/12) kemarin pagi sekitar pukul 07.00 WIT, bendera Bintang Kejora (BK) yang merupakan simbol kemerdekaan Bangsa Papua Barat itu sempat berkibar di atas Perbukitan atau Gunung dari Kompleks Perumahan BTN Puskopad Atas. Walaupun 1 Desember yang disebut-sebut Hari Ulang Tahun (HUT) Papua […]



from WordPress http://ift.tt/1zxcqja

via IFTTT

Wednesday, 3 December 2014

‘BK’ Berkibar di Merauke, Dibantah

MERAUKE – Kabar adanya pengibaran bendera Bintang Kejora (BK) di Merauke bertepatan dengan HUT OPM, sebagaimana diberitakan salah satu media online CNN Indonesia dibantah Kapolres Merauke, AKBP. Sri Satyatama, S.IK. Ia mengatakan tidak benar ada pengibaran Bendera Bintang Kejora (BK) di Kelurahan Maro, Distrik Merauke Kabupaten Merauke, bertepatan dengan 1 Desember 2014 yang disebut-sebut sebagai […]



from WordPress http://ift.tt/1yJVM07

via IFTTT

Bomomani Untuk Mengenang Kemerdekaan Papua

Jayapura, Jubi – Masyarakat di Kabupaten Dogiyai Distrik Mapia melaksanakan doa bersama untuk memperingati 1 Desember lalu. Ibadah dipimpin langsung oleh Pdt. Obed Magai di Gereja St.Maria Menerima Kabar Gembira, Bomomani Keuskupan Timika. Perayaankudus ini dihadiri oleh kurang lebih 5.000 umat dari 4 Paroki dan satu klasis di wilayah Tota Mapiha Kab.Dogiyai. “Kami telah berdoa […]



from WordPress http://ift.tt/1vitMMl

via IFTTT

Sunday, 30 November 2014

KNPB Jamin 1 Desember Tak Ada Bintang Kejora

JAYAPURA — Badan Pimpinan Pusat Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) menegaskan pihaknya memberikan garansi atau jaminan tak ada pengibaran bendera Bintang Kejora, lambang perjuangkan bangsa Papua Barat, pada peringatan 1 Desember 2014. Dikatakan, 1 Desember ini akan diperingati sebagai HUT Kemerdekaan Papua Barat ke-53 pada 1 Desember mendatang sekaligus mendukung pembukaan simposium organisasi perjuangan Papua […]



from WordPress http://papuapost.com/2014/11/knpb-jamin-1-desember-tak-ada-bintang-kejora/

via IFTTT

Monday, 18 August 2014

Papua, here's what you missed from Suara Kolaitaga on Google+

View post A post that you might have missed Suara Kolaitaga Shared publicly GULA-GULA MERAH PUTIH UNTUK PAPUA Gula-gula Merah Putih (Doc Jubi) Suva,17/8 –“Pertempuran ekonomi ke pertempuran politik,…read more GULA-GULA MERAH PUTIH UNTUK PAPUA Gula-gula Merah Putih (Doc Jubi) Suva,17/8 –“Pertempuran ekonomi ke pertempuran politik, atau sebaliknya, pertempura... This notification was sent to spmnews@gmail.com; Don't want occasional updates about Google+ activity and friend suggestions? Unsubscribe from these emails. Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA



from Gmail

via IFTTT

Friday, 1 August 2014

Mecky Yeimo added you to a group conversation

All your conversations, with anyone, anywhere at anytime. 1 circle Mecky Yeimo added you to a group conversation with Mecky, Nanji View Conversation This notification was sent to spmnews@gmail.com. Unsubscribe from these emails.To stop receiving Google+ Hangout notifications from someone, open their Google+ profile and click Mute.Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA



from Gmail

via IFTTT

Wednesday, 30 July 2014

*Every sunset brings the promise of a new...

My Favorite Posts shared Shane Barker's post with you. Shane Barker Every sunset brings the promise of a new dawn - Ralph Waldo EmersonRalph Waldo Emerson (May 25, 1803 – April 27, 1882) was an American essayist, lecturer, and poet, who led the Transcendentalist movement of the mid-19th century. He was seen as a champion of individualism and a prescient critic of the countervailing pressures of society, and he disseminated his thoughts through dozens of published essays and more than 1,500 public lectures across the United States.Emerson gradually moved away from... Reply to this email to comment publicly on Google+. Or view My Favorite Posts's post » Reply to this email to comment. My Favorite Posts shared this with you. Mute My Favorite Posts to stop receiving notifications from them. Mute updates to this post. This notification was sent to spmnews@gmail.com; Go to your notification delivery settings to update your address. Unsubscribe from these emails.Privacy tip: Protect your info. Remove your email signature before you reply.Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA



from Gmail

via IFTTT

Monday, 21 July 2014

Papua, here's what you missed from Wandikbo Baelbengsath on Google+

View post A post that you might have missed Wandikbo Baelbengsath Shared publicly 1 This notification was sent to spmnews@gmail.com; Don't want occasional updates about Google+ activity and friend suggestions? Unsubscribe from these emails. Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA



from Gmail

via IFTTT

Monday, 14 July 2014

Papua Merdeka News turned 3 today!

Papua Merdeka News turned 3 today! Papua Merdeka News turned 3 today! We hope it was a great year, and we look forward to sharing many more! Post this! 35 East 21st St, 10th Floor. New York, NY 10010. Email settings | Opt-out



from Gmail

via IFTTT

Papua Press Agency turned 3 today!

Papua Press Agency turned 3 today! Papua Press Agency turned 3 today! We hope it was a great year, and we look forward to sharing many more! Post this! 35 East 21st St, 10th Floor. New York, NY 10010. Email settings | Opt-out



from Gmail

via IFTTT

Sunday, 6 July 2014

Anda telah diundang untuk menyumbang ke Demokrasi Kesukuan

Pelanggan yang terhormat, Pesan ini bertujuan memberitahukan bahwa Sem Karoba telah mengundang Anda untuk berkontribusi pada blog miliknya, "Demokrasi Kesukuan". Untuk menerima undangan ini, klik tombol di bawah ini. Terima undangan Penting: Anda harus masuk dengan Akun Google untuk menerima undangan dan mulai berkontribusi pada blog ini. Jika Anda tidak punya Akun Google, Anda dapat membuatnya di sini. Selamat menikmati aktivitas blog Anda, Tim Blogger



from Gmail

via IFTTT

Anda telah diundang untuk menyumbang ke Demokrasi Kesukuan

Pelanggan yang terhormat, Pesan ini bertujuan memberitahukan bahwa Sem Karoba telah mengundang Anda untuk berkontribusi pada blog miliknya, "Demokrasi Kesukuan". Untuk menerima undangan ini, klik tombol di bawah ini. Terima undangan Penting: Anda harus masuk dengan Akun Google untuk menerima undangan dan mulai berkontribusi pada blog ini. Jika Anda tidak punya Akun Google, Anda dapat membuatnya di sini. Selamat menikmati aktivitas blog Anda, Tim Blogger



from Gmail

via IFTTT

Sunday, 16 February 2014

Rakyat Papua Berduka Menuntut Merdeka

TEMPO Interaktif, Timika - Kematian Kelly Kwalik menjadi duka terdalam bagi seluruh rakyat Papua. Jenazah Kelly Kwalik sudah tiba di Timika diantar Direskrim Polda Papua Kombes Petrus Wayna pada Jumat (18/12) siang. Di hadapan sekitar 500 warga Papua, Petrus mengatakan pihaknya sudah meminta pada Kapolri untuk membawa jenazah Kelly ke Timika. "Tugas kami membawa jenazah […]



from WordPress http://ift.tt/1jHZGSi

via IFTTT

Saturday, 25 January 2014

Hari Ulang Tahun Papua Merdeka Ricuh, 30 Orang Ditahan

TEMPO Interaktif, Jayapura -Peringatan hari ulang tahun Papua Merdeka pada Selasa (1/12) di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura diwarnai unjuk rasa, yang diikuti pembentangan spanduk tentang Papua Merdeka di tiga tempat di wilayah Kota Jayapura. Akibatnya, puluhan pengunjuk rasa diamankan pihak kepolisian setempat untuk dimintai keterangannya, dan 13 orang hingga kini masih ditahan pihak Kepolisian […]



from WordPress http://ift.tt/1eY4vR9

via IFTTT

Monday, 29 July 2013

Marinus: Dialog Papua Bukan Untuk Merdeka

Marinus: Dialog Papua Bukan Untuk Merdeka

JAYAPURA - Sebagai pendekatan dialog Papua - Jakarta yang selama ini dianggap merupakan permintaan dari masyarakat asli Papua, maka Aliansi Demokrasi Papua (ALDP) bekerjasama dengan Jaringan Damai Papua (JDP) dan Yayasan Tifa me-launching dan melaksanakan diskusi buku yang berjudul “Menuju Papua Tanah Damai Perspektif Non Papua.

Acara launching dan diskusi buku yang digelar di Rumah Makan Rempah – Rempah, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura, juga dihadiri Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, O.F.M, dari kalangan akademisi dihadiri Marinus Yaung dan Direktur Jaringan Damai Papua (JDP) Pater Neles Tebai serta beberapa aktivis maupun akademisi lainnya.

Buku karangan Direktur Aliansi Demokrasi Papua (AlDP) Latifah Anum Siregar dan kawan - kawan itu merupakan hasil konsultasi publik terkait dengan agenda pembangunan dan nilai - nilai bersama guna menuju Papua damai yang dikumpulkan dari 9 daerah berbeda yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Usai acara launching dan diskusi Buku itu, Anum demikian sapaan akrabnya kepada wartawan mengatakan bahwa awalnya semua data yang ada dalam buku itu adalah hasil konsultasi publik yang akan menjadi data intern untuk pihaknya, namun mereka juga berpendapat jika tidak dijadikan dalam bentuk buku, hasil konsultasi itu akan menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu mereka mengambil inisiatif untuk menuangkan data itu dalam bentuk buku yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas. “Maka itu kemudian hasil - hasil ini kami buat buku dan isinya merupakan temuan yang ada di dalam pandangan Non Papua,” ujar Anum kepada wartawan usai acara launching dan diskusi buku, di Rumah Makan Rempah - Rempah Abepura, Jumat (26/7) kemarin pagi sekitar pukul 10.00 WIT.

Menurutnya, isi dari buku tersebut adalah semua pandangan dan jawaban dari peserta non Papua tentang pembangunan, agenda - agenda dialog dan juga nilai -nilai bersama yang dapat dibangun guna menjadikan Papua sebagai tanah yang damai.” Sembilan daerah ini adalah kabupaten induk sebelum pemekaran, yang mana kita melihat populasi non Papua itu meningkat. Jadi, perspektif mereka (Non Papua) juga harus dilihat,” jelasnya.

Terkait buku, menurut Anum, bahwa ia bersama teman - temannya itu menyelesaikannya sekitar empat bulan, yang mana terdiri dari 170 halaman dengan latar belakang diterbitkan buku itu adalah mengkampayekan dialog Papua Jakarta sebagai pendekatan tentang penyelesaian segala permasalahan yang terjadi diatas Tanah Papua tersebut. “Nah, selama inikan dikerjakan di kelompok atau kalangan Orang Asli Papua (OAP), maka Jaringan Damai Papua (JDP) memandatkan ALDP untuk mengkampanyekannya di kalangan Non Papua,” tukasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, salah satu akademisi yang hadir menjadi pemateri dalam acara launching dan diskusi buku itu, Marinus Yaung mengatakan bahwa buku tersebut merupakan bagian dari suara mereka (Non Papua) yang selama ini tidak didengar. “Jadi, suara Non Papua ini adalah suara yang selama ini tidak pernah didengar. Karena mereka dicurigai oleh orang asli Papua (OAP) sebagai kelompok dari wajah Pemerintahan Negara Kesatuan Repbulik Indonesia (NKRI) yang ada diatas Tanah Papua, yakni wajah Indonesia seperti apa yang dianggap bagian dari NKRI tersebut,” tuturnya.

Menurut Marinus demikian sapaan akrabnya, dengan hadirnya buku Menuju Papua Tanah Damai Perspektif Non Papua ini, pemerintah Indonesia bisa membuka mata bahwa selama ini permintaan dialog damai Papua Jakarta bukan saja datang dari Orang Asli Papua (OAP) yakni mendambakan kedamaian itu bukan saja datang dari orang asli Papua, melainkan oleh rakyat Non Papua yang ada di Papua.

Dan juga membuat kelegaan bagi masyarakat Papua yang selama ini menilai Non Papua yang ada di Papua sebagai biang keladi dan pihak yang tidak menginginkan kedamaian diatas Tanah Papua. “Saya optimis sekali bahwa ketika buku ini naik, Jakarta akan sadar bahwa rupanya kelompok Non Papua merangkul dan mendukung dialog antara Papua dan Jakarta, yang mana mempunyai niat baik untuk melakukan dialog, dikarenakan dialog Papua yang dimaksud itu ternyata bukan untuk Merdeka, melainkan berbicara menyangkut Tanah Papua kedepannya yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (Mir/don/l03)

Sunday, 6 November 2011

Dialog dengan Masyarakat Papua Tidak Harus Berujung Merdeka

Jakarta - Solusi untuk menyelesaikan konflik kekerasan di Papua hanya lewat dialog antara warga Papua dan pemerintah. Namun sebelum dialog, kedua belah pihak harus memiliki visi yang sama, tidak ada kata merdeka.”Kesadaran itu harus dari dua-duanya. Bagi teman-teman Papua, dialog itu artinya merdeka. Jadi, pemerintah juga tutup diri. Minta dialog pun tidak akan diberi,” kata peneliti LIPI Adriana Elisabeth dalam acara POLEMIK Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/10/2011).Menurut Adriana, pola pikir berujung merdeka itulah yang membuat proses dialog tersebut mandek. Karena itu, dia meminta agar semua pihak mau membuka diri.
Mantan Mensesneg era Gus Dur, Bondan Gunawan menambahkan, baik pemerintah dan warga Papua harus terus berjuang untuk mempersatukan semua masyarakat Papua.

“Jangan takut dengan kecurigaan dan prasangka yang belum jelas dasarnya. Kalau takut, mundur saja dari upaya mempersatukan Papua,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPR asal Papua Paskaliss Kossay juga melihat dialog sebagai solusi yang terbaik. Namun, bagi dia, perlu ada koordinasi yang lebih baik antara aparat pusat dan daerah.

“Semulus apa pun yang diinginkan Presiden kita, realita di lapangan sedikit bertentangan dengan apa yang diinginkan masyarakat. Kebijakan Presiden sungguh luar biasa. Tetapi, kenyataannya sangat berbeda,” kritiknya.

(mad/aan)

Posted via email from West Papua Merdeka News

Dialog dengan Masyarakat Papua Tidak Harus Berujung Merdeka

Jakarta - Solusi untuk menyelesaikan konflik kekerasan di Papua hanya lewat dialog antara warga Papua dan pemerintah. Namun sebelum dialog, kedua belah pihak harus memiliki visi yang sama, tidak ada kata merdeka.”Kesadaran itu harus dari dua-duanya. Bagi teman-teman Papua, dialog itu artinya merdeka. Jadi, pemerintah juga tutup diri. Minta dialog pun tidak akan diberi,” kata peneliti LIPI Adriana Elisabeth dalam acara POLEMIK Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/10/2011).Menurut Adriana, pola pikir berujung merdeka itulah yang membuat proses dialog tersebut mandek. Karena itu, dia meminta agar semua pihak mau membuka diri.
Mantan Mensesneg era Gus Dur, Bondan Gunawan menambahkan, baik pemerintah dan warga Papua harus terus berjuang untuk mempersatukan semua masyarakat Papua.

“Jangan takut dengan kecurigaan dan prasangka yang belum jelas dasarnya. Kalau takut, mundur saja dari upaya mempersatukan Papua,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPR asal Papua Paskaliss Kossay juga melihat dialog sebagai solusi yang terbaik. Namun, bagi dia, perlu ada koordinasi yang lebih baik antara aparat pusat dan daerah.

“Semulus apa pun yang diinginkan Presiden kita, realita di lapangan sedikit bertentangan dengan apa yang diinginkan masyarakat. Kebijakan Presiden sungguh luar biasa. Tetapi, kenyataannya sangat berbeda,” kritiknya.

(mad/aan)

Posted via email from West Papua Merdeka News

Papua Merdeka: Kalau BIN Sudah Tahu, Deklarasi Papua Merdeka Harusnya Dicegah

Hery Winarno – detikNews

Jakarta – Komisi I DPR mengatakan BIN sudah mengetahui akan adanya Kongres Rakyat Papua. Namun pemerintah terkesan melakukan pembiaran.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pun menyayangkan hal tersebut. Menurutnya bila sudah ada laporan dari intelijen, aparat terkait harus bisa melakukan cegah dini, sehingga tidak akan terjadi deklarasi.

“Mestinya kalau ada temuan intelijen seperti itu, bisa dicegah tangkal dini. Itu lebih baik dari pada menunggu kejadian, sehingga tidak perlu terjadi kongres, yang berujung pada pendeklarasian,” ujar Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Namun Priyo tetap mendukung adanya tindakan tegas dalam aksi pendeklarasian Papua Barat Merdeka itu. Menurutnya tidak boleh ada yang berusaha mendirikan negara baru di NKRI.

“Tapi kalau mendeklarasikan diri, Papua Barat Merdeka dan ada presidennya ya sudah tindak tegas saja dan tangkap,” terangnya.

Sebelumnya,anggota Komisi I DPR Helmy Fauzi mengatakan BIN sudah mengetahui akan adanya Kongres Rakyat Papua.

“Beberapa waktu yang lalu BIN sudah pernah menyampaikan akan ada Kongres Rakyat Papua pada Komisi I. Kita melihat masalah Papua ini api dalam sekam,” kata Helmy, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10).

Helmy pun menilai ada pembiaran dari pemerintah atas informasi dari BIN. Karena pemerintah tidak melakukan pencegahan dini atas masalah ini.

Menurutnya penangkapan dan pembunuhan sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Oleh karenanya, lanjut Helmy, diperlukan pendekatan lain dalam menangani Papua.

“Jangan sampai eskalasi ini memperluas efek. Ketika mereka ditangkap, ada berapa banyak keluarganya yang kecewa. Ini yang harus kita cegah,” imbuhnya.

(her/rdf)

Posted via email from West Papua Merdeka News

Papua Merdeka: Kalau BIN Sudah Tahu, Deklarasi Papua Merdeka Harusnya Dicegah

Hery Winarno – detikNews

Jakarta – Komisi I DPR mengatakan BIN sudah mengetahui akan adanya Kongres Rakyat Papua. Namun pemerintah terkesan melakukan pembiaran.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pun menyayangkan hal tersebut. Menurutnya bila sudah ada laporan dari intelijen, aparat terkait harus bisa melakukan cegah dini, sehingga tidak akan terjadi deklarasi.

“Mestinya kalau ada temuan intelijen seperti itu, bisa dicegah tangkal dini. Itu lebih baik dari pada menunggu kejadian, sehingga tidak perlu terjadi kongres, yang berujung pada pendeklarasian,” ujar Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Namun Priyo tetap mendukung adanya tindakan tegas dalam aksi pendeklarasian Papua Barat Merdeka itu. Menurutnya tidak boleh ada yang berusaha mendirikan negara baru di NKRI.

“Tapi kalau mendeklarasikan diri, Papua Barat Merdeka dan ada presidennya ya sudah tindak tegas saja dan tangkap,” terangnya.

Sebelumnya,anggota Komisi I DPR Helmy Fauzi mengatakan BIN sudah mengetahui akan adanya Kongres Rakyat Papua.

“Beberapa waktu yang lalu BIN sudah pernah menyampaikan akan ada Kongres Rakyat Papua pada Komisi I. Kita melihat masalah Papua ini api dalam sekam,” kata Helmy, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10).

Helmy pun menilai ada pembiaran dari pemerintah atas informasi dari BIN. Karena pemerintah tidak melakukan pencegahan dini atas masalah ini.

Menurutnya penangkapan dan pembunuhan sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Oleh karenanya, lanjut Helmy, diperlukan pendekatan lain dalam menangani Papua.

“Jangan sampai eskalasi ini memperluas efek. Ketika mereka ditangkap, ada berapa banyak keluarganya yang kecewa. Ini yang harus kita cegah,” imbuhnya.

(her/rdf)

Posted via email from West Papua Merdeka News