Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label penahanan. Show all posts
Showing posts with label penahanan. Show all posts

Wednesday, 29 September 2021

Kembali terjadi Penangkapan terhadap masyarakat sipil di Kab. Maybrat, Papua Barat.

1. Laporan Versi Warga Masyarakat Sipil

Pada tanggal 28 September 2021, Kembali terjadi penangkapan terhadap 5 warga masyarakat sipil di Kab. Maybrat, Papua Barat. Penangkapan 5 warga sipil ini dilakukan oleh Anggota Militer Gabungan (TNI POLRI) dengan cara penggrebekan terhadap pada jam 03: 00 WP subuh.

Nama-nama korban Penangkapan sebagai berikut : 
1. Yohan Kii
2. Gideon Waimbwer
3. Robi Yaam
4. Amus Kii
5. Makren Mate

Penangkapan dan pengejaran terhadap warga sipil di Kepala burung khususnya di Kabupaten Maibrat semakin meningkat. Ini adalah laporan sementara yang kami bisa laporkan, laporan selengkapnya akan kami laporkan.

Mohon Advokasi.

2. Laporan Versi Militer Indonesia
Ijin melaporkan. 

A. Pada tanggal 28 September 2021 pukul 00.45 Wit, bertempat di Jln. Kumurkek-Kokas, Kp. Kokas, Distrik Aifat, Kab. Maybrat, telah dilaksanakan penangkapan DPO pelaku pembunuhan Posramil Kisor, kegiatan dipimpin oleh Letkol Inf Harry Ismail, S.I.P (Dandim 1809/Maybrat), dan AKBP Choiruddin Wachid (Kapolres Sorong Selatan), beserta 20 orang anggota TNI - POLRI. 

B. Adapun anggota yang ikut dalam penangkapan tersebut sbb : 

1. Letkol Inf Harry Ismail, S.I.P (Dandim 1809/Maybrat) beserta anggota TNI dan Komuniti Intelijen 
2. AKBP Choiruddin Wachid ( Kapolres Sorong Selatan ) beserta anggota Polri dan komuniti Intelijen. 

C. Adapun rangkain kegiatan penangkapan sbb : 

1. Pukul 00.45 WIT, Dandim mendapat informasi dari Kapolres sorsel terkait keberadaan DPO pelaku pembunuhan Posramil Kisor, kemudian dandim menunjuk 6 anggota untuk Ikut mendukung kegiatan tsb, selanjutnya Dandim Maybrat bersama Kapolres Sorsel melaksanakan pertemuan di Bandara Kambuaya Distrik Ayamaru Timur, kemudian melaksanakan perencanaan singkat terkait kegiatan penangkapan DPO. 
2. Pukul 01.00 Wit, Tim gabungan TNI/POLRI bergerak menuju sasaran yang berada di Kampung Kokas, Distrik Aifat, Kab. Maybrat. 
3. Pukul 02.30 Wit, Tim gabungan TNI/POLRI, sebelum masuk ke sasaran, melaksanakan pengecekan akhir terkait personel dan materil yang bertempat di alun - alun kumurkek distrik aifat Kab. Maybrat. 
4. Pukul 02.40 Wit, Dandim 1809/Maybrat, dan Kapolres beserta anggota berangkat menuju kampung kokas, Distrik Aifat, Kab. Maybrat, untuk melaksanakan penangkapan dengan titik Co. 21355. 9865 
5. Pukul 03.15 Wit, Tim gabungan TNI/POLRI, tiba di sasaran dilanjutkan mengepung rumah DPO selanjutnya dilaksanakan penangkapan dan pemeriksaan dalam rumah serta pemeriksaan luar rumah. 
6. Pukul 04.00 Wit, Tim gabungan TNI/POLRI berhasil menangkap/mengamankan DPO an. Amos ky dan Roby Yam, beserta 4 orang lainnya. 
7. Pukul 04.35 WIT, Tim Gabungan TNI / POLRI membawa pelaku dari Kampung kokas, dengan tujuan Polsek Aifat Distrik Aifat, guna untuk konsolidasi sekaligus melakukan pemeriksaan singkat. 
9. Pukul 05.40 WIT, Tim Gabungan TNI Polri membawa ke dua pelaku beserta 4 orang lainnya dari polsek aifat, menuju Polres Sorong selatan. 
10. Pukul 07.00 WIT, Tim gabungan TNI/POLRI beserta 2 DPO dan 4 orang lainnya tiba di Polres Sorsel selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan. 
11. Pukul 10.00 WIT Dandim dan Kapolres melaksanakan kordinasi serta di dapatkan informasi kembali tentang keberadaan DPO yang lainnya. 
12. Pukul 10.15 WIT, Tim gabungan TNI/POLRI bergerak kembali dengan tujuan Distrik Aytinyo Kab. Maybrat untuk mencari keberadaan DPO lainnya. 

II. Catatan : 

a. Adapun biodata pelaku DPO yang tertangkap di Kp. Kokas sbb : 

1. Nama : Amos ky
TTL : Imsum, 27 Desember 2000
Agama : Kristen Prostetan
Status : -
Alamat : Kampung imsum, distrik aifat selatan, Kab maybrat. 

2. Nama : Roby yaam
TTL : Manokwari - 16 - 06 - 2006
Agama : Kristen Protestan.
Status : Bujang
Alamat : Kp. Buoksa, Distrik aifat selatan kab. Maybray

b. Adapun 4 biodata lainnya yang ditangkap di Kp. Kokas sbb : 

1. Nama : Lukas Ky
TTL. : Imsun 24 Desember 2007
Agama : Kristen P.
Status : Pelajar kelas 1 SMP Aifat.
Alamat : Kp. Kisor Distrik aifat selatan 

2. Nama : Yohanes Ky
TTL. : - 
Umur : 76 tahun
Agama : Kristen
Status : K- 6
Alamat : Kp. Imsun, Distrik Aifat selatan. 

3. Nama : Paulus Ky (Anak yohanes Ky)
TTL. : Imsum, tahun 2005
Agama : Kristen P.
Status : Pelajar SD kelas 5
Alamat : Kp. Imsun, Distrik Aifat selatan. 

4. Nama : Manfret Ky
TTL. : Kisor 24 Agustus 2005
Agama : Kristen P.
Status : Pelajar
Alamat : Kp. Kisor Distrik aifat selatan

c. Hasil interogasi pihak kepolisian dari 6 orang yang ditangkap di Kp. Kokas, Distrik Aifat, selain nama yang menjadi DPO, terdapat salah satu orang an. Lukas Ky yang ikut dalam penyerangan Posramil Kisor. 

Demikian dapat dilaporkan.

Thursday, 16 June 2016

KNPB: Dalam Lima Hari Polisi telah Menangkap 125 Orang Papua

Penulis Arnold Belau - Juni 15, 2016 JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat melaporkan, dalam lima hari terakhir, sejak tanggal 10 Juni lalu hingga hari ini, Rabu (15/6/2016) kepolisian kolonial republik Indonesia telah menangkap 1.236 orang. “Kalau hari ini ada sekitar 1.135 orang yag ditangkap. Yaitu 100 orang ditangkap di Wamena. 1.004 orang […]

from WordPress http://ift.tt/25YuoiC
via IFTTT

Wednesday, 15 June 2016

KNPB: Ribuan Rakyat Papua akan Turun ke Jalan dengan Damai

JAYAPURA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, mengatakan ribuan rakyat Papua akan turun ke jalan besok (15/6) dalam unjuk rasa damai menuntut penyelesaian pelanggaran HAM di Papua serta hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua. Unjuk rasa tersebut juga dimaksudkan untuk menolak Tim Terpadu Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM di Provinsi […]

from WordPress http://ift.tt/1Q1D0h2
via IFTTT

Saturday, 25 January 2014

Hingga Akhir Maret 2013 Terdapat 40 Tapol Dalam Penjara Papua

Jakarta -- Papuans Behind Bars (Orang Papua di Balik Jeruji), sebuah proyek tentang tahanan politik di Papua Barat melaporkan hingga akhir Maret 2013 terdapat 40 Tahanan Politik Papua dalam penjara di Papua. Dalam laporan itu menulis, sepanjang Maret terdapat peningkatan pelaporan terkait penangkapan sewenang-wenang, penahanan, penyiksaan dan pelecehan terhadap warga sipil di Papua Barat. Terdapat […]



from WordPress http://ift.tt/1g8Opta

via IFTTT

Tuesday, 25 October 2011

Enam Pelaku KRP III Tetap Diproses Hukum

Written by Bela/Loy/Papos    
Saturday, 22 October 2011 00:00

JAYAPURA [PAPOS] – Kapolda Papua Irjen [Pol], Bigman Lumban Tobing menegaskan bahwa ke enam pelaku Kongres Rakyat Papua [KRP] III yang saat ini menjadi tahanan, tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

Penagasan itu disampaikan Kapolda Papua Irjen [Pol] Bigman Lumban Tobing kepada wartawan usai pertemuan dengan FORKOMPIMDA diantaranya Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih, tokoh Masyarakat serta tokoh agama di ruang kerja Gubernur, Jumat [21/10] kemarin. ‘’Kita sudah cukup toleransi. Kegiatan KRP sudah menyimpang, bahkan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah tempak pelaksanaan dimana, tetapi sampai sekarang mereka tidak mengantongi ijin. kita sendiri cukup sabar menunggu, tetapi mereka tidak ada itikad baik mereka untuk mengurus ijin,’’ tegas Kapolda.

Ia juga meminta kepada wartawan untuk menyampaikan dan menyajikan berita yang kondusif, bukan menimbulkan kekuatiran-kekuatiran yang dampaknya kurang baik kepada masyarakat.

‘’Kami dari Penyidik Direskrim Umum dan Direskrim Khusus Polda Papua masih terus melakukan pengembangan terhadap 6 tersangka yang berhasil diamankan di Mapolda Papua Papua, Rabu (19/10) lalu,’’ kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat [Humas] Polda Papua, Komisaris Besar Polisi, Wachyono saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (21/10) kemarin.

Sampai sekarang kata Kabid Humas, pihaknya belum ada penambahan tersangka terkait pelakanaan KRP III, Rabu [19/10] lalu. “Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dulu dan melakukan pengembangan terhadap 6 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini,” ujar Wachyono lewat Telephone selulernya.

Dari 6 orang yang sudah di tetapkan tersangka ini diantaranya, Yoboisembut yang [Presiden Bangsa Papua Barat], Edison Gladius Waromi [perdana Menteri Papua Barat], August Makbrawen, Dominikus Sorabut, Selpius Bobi [Ketua Panitia KRP III], dan Gat Wenda

Wachyono menegaskan, ke enam tersangka ini, 5 diantaranya kasus Makar masing-masing, Yoboisembut, Edison Gladius Waromi, August Makbrawen, Dominikus Sorabut, dan Selpius Bobi. Mereka di kenakan pasal 110 ayat (1) KUHP dan 106 KUHP dan 160 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara atau seumur hidu.

Sedangkan tersangka, Gat Wenda dikenakan pasal Undang-undang Darurat yakni, pasal 2 ayat (1) undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Gat Wenda dikenakan Undang-undang darurat karena saat usai pelaksanaan Kongres Rakyat Papua III ditemukan sebilah parang. “Waktu dia diperiksa dalam mobil aparat gabungan TNI/Polri menemukan sebilah parang miliknya dan dia mengaku bahwa para tersebut miliknya,” jelas Wachyono

Disinggung terkait penemuan 3 mayat diantaranya, di belakang Gunung, tepatnya di belakang Korem 172/PWY dan di lereng bukit, distrik Heram, Kabid Humas Wachyono menegaskan bahwa pihaknya, belum bisa memastikan penyebab ketiga mayat yang ditemukan tersebut. “Ketiga korban tersebut masih di otopsi dan kalau sudah ada hasilnya nanti akan di beritahukan,” ujarnya. [bela/loy]

Posted via email from West Papua Merdeka News