Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label penangkapan. Show all posts
Showing posts with label penangkapan. Show all posts

Tuesday, 1 December 2020

Informasi sementara menjelang tanggal 1 Desember 2020


MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Sekretariat KNPB Almasuh didatangi aparat dan beberapa Anggota KNPB di tangkap serta dibawah ke Polres Merauke.

Hari ini, 30 November 2020 kurang lebih pukul 11.30 WP penangkapan itu terjadi terhadap ketua KNPB Wil. Almasuh, Ketua 1 KNPB Wil. Almasuh dan 3 anggota aktivis KNPB

Tak hanya di tangkap, terjadi pengrusakan dan penghapusan gambar-gambar motif Bintang Kejora di sekretariat KNPB Wil. Almasuh JL.Domba 3 yang dilakukan oleh aparat kolonial Indonesia.

Termasuk motor milik ketua KNPB, HP milik anggota KNPB serta parang yang biasa digunakan untuk memotong kayu bakar juga ikut dibawah ke Polres Merauke. Pada hal tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan.

Informasi dari lapangan, mereka masih ditahan di penjara Polres Merauke.

Mohon pantauan dan Advokasi.
------------------------------------------------

MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Kantor ULMWP wilayah adat Anim Ha di datangi aparat kepolisian resort merauke.

Aparat kepolisian resort Merauke menahan empat orang dari Sekretariat ULMWP di JL. Bupul kelapa 5 Mrk.

Belum jelas alasan mereka dibawa ke Polres Merauke.

Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha, Ny. Pangrasia Yeem bersama beberapa rekannya digeledah dan ditangkap oleh TNI/POLRI pada hari ini Senin (30/11/2020) sekitar pukul 12.30 siang. Beberapa perabot kantor dirusak dan papan nama Kantor ULMWP di bongkar oleh pasukan TNI/POLRI.

Menurut laporan singkat dari lapangan, Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha ditangkap karena pernyataan sikap penolakan Undang-Undang OTSUS Papua yang digelar di Merauke kemarin oleh mayoritas Masyarakat Adat Anim-Ha dari sejumlah Suku di Anim-Ha.

Ny. Pangrasia ditangkap bersama dengan dua orang penjaga Kantor ULMWP Anim-Ha. Mereka dibawa ke Kantor Polisi, Merauke — West Papua.

Kondisi kesehatan Ny. Pangrasia sedang dalam keadaan tidak sehat.

Berikut nama-nama yang diangkut:

1. Mama Pangkrasia Yem (50) ketua ULMWP Merauke,

2. Adrianus Terin (59),

3. Adrianus Hero (50),

4. Bertus (50).

Itulah nama mereka yg td siang dibawa ke Polres Merauke.
-------------------------------------------------

AMBON-Pukul 12:10 WIT, Pasukan Brimob mendatangi Asrama Mahasiswa Universitas Pattimura (As. unpatti) - di Ambon yang dihuni Mahasiswa Papua.

Kedatangan mereka dengan senjata lengkap dengan alasan mereka datang untuk memotret keberadaan mahasiswa Papua di Kota Studi Ambon.

Pada Pukul 12:13 WIT pasukan brimob memasuki asrama dan berdiskusi dengan saudara Alex Bonggoibo dan Denny Arey.

Diskusi mereka hingga pukul 12:20 WIT setelah itu pasukan Brimob keluar dari lingkungan Asrama bersama saudara Alex Bonggoibo.

Mohon Pantauan semua pihak.

Thursday, 5 November 2020

Dukungan Non-papua yang Sadar Demi Kemanusiaan || Mahasiswa Kaltim ||

Tuesday, 27 October 2020

Breaking News: 1 Mahasiswa Ditembak, 13 Mahasiswa Lainnya Ditahan Polisi Indonesia Buntut Penolakan UU Otsus Julid II, 2021

Fully Armed Indonesian Mobile Brigage facing
West Papua Students' Peaceful Demonstration

Aksi demonstrasi damai menolak UU Otsus Papua yang dilakukan oleh Mahasiswa Papua hari ini, Selasa (27/10/2020) dihadang oleh Tentara dan Polisi Indonesia. Dan 13 orang telah ditangkap, satu orang ditembak.

Berikut Nama-nama masa aksi damai yang dapat tahan di Gapura Uncen bawah :

1. Apniel Doo

2. Jhon F Tebai 

3. Doni Pekei

4. Yabet Likas Degei

5. Meriko Kabak

6. Orgis Kabak

7. Carles Siep

8. Ones Sama

9. Yanias Mirin

10. Arkilaus Lokon

11. Kristianbus Degei

12. Laban Helukan

13. Ausilius Magai

Satu orang masa aksi atas nama : MATIAS SOO ditembak oleh pasukan keamanan Indonesia dengan senjata.

Mohon pantauan media dan advokasi!

#Mahasiswa #WestPapua #TolakUUOtonomiKhusus #Referendum #PapuaMerdeka #FreeWestPapua

Friday, 27 September 2019

Bicara tentang Papua, pendiri WatchdoC Dandhy Laksono ditangkap

Poster dukungan kepada Dandhy Dwi Laksono yang disebar di media sosial. -Jubi/Ist
Papua, Jubi – Polda Jaya Metro Jaya menangkap Dandhy Dwi Laksono, pendiri WatchdoC dan sutradara film dokumenter, sekaligus pengurus nasional Aliansi Jurnalis Independen. Dandhy ditangkap di rumahnya di Pondokgede, Bekasi pada Kamis, 26 September 2019.

Disampaikan Sekjen AJI Indonesia, Revolusi Riza, melalui pernyataan sikap AJI Indonesia, berdasarkan kronologis YLBHI, Dandhy pada mulanya tiba di rumah sekitar pukul 22.30 WIB.

“Selang 15 menit kemudian datang polisi menggedor-gedor rumah Dandhy dengan membawa surat penangkapan,” katanya, di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Polisi menangkap Dandhy karena cuitannya soal Papua yang diduga telah menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Polisi menjerat Dandhy dengan Undang-undang Informasi Transaksi dan Elektronik Pasal 28.

Lanjutnya, Dandhy kemudian dibawa tim yang terdiri 4 orang ke kantor Polda Metro Jaya, dengan kendaraan D 216 CC mobil Fortuner sekitar pukul 23.05. Penangkapan tersebut disaksikan oleh dua satpam RT setempat.

Respons atas penangkapan salah satu pengurusnya itu, AJI menilai penangkapan terhadap Dandhy tidak berdasar dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, karena itu AJI menyatakan sikap:

1. Mendesak Polda Metro Jaya melepaskan Dandhy dengan segera dan membebaskannya dari segala tuntutan hukum.

2. Penangkapan terhadap Dandhy ini bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi Indonesia.

Sekadar diketahui, AJI adalah organisasi jurnalis yang misinya memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis. AJI memiliki 1.846 anggota yang tersebar di 38 kota.

AJI menjadi anggota sejumlah organisasi internasional: International Federation of Journalists (IFJ), berkantor pusat di Brussels, Belgia: International Freedom of Expression Exchange (IFEX), berkantor pusat di Toronto, Kanada: Global Investigative Journalism Network (GIJN), berkantor pusat di Maryland, AS: Forum Asia, jaringan hak asasi manusia berkantor pusat di Bangkok, Thailand; South East Asian Press Alliance (SEAPA), yang bermarkas di Bangkok.

Sejak tadi malam, tagar #BebaskanDandhy menjadi trending topic Twitter. Selain itu, bentuk solidaritas disampaikan pula melalui tagar #KamiBersamaDandhy di media sosial lain seperti Facebook dan Instagram. (*)

Sunday, 5 February 2017

Walau sempat ditangkap, penerobos KJRI Melbourne tidak kapok

Laki-laki (42) penerobos KJRI Melbourne sesaat setelah dilepas dengan jaminan dari Kepolisia Federal Australia memosting logo ini di thread percakapan facebooknya - IST

Jayapura, Jubi – Laki-laki 42 tahun, yang tertangkap kamera menerobos KJRI Melbourne, naik ke atapnya dan membentangkan bendera Bintang Kejora, ditangkap di pinggiran kota Melbourne, Selasa (31/1) lalu.
Hal itu dikonfirmasi Polisi Federal Australia (AFP) seperti dilansir CNN Indonesia minggu lalu. "Pria tersebut didakwa dengan pelanggaran di area yang dilindungi, bertentangan dengan Pasal 20 dari Perlindungan Orang dan UU Properti 1971," bunyi keterangan tersebut.
Saat ini, terduga pelaku telah ditebus dengan jaminan untuk hadir di Pengadilan Magistrat Melbourne, Kamis, 23 Februari.
Laki-laki yang ditangkap tersebut, melalui akun facebook pribadinya (yang namanya sengaja tidak kami cantumkan disini—red) Senin (30/1) mengatakan ada 6 orang polisi federal merangsek masuk apartemennya hari itu.
“Mereka borgol saya, dan bawa saya keluar gedung. Mereka bawa ke Kantor pusat polisi federal di Melbourne, menanyai saya, mengenakan saya pasal, memroses saya, lalu membebaskan saya dengan jaminan. Saya dikenakan pasal atas penerobosan di trempat yang dilindungi berdasarkan hukum Commonwealth,” demikian tulisnya.
Tidak tampak ada penyesalan maupun resah dari pernyataannya, malahan orang-orang yang berkomentar turut menyemangati dan menganggap tindakannya itu sebagai inspirasi:
“Anda adalah inspirasi, kawan. Hormat”.
Bahkan ada pula yang menawarkan untuk menggalang dana guna membayar jaminan akibat pasal yang dikenakan tersebut.
Bahkan ketika seorang temannya berkomentar:
“Bro, kau pasang semua ini di sosial media tidak takut kah? mereka akan awasi,” yang bersangkutan hanya menjawab: “loi” (Laughing out loud).
KJRI Melbourne, seperti dikutip CNN Indonesia mengatakan masalah tersebut dianggap selesai karena sudah merupakan perkara pengadilan, “maka tidak akan sesuai untuk memberikan komentar lebih lanjut," kata KJRI.
Insiden penerobosan KJRI tersebut terjadi sekitar pukul 12.52 waktu setempat, 6 Januari lalu. Pelaku menerobos halaman gedung aparteman tetangga KJRI sebelum memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2,5 meter.
Seorang pengacara publik yang aktif membela hak-hak politik rakyat Papua di Jakarta, Veronika Koman kepada Jubi (9/1)  menanggapi penerobosan tersebut mengatakan respon Indonesia itu tersebut terlalu reaktif dan mengabaikan persoalan yang justru perlu dipikirkan ulang terkait West Papua.
"Pemerintah Indonesia, terlebih penduduk Indonesia, harusnya refleksi kenapa hingga WNA Australia mendukung pembebasan West Papua—sampai berani menerobos KJRI??" ungkap Koman melalui sambungan telpon.(*)

Monday, 18 July 2016

Uskup agung kecam penangkapan ratusan warga Papua

 ucanews.com, 15/07/2016 Uskup agung kecam penangkapan ratusan warga Papua thumbnail Sekitar 260 warga Papua ditahan di Merauke, namun mereka telah dibebaskan. Para pejabat Gereja Katolik di wilayah Papua telah meminta lembaga penegak hukum memungkinkan orang Papua lebih banyak kebebasan untuk mengekspresikan diri, dan tidak melihat setiap aksi damai sebagai tindakan provokasi. Uskup Agung Merauke Mgr […]

from WordPress http://ift.tt/29ZvALb
via IFTTT

Thursday, 16 June 2016

KNPB: Dalam Lima Hari Polisi telah Menangkap 125 Orang Papua

Penulis Arnold Belau - Juni 15, 2016 JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat melaporkan, dalam lima hari terakhir, sejak tanggal 10 Juni lalu hingga hari ini, Rabu (15/6/2016) kepolisian kolonial republik Indonesia telah menangkap 1.236 orang. “Kalau hari ini ada sekitar 1.135 orang yag ditangkap. Yaitu 100 orang ditangkap di Wamena. 1.004 orang […]

from WordPress http://ift.tt/25YuoiC
via IFTTT

Wednesday, 15 June 2016

KNPB: Ribuan Rakyat Papua akan Turun ke Jalan dengan Damai

JAYAPURA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, mengatakan ribuan rakyat Papua akan turun ke jalan besok (15/6) dalam unjuk rasa damai menuntut penyelesaian pelanggaran HAM di Papua serta hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua. Unjuk rasa tersebut juga dimaksudkan untuk menolak Tim Terpadu Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM di Provinsi […]

from WordPress http://ift.tt/1Q1D0h2
via IFTTT

Sunday, 8 May 2016

Hampir 2.000 Orang Ditangkap, LBH : Rakyat Papua Tidak Sendirian

MAY 3, 2016/ VICTOR MAMBO Jayapura, Jubi – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengecam keras penangkapan 1.724 aktivis dalam demonstrasi damai yang dilaksanakan serempak di Jayapura, Sorong, Merauke, Fakfak, Wamena, Semarang dan Makassar. Beberapa hari sebelumnya, 52 orang juga sudah ditangkap menjelang aksi hari ini. Aksi hari ini dilakukan dalam rangka mendukung United Liberation Movement […]

from WordPress http://ift.tt/1WQzQO3
via IFTTT

Thursday, 21 May 2015

Bukan OPM, Marsel Diminta Dibebaskan

JAYAPURA – Marsel Muyapa (25), warga Kalibobo, Jalan Jayanti RT 15/RW 04, Nabire sekaligus seorang sopir angkutan umum jurusan Nabire-Dogiyai-Deiyai dan Paniai yang saat ini ditahan di Polda, diminta dibebaskan. Pasalnya, Marsel adalah bukan bagian dari TPN/OPM tetapi hanya seorang sopir yang ikut ditembak dan ditangkap oleh Timsus dan Satgas Brimob Polda Papua, ketika mobil […]

from WordPress http://ift.tt/1JBR5fJ
via IFTTT

Monday, 11 May 2015

Dua Hari, 264 Orang Ditangkap Karena Kebebasan Berekspresi

Jakarta, Jubi – “Dalam dua hari, 30 April – 1 Mei 2015, 264 orang ditangkap dan ditahan sewenang-wenang di Jayapura, Nabire, Merauke, Manokwari dan Kaimana, Papua. Mayoritas mereka adalah anak muda dan mahasiswa anggota dan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dan satu orang wartawan yang sedang melakukan peliputan. Penangkapan dilakukan oleh Brimob dan Tim […]

from WordPress http://ift.tt/1JAGaAF
via IFTTT

Tuesday, 25 November 2014

KNPB Tuntut Polda Tanggung Jawab

Jubir Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) Bazoka Logo didampingi Ketua I BPP KNPB Agus Kosay, ketika memberikan keterangan pers terkait kasus penembakan di Dogiyai di Expo, Waena, Jumat (21/11). JAYAPURA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menuntut Polda Papua bertanggungjawab atas aksi penembakan terhadap 3 aktivis KNPB, ketika berlangsung ibadah syukur HUT […]



from WordPress http://ift.tt/1r7pOez

via IFTTT

Friday, 17 October 2014

147 Amunisi Pesanan Enden dan Puron Wenda

WAMENA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Yotje Mende mengatakan, 147 Amunisi Peluru dari beberapa jenis sejata yang berhasil digagalkan oleh petugas keamanan bandara Sentani saat hendak diselundupkan oleh tersangka berinisial TW, Minggu (12/10) lalu itu merupakan pesanan dari Puron Wenda dan Enden Wanimbo, kelompok militan Papua merdeka di wilayah Lanny Jaya yang […]



from WordPress http://ift.tt/1rDNiRF

via IFTTT

Saturday, 23 August 2014

21 Anggota Kelompok Hans Richard Youweny Diringkus

SENTANI (JAYAPURA) - Sebanyak 60 orang Tim Gabungan yang terdiri dari Polda Papua, Polres Jayapura dan juga pihak TNI, Senin (11/08/2014) kemarin siang berhasil mengamankan 21 orang dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga dari kelompok Hans Richard Youweny. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo H mengatakan bahwa 21 orang itu, turut serta […]



from WordPress http://ift.tt/1vruzND

via IFTTT

Thursday, 24 July 2014

KRONOLOGIS 25 ORANG AKTIVIS DIHADANG DITANGKAP, DIPUKUL OLEH ANGGOTA TENTARA, BRIMOD, INTELJEN.

Sesuai dengan arahan melalui seruan aksi yang dibagikan oleh KNPB-PRD wilayah Timika, bahwa aksi damai akan gelar pada tanggal 17 juli 2014, maka masa dari , SP 13 mulai, jalan kaki sampai SP II di hadang oleh Militer Indonesia,  pada akhirnya Tim Gabungan Tni-Polri Indonesia memukul mengita dan ditangkap 25 Aktivis. 
 
Sebelumnya dikabarkan bawah ada 24 orang ditangkap. Namun dicek dan diselidiki ulang semua anggota yang ditangkap maka  KNPB-PRD dibenarkan ternyata ada 25 orang. terdiri dari 16 laki-laki, 5 Mama Papua, 4 lainnya anak kecil, dibawah umur. kemarin tanggal 17 juli 2014 malam pukul 12 Wpb, 24 orang dibebaskan, kecuali Ketua Sektor SP 13 Lison Tabuni masih Proses Hukum di tahan Polres Timika Mile 32.
 
KRONOLOGIS 25 ORANG AKTIVIS
 
Pada pukul 07.30 Wpb,  masa aksi  mulai bergerak awal star dari SP 13 menuju  ke kantor DPRD sepanjang Jalan SP 13 sampai Sp III aman-aman saja, tetapi sampai SP II  lampu merah depan pasar masa dari sektor SP 13 di hadang oleh tim gabungan Militer Indonesia.
 
Pada Pukul 08.00 Wpb, sebelum ditangkap pihak Militer Indonesia dalam hal tentara dan Polisi serta Inteljen melakukan pemukulan penyiksaan terhadap mama Papua dan anak kecil yang ikut aksi, lebih para yang dilakukan adalah laki-laki dewasa mereka mengancam memukul dengan popor senjata milik Negara Indonesia.
 
Saat penangkapan polisi melakukan pemukulan pake popor senjata sehingga 4 orang anggota aktivis luka-luka berat dan darah mengalir,  di muka, telingah kepala adalah antara lain;
1.      Lasarus tabuni  luka dimuka

  1.  Lasarus tabuni  luka dimuka
  2. 2Leson  Tabuni luka di muka
  3.  Bilem Wenda Luka di mata
  4. Ismael Wenda luka di telinga
  5. Dan  lainnya bagian badan

Pada pukul 09:00 Wpb, Saat penangkapan Pihak militer disita Uang Dompet, Handphone spanduk megavon beberapa motor ditahan. Setelah itu semua dinaikan di Truk  dan Mobil Lapas langsung naik  mobil dan truk dalmas milik Polres 32 Mimika.
 
Ditangkap Militer Indonesia adalah 5 orang mama Papua, 4 orang dibawah umur (anak kecil) 17 laki-laki. Barang-barang mereka di sita habis-habis oleh kepolisian Indonesia
 
Nama- nama yang ditahan adalah: 1. Neles Tabuni, 2. Ismael Wenda 3. Bilim Wenda, 4. Lasarus Kogoya, 5. Yandoa Tabuni, 6. Amerina Tabuni, 7. Efri Tabuni,  8. Merlin Wenda, 9.  Sem Tabuni, 10. Eliana Tabuni, 11. Lepina Wenda, 12. Nius Tabuni, 13. Ev. Mirius Wenda, 14. Kendi Keoway, 15. Sole Tabuni, 16. Linto Kossay, 17.  Stevanus Koga, 18. Alfa Tabuni, 19. Jekson Tabuni, 20. Rani Wenda, 21. Tinggris  Tabuni, 22.                 Leson Tabuni Ketua Knpb Sektor  Sp 13,  23. Lerius Wenda, 24. Wenemuk Kogoya,  25. Diana Wenda.
B.     KESAKSIAN  KEJADIAN 25 AKTIVIS KNPB YANG DITAHAN OLEH POLISI
 
Diantaranya 25 aktivis adalah 5 orang mama Papua, 4 orang dibawah umur (anak kecil) 17 laki-laki. Barang-barang mereka di sita habis-habis oleh kepolisian Indonesia. Bararng-barang itu tersebut adalah Dompet Motor HP dan lain-lain. 
 
Ini adalah kesaksian keterangan mereka saat 24 orang aktivis dibebaskan pada 17 juli 2014 pukul 12.00 WPB malam.
1.      Nama              : Neles Tabuni
             Umur             : 29 Tahun
Keterangan    : Setelah kami masa aksi tiba di sp 02 dari pihak TNI, dan POLRI serta inteljen menahan kami lalu, mereka tanya gambar yang ada di spanduk, panflet dan lain-lain, setelah itu, Ditampar di bagian pipi lalu, pukul di bagian hidung Lalu, mereka membawah ke kapolres 32 setelah itu, mereka memeriksa semuanya. Tetapi  pemeriksaan selagi lakukan juga pun mereka memukul lalu Tanya. Handphone polisi belum kembalikan, kami keluarkan dari polres 32 pukul 12.00 Wpb.
2.      Nama              : ISMAEL WENDA
             Umur             : 29 TAHUN
Keterangan    : Dari  SP 13 menuju ke tempat aksi kami tiba di SP 02 lalu, kami di tangkap oleh pihak keamanan TNI, dan POLRI setelah sampai di depan pasar SP 02, TNI Dan POLRI memukul dengan ujung mulut senjata di bagian telinga lalu, tendang juga tulang belakan. Sampai saat ini masih terasa sakit. kami keluarkan dari polres 32 pukul 12.00 Wpb.
3.      Nama              : BILEM WENDA
            Umur              : 23 TAHUN
Keterangan    : Kami depan pasar SP 02  pihak  keamanan Tni-Polri memukul dengan ujung mulut senjata di bagian testa lalu, dapat pukul juga di tulang belakan lalu sampai di 32 dapat pukul juga setelah pemeriksaan suruh buka telanjang. Lalu, dari pihak kepolisian mereka mengeluarkan alcohol lalu mereka tuang di dalam hidung. Pipi  dan dahi saya masih terasa sakit.
4.      Nama              : LASARUS KOGOYA
            Umur              : 24 TAHUN
Keterangan: Setelah mereka membuka baleo katanya suruh jelaskan Menagancamnya kepada nama tersebut diatas bahwa, segerah membuka bale, lalu kata lasarus bahwa ,mengapa saya putra daerah memangnya saya ras putih jadi saya mau ke Jawa ka, kata lasarus dari pihak kepolisian memukulnya lalu, mereka menarik seperti binatang. Lalu setelah sampai di Polres 32 pun disiksa.
  
5.      Nama              : YANDOA TABUNI
            Umur              : 39 TAHUN
Keterangan: Tiba di SP 02 depa pasar, dari pihak kepolisian tanya kepada saya tentang baleo dan aksi dari pihak keamanan, TNI dan POLRI menampar saya di bagian telinga dan memukul pake hulu senjata di bagian belakan. Dipukul diinjak-injak dikoroyok belasan anggota lalu mereka membawah kami di Polres 32, sampai Polres kami suru buka maju dan Jalan jongkok masuk ke kantor untuk Pemeriksaan.
6.       Nama             : AMERINA TABUNI
             Umur             : 23 TAHUN
Keterangan    : Kami masa aksi sampai SP 02, dari pihak keamanan memukul kepada komandan-komandan saya merasa sedih lalu, saya juga mengambil tindakan  meawan dengan Polisi"kenapa kalian tahan dan pukul kami kami hanya aksi damai menyampaikan aspirasi" saya angkat batu dan lempar kepada Polisi, kemudian Polisi tangkap saya ditarik sambil memukul saya dengan ujung senjata 3 kali di bagian belakan dapat tampar di bagian pipi, mereka membawah saya ke Polres 32 pun nanti tiba di kapolres 32 juga memukulnya menendang saya pake sepatu di bagian kaki paha saya.
7.      Nama              : EFRI TABUNI
            Umur              : 16 TAHUN
Keterangan    : Dari pihak keamanan kepolisian memukul saya di bagian bahu lalu, dapat tampar setelah dapat tampar mereka dorong saya dan saya jatuh. Setelah itu, mereka membawa ke kantor polres Mimika  sampai di Polres 32 pun mereka memukul.
         
8.      Nama              : MERLIN WENDA
            Umur              : 32 TAHUN
Keterangan    : Dapat memukul dan tarik di telinga oleh pihak kepolisian lalu dorong saya dengan anak saya Jekson Tabuni Umur satu tahun enam bulan. Sampai malam jam 12 baru kami pulang.
9.      Nama              : SEM TABUNI
            Umur              : 40 TAHUN
Keterangan    : Saya hanya ditangkap dan  tidak memukul oleh pihak manapun hanya menangkap lalu suruh naik di truck Tahanan bawah ke Polres 32 untuk pemeriksaan, lalu mereka Tanya kenapa kamu ikut aksi saya jawab kami diantar seruan aksi jadi kita ikut aksi saya sampaikan begitu.
10.  Nama              : ERIANA TABUNI
            Umur              : 24 TAHUN
Keterangan: Sayas tidak memukul oleh pihak manapun hanya menangkap lalu suruh naik di truck Tahanan bersama anaknya Rani Wenda yang berumur 2 tahun 8 bulan.kami di tahan diperiksa mulai dari jam 09.00 sampai jam 12.00Wpb, baru kami dibebaskan.
         
11.  Nama              : LEPINA WENDA
            Umur              : 32 TAHUN
Keterangan    : Saya saat di tangkap Intel dan Polisi memukul setelah itu  menangkap lalu suruh naik di truck Tahanan bersama anaknya yang berumur 2 tahun Tinnggris Tabuni. Sampai Polres Polisi Tanya suami kamu kerja dimana, saya jawab suami saya hanya Petani
12.  Nama              : NIUS TABUNI
            Umur              : 27 TAHUN
Keterangan    : Setelah kami tiba di SP 02 dari pihak TNI dan POLRI  tidak memukul, tapi HP Kamera saya disita dan saat kami keluar polisi tidak kasih kembali.
13.  Nama              : EV. MIRIUS WENDA
            Umur              : 25 TAHUN
Keterangan    : Setelah kami tiba di SP 02 dari pihak TNI dan POLRI  tidak memukul, tapi HP  saya disita uang Rp. 50.000; mereka ambil. kemudian saat kami keluar polisi tidak kasih kembali.
14.  Nama              : Kendi Edowai
            Umur              : 25 Tahun
Keterangan    : Saya bersama masa aksi tiba di SP 02 pihak kepolisian menampar di muka, memukul di bagian belakan setelah itu, pukul lagi di badan,  mereka menangkap saya lalu mereka bawah ke Polres 32, tiba di Polres 32 juga mereka memukul lalu, mereka, suruh membuka pakian lalu, jemur di matahari selama 01 jam, kita disuruh membuka perhiasan di badan setelah itu mereka,mengambil data/status satu per satu diancam dengan suara keras.
          
15.  Nama              : SOLE TABUNI
            Umur              : 25 TAHUN
Keterangan    : Di SP 02 dari pihak TNI dan POLRI  menahan di bagian leher sampai leher sakit setelah mereka menarik leher lalu, disuruh naik di truk tahanan , tiba di polres juga POLRI  memukul di bagian panta memakai kayu sampai suruh tiarad. Mereka tahan kita sampai jam 12:00 kami dibebaskan.
      
16.  Nama              : LINTO KOSSAY
            Umur              : 24 Tahun
Keterangan    : Pihak TNI-POLRI dan Intel Emosi  memukul pake ujung senjata di kepala lalu, kepala bocor,  darah mengalir mereka menampar di testa. setelah itu mereka membawah kami ke  kantor Polres Mimika mil 32. jam 12:00 kami dibebaskan
17.  Nama              : STEVANUS KOGA
            Umur              : 20 TAHUN
Keterangan    : Mereka memukul di muka, saya agak pusing setelah itu,,mereka menendang saya di dada saya jatu, setelah jatu mereka menyuruh saya naik di truk tahanan. mereka membawah saya ke kantor Polres Mimika mi 32, tiba di 32 mereka menyuruh saya  untuk jalan kodok dari pos penjagahan sampai masuk ke dalam. Tiba di dalam mereka menyuruh untuk membuka baju jemur di matahari ,disuruh untuk membuka perhiasan di badan. jam 12:00 kami dibebaskan.
18.  Nama              : ALFA TABUNI
            Umur              : 2 TAHUN
Keterangan    : Polisi menangkap Alfa, bersama Orang tua mamanya sampai masuk Penjara  Polres 32, mulai jam 09.00- jam 12:00 Wpb kami dibebaskan.
19.   Nama             :  JEKSON TABUNI
            Umur              : 1 TAHUN 6 BULAN
Keterangan    : Jekson ditangkap Polisi bersama orang tuana  Merlin Wenda di SP 02. Polisi dan intel menahan suruh naik ke truk Polisi, di Penjara  Polres 32 kami  ditahan di siksa dicaci maki oleh anggota Polisi.
20.  Nama              :  RANI WENDA
            Umur              : 2 TAHUN
Keterangan    :  Polisi menangkap Rani  bersama Orang tua mamanya sampai masuk Penjara  Polres 32, kami di tahan sekitar 20 jam dalam tahanan. Lalu jam 12 malam kami dibebaskan.
21.  Nama              :  TINGGRIS  TABUNI
            Umur              : 2 TAHUN
Keterangan: Setelah masa aksi tiba di sp 02 mereka polisi menangkap Tinggris bersama Orang tua mamanya sampai masuk Tahanan Polres Mimika Mil 32, Lalu jam 12 malam kami dibebaskan.
22.   Nama              :  LESON TABUNI KETUA KNPB SEKTOR SP 13
            Umur               : 29 TAHUN
Keterangan    : Ketua sector Sp 13, dan Kordinator lapangan aksi damai SP 13,  masih tahan Penjara Polres Mimika Mile 32, saat penangkapan beliau dapat pukul dan diancam  sampai badan hancur diinjak-ijak oleh Polisi Intel.
Saat pemeriksaan diantaranya 24 orang, ketua sector  SP 13 mengaku bahwa saya adalah ketua sector SP 13 dan saya yang dipimpin aksi turun jalan dari SP 13 menuju titik pusat aksi Kantor DPRD Timika, kata saat di pemeriksaan selama 6 jam yaitu mulai dari 10:00Wp-Pukul 15.00 Wp sore. Hingga saat ini masih tahan Polisi. Dengan alasan tentang Perkara tindak Pidana Kejahatan  terhadap ketertian umum (penghasutan)  pasal 160 KUHP.
23.   Nama             : LERIUS DABI
            Umur              : 27 TAHUN
Keterangan    : Belum ada keterangan  kesaksian, karena mereka dibebaskan jam 12 malam langsung pulang kerumah. Namun menurut teman-teman sampaikan bawah nasibnya sama.
24.  Nama              : WENEMUK KOGOYA
            Umur              : 25 TAHUN
Keterangan    : Belum ada keterangan  kesaksian, karena mereka dibebaskan jam 12 malam langsung pulang kerumah. Namun menurut teman-teman sampaikan bawah nasibnya sama.
25.  Nama              : DIANA WENDA
            Umur              : 23 TAHUN
Keterangan    : Belum ada keterangan  kesaksian, karena mereka dibebaskan jam 12 malam langsung pulang kerumah.
C.    KRONOLOGIS AKSI DAMAI  DEPAN KANTOR DPRD TIMIKA
Pada hari rabu 16 juli,  Komite Nasional Papua barat dan Parlemen Rakyat Daerah (KNPB & PRD) Wilayah Bomberay, mengeluarkan seruan aksi damai Nasional terkait dengan Pemerintah Indonesia membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi Rayat Papua, dan membebaskan Tahanan Aktivis KNPB  seluruh Tanah Papua, serta Hapuskan Daftar Pencarian Orang (DPO) Ketua Parlemen Nasional West Papua  Tn. Buctar Tabuni.
Pada Puku 08.40 Wpb, keluar dari kantor KNPB & PRD semua rakyat Papua mulai mempersiapkan diri,  mengukir ukur badan sambil  memakai pakian adat. 
Pada pukul 09.20 Wpb penyampaian atau arahan terkait dengan aksi damai di sampaikan oleh Pdt. Daniel Bagau. 
Pada pukul 9:25, Wpb,  masa aksi dari  SP 5, SP 6, SP 7, SP 12, Yayanti, SP 13, ILIALE, SP 3, SP 2 dihadang oleh TNI/POLRI dengan peralatan lengkap dengan senjata mobil dan  truk, lalu  25  Aktifi KNPB di tangkap dan ada di POLRES Mimika 32.
Berikut Nama- nama yang ditahan adalah: 1. Neles Tabuni, 2. Ismael Wenda 3. Bilim Wenda, 4. Lasarus Kogoya, 5. Yandoa Tabuni, 6. Amerina Tabuni, 7. Efri Tabuni,  8. Merlin Wenda, 9.  Sem Tabuni, 10. Eliana Tabuni, 11. Lepina Wenda, 12. Nius Tabuni, 13. Ev. Mirius Wenda, 14. Kendi Keoway, 15. Sole Tabuni, 16. Linto Kossay, 17.  Stevanus Koga, 18. Alfa Tabuni, 19. Jekson Tabuni, 20. Rani Wenda, 21. Tinggris  Tabuni, 22.            Leson Tabuni Ketua Knpb Sektor Sp 13, 23. Lerius Wenda, 24. Wenemuk Kogoya, 25. Diana Wenda.  
25 orang anggota Knpb yang tergolong dari 4 Anak kecil  dibawah umur, 5 orang Mama Papua, 16 Pria. Polisi menahan diperiksa  kemudian 24 orang dibebaskan satu diantaranya yitu Leson Tabuni masih tahan sampai hari ini.
Pada Pukul, 09.48 Wpb, Berdoa pembukaan oleh Pdt. Daniel Bagau, setelah selesai berdoa mulai keluar dari kantor KNPB & PRD mempersiapkan diri untuk aksi damai, mulai longmarch jalan kaki dari jalan Freeport lama menju titik aksi depan kantor DPRD Timika.
Pada  pukul, 10:15 Wpb,  aksi mulai dan Kordinator Aksi (Korlap) mengambil peran   bagian dalam mengakomodir masa dalam satu komando satu tujuan. Lansung arahakn amsa dengan yel-yel aksi yaitu, 1. Papua "Merdeka" Referendum "Yes" Indonesia "Pulang"
Pada pukul 10:40 Wpb. Polisi, Brimod Intel 350 pasukan dengan senjata lengkap berjaga di depan Pasar   terminal Gorong-gorong, dan masih ada masa yang menunggu  untuk bergabung sebanyak 40 orang dan 15 anak SD.
Pukul 11.27 Wpb, tiba di kantor DPRD Timika,  Perjalanan aksi damai sejak mulai sampai tibah di titik aksi kira-kita 4 jam. Perjalanan longmarch. Rute aksi damai dari Kantor KNPB-PRD kebun siri sampai bendungan lewat Gorong-gorong Koperapoka menuju pasar lama, kemudian lanjut ke Kantor DPR melewati Kantor Bank Papua dan kantor Pos, sampai di Gereja Katolik  Tiga Raja. Masuk ke Kantor DPRD Timika.
Pada pukul 11:30 Wpb, masa kuasai halaman Kantor DPRD Mimika, lansung mulai Orasi-orasi politik dipimpin langsung oleh Kordinator lapangan (korlap), 
Pukul 11: 40 Wpb, masa aksi dipimpin oleh Pdt Daniel Bagau, memimpin untuk pujian dan penyembahan dan berdoa, agar masa aman dan tenang sesuai dengan aksi damai. Lebih kepada Pihak  DPR Pemerintah dan Militer Tni-Polri bisa kendalikan emosi.
Pada pukul 12.50 Wpb, pembacaan Pernyataan Sikap dibacakan oleh ketua Parlemen Rakyat Daerah, Abiut Degei,  pada intinnya adalah  Pemerintah Indonesia Membuka ruang demokrasi untuk rakyat Papua menentukan nasib Sendiri melalui 
'Referendum", kemudian lanjut dengan Indonesia membebaskan Tapol-Napol Papua Merdeka, serta Polda Papua menabut dan menghapaus DPO terhadap Ketua Parlemen Nasional (PNWP) Tn. Buctar Tabuni.
Pada pukul 12.00 Wpb. Tanggapan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Timika, sekirar 4  anggota DPRD yang bediri mendengar  tuntutan aksi damai mereka diantaranya adalah 1. Mus Pigai, 2. Gerson Wandikmo, 3. Elminus Moom, 4. Ade Mathulesi. Pada intinya mereka menghargai dan mengakui atas aksi damai tersebut. Tuntutan aksi mereka menerima Tapi mereka akan teruskan ke atasan kata 4 DRP itu.
Mereka berjanji ambil kesepakatan antara  Jutaan massa aksi, DPRD, Polisi, KNPB dan PRD di halaman kantor DPR Mmika. Menyampaikan bawah  ke 25 orang yang ditangkap itu hanya diamankan saja dan akan dipulangkan memintah keterangan katanya,  Agus Karowa selaku Wakapolres  Mimika. Ternyata Lesson tabuni masih tahan di Polres Mimika Mil 32, kemudian 24 orang dibebaskan pada 17 juli 2014 jam 12:00  Wpb malam.
Pada pukul:12:15Wpb,  perwakilan pihak keamanan Tni dan Polri, diwakili oleh Wakapolres Agus Karowa, dia menjelaskan seputar aksi dan dia juga mengakui aksi kali ini masa sangat banyak. 
Lalu depan Anggota DPRD dan Jutaan masa aksi dia berjanji akan dibebaskan 25 anggota Aktivis yang ditahan di Polres 32. Namun sampai saat ini 24 dibebaskan satu  orang masih  tahan.
Pada pukul 12. 30Wpb, masa aksi dibawah komando korlap mengarahkan  untuk pulang dengan damai ke kantor KNPB-PRD. Melewati jalur yang sama. Masa mulai keluar jalan kaki menuju kantor selama hampir 2 jam, masa mulai masuk kantor dengan aman terkontrol oleh Militan KNPB.
Pada pukul 14:30 Wpb, mulai arahan dari ketua PRD wilayah Timika dan ketegasan dari Ketua Militan KNPB, Kemudian akhirnya di tutup dengan doa.
Pada pukul 15:00Wpb masa mulai waita dan base depan kantor sambil menunggu makan, masa aksi lain pulang kerumah masing-masing.
FOTO-FOTO, KEKERASAAN TENTARA, BRIMOB-POLISI DAN INTEL SAAT PENANGKAPAN  25 ORANG ANGGOTA KNPB WILAYAH TIMIKA PADA 17 JULI 201.



 

FOTO-FOTO , KETERANGAN KESAKSIAN  25 ORANG ANGGOTA KNPB WILAYAH TIMIKA.
 



 
   
 
 

 

 








  

 


 
 

 




Empat Anak kecil yang ditangkap Tentara dan Polisi Indonesia, foto saat mereka empat duduk  Makan bersama
FOTO-FOTO AKSI DAMAI TIMIKA
 








 

Thursday, 1 August 2013

LPMAP Sorot Penangkapan 5 Aktifis Papua Merdeka

LPMAP Sorot Penangkapan 5 Aktifis Papua Merdeka

JAYAPURA – Pembubaran paksa massa pendemo dari sejumlah kelompok organisasi pro-Papua Merdeka oleh aparat kepolisian pada Senin (29/7), yang berbuntut penangkapan 5 aktifis penggerak aksi, mendapat sorotan dariKetua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua (LPMAP), Stevanus Siep,S.H.
“Menanggapi berita Bintang Papua edisi 30 Juli 2013 tentang demo SHDRP dan  menangkap 5 orang aktifis sebagai penanggung jawab, berarti Kapolda Papua gagal memberdayakan masyarakat adat Papua,” ungkapnya yang diterima Bintang Papua via SMS, Selasa (30/7).

 Dikatakan, hal itu karena Kapolda telah melakukan pembungkaman demokrasi tentang menyampaikan pendapat dimuka umum untuk rakyat Papua.

“Maka kami mohon supaya Kapolri segera ganti kapolda Papua, karena rakyat tidak bisa berekspresi,” ungkapnya.

Dikatakan juga,Negara kita Negara demokrasi yang menganut asas Pancasila dan UUD 1945, namun amanatnya tidak dapat dilaksanakan diPapua.

“Di luar Papua bebas menyampaikan aspirasi dan demokrasi berlaku, tetapi ruang demokrasi diPapua sangat tertutup,” lanjutnya.

Ia menuntut penggantian pejabat Kapolda karena merasa bahwa sekarang terjadi ketidakadilan demokrasi di Papua.

“Kenapa di indonesia lain diijinkan, sedangkan di papua ditutup?,” tanyanya.Ia pun mempertanyakan dimana letak hak demokrasi orang Papua?.

“Memang kami sadar bahwa Papua demo politik, tetapi saat demo tidak mungkin langsung merdeka.Kan ada prosesnya, jadi bapak Kapolda sekarang sangat tidak hargai rakyat Papua di alam reformasi dan demokrasi,” jelasnya.(Aj/Don/l03)
Enhanced by Zemanta