Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label penangkapan. Show all posts
Showing posts with label penangkapan. Show all posts

Tuesday, 1 December 2020

Informasi sementara menjelang tanggal 1 Desember 2020


MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Sekretariat KNPB Almasuh didatangi aparat dan beberapa Anggota KNPB di tangkap serta dibawah ke Polres Merauke.

Hari ini, 30 November 2020 kurang lebih pukul 11.30 WP penangkapan itu terjadi terhadap ketua KNPB Wil. Almasuh, Ketua 1 KNPB Wil. Almasuh dan 3 anggota aktivis KNPB

Tak hanya di tangkap, terjadi pengrusakan dan penghapusan gambar-gambar motif Bintang Kejora di sekretariat KNPB Wil. Almasuh JL.Domba 3 yang dilakukan oleh aparat kolonial Indonesia.

Termasuk motor milik ketua KNPB, HP milik anggota KNPB serta parang yang biasa digunakan untuk memotong kayu bakar juga ikut dibawah ke Polres Merauke. Pada hal tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan.

Informasi dari lapangan, mereka masih ditahan di penjara Polres Merauke.

Mohon pantauan dan Advokasi.
------------------------------------------------

MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Kantor ULMWP wilayah adat Anim Ha di datangi aparat kepolisian resort merauke.

Aparat kepolisian resort Merauke menahan empat orang dari Sekretariat ULMWP di JL. Bupul kelapa 5 Mrk.

Belum jelas alasan mereka dibawa ke Polres Merauke.

Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha, Ny. Pangrasia Yeem bersama beberapa rekannya digeledah dan ditangkap oleh TNI/POLRI pada hari ini Senin (30/11/2020) sekitar pukul 12.30 siang. Beberapa perabot kantor dirusak dan papan nama Kantor ULMWP di bongkar oleh pasukan TNI/POLRI.

Menurut laporan singkat dari lapangan, Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha ditangkap karena pernyataan sikap penolakan Undang-Undang OTSUS Papua yang digelar di Merauke kemarin oleh mayoritas Masyarakat Adat Anim-Ha dari sejumlah Suku di Anim-Ha.

Ny. Pangrasia ditangkap bersama dengan dua orang penjaga Kantor ULMWP Anim-Ha. Mereka dibawa ke Kantor Polisi, Merauke — West Papua.

Kondisi kesehatan Ny. Pangrasia sedang dalam keadaan tidak sehat.

Berikut nama-nama yang diangkut:

1. Mama Pangkrasia Yem (50) ketua ULMWP Merauke,

2. Adrianus Terin (59),

3. Adrianus Hero (50),

4. Bertus (50).

Itulah nama mereka yg td siang dibawa ke Polres Merauke.
-------------------------------------------------

AMBON-Pukul 12:10 WIT, Pasukan Brimob mendatangi Asrama Mahasiswa Universitas Pattimura (As. unpatti) - di Ambon yang dihuni Mahasiswa Papua.

Kedatangan mereka dengan senjata lengkap dengan alasan mereka datang untuk memotret keberadaan mahasiswa Papua di Kota Studi Ambon.

Pada Pukul 12:13 WIT pasukan brimob memasuki asrama dan berdiskusi dengan saudara Alex Bonggoibo dan Denny Arey.

Diskusi mereka hingga pukul 12:20 WIT setelah itu pasukan Brimob keluar dari lingkungan Asrama bersama saudara Alex Bonggoibo.

Mohon Pantauan semua pihak.

Thursday, 5 November 2020

Dukungan Non-papua yang Sadar Demi Kemanusiaan || Mahasiswa Kaltim ||

Tuesday, 27 October 2020

Breaking News: 1 Mahasiswa Ditembak, 13 Mahasiswa Lainnya Ditahan Polisi Indonesia Buntut Penolakan UU Otsus Julid II, 2021

Fully Armed Indonesian Mobile Brigage facing
West Papua Students' Peaceful Demonstration

Aksi demonstrasi damai menolak UU Otsus Papua yang dilakukan oleh Mahasiswa Papua hari ini, Selasa (27/10/2020) dihadang oleh Tentara dan Polisi Indonesia. Dan 13 orang telah ditangkap, satu orang ditembak.

Berikut Nama-nama masa aksi damai yang dapat tahan di Gapura Uncen bawah :

1. Apniel Doo

2. Jhon F Tebai 

3. Doni Pekei

4. Yabet Likas Degei

5. Meriko Kabak

6. Orgis Kabak

7. Carles Siep

8. Ones Sama

9. Yanias Mirin

10. Arkilaus Lokon

11. Kristianbus Degei

12. Laban Helukan

13. Ausilius Magai

Satu orang masa aksi atas nama : MATIAS SOO ditembak oleh pasukan keamanan Indonesia dengan senjata.

Mohon pantauan media dan advokasi!

#Mahasiswa #WestPapua #TolakUUOtonomiKhusus #Referendum #PapuaMerdeka #FreeWestPapua

Friday, 27 September 2019

Bicara tentang Papua, pendiri WatchdoC Dandhy Laksono ditangkap

Poster dukungan kepada Dandhy Dwi Laksono yang disebar di media sosial. -Jubi/Ist
Papua, Jubi – Polda Jaya Metro Jaya menangkap Dandhy Dwi Laksono, pendiri WatchdoC dan sutradara film dokumenter, sekaligus pengurus nasional Aliansi Jurnalis Independen. Dandhy ditangkap di rumahnya di Pondokgede, Bekasi pada Kamis, 26 September 2019.

Disampaikan Sekjen AJI Indonesia, Revolusi Riza, melalui pernyataan sikap AJI Indonesia, berdasarkan kronologis YLBHI, Dandhy pada mulanya tiba di rumah sekitar pukul 22.30 WIB.

“Selang 15 menit kemudian datang polisi menggedor-gedor rumah Dandhy dengan membawa surat penangkapan,” katanya, di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Polisi menangkap Dandhy karena cuitannya soal Papua yang diduga telah menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Polisi menjerat Dandhy dengan Undang-undang Informasi Transaksi dan Elektronik Pasal 28.

Lanjutnya, Dandhy kemudian dibawa tim yang terdiri 4 orang ke kantor Polda Metro Jaya, dengan kendaraan D 216 CC mobil Fortuner sekitar pukul 23.05. Penangkapan tersebut disaksikan oleh dua satpam RT setempat.

Respons atas penangkapan salah satu pengurusnya itu, AJI menilai penangkapan terhadap Dandhy tidak berdasar dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, karena itu AJI menyatakan sikap:

1. Mendesak Polda Metro Jaya melepaskan Dandhy dengan segera dan membebaskannya dari segala tuntutan hukum.

2. Penangkapan terhadap Dandhy ini bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi Indonesia.

Sekadar diketahui, AJI adalah organisasi jurnalis yang misinya memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis. AJI memiliki 1.846 anggota yang tersebar di 38 kota.

AJI menjadi anggota sejumlah organisasi internasional: International Federation of Journalists (IFJ), berkantor pusat di Brussels, Belgia: International Freedom of Expression Exchange (IFEX), berkantor pusat di Toronto, Kanada: Global Investigative Journalism Network (GIJN), berkantor pusat di Maryland, AS: Forum Asia, jaringan hak asasi manusia berkantor pusat di Bangkok, Thailand; South East Asian Press Alliance (SEAPA), yang bermarkas di Bangkok.

Sejak tadi malam, tagar #BebaskanDandhy menjadi trending topic Twitter. Selain itu, bentuk solidaritas disampaikan pula melalui tagar #KamiBersamaDandhy di media sosial lain seperti Facebook dan Instagram. (*)

Sunday, 5 February 2017

Walau sempat ditangkap, penerobos KJRI Melbourne tidak kapok

Laki-laki (42) penerobos KJRI Melbourne sesaat setelah dilepas dengan jaminan dari Kepolisia Federal Australia memosting logo ini di thread percakapan facebooknya - IST

Jayapura, Jubi – Laki-laki 42 tahun, yang tertangkap kamera menerobos KJRI Melbourne, naik ke atapnya dan membentangkan bendera Bintang Kejora, ditangkap di pinggiran kota Melbourne, Selasa (31/1) lalu.
Hal itu dikonfirmasi Polisi Federal Australia (AFP) seperti dilansir CNN Indonesia minggu lalu. "Pria tersebut didakwa dengan pelanggaran di area yang dilindungi, bertentangan dengan Pasal 20 dari Perlindungan Orang dan UU Properti 1971," bunyi keterangan tersebut.
Saat ini, terduga pelaku telah ditebus dengan jaminan untuk hadir di Pengadilan Magistrat Melbourne, Kamis, 23 Februari.
Laki-laki yang ditangkap tersebut, melalui akun facebook pribadinya (yang namanya sengaja tidak kami cantumkan disini—red) Senin (30/1) mengatakan ada 6 orang polisi federal merangsek masuk apartemennya hari itu.
“Mereka borgol saya, dan bawa saya keluar gedung. Mereka bawa ke Kantor pusat polisi federal di Melbourne, menanyai saya, mengenakan saya pasal, memroses saya, lalu membebaskan saya dengan jaminan. Saya dikenakan pasal atas penerobosan di trempat yang dilindungi berdasarkan hukum Commonwealth,” demikian tulisnya.
Tidak tampak ada penyesalan maupun resah dari pernyataannya, malahan orang-orang yang berkomentar turut menyemangati dan menganggap tindakannya itu sebagai inspirasi:
“Anda adalah inspirasi, kawan. Hormat”.
Bahkan ada pula yang menawarkan untuk menggalang dana guna membayar jaminan akibat pasal yang dikenakan tersebut.
Bahkan ketika seorang temannya berkomentar:
“Bro, kau pasang semua ini di sosial media tidak takut kah? mereka akan awasi,” yang bersangkutan hanya menjawab: “loi” (Laughing out loud).
KJRI Melbourne, seperti dikutip CNN Indonesia mengatakan masalah tersebut dianggap selesai karena sudah merupakan perkara pengadilan, “maka tidak akan sesuai untuk memberikan komentar lebih lanjut," kata KJRI.
Insiden penerobosan KJRI tersebut terjadi sekitar pukul 12.52 waktu setempat, 6 Januari lalu. Pelaku menerobos halaman gedung aparteman tetangga KJRI sebelum memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2,5 meter.
Seorang pengacara publik yang aktif membela hak-hak politik rakyat Papua di Jakarta, Veronika Koman kepada Jubi (9/1)  menanggapi penerobosan tersebut mengatakan respon Indonesia itu tersebut terlalu reaktif dan mengabaikan persoalan yang justru perlu dipikirkan ulang terkait West Papua.
"Pemerintah Indonesia, terlebih penduduk Indonesia, harusnya refleksi kenapa hingga WNA Australia mendukung pembebasan West Papua—sampai berani menerobos KJRI??" ungkap Koman melalui sambungan telpon.(*)