Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label penembakan. Show all posts
Showing posts with label penembakan. Show all posts

Monday, 26 April 2021

Kabinda Papua dikabarkan meninggal dunia di Beoga, Papua


Jayapura, Jubi – Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu IGP Dani NK, Minggu (25/4/2021) dikabarkan meninggal dunia di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kabar meninggalnya Kabinda Papua ini dikonfirmasi oleh Kapolda Papua, Irjenpol Mathius Fakhiri. Namun apa penyebabnya belum diketahui secara pasti.

“Memang benar Brigjen TNI Putu Dani yang menjabat Kabinda dilaporkan meninggal di Beoga namun hingga kini belum ada laporan lengkapnya,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri dikuti Antara, Minggu (25/4/2021).

Rencananya, jenazah Kabinda akan dberangkatkan dari Beoga ke Timika esok hari, Senin, 26 April 2021 menggunakan Helikopter Caracal yang take off dari Timika pukul 06.00 WIT. (*)

Kabinda Papua Gugur di Beoga

 Kapolda: Beoga Masih Siaga, Anggota Melakukan Pengejaran


JAYAPURA-Distrik Beoga kembali ‘memanas’ setelah beberapa waktu sebelumnya dinyatakan kondusif. Seorang perwira tinggi TNI berpangkat bintang satu yang menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen  TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, gugur setelah ditembak mengenai kepala oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Dambet, Minggu (25/4) sekira pukul 15:30 WIT.

Diketahui, Kabinda Papua ditembak saat meninjau lokasi pembakaran yang dilakukan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak yang berlangsung dua pekan lalu.

Panglima Kodam XVII, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono saat dikonfirmasi membenarkan insiden penembakan tersebut.

“Betul beliau gugur dan saat ini jenazah masih berada di Beoga, masih kita monitor terus. Direncanakan Senin (26/4) jenazah kita evakuasi dari Beoga,” ungkap Pangdam saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, kemarin (25/4).

Lanjut Pangdam, penembakan tersebut terjadi sekira pukul 15.30 WIT. Hanya saja hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait kronologis kejadian penembakan. Hal ini dikarenakan sulitnya akses komunikasi di daerah tersebut.

“Kami belum tahu kronologinya seperti apa. Sebab komunikasi masih terputus antara Beoga dengan Ilaga, ilaga dengan di sini (Jayapura-red). Untuk sementara kita juga masih dalami,” paparnya.

Terkait dengan peristiwa tersebut lanjut Pangdam, Senin (26/4) hari ini dirinya akan bertolak ke Mimika. “Rencananya saya akan ke Timika untuk memonitor,” ucapnya.

Secara terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan dirinya sudah mengetahui informasi gugurnya Kabinda Papua. Mathius Fakhiri mengatakan, saat ini perkuatan anggota masih  berada di Beoga.

“Perkuatan kami hingga saat ini masih ada di Beoga. Mereka sedang bekerja dan melakukan pengejaran,” kata Kapolda Mathius Fakhiri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Minggu (25/4).

Menurut Mathius Fakhiri, status Beoga memang belum sepenuhnya kondusif pasca beberapa rentetan peristiwa yang terjadi di daerah tersebut.

“Status Beoga masih siaga, belum aman. Kita tetap melakukan langkah-langkah pemulihan dengan penindakan hukum di sana,” tegasnya.

Sementara itu, dari data yang didapat Cenderawasih Pos, Minggu (25/4) terjadi Kontak tembak di sekitar Kampung Dambet atau sekitar sekolah dasar (SD) yang sebelumnya dibakar KKB Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Sekira pukul 09.20 WIT, tim termasuk Kabinda Papua, Brigjen  TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya  berangkat ke Kampung Dambet menggunakan delapan unit sepeda motor untuk melaksanakan observasi lapangan.

Sekira pukul 15.50 WIT, diperoleh informasi terjadi kontak tembak antara rombongan dengan KSB di Kampung Dambet.

Pukul 16.00 WIT, Tim Satgas Elang dan Delta melaksanakan evakuasi ke lokasi kontak dengan berjalan kaki.

Berdasarkan laporan handy talky (HT) Kabinda terkena tembakan di bagian kepala dan direncanakan pelaksanaan evakuasi dari Beoga ke Mimika, Senin (26/4) hari ini.

Adapun rencana evakuasi Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya yaitu dari Beoga ke Timika menggunakan hellycopter caracal. Setelah itu jenazah diterbangkan ke Jakarta. (fia/ana/nat)

Teror KKB di Kabupaten Puncak

8 April 2021

KKB melakukan aksi penembakan di salah satu kios di Kampung Julugoma. Dalam aksi ini, KKB menembak mati seorang guru SD Inpres Beoga atas nama Oktovianus Rayo. Selain menembak mati seorang guru, KKB juga membakar tiga ruangan di SMA Negeri 1 Beoga.


9 April 2021

KKB kembali menembak seorang Guru SMPN 1 Beoga bernama Yonatan Randen dengan luka tembak di bagian dada hingga meninggal dunia.


11 April 2021

KKB berulah lagi dengan membakar sembilan ruangan di SMPN 1 Beoga.


14 April 2021

KKB pimpinan Lekagak Telenggen, menembak mati seorang pengendara ojek bernama Udin (41) di Kampung Eromoga, Distrik Emokia.


15 April 2021

KKB menembak seorang pelajar kelas X SMA Negeri Ilaga bernama Ali Mom di Kampung Uloni, Distrik Ilaga.


17 April 2021

KKB kembali berulah di Kampung Dambet, dengan membakar gedung sekolah, rumah kepala suku dan tiga rumah dinas guru.


25 April 2021

KKB menembak Kabinda Brigjen  TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya saat melakukan observasi lapangan di Kampung Dambet.


Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Saturday, 7 November 2020

Tiga Anggota TNI Di tembak Pasukan TPNPB-OPM Di Intan Jaya Papua, Dan Satu Anggota TNI Tewas

The TPNPB News : Siaran Pers Resmi Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB Per 7 November 2020


Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah terima laporan langsung Dari Intan Jaya pada hari Jumat tanggal 6 November 2020, dan dalam INI Komandan Battalion yang memimpin Perang yaitu Aibon Kogeya mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap Pasukan TNI/Polri di Kampung Titigi, District Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Komandan Battalion Aibon Kogeya dan Wakil Panglima Kodap VIII Intan Jaya bertanggungjawab atas Penembakan, dan Pasukan  TPNPB-OPM tidak akan berhenti perang sampai Papua merdeka penuh Dari Tangan Pemerintah Colonial Republic Indonesia. 

Laporan lengkap boleh ikuti dibawah INI!!

Berita Terkini: 

Kontak Senjata Anatara Pasukan TPNPB OPM dan Aparat Gabungan TNI Polri telah terjadi Pada hari Jumat tanggal 06 November 2020 pukul 13:00 WPB, bertempat diantara Kampung Munimai dan Laggoa  Distrik Agisiga KB Intanya Provinsi Papua.

Pasukan TPNPB-OPM dibawah Pimpinan Aibon Kogeya telah lakukan serangan terhadap Aparat Gabungan TNI Polri, akhirnya kontak senjata pun telah terjadi.

Dalam Hal INI,  Aibon Kogoya Mengaku bahwa Siap Bertagggung Jawab Atas Menembak Mati 2 Aggota TNI dan beberapa Orang Lainnya Yang mengalami Luka luka dalam serangan INI.

Kronologis:

Kontak senjata terjadi  Pada Pukul 13:30 Waktu Papua, Ketika Aggota TNI Polri Dari kampung Munimai Menuju Kampung liwuga.

Tujuan anggota TNI Polri ke Liwuga  Mencari kami Anggota TPNPB Sambil Menggaggu Akftivitas Rakyat Sipil Di setiap Kampung yang ada di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

Dan kali ini Pasukan Gagabungan TNI Polri Masuk di Kampung Munimai Menuju Kampung Laggoa, Namun Kami Berhasil Menghadang Mereka Dan Menembak Mati dua Aggota TNI, dan  Nama Serta status Lengkap Susah Dipastikan Sebab TNI Polri Menggunakan Alat Alat Perang Yang Caggih sehingga Kami Bertahan Ditempt sambil baku tempak.

Kemudian Aggota saya (TPNPB) Tidak ada yang Korban Maupun Luka luka.

Pernyataan Sikap.

  1. Kami Meminta Kepada Presiden Jokowi serta Jajarannya Agar Menekan atau Memberi Pemahaman kepada  Pesurunya  (TNI Polri) Agar Tahu Hukum Humaniter Perang dan Tidak Melaggar Hak Hak Rakayat Sipil;
  2. Nengara Segera Hentikan Pembunuhan, Pemerkosaan, Peramabasan, Penculikan, Pembunuhan Terhadap Orang Asli Papua dari Sorong Sampai Merauke;
  3. Negara Kolonial Indonesia Mulai dari Presiden Sampai Desa, Segera Hentikan Lobi lobi Investasi Asing Untuk Masuk di Seluruh Wilayah Papua. sebab Kami Rakyat Papua Korban dari Imperialisme, Kapitalisme, yang di  pesur Dari Pemerintah kolonial indonesia;
  4. Kami Tidak akan berhenti perang, tetapi kami akan Lawan..lawan..dan Lawan  Sampai Titik Pegabisan. Artinya Papua merdeka penuh baru kami akan berhenti perang.

Demikian Pernyataan ini Membuat dengan Sesungguhnya  Atas Nama Parah Pahlawan yang sudah Menduhuli kami, Alam Papua Manusia Papua dan Roh-Roh Revolusi Bagi bagsa Papua Barat.

Dilaporkan langsung oleh Komandan Battalion Aibon Kogeya via Telp seluruhnya, langsung Dari Intan Jaya Papua.

Dan diteruskan kepada semua pihak oleh Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom. 

Terima masih Atas perhatian dan  kerja sama yang baik. Tuhan jaga kita semua.




Wednesday, 28 October 2020

Ketua ULMWP: Darurat Militer diberlakukan di West Papua


Pemerintah Indonesia memberlakukan darurat militer yang efektif di West Papua. Tidak ada cara lain untuk menggambarkannya.

Hari ini (27/10), para pelajar [mahasiswa] telah ditembak dengan peluru tajam, gas air mata dan dipukuli dengan tongkat oleh polisi Indonesia di Jayapura, hanya karena melakukan aksi damai. Bagaimana orang bisa ditembak dan dipukuli karena duduk di ruang publik?

Selama dua bulan terakhir, dua pekerja agama, pendeta Yeremia Zanambani dan pengkhotbah Katolik Rafinus Tigau, telah dibunuh oleh militer Indonesia. Seorang lainnya telah ditembak, dan satu lagi meninggal secara misterius. Polisi bersenjata mengintai setiap sudut West Papua, dan pasukan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka melintasi sebagian besar tanah kami. Empat puluh lima ribu orang terlantar dari Kabupaten Nduga, dan lebih banyak lagi yang mengungsi dari Intan Jaya setiap hari.

Ini adalah darurat militer di semua tempat. Anda tidak dapat berjalan melalui pusat kota di West Papua hari ini tanpa dihentikan oleh polisi, tanpa bertemu dengan pos pemeriksaan militer. Setiap demonstrasi, tidak peduli seberapa pun damai, tetap saja bertemu dengan penangkapan massal dan kebrutalan polisi - Nabire 24 September, di Universitas Cenderawasih pada 28 September, di Jayapura hari ini (27/10).

Indonesia panik karena Ketua Forum Kepulauan Pasifik (PIF) telah menyuarakan keprihatinan atas West Papua bulan ini. Indonesia dihantui oleh kata-kata Vanuatu yang dikeluarkan di Sidang Majelis Umum PBB pada bulan September. Orang Indonesia takut dengan perlawanan Hitam kami, perjuangan kami melawan rasisme, dan perjuangan kami untuk menentukan nasib sendiri. Sebuah negara demokratis yang normal tidak mengerahkan ribuan pasukan militer untuk melawan perlawanan damai; kediktatoran darurat militer melakukan itu.

Rakyat saya berteriak meminta bantuan kepada dunia. Ada pandemi ganda di West Papua: pandemi Covid-19 dan pandemi rasisme. Salah satu penyebabnya adalah coronavirus - sebaliknya militer Indonesia. Bencana medis ini diperparah dengan kelaparan dan kemiskinan pengungsian.

Sementara Menteri Pertahanan penjahat perang Indonesia, Prabowo, melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dan Menteri Luar Negeri Indonesia mengunjungi Inggris, Indonesia menggunakan krisis Covid sebagai kedok untuk mengintensifkan operasi militer di tanah air saya.

Operasi dan penumpasan militer ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, pelanggaran hukum humaniter internasional, dan pelanggaran hukum konflik. Represi militer dan polisi adalah satu-satunya aturan di West Papua. Inilah definisi darurat militer.

Kami membutuhkan intervensi PBB yang mendesak sekarang. Darurat militer diberlakukan di bawah pengawasan para pemimpin regional di Melanesia dan Pasifik, dan di bawah pengawasan dunia. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia harus diizinkan masuk ke wilayah tersebut, untuk mengungkap realitas yang terjadi di West Papua. Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dan Organisasi Negara-negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (ACP) harus meningkatkan upaya mereka untuk mewujudkan kunjungan ini.

Berapa lama rakyat saya harus menangisi kemerdekaan sebelum dunia mendengar? Apakah 58 tahun tidak cukup?


Benny Wenda

Ketua

ULMWP


(https://www.ulmwp.org/ulmwp-chair-martial-law-is-being-impo…)

#WestPapua #Tolak_UU_OtsusPapua 

#ReferendumYes #FreeWestPapua #PapuaMerdeka

Tuesday, 27 October 2020

Aksi Solidaritas Mahasiswa Papua menolak Otsus Jilid II /Revisi Undang-Undang Otonomi Khusus No 21 Tahun 2001

Yang tidak sejalan sesuai dengan inplementasi UU Otsus No 21 Tahun 2001 Pasal 77


Aksi solidaritas ini berlangsung di Jayapura Waena Porumnas III Kembali TNI POLRI melakukan Refresif terhadap Mahasiswa dengan cara meneror, menembak gas air mata, menyemprot water kanon hingga sampai terjadi penenbakan yg mengakibatkan salah seorang Mahasiswa atas nama Matias Suu Semester 7 Universitas Cendrawasih terkena tembakan di bagian lengan tangan kanan, ada pula yang di pukul dan 13 di ataranya di bawah paksa oleh TNI POLRI ke POLSEK ABE. 

Dan hingga saat ini mereka masih di tahan. 

Sedangkan matias Suu di larikan ke rumah sakit Dian Harapan Waena Porumnas II.

Penilaian Mahasiswa atas tindakan kebrutalan ini benar-benar sangat tidak beradap sesuai dengan hak-hak setiap kelompok atau orang yang di terapkan dalam negara demokrasi

Dimana Hak untuk menyampaikan pendapat di depan umum selalu saja di halangi oleh pemerintah lewat TNI POLRI terlebih khususnya di Papua.

Maka Mahasiswa mengambil kesimpulan bahwa otsus telah gagal total di wilayah teritorial west papua karena tidak dapat menjamin keberlangsungan kehidupan bangsa papua di atas tanahnya sendiri.

Salam Perjuangan

Hidup Rakyat

Hidup Mahasiswa

Hidup Perjuangan

Free West Papua





Saturday, 10 October 2020

Serangan Fajar TPN PB Pagi ini di Post TNI Menembak MAti 10 Anggota TNI di Keneyam

Komandan dan Pasukan TPB PB OPM

Nndugama 10 October 2020,03 :40. pagi subuh dini hari terjadi serangan fajar yang di lakukan oleh Pasukan TPNPB KODAP III NDUGAMA. PEREK KOGOYA melaporkan kepada The TPNPB News bahwa kami serang pos TNI Kantor DPR Lama Jalan Koteka, serangan tersebut sepuluh (10) Anggota kolonial TNI telah ditembak Mati oleh pasukan TPNPB.


Panglima kodap KODAP III NDUGAMA Brigjen EGIANUS KOGOYA melaporkan melalui Telepon seluler bahwah, pasukan saya sudah mengambil posisi dari malam hari untuk serangaan ini, dan pasukan kami belum ada korban dalam serangan ini.

Sampai kapanpun kami tetap serang sampai tujuan kemerdekan kami tercapai maka, kamu anggota TNI maupun POLRI datang bertugas ke Ndugama maupun di seluruh papua, tetap kami lawan.


Penangung jawab

Panglima kodap III Ndugama, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Brijen EGIANUS KOGOYA

Komandan Operasi Nasional, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

Mayjend LEKAGAK TELENGEN

Panglima Tinggi, Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

Jendral GOLIAT TABUNI

Monday, 2 March 2020

Usai Berondong Mobil Patroli, KKSB Tembaki Polsek Tembagapura Papua

Jabbar Ramdhani, Saiman - detikNews

Personel Brimob Polda Bengkulu yang di-BKO di Papua dikerahkan
ke Polsek Tembagapura untuk menghadapi KKSB. (Saiman/detikcom)
Timika - Kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) tidak berhenti berulah. Setelah menembaki mobil patroli, mereka menyerang Polsek Tembagapura di Mimika, Papua.

"Ya, semua siaga," kata Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto saat dihubungi detikcom, Senin (2/3/2020).

Penyerangan itu terjadi pada Senin siang tadi. Dia mengatakan tak ada korban terluka akibat serangan tersebut.

"Tidak ada, hanya tadi pagi saja terkena pecahan kaca saat berpatroli," ujar AKP Hermanto.

Kontak tembak sempat terjadi pada siang hari tadi antara KKSB dengan personel Polsek Tembagapura. Pasukan Brimob Polda Bengkulu yang jadi di bawah kendali operasi (BKO) ke Polres Mimika dikerahkan ke Polsek Tembagapura.

Pantauan detikcom, tampak pasukan Brimob Polda Bengkulu telah bergerak dari Mapolres Mimika menuju Tembagapura

Sebelumnya, mobil patroli Polsek Tembagapura ditembaki KKSB sekitar pukul 10.00 WIT tadi. Pelaku penembakan saat ini diburu polisi. Penembakan tersebut terjadi saat personel Polsek Tembagapura berpatroli di kawasan Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura, Timika, Papua.

"Iya, benar mobil patroli kami ditembaki KKSB, tapi untuk pelaku sedang dilidik," kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata saat ditemui di Timika, Senin (2/3).

(jbr/idh)

Mobil Patroli Polsek Tembagapura Papua Diberondong Tembakan, 1 Polisi Luka

Saiman - detikNews

Ilustrasi penembakan. (Foto: AFP)
Timika - Mobil patroli Polsek Tembagapura ditembaki kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di kawasan Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura, Timika, Papua. Polisi memburu pelaku.
"Iya, benar mobil patroli kami ditembaki KKSB, tapi untuk pelaku sedang dilidik," kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata saat ditemui di Timika, Senin (2/3/2020).

Dia mengatakan mobil tersebut ditembaki saat berpatroli. Penembakan terjadi pada pagi ini sekitar pukul 10.00 WIT.

Dikabarkan, mobil jenis long wheel base (LWB) Patroli Polsek Tembagapura itu diberondong tembakan dari arah kiri dan kanan saat melintas di kawasan kampung tersebut. Seorang anggota polsek bernama Briptu Andika Walli terkena serpihan kaca mobil yang ditembaki.

"Satu anggota terkena serpihan kaca, kondisi baik-baik saja," kata Era.

Ia menambahkan pasukan telah melakukan pengejaran untuk mencegah kelompok tersebut masuk ke area Tembagapura.

(jbr/idh)

Saturday, 21 December 2019

TNI Gelar Operasi Tentara di Papua untuk Bantu Aparat Polri

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jendral Sisriadi menjelaskan operasi yang dilakukan pihak TNI untuk memberantas Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua selama ini.

Ia menyatakan TNI sifatnya hanya membantu pihak kepolisian untuk menjalankan operasi di Papua dalam rangka penegakan hukum dalam memburu KKB.
Lihat juga: Jenazah 2 Prajurit TNI Akan Diterbangkan ke Medan dan Jakarta

"Karena kita bantu polisi dalam rangka penegakan hukum," kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (20/12).

Selain operasi penegakan hukum, Sisriadi menyebut TNI memiliki operasi tersendiri yakni pengamanan perbatasan antara Papua dan Negara Papua Nugini.

Operasi itu, kata dia, sudah dijalankan oleh personel TNI di wilayah-wilayah perbatasan antara kedua negara yang rawan terhadap tindak kejahatan.

Sisriadi melanjutkan bila operasi penegakan hukum di Papua dinyatakan selesai oleh pihak kepolisian, maka personel TNI juga akan ikut berhenti melakukan operasi tersebut.

"Di Papua itu sesuai tergantung permintaan polisi, polisi bilang selesai ya selesai. Karena kita bantu polisi dalam rangka penegakan hukum," kata dia.

Lihat juga: Anggota Brimob Tewas Saat Kerusuhan di Dekai, Papua

Selain itu, Sisriadi turut menjelaskan bahwa personel TNI selalu berpegang pada standar operasional prosedur saat menjalankan operasi memberantas KKSB di Papua bersama kepolisian.

Ia menyatakan bahwa TNI tak pernah bertindak brutal terhadap KKSB. Sebab, pelbagai standar operasi sudah dibekali bagi seluruh personel TNI di Papua.

"Karena kita profesional, jadi semua tindakan terukur melalui prosedur standar. Law of engagment, standar HAM kita gunakan, jadi kita ga ikut-ikutan brutal, kalau brutal ga usah jadi TNI, TNI ga brutal, TNI profesional," kata dia.

Tak Tambah Personel

Selain itu, Sisriadi menekankan bahwa pihak ya tak berencana untuk menambah personel di Papua menyusul dua prajurit TNI AD yang gugur di Kabupaten Intan Jaya, Papua, akibat diserang oleh KKSB pada Selasa (17/12) lalu.

Ia mengatakan TNI hanya mengerahkan pasukan organik yang sudah ada di tiap Komando Utama TNI di seluruh Papua.

"Enggak ada enggak ada [penambahan]. Pakai pasukan yang sudah digelar, baik organik, Kodam, maupun yang sudah berkekuatan sejak lama, sejak beberapa bulan yang lalu," kata dia

Lihat juga: Anggota TNI Tusuk Polisi di Pamekasan Dipicu Masalah Pribadi

Selain itu, Sisriadi juga mengatakan kedua personel TNI AD yang gugur itu akan diberikan kenaikan pangkat Anumerta. Kenaikan itu otomatis diberikan pihak Mabes TNI bila ada personel TNI yang gugur dalam bertugas.

"Kalau karena dia penugasan itu pasti. Jadi ga pake keputusan, itu aturan terkait administrasi prajurit seperti itu. Jadi sendirinya kenaikan pangkat anumerta," kata dia.

Sebelumnya, dua anggota TNI Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky tewas saat kontak senjata antara TNI dengan KKSB di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

"Kontak tembak yang terjadi pada Selasa (17/12) sekitar pukul 15.30 WIT, dan menyebabkan dua prajurit TNI gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua," kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2). (rzr/gil)

Monday, 24 October 2016

Anggota TNI Terluka Diserang Kelompok OPM di Puncak Jaya, Papua

Minggu 23 Oct 2016, 11:02 WIB, Wilpret Siagian - detikNews Jayapura - TNI dari Satuan Taipur mengalami kontak tembak dengan kelompok TPN/OPM kelompok Philia, di Gurage, Puncak Jaya, Papua. Akibatnya, satu anggota TNI mengalami luka tembak di tangan dan kaki. Kontak tembak terjadi Sabtu (22/10/2016) sekitar pukul 15.00 WIT saat anggota TNI sedang melakukan penjalanan […]

from WordPress http://ift.tt/2eH4RSq
via IFTTT

Tuesday, 23 August 2016

OPM, TPN/OPM dan Penembakan di Tanah Papua Pasca ULMWP, Logis?

Ada tiga nama organisasi yang kita orang Papua harus rapihkan, sejalan dengan diterimanya ULMWP sebagai organisasi perjuangan politik dan diplomasi Papua Merdeka. Organisasi ini tidak hanya diakui oleh orang Papua di West Papua, tetapi juga orang Papua di seluruh pulau New Guinea dan orang Melanesia. Bukan orang Papua dan Melanesia saja, tetapi negara-negara Melanesia dan […]

from WordPress http://ift.tt/2bhdFOQ
via IFTTT

Tentara Revolusi West Papua Menuntut Penembakan di Lanny Jaya Segera Diusut Tuntas

Menanggapi berita terakhir yang diturunkan oleh media Online bersumber dari Cyber Army Indonesia, harianpapua.com, dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua (MPP TRWP), Lt. Gen. Amunggut Tabi atas nama MPP menyatakan Polisi Kolonial Indonesia segera usut tuntas dan hukum pelaku penembakan manusia sipil di Lanny Jaya 22 Agustus 2016. Menanggapi pemberitaan oleh Harian Papua, […]

from WordPress http://ift.tt/2b9Hipw
via IFTTT

Friday, 6 May 2016

Amnesty Minta Indonesia Akhiri Penangkapan di Papua

Penulis: Reporter Satuharapan 15:10 WIB | Kamis, 05 Mei 2016 LONDON, SATUHARAPAN.COM - Lembaga HAM dunia, Amnesty International mengecam penangkapan massal para aktivis politik Papua oleh Kepolisian Indonesia baik pada dua provinsi di Papua maupun provinsi lainnya meskipun telah mengakhiri penangkapan massal dan pembatasan unjuk rasa damai. Hampir semua dari mereka yang ditangkap memang telah […]

from WordPress http://ift.tt/1ruhGp7
via IFTTT

Monday, 4 January 2016

‘Perang Politik Tak Akan Usai Hingga Jakarta Beri Hak Papua’

Prima Gumilang, CNN Indonesia Rabu, 30/12/2015 07:07 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan penyerangan kelompok bersenjata di Papua bukan hal baru, termasuk yang terjadi di Polsek Sinak, Kabupaten Puncak. Penyerbuan tiga hari lalu itu mengakibatkan tiga polisi tewas. “Percuma bicara banyak. Akar persoalan belum diselesaikan. Perang politik ini, baik bersenjata […]

from WordPress http://ift.tt/1R5cgeU
via IFTTT

Wednesday, 7 October 2015

Aktivis Papua: Permintaan Maaf tak Cukup, Rakyat Butuh Tindakan Nyata

Jayapura, Jubi – Aktivis Hak Asasi Manusia mengatakan permintaan maaf yang disampaikan Pandam XVII Cendrawasih bertepatan dengan HUT TNI ke 70 sebagaimana yang diberitakan media ini, Senin (5/10/2015) harus tindakan nyata, bukan obral kata-kata semu. “Rakyat Papua tidak menerima permohonan maaf yang disampaikan Pangdam. Silahkan memohon maaf dengan kata-kata tetapi banyak rakyat Papua hari ini […]

from WordPress http://ift.tt/1Z92877
via IFTTT

Thursday, 4 June 2015

OPM Klaim Bertanggung Jawab Penembakan di Mulia

Jayapura – Kelompok Bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) mengklaim bertanggung jawab, atas peristiwa penembakan di Kampung Usir Distrik Mulia Puncak Jaya, Selasa 25/5 lalu. Bahkan, OPM menegaskan, penembakan itu bagian dari perang terbuka dengan Indonesia. Pengakuan itu diungkapkan Pimpinan OPM Lany Jaya Puron Wenda. Ia mengatakan, kelompoknyalah yang menyerang warga sipil di […]

from WordPress http://ift.tt/1SYhloB
via IFTTT

Thursday, 28 May 2015

Kapolda: Tangkap Pelakunya, Hidup Atau Mati

JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua menyiapkan sebanyak 70 personil Brimob untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata (KSB), Yambi pimpinan Tengahmati Telenggen yang diduga keras sebagai pelaku penembakan terhadap 6 warga sipil di kampung Usir, Distrik Mulia, Puncak Jaya, Selasa (26/5/2015) malam. Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi mengatakan, penembakan terhadap enam warga sipil […]

from WordPress http://ift.tt/1LLv8Kh
via IFTTT

Penembakan di Puncak Jaya 1 Tewas, 5 Luka

JAYAPURA – Kota Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya memanas. Enam warga sipil dilaporkan ditembaki oleh Kelompok Sipil Bersenjata (KSB). Satu orang warga sipil tewas dan lima orang lainnya luka akibat penembakan di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya-Papua, pada Selasa (26/5/2015) malam sekitar pukul 23.00 WIT Keenam korban penembakan tersebut, diantaranya Pengga Enumbi (31 thn) mengalami […]

from WordPress http://ift.tt/1Azo4Pw
via IFTTT

Thursday, 7 May 2015

Dua Anggota TPN/OPM Yang Ditembak Di Nabire Dirujuk Ke RSUD Jayapura

2 May, 2015 23:31 Dua Anggota TPN/OPM Yang Ditembak Di Nabire Dirujuk Ke RSUD Jayapura No comments Dua pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM)yang ditangkap bersama pimpinannya Leo Magay Yogi, di Nabire, dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kotaraja, Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua. Kedua anak buah Leo Yogi itu diterbangkan […]

from WordPress http://ift.tt/1Ekfn7e
via IFTTT

Panglima TPN-OPM Paniai, Leonardus Magai Yogi Tewas Ditembak di Nabire

Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Panglima Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Devisi II Pemka IV Pembela Keadilan Wilayah Paniai, Leonardus Magai Yogi tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire setelah kontak tembak dengan Tim Satgas Polda Papua dan Tim Khusus Polres Nabire di Kampung Sanoba Atas Distrik Nabire, Kamis (30/4/2015), Pukul 10:40 […]

from WordPress http://ift.tt/1JtlTwI
via IFTTT