Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label pengibaran bintang kejora. Show all posts
Showing posts with label pengibaran bintang kejora. Show all posts

Monday, 19 October 2020

Presiden NFRPB Instruksikan Kibarkan Bintang Kejora 19 Oktober 2020

Elias Ayakeding (duduk tengah) didampingi
penjaga tanah Papua ketika memberikan
keterangan pers di Jayapura, Senin (12/10)

JAYAPURA – Presiden Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) Forkorus Yaboisembut memberi instruksi untuk kepada seluruh masyarakat Papua yang memiliki semangat untuk merdeka agar menaikkan atau mengibarkan Bendera Bintang Kejora pada 19 Oktober 2020.

Pada tanggal tersebut menjadi momentum lahirnya sebuah negara yang disebut NFRPB usai menggelar Kongres Rakyat Papua III di Lapangan Zakeus Waena Padang Bulan 2011 lalu.

“Ini sesuai dengan instruksi dari Pak Presiden bahwa hari kemerdekaan itu sesungguhnya jatuh pada 19 Oktober bulan tanggal 1 Desember seperti yang diperingati selama ini,” kata Kepala Polisi NFRPB, Elias Ayakeding membacakan pernyataan Presiden Forkorus Yaboisembut di Jayapura, Senin (12/10).

Elias yang datang dengan pasukannya ini menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-9 ini akan digelar dengan cara ibadah namun dibarengi dengan pengibaran bendera Bintang Kejora.

“Tapi tetap dengan aturan, tiang tidak lebih dari 3 meter dan ibadah hanya bentuk ucap syukur,” jelas Elias.

Lalu bagaimana dengan 1 Desember, Forkorus menyebut bahwa tanggal tersebut adalah hari pengakuan kemerdekaan oleh pemerintah Netherlands di kota Hindia Belanda. “Kami juga sudah mengantarkan konsep atau format berdiskusi atau lewat sebuah perundingan bersama presiden dan surat ya sudah diterima para pihak termasuk ke Setneg,”ujarnya.

“Jadi perintahnya seperti itu, ibadah dan kibarkan bendera. Kami disini minta aparat juga menghargai apa yang dilakukan karena yang dilakukan semua dengan jalan damai,” pungkasnya. (ade/nat)

Sunday, 5 February 2017

Walau sempat ditangkap, penerobos KJRI Melbourne tidak kapok

Laki-laki (42) penerobos KJRI Melbourne sesaat setelah dilepas dengan jaminan dari Kepolisia Federal Australia memosting logo ini di thread percakapan facebooknya - IST

Jayapura, Jubi – Laki-laki 42 tahun, yang tertangkap kamera menerobos KJRI Melbourne, naik ke atapnya dan membentangkan bendera Bintang Kejora, ditangkap di pinggiran kota Melbourne, Selasa (31/1) lalu.
Hal itu dikonfirmasi Polisi Federal Australia (AFP) seperti dilansir CNN Indonesia minggu lalu. "Pria tersebut didakwa dengan pelanggaran di area yang dilindungi, bertentangan dengan Pasal 20 dari Perlindungan Orang dan UU Properti 1971," bunyi keterangan tersebut.
Saat ini, terduga pelaku telah ditebus dengan jaminan untuk hadir di Pengadilan Magistrat Melbourne, Kamis, 23 Februari.
Laki-laki yang ditangkap tersebut, melalui akun facebook pribadinya (yang namanya sengaja tidak kami cantumkan disini—red) Senin (30/1) mengatakan ada 6 orang polisi federal merangsek masuk apartemennya hari itu.
“Mereka borgol saya, dan bawa saya keluar gedung. Mereka bawa ke Kantor pusat polisi federal di Melbourne, menanyai saya, mengenakan saya pasal, memroses saya, lalu membebaskan saya dengan jaminan. Saya dikenakan pasal atas penerobosan di trempat yang dilindungi berdasarkan hukum Commonwealth,” demikian tulisnya.
Tidak tampak ada penyesalan maupun resah dari pernyataannya, malahan orang-orang yang berkomentar turut menyemangati dan menganggap tindakannya itu sebagai inspirasi:
“Anda adalah inspirasi, kawan. Hormat”.
Bahkan ada pula yang menawarkan untuk menggalang dana guna membayar jaminan akibat pasal yang dikenakan tersebut.
Bahkan ketika seorang temannya berkomentar:
“Bro, kau pasang semua ini di sosial media tidak takut kah? mereka akan awasi,” yang bersangkutan hanya menjawab: “loi” (Laughing out loud).
KJRI Melbourne, seperti dikutip CNN Indonesia mengatakan masalah tersebut dianggap selesai karena sudah merupakan perkara pengadilan, “maka tidak akan sesuai untuk memberikan komentar lebih lanjut," kata KJRI.
Insiden penerobosan KJRI tersebut terjadi sekitar pukul 12.52 waktu setempat, 6 Januari lalu. Pelaku menerobos halaman gedung aparteman tetangga KJRI sebelum memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2,5 meter.
Seorang pengacara publik yang aktif membela hak-hak politik rakyat Papua di Jakarta, Veronika Koman kepada Jubi (9/1)  menanggapi penerobosan tersebut mengatakan respon Indonesia itu tersebut terlalu reaktif dan mengabaikan persoalan yang justru perlu dipikirkan ulang terkait West Papua.
"Pemerintah Indonesia, terlebih penduduk Indonesia, harusnya refleksi kenapa hingga WNA Australia mendukung pembebasan West Papua—sampai berani menerobos KJRI??" ungkap Koman melalui sambungan telpon.(*)

Saturday, 6 December 2014

Di Bukit BTN Puskopad, ‘BK’ Berkibar Sekitar 45 Menit

Nampak Bendera ‘BK’ yang Berkibar di Atas Perbukitan Kompleks BTN PuskopadSENTANI - Jumat (5/12) kemarin pagi sekitar pukul 07.00 WIT, bendera Bintang Kejora (BK) yang merupakan simbol kemerdekaan Bangsa Papua Barat itu sempat berkibar di atas Perbukitan atau Gunung dari Kompleks Perumahan BTN Puskopad Atas. Walaupun 1 Desember yang disebut-sebut Hari Ulang Tahun (HUT) Papua […]



from WordPress http://ift.tt/1zxcqja

via IFTTT

Wednesday, 3 December 2014

‘BK’ Berkibar di Merauke, Dibantah

MERAUKE – Kabar adanya pengibaran bendera Bintang Kejora (BK) di Merauke bertepatan dengan HUT OPM, sebagaimana diberitakan salah satu media online CNN Indonesia dibantah Kapolres Merauke, AKBP. Sri Satyatama, S.IK. Ia mengatakan tidak benar ada pengibaran Bendera Bintang Kejora (BK) di Kelurahan Maro, Distrik Merauke Kabupaten Merauke, bertepatan dengan 1 Desember 2014 yang disebut-sebut sebagai […]



from WordPress http://ift.tt/1yJVM07

via IFTTT

Sunday, 30 November 2014

KNPB Jamin 1 Desember Tak Ada Bintang Kejora

JAYAPURA — Badan Pimpinan Pusat Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) menegaskan pihaknya memberikan garansi atau jaminan tak ada pengibaran bendera Bintang Kejora, lambang perjuangkan bangsa Papua Barat, pada peringatan 1 Desember 2014. Dikatakan, 1 Desember ini akan diperingati sebagai HUT Kemerdekaan Papua Barat ke-53 pada 1 Desember mendatang sekaligus mendukung pembukaan simposium organisasi perjuangan Papua […]



from WordPress http://papuapost.com/2014/11/knpb-jamin-1-desember-tak-ada-bintang-kejora/

via IFTTT

Wednesday, 16 April 2014

KSB Naikkan Bintang Kejora di Wutung

JAYAPURA[PAPOS]-Aksi Aksi penyerangan yang dilakukan KSB aparat TNI di perbatasan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Tampak anggota TNI sedang melakukan pemeriksaan terhadap warga yang melintas di perbatasan Wutung-PNG. yang dilakukan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di Wilayah Perbatasan Wutung-PNG, tampaknya semakin menjadi. Sebelumnya dua kali terjadi penyerangan terhadap Pos Perbatasan yakni pada Rabu (9/4/2014) dan Sabtu […]



from WordPress http://ift.tt/1kZF75j

via IFTTT

10 Jam Bintang Kejora Berkibar di Batas, Nama Mathias Wenda Muncul Lagi?

Jayapura, 5/4 (Jubi) – Berkibar sejak pagi, baru sekitar pukul 15.00 BK (Bintang Kejora) yang berkibar di teras Negara RI dapat diturunkan. Dalam waktu yang terbilang cukup lama ini terjadi baku tembak. Ratusan aparat keamanan TNI dan Polri yang telah bersiaga di batas RI dan PNG, sejak satu jam setelah didapatkan informasi berkibarnya bendera BK […]



from WordPress http://ift.tt/1l5KyLE

via IFTTT

Bendera Merah-Putih di Perbatasan Diganti dengan Bintang Kejora

Jayapura, 5/4 (Jubi) – Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di perbatasan RI-PNG di wilayah Skow, Kota Jayapura, dikabarkan menurunkan Bendera Merah Putih dan menggantikannya dengan bendera Bintang Kejora (BK), Sabtu (5/4). KSB yang diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang itu juga menembaki tower perbatasan dan membakar papan reklame di sekitar pos TNI Skow. Juru Bicara Kodam XVII/Cenderawasih, […]



from WordPress http://ift.tt/1l5KvPY

via IFTTT