Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label penyitaan senjata. Show all posts
Showing posts with label penyitaan senjata. Show all posts

Thursday, 8 August 2013

17 Pucuk Senpi dan Amnunisinya Disita TNI di Papua

Jayapura, 7/8 (Jubi) - Sebanyak 17 senjata api (senpi) dan belasan amunisi berhasil disita Kodam XVII Cenderawasih selama satu semester di tahun 2013 yang merupakan hasil bina teritorial. 

Hal ini dikatakan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua beserta jajarannya menggelar belasan senpi dan amunisi di Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (7/8). 

“Ini hasil satu semester saja. Dan memang ada beberapa pucuk yang belum terkumpul. Ini baru dari satu Korem. Bahkan Korem 173 juga saya kira hampir 10 pucuk dan Korem 171 yang di Sorong juga ada beberapa pucuk,” kata Chiristian. 

Menurut Christian, belasan senpi itu belum termasuk dari Korem 171 Sorong, Korem 173 Biak dan Korem 174 Merauke. “Jadi 17 senpi ini hanya dari Korem 172 Praja Wirayakti, tiga korem lainnya belum termasuk,” katanya.


Diketahui, satu dari 17 senpi itu adalah senpi laras pendek jenis revolver yang diserahkan Engga Kiwo beserta empat orang pengikutnya kepada Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding lewat upacara penyerahan senpi di Tiom, Kabupaten Lany Jaya. 

“Ini, senpi revolver yang kemarin diserahkan oleh Enggo Kiwok beserta empat pengikutnya kepada prajurit kami di Lany Jaya. Enggo Kiwok merupakan kelompoknya Goliat Tabuni,” kata Christian seraya memegang senjata api revolver kepada wartawan. 

Pangdam menambahkan, kemarin pihaknya dapat 4 pucuk di Paniai, tapi mereka berhasil melarikan diri. Pihaknya juga sudah komunikasi kepada bupati di sana. “Pak Bupati juga akan berkomunikasi dengan mereka yang di hutan. Tidak perlu melakukan gerakan itu. Dan tidak perlu terpengaruh dengan statement-statement dari luar. Seperti statement ada perwakilan OPM di Oxford, Inggris atau di tempat lain. Jadi tidak perlu,” ujarnya. 

Sambil menunjukkan beberapa senpi yang digelar, Christian juga mangatakan, “silakan saja berpolitik, tetapi jangan mempengaruh yang lain. Hanya saja mereka yang berpolitik jangan melanggar aturanlah, yang melanggar aturan hukum, polisi menindak tegas, dan TNI mendukung itu,” katanya. (Jubi/Indrayadi TH)