Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label perang gerilya. Show all posts
Showing posts with label perang gerilya. Show all posts

Saturday, 27 March 2021

Konflik Bersenjata di Wilayah Ndugama Membumi haguskan di Hutan Ndugama Papua.

 The TPNPB OPM News: Laporan Resmi dari Lapangan Perang Ndugama


Setelah Tanggal 20 Maret 2021 Kontak Senjata anatara Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama di kali Bumid membuat anggota pasukan TNI-Polri 5 orang gugur tanggal 24 Maret 2021 2 anggota POLRI-TNI gugur di tempat yang sama di pinggir di Kali Bomid perbatasan Gunung Semal.

Hal tersebut mengudang serangan udara bertubi-tubi oleh Pemerintah Indonesia Melalui Pasukan TNI Angkatan udara dan angatkan Darat dari tanggal 21 sampai tanggal 28 Maret 2021.

Kurang lebih selama satu Minggu minggu Pemerintah Indonesia melalui Pasukan TNI-Polri angkatan darat dan angkatan udara menggunakan Fasilitas Militer dan Penggunaan Senjata tidak Sehimbang  berperang melawan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama pimpinan Brigjen EGIANUS KOGEYA padahal TPNPB hanya Pejuang Revolusioner yang belum memiliki peralatan Militer yang canggih.

Serangan udara selama satu Minggu ini sangat mengerikan, Pasukan TNI-Polri menjerang Pasukan TPNPB-OPM Kodap  III DARAKMA Ndugama membumi hanguskan di Markas Pertahanan sementara Kodap III DARAKMA Ndugama batalion Alguru dan sekitarnya.

Dalam serangan ini Pasukan TNI-Polri AU  menembak Bom balestik mematikan itu sekitar 20 Bom balestik dari udara ke arah pertahanan Pasukan TPNPB-OPM dari Tanggal 24 Maret itu ada 4 Roket bersamaan  dengan senjata api 44, Basoka granat dan  senjata ringan lainnya yang kami belum sebut Pasukan TNI-Polri menyerang dari udara.

Pada Tanggal 25 Maret itu ada empat Roket yang di lepaskan dari udara.

Pada Tanggal 26 Maret 2021 itu sekitar 4 Buah Bom balestik.

Tanggal 27 Maret itu di lepaskan 4 Buah Bom balestik.

Tanggal 28 Maret itu ada 10 Buah Bom Balestik mengguncang Wilayah Merah Ndugama Pos TPNPB OPM Kodap III DARAKMA Ndugama di Moid Batalion Alguru 

Semua Penyerangan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Pasukan TNI-Polri angkatan udara dan angatkan Darat menggunakan fasilitas permanen Hellykopter melawan Pasukan TPNPB-OPM adalah melanggar hukum kovenan PBB dengan Penggunaan Senjata TIDAK SEIMBANG yang mana dalam perlawanan sebuah perebutan Wilayah sengketa yang mana perlawanan dengan Penggunaan Senjata TIDAK SEHIMBANG.

Serangan-serangan yang mematikan ini Pemerintah Indonesia menyewa Pesawat Pengintai berbentuk Herlkules tanpa awak  yang selalu memantau pergerakan Pimpinan Militer TPNPB OPM itu hari ini Tanggal 29 Maret Hari Senin tanggal 29 Maret Pasukan TNI-Polri kembali menghujani Pos Moid dengan berbagai tembakan sampai Lautan Asap di balik Operasi Militer di Wilayah Ndugama.

Dalam serangan ini Panglima kodap III DARAKMA Ndugama Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA mengatakan bahwa pihaknya sangat menyangkan  sikap pemerintah Klonial Indonesia tidak mengimbangi Kekuatan Penggunaan Senjata.

Menurut Panglima Kodap III DARAKMA Ndugama seharusnya Pemerintah Indonesia perlu sadar mengakui  perjuangan kami TPNPB OPM, karena selama ini banyak Pasukan TNI-Polri yang gugur itu bukan penjelesaian Konflik bersenjata antara Pasukan TPNPB-OPM dan Pasukan TNI-Polri selama 4 tahun belakangan ini di Tanah Papua dan Ndugama.

Namun kini kami semakin dewasa dengan sikap Pemerintah Indonesia selalu menjerang  kami TPNPB OPM itu serangan Babi buta seperti Binatang buruan.

Jika kami pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama meminta Kepada Pemerintah Indonesia dengan secara sadar Bahwa:

1.Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama menembak mati 7 Anggota Pasukan TNI-Polri dengan ukuran Positif di Kali Bomid adalah hitungan standar dan kami belum hitung dengan Kena luka maupun serpihan dan juga kena tembak samping kiri kanan Kami secara Komando Daerah Kodap III DARAKMA di bawa Pimpinan Militer Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA Ndugama siap bertanggung jawab atas semua Pembunuhan itu.

2.Kami minta Tuntutan kepada Pemerintah Indonesia segera buka diri untuk mengakui kedaulatan Bangsa Papua Barat yang orang tua kami sudah berjuang dan mewariskan  dari Tahun 1961-1971 sampai  saat ini kami masih berjuang untuk mendapatkan Pengakuan Kemerdekaan yang perna ada.

3.Kami pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama meminta Kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Amerika serikat, Pemerintah Belanda , Pemerintah Inggris segera Ijin kan  Tim Pencari fakta PBB ke Tanah Papua dan Tanah Ndugama dan an Intan jaya dan Daerah lain yang Operasi Militer yang sedang Operasi Militer lebih Anghresip.

4.Kepada  Para Pejuang Diplomat dalam berbagai Organisasi yang berjuang Papua Merdeka segera satukan barisan dalam Komando dalam Payung Hukum TPNPB OPM demi Rakyat Kecil yang sedang  menderita dan Pasukan TPNPB-OPM yang Mandi peluru di Medan Revolusi Hutan rimbah demi mempertahankan prinsip dasar negara republik West Papua.

5.Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama berperang melawan Pasukan TNI-Polri kurang lebih 4 Tahun perang melawan Pemerintah Indonesia bersama beberapa daerah seperti Intan jaya, Tembagapura, Pengunungan Bintang, Maibart,Ilaga,Puncak Jaya dan Lany jaya.

Namun 25 Kodap lain yang terdiam diri maka bergerak menjusul 8 Kodap yang Kami sebut di atas sudah menuju ke status Daerah Konflik Bersenjata,karena tujuan kami  sama-sama berpikir Papua Merdeka namun 25 Pangkodap Panglima daerah  masih berdiam selama 4 Tahun adalah Kelemahan besar  Pangkodap  jika Segera bergerak serentak .

6. Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama Pimpinan Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA dan Komadan operasi Pemne Kogeya berharap Seluru Rakyat Papua melalui Gerakan Sipil di Komandoi oleh KNPB,dan  108 organisasi Sipil PRP Segera bersatu dan bergerak Menuju Mogok Sipil Nasional (MSN),

Jika tidak sampai hari final maka Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama akan bertanya kepada pimpinan organisasi Sipil di suatu saat nanti.

Karena perjuangan kami TPNPB OPM Kodap III Darakma  Ndugama dari orang tua kami sampai kami generasi muda sekarang adalah untuk Rakyat Papua yang sedang di tindas dari Sorong sampai Almasu/samarai bukan Ndugama merdeka atau Intan jaya merdeka.

7.Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Darakma  Ndugama  di balik Operasi Militer menjerukan Seluruh Rakyat  Papua dari Sorong sampai Almasu, samarai Segera satukan Komando Rakyat Melalui Gerakan Sipil Satukan barisan untuk merebut kembali ke daulatan Bangsa Papua Barat.


8. Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Darakma Ndugama meminta kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  Segera Mengirim  Pasukan Perdamaian  PBB  Ke Tanah Papua Karena Pasukan TNI-Polri terus melakukan Penjerangan dan Pemboman  di Tanah Papua seperti Intan jaya dan Ndugama yang terjadi pada Tanggal 29  BOM Roker balestik di Markas Batalion Alguru Pos Moid .

Demikian laporan Resmi situasi Wilayah Konflik bersenjata  Ndugama oleh  Panglima kodap III Darakma Ndugama.


Darakma Ndugama  29 Maret 2021 


Penanggung jawab Komando Nasional Daerah Kodap III Darakma Ndugama 

Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA

=======}}}{{{=======

Panglima kodap III Darakma Ndugama.

Kolonel AGIN  UNUWE

=================

Wakil Panglima  Kodap III Darakma Ndugama.

Mayor PEMNE KOGEYA

=======}}}{{{=========

Komadan Operasi Kodap III Darakma Ndugama.



Mengetahui Panglima Pusat Komando Nasional KOMNAS TPNPB-OPM

Jenderal Gen Goliat Tabuni



TEMBUSAN 

Kepada Yth: 

1  Seluru 32 Pangkodap  TPNPB-OPM SE-TANAH AIR WEST PAPUA 

2.Seluru  Pejuang Revolusioner TPNPB OPM diplomat di seluruh Dunia

3.Seluru Organisasi Sipil  yang pro Kemerdekaan.

4.Seluruh Rakyat Papua dari Sorong sampai Almasu samarai.

5. Araip

Sunday, 22 November 2020

OPM Tantang TNI Perang Terbuka, “Kalian Tentara Penakut Silahkan Pulang”

 POJOKSATU.id, JAKARTA – Video sekelompok orang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak beberapa orang menenteng senjata laras panjang dan golok. Ada pula bendera bintang Kejora yang merupakan bendera OPM.

Para anggota OPM itu menantang TNI dan Polri datang ke Nduga Papua untuk perang terbuka.

“TNI datang ke Nduga, kita perang terbuka. Saya dan kau, kalian semua pasukan-pasukan tentara, polisi untuk perang terbuka di tanah Nduga ini,” ucap salah satu pria dalam video tersebut.

“Kalau kalian berani, datang ke sini. Kalau kalian tentara penakut, silahkan pulang,” imbuhnya.

Ia menunjukkan salah satu senjata laras panjang yang diduga hasil rampasan dari tangan aparat keamanan.

“Kalian sudah mati, tentara, polisi senjatamu sudah saya dapatkan, ini senjatamu, kalian satu per satu sudah mati,” kata pria itu lagi.

Video tersebut dibagikan oleh akun Twitter @framvok pada Sabtu, 21 November 2020.

“Ditantangin OPM di Papua malah bikin rusuh di petamburan. Si dung dung telah merendahkan mertabat TNI,” tulisnya.

Dari penelusuran pojoksatu.id, video ini sudah pernah beredar pada September 2020 lalu. Namun hingga kini identitas sekelompok pria dalam video tersebut belum diketahui.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menantang pasukan elit TNI, Komando Operasi Khusus atau Koopsus untuk membuktikan kehebatannya di Papua.

Koopsus menjadi perbincangan ramai sejak beberapa hari terakhir setelah mendatangi markas FPI di Petamburan Jakarta.

Menurut HNW, KKB merupakan kelompok separatis yang jelas-jelas mengancam kedaulatan NKRI.

“Apalagi kembali KKB, Kelompok Separatis OPM, kembali berulah, 2 warga sipil di Ilaga Papua mereka tembak. Aksi berulang itu secara nyata mengancam kedaulatan hukum dan eksistensi NKRI,” tulis HNW di akun Twitternya, @hnurwahid, Sabtu (21/11).

Mantan Presiden PKS itu membagikan tautan berita berjudul “KKB Kembali Berulah, Diduga Tembak 2 Warga Papua di Ilaga”.

“TNI dengan Koopsusnya, harusnya fokus ke sana, buktikan kehebatan mereka atasi kelompok teroris separatis ini,” pinta HNW.


(one/pojoksatu)