Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label tni ditembak. Show all posts
Showing posts with label tni ditembak. Show all posts

Monday, 26 April 2021

Presiden perintahkan tangkap seluruh anggota kelompok bersenjata


 Jayapura, Jubi – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengejar dan menangkap seluruh anggota Kelompok Bersenjata, setelah serangan yang menewaskan Kepala BIN Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny, di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021.

“Saya juga perintahkan kepada Panglima TNI, Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB [Kelompok Kriminal Bersenjata],” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Presiden menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Tanah Air Indonesia, termasuk Papua.

“Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air,” ujarnya.

Kepala Negara menyampaikan duka cita mendalam dan menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny atas pengabdian, dedikasinya, dan pengorbanan yang telah dilakukan.

“Atas nama bangsa, rakyat, dan negara saya sampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan yang ditinggalkan,” ujarnya.

Ketua DPR RI sampaikan duka cita

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita atas meninggalnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya.

“Duka mendalam atas gugurnya Kabinda Papua. Koordinasi harus diperkuat, termasuk komunikasi dengan masyarakat untuk menyelesaikan konflik di sana dan semoga tidak berulang menimbulkan korban jiwa,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Kabinda Papua ditembak mati kelompok bersenjata, JDP: Tata kembali rencana operasi militer

Puan meminta pemerintah, TNI dan Polri melindungi masyarakat, mengidentifikasi masalah secara utuh untuk mengetahui pemicu aktivitas KKB dan menentukan solusi untuk menuntaskannya.

Dia mengatakan, untuk menyelesaikan konflik harus dilakukan identifikasi utuh dan mendalam agar diketahui pemicu dan motivasi KKB melakukan serangan dan mengancam keselamatan warga.

“Koordinasi juga harus dilakukan TNI-Polri bersama pemerintah daerah, pemuka agama, tokoh adat/masyarakat, dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Dia juga menyarankan agar dibangun komunikasi dengan masyarakat, menangkan hati warga, karena diyakini masalah KKB di Papua hanya bisa diselesaikan dengan dukungan besar dari masyarakat.

Namun dia menilai penegakan hukum tetap harus dilaksanakan pada siapapun yang terbukti bersalah, apalagi terbukti melakukan tindak kekerasan bersenjata yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Lindungi keselamatan warga dari aksi KKB, maka dari itu penegakan hukum jadi bagian penting untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai pendekatan hukum dan keamanan juga harus dibarengi pendekatan kesejahteraan.

Sebelumnya Brigjen TNI I Gusti Putu Danny pada Minggu (25/4) terjebak aksi saling tembak dengan kelompok bersenjata saat Satuan Tugas BIN dan Satgas TNI/Polri berada di perjalanan menuju Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021).

Sekitar pukul 15.50 WIT, Satgas BIN dan Satgas TNI/Polri dihadang oleh kelompok bersenjata Papua, sehingga terjadi aksi saling tembak di sekitar gereja Kampung Dambet. “Akibat kontak tembak tersebut, Kabinda Papua tertembak dan gugur sebagai pahlawan di lokasi kejadian,” menurut keterangan Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, pada Senin (26/4/2021).

Jasad Kepala BIN Papua itu telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke Timika untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta.

Jenazah Kepala BIN Papua rencananya akan dikremasi lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (27/4/2021).(*)


Editor: Angela Flassy

Kabinda Papua dikabarkan meninggal dunia di Beoga, Papua


Jayapura, Jubi – Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu IGP Dani NK, Minggu (25/4/2021) dikabarkan meninggal dunia di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kabar meninggalnya Kabinda Papua ini dikonfirmasi oleh Kapolda Papua, Irjenpol Mathius Fakhiri. Namun apa penyebabnya belum diketahui secara pasti.

“Memang benar Brigjen TNI Putu Dani yang menjabat Kabinda dilaporkan meninggal di Beoga namun hingga kini belum ada laporan lengkapnya,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri dikuti Antara, Minggu (25/4/2021).

Rencananya, jenazah Kabinda akan dberangkatkan dari Beoga ke Timika esok hari, Senin, 26 April 2021 menggunakan Helikopter Caracal yang take off dari Timika pukul 06.00 WIT. (*)

Kabinda Papua Gugur di Beoga

 Kapolda: Beoga Masih Siaga, Anggota Melakukan Pengejaran


JAYAPURA-Distrik Beoga kembali ‘memanas’ setelah beberapa waktu sebelumnya dinyatakan kondusif. Seorang perwira tinggi TNI berpangkat bintang satu yang menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen  TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, gugur setelah ditembak mengenai kepala oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Dambet, Minggu (25/4) sekira pukul 15:30 WIT.

Diketahui, Kabinda Papua ditembak saat meninjau lokasi pembakaran yang dilakukan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak yang berlangsung dua pekan lalu.

Panglima Kodam XVII, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono saat dikonfirmasi membenarkan insiden penembakan tersebut.

“Betul beliau gugur dan saat ini jenazah masih berada di Beoga, masih kita monitor terus. Direncanakan Senin (26/4) jenazah kita evakuasi dari Beoga,” ungkap Pangdam saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, kemarin (25/4).

Lanjut Pangdam, penembakan tersebut terjadi sekira pukul 15.30 WIT. Hanya saja hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait kronologis kejadian penembakan. Hal ini dikarenakan sulitnya akses komunikasi di daerah tersebut.

“Kami belum tahu kronologinya seperti apa. Sebab komunikasi masih terputus antara Beoga dengan Ilaga, ilaga dengan di sini (Jayapura-red). Untuk sementara kita juga masih dalami,” paparnya.

Terkait dengan peristiwa tersebut lanjut Pangdam, Senin (26/4) hari ini dirinya akan bertolak ke Mimika. “Rencananya saya akan ke Timika untuk memonitor,” ucapnya.

Secara terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan dirinya sudah mengetahui informasi gugurnya Kabinda Papua. Mathius Fakhiri mengatakan, saat ini perkuatan anggota masih  berada di Beoga.

“Perkuatan kami hingga saat ini masih ada di Beoga. Mereka sedang bekerja dan melakukan pengejaran,” kata Kapolda Mathius Fakhiri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Minggu (25/4).

Menurut Mathius Fakhiri, status Beoga memang belum sepenuhnya kondusif pasca beberapa rentetan peristiwa yang terjadi di daerah tersebut.

“Status Beoga masih siaga, belum aman. Kita tetap melakukan langkah-langkah pemulihan dengan penindakan hukum di sana,” tegasnya.

Sementara itu, dari data yang didapat Cenderawasih Pos, Minggu (25/4) terjadi Kontak tembak di sekitar Kampung Dambet atau sekitar sekolah dasar (SD) yang sebelumnya dibakar KKB Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Sekira pukul 09.20 WIT, tim termasuk Kabinda Papua, Brigjen  TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya  berangkat ke Kampung Dambet menggunakan delapan unit sepeda motor untuk melaksanakan observasi lapangan.

Sekira pukul 15.50 WIT, diperoleh informasi terjadi kontak tembak antara rombongan dengan KSB di Kampung Dambet.

Pukul 16.00 WIT, Tim Satgas Elang dan Delta melaksanakan evakuasi ke lokasi kontak dengan berjalan kaki.

Berdasarkan laporan handy talky (HT) Kabinda terkena tembakan di bagian kepala dan direncanakan pelaksanaan evakuasi dari Beoga ke Mimika, Senin (26/4) hari ini.

Adapun rencana evakuasi Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya yaitu dari Beoga ke Timika menggunakan hellycopter caracal. Setelah itu jenazah diterbangkan ke Jakarta. (fia/ana/nat)

Teror KKB di Kabupaten Puncak

8 April 2021

KKB melakukan aksi penembakan di salah satu kios di Kampung Julugoma. Dalam aksi ini, KKB menembak mati seorang guru SD Inpres Beoga atas nama Oktovianus Rayo. Selain menembak mati seorang guru, KKB juga membakar tiga ruangan di SMA Negeri 1 Beoga.


9 April 2021

KKB kembali menembak seorang Guru SMPN 1 Beoga bernama Yonatan Randen dengan luka tembak di bagian dada hingga meninggal dunia.


11 April 2021

KKB berulah lagi dengan membakar sembilan ruangan di SMPN 1 Beoga.


14 April 2021

KKB pimpinan Lekagak Telenggen, menembak mati seorang pengendara ojek bernama Udin (41) di Kampung Eromoga, Distrik Emokia.


15 April 2021

KKB menembak seorang pelajar kelas X SMA Negeri Ilaga bernama Ali Mom di Kampung Uloni, Distrik Ilaga.


17 April 2021

KKB kembali berulah di Kampung Dambet, dengan membakar gedung sekolah, rumah kepala suku dan tiga rumah dinas guru.


25 April 2021

KKB menembak Kabinda Brigjen  TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya saat melakukan observasi lapangan di Kampung Dambet.


Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Monday, 12 April 2021

OPM Akui Tembak Guru di Beoga: Dia Mata-mata TNI-Polri

 

Ilustrasi senjata laras panjang. (Istockphoto/blyamur)

Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui pihaknya telah menembak seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Oktavianus Rayo (43) di wilayah Boega, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (8/4).

Juru Bicara OPM, Sebby Sambom mengatakan kelompoknya menembak mati guru tersebut lantaran mereka yakin korban adalah mata-mata TNI-Polri.

"Guru SD yang ditembak mati di Boega itu adalah mata-mata TNI-Polri yang telah lama diidentifikasi oleh PIS TPNPB. Oleh karena itu, tidak ragu-ragu ditembak oleh pasukan TPNPB," kata Sebby Sambom melalui keterangan tertulis, Senin (12/4).

TPNPB, yang sering dijuluki aparat sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengklaim telah berhasil memetakan mata-mata kepolisian yang tersebar di sejumlah wilayah Papua.

Lihat juga: Polda Papua Sebut Helikopter Dibakar KKB Sudah Tak Berfungsi

Menurut dia, mereka kebanyakan menyamar sebagai tukang bangunan, guru, mantri, petugas distrik, hingga beragam profesi lainnya. Sehingga, KKB mengultimatum agar tak ada masyarakat yang menyamar sebagai mata-mata kepolisian.

"Kami juga tidak sembarang tembak masyarakat Papua maupun non Papua. Kami sudah tahu kerja TNI-Polri, selalu menggunakan tenaga masyarakat sipil ataupun PNS apapun statusnya jadikan mereka sebagai mata-mata," katanya lagi.

Menurut Sebby, hal itu dilakukan untuk melacak keberadaan pasukan KKB yang masih tersebar di sejumlah wilayah.

"Sikap kami, jelas bahwa kami akan tembak karena mereka adalah musuh kami," ujar dia.

Lihat juga: 9 Ribu Polisi Dikerahkan Kawal PON Papua Oktober 2021

Di sisi lain, polisi sendiri mengklaim telah berhasil mengidentifkasi pelaku penembakan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya bakal melakukan pengejaran dan penindakan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan yang intensif, pelaku penembakan sudah terdentifikasi," kata Kasatgas Nemangkawi, Brigjen Roycke Harry Langie dalam video telekonferensi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (12/4).


Alasan Klasik

Sementara itu Kepala Humas Satgas Nemangkawi Komisaris Besar M Iqbal Alqudussy mengatakan tudingan guru yang jadi korban penembakan adalah alasan klasik kelompok bersenjata di Papua. 

"Buktinya apa Bapa Oktovianus dan Bapa Yonathan itu intel? Itu semua hanya alasan klasik mereka untuk menggiring opini publik supaya aksi teror mereka dimaklumi," kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari Antara.

Menurut Iqbal, membunuh, membakar, dan menembaki masyarakat sipil pendatang, kemudian melakukan mempublikasikannya di sosial media sebagai kebanggaan, dan menyangkal bahwa korban sipil tersebut merupakan masyarakat tidak bersalah. Hal tersebut kini telah menjadi modus komunikasi Kelompok Separatis Bersenjata di Papua.

Iqbal juga mengatakan merampok uang dilakukan kepada pendatang karena kini KKB tidak kebagian dana Otonomi Khusus (Otsus) dari pemerintah daerah. Akibat larangan tegas Kemendagri kepada kepala daerah yang menyalahgunakan dana Otsus Papua.

"Almarhum Bapa Oktovianus dan Bapa Yonathan ini hanya guru yang tinggal di sini dengan niat mulia mencerdaskan anak-anak Kabupaten Puncak, Papua. Siapapun yang berhati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji tersebut," ujar Iqbal.

KKB juga diduga membakar tiga sekolah yang terletak di wilayah tersebut usai insiden penembakan. Pembakaran, diduga dilakukan oleh KKB pimpinan Nau Waker alias Tidak Jadi.

Nau Waker sendiri telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diterbitkan oleh Polres Mimika. Dia diduga terlibat dalam sejumlah kasus kejahatan yang di wilayah itu.


(mjo/ain)

Monday, 16 November 2020

Satu Anggota TNI AD Ditembak oleh Pasukan TPN PB OPM di Paniai

 



The TPNPB PANIAI News : SATU ANGGOTA TNI AD DI TEMBAK OLEH PASUKAN TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB OPM DI INTAN JAYA TITIGI Per 15 November 2020 07,10 pagi waktu papua barat (wpb 

The TPNPB News :Siaran Pers Resmi Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB Per 15 November 2020

Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah terima laporan langsung Dari Intan Jaya kepada The TPNPB PANIAI News pada hari minggu 15 November 2020

 dalam INI Komandan Battalion yang memimpin Perang yaitu Aibon Kogeya mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap Pasukan TNI di Kampung Titigi, District Sugapa

Komandan Battalion Aibon Kogeya dan Wakil Panglima Kodap VIII Intan Jaya bertanggungjawab atas Penembakan, dan Pasukan  TPNPB-OPM tidak akan berhenti perang sampai Papua merdeka .

Tanggung jawab

Pemimpin serangan di lapangan

Lewis kogoya

====================

Panglima kodap VIII Intan Jaya

Brijend. Sabinus Waker

====================

Komandan Operasi Nasional Pembebasan Nasonal Papua Barat (TPNPB).

Mayjend. Lekagak Telenggen

====================

Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Jendral. Goliat Tabuni

====================

 The TPNPB PANIAI News melaporkan