Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea

Tuesday, 1 October 2019

Separatis Bersenjata Lancarkan Teror, Perbatasan RI-PNG Ditutup

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 713/Satya
Tama, memberlakukan siaga satu dan menutup akses di
 perbatasan RI - PNG. (Foto:iNews TV/Edy Siswanto)
JAYAPURA,HARIANHALUAN.COM-Kelompok  separatis bersenjata bersembunyi  di wilayah Papua New Guinea (PNG) , melancarkan teror suara tembakan yang terjadi di wilayah Perbatasan Republik Indonesia (RI) - Papua New Guinea (PNG).

Untuk pelaku, diduga adalah Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata yang beroperasi di wilayah perbatasan negara. Kelompok ini bersembunyi dan melakukan kegiatan di negara tetangga PNG.

PascaTeror itu, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 713/Satya Tama, memberlakukan siaga satu. Sebelummya, Lettu Inf Sulaiman, Danki Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713 dikabarkan terkena Rekolset tembakan lawan di tangan kiri.

"Kita siaga, ya kita antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita kawal kedaulatan perbatasan kita," kata Dansatgas Yonif 713/ST, Mayor Inf Dony Gredinand seperti dikutip dari  Sindonews.com,  Rabu (2/10/2019).

Terkait penutupan wilayah perbatasan, Dony menyebut agar warga tidak memasuki wilayah Tapal Batas hingga dinyatakan aman.

"Jangan sampai mereka masuk lantas pas selfy - selfy ada peristiwa. Kita antisipasi, jangan sampai ancaman mereka ke warga sipil terjadi di sini," ucapnya.

Diakui Dony, setelah teror tembakan pada Selasa pagi   sekitar pukul 06.00 WIT, pihaknya membentuk dua tim untuk menyisir disekitar suara tembakan. Tidak ada proyektil peluru ditemukan, pun bekas tembakan pada Gedung PLBN (Pos Lintas Batas Negara). "Semua aman. Tidak ada proyektil yang kita temukan. Pelaku kabur ke arah PNG," timpalnya.

Dikatakan, peristiwa tersebut mirip dengan peristiwa serupa ditahun 2014. Teror lalu kabur ke PNG. Namun demikian pihaknya tetap memperketat penjagaan diwilayah perbatasan. "Kayak tahun 2014 lalu. Kita antisipasi saja," kata dia.*


 Sumber : Sindonews /  Editor : DNJ

No comments:

The Hottest Post×