Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label 1 December. Show all posts
Showing posts with label 1 December. Show all posts

Monday, 22 November 2021

HIMBAUAN UMUM ! Desember 1961 - 1 Desember 2021

MEMPERINGATI 60 TAHUN MANIFESTO KEMERDEKAAN WEST PAPUA DAN HUT KE — I PEMERINTAH SEMENTARA

1 DESEMBER 1961 – 1 DESEMBER 2021

Tepat 1 Desember 2021 besok, seantero West Papua serta seluruh dunia akan memperingati hari bersejarah bangsa Papua yang ke – 60 tahun, yaitu dimana pada 1 Desember 1961, bangsa Papua bersama pemerintah Belanda selaku walih West Papua secara resmi telah mendeklarasikan embrio pembentukan negara West Papua, diantaranya termasuk bendera negara “Bintang Fajar” dan lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua”.

1 Desember 2021, juga akan menandai ulang tahun pertama untuk pembentukan Pemerintahan Sementara ULMWP (Provisonal Government of West Papua) oleh Persatuan Gerakan Kemerdekaan untuk untuk West Papua atau ULMWP, yang mana pada 1 Desember 2020, ULMWP telah mengumumkan pembentukan Pemerintahan Sementara negara Republik West Papua yang menunggu, dengan Hon. Benny Wenda sebagai Interim President.

Peristiwa bersejarah 1 Desember 1961 di atas tidak bertahan lama akibat manufer aneksasi yang dilakukan Presiden kolonial Indonesia Ir. Soekarno melalui Komando Trikora tanggal 19 Desember 1961, yang mengumandangkan penggagalan kemerdekaan West Papua, yang hendak dicapai bangsa Papua kala itu, berujung pada pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969 yang curang, penuh dengan teror dan intimidasi oleh militer kolonial Indonesia terhadap rakyat West Papua yang hendak memilih merdeka.

Pasca aneksasi, bangsa Papua terus bangkit dengan sejumlah peristiwa Politik oleh anak negeri untuk memperoleh kemerdekaan hingga berujung pada deklarasi persatuan yang disebut “Deklarasi Saralana” tanggal 6 Desember 2014, yaitu lahirnya ULMWP sebagai puncak dari semua.

Sekarang, West Papua tengah dihadapkan dengan sejumlah peristiwa kematian para tokoh umum, pemimpin agama, pemuda dan pelajar secara misterius. Juga terjadi pengungsian rakyat West Papua akibat operasi militer Indonesia di Intan Jaya, Nduga, Puncak Jaya, Maybrat dan Oksibil termasuk kematian sorang bayi yang berusia 2 tahun. Kemudian juga terjadi penangkapan terhadap aktivis kemerdekaan termasuk Victor Yeimo dan Frans Wasini. Sejumlah peristiwa ini tengah berlangsung beriring berakhirnya Otonomi Khusus Papua, dimana mayoritas bangsa Papua telah menyatakan menolak dan mendesak dilakukan referendum kemerdekaan sebagai solusi bagi West Papua. 

Setelah memperhatikan semua situasi ini secara komprehensif, pada 20 Oktober 2020 di Port Numbay, Dewan West Papua (Legislatif ULMWP) kemudian mengumumkan pengesahan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) sebagai payung hukum penentuan nasib sendiri West Papua. Pembentukan UUDS ini telah menghargai dan mengakomodir semua peristiwa hukum dan politik yang dilakukan anak bangsa, mulai dari 1 Desember 1961, 1 Juli 1971, 14 Desember 1988, 27 November 1997, 4 Juni 2000, 16 Agustus 2004, 1 Desember 2005, 1 Juli 2006, 19 Oktober 2011, 9 April 2012 hingga Deklarasi Saralana 6 Desember 2014 tanpa memilah satu pihak tertentu ––––– Satu bulan kemudian pasca pengumuman UUDS, tepat 1 Desember 2020 ULMWP mengumumkan pembentukan Pemerintahan Sementara sebagai pemerintahan bersama.

Dalam momentum kali ini juga, kami akan merayakan kemajuan dan pengumuman yang telah kami buat dalam dua tahun terakhir, seperti pencapaian UUDS, Pemerintahan Sementara, Kabinet, dan terbaru peluncuran Visi Negara Hijau untuk bangsa kami dan bagi dunia.

Untuk itu, sebagai tindak lanjut seruan yang dikeluarkan Interim President Hon. Benny Wenda pada 17 November 2021 kemarin, kami menyerukan kepada seluruh elemen bangsa dan rakyat West Papua dimana pun anda berada; baik di gunung-gunung, lembah-lembah, pesisir pantai dan kepulauan di seluruh teritorial West Papua untuk secara bersama melakukan Ibadah Doa secara damai, dalam rangka merefleksikan 60 tahun perjuangan kemerdekaan West Papua dan satu tahun pembentukan Pemerintah Sementara ULMWP (Provisional Government of West Papua).

Ibadah doa dimaksud dilakukan pada tanggal 1 Desember 2020, (mulai pukul 01.00 subuh s/d pukul 23.59 malam), bertempat di masing-masing tempat di mana saja kita berada baik di West Papua, Melanesia, Pasifik dan seluruh dunia, dengan tema umum bangsa Papua berikut ini:

“ULMWP: Provisional Government celebrating 60 years anniversary birth of West Papua”

Upacara pengibaran bendera negara dan pernyataan kenegaraan secara resmi oleh Pemerintah Sementara akan berlangsung di Papua New Guinea (PNG), Vanuatu, Belanda, dan Inggris (UK).

Demikian himbauan umum kami, atas perhatian doa dari seluruh akar rumput bangsa Papua, Sorong – Samarai, Melanesia – Pasifik serta seluruh dunia, kami sampaikan banyak terima kasih, Wa, Wa, Wa!!!

One People – One Soul

Port Numbay (Jayapura), Tabi – West Papua
22 November 2021 

KEMENTERIAN URUSAN POLITIK  
Provisional Government (ULMWP)

M E N G E T A H U I 

ttd
BAZOKA LOGO
Menteri Urusan Politik
___________________

(1). LAMPIRAN: Seruan Interim Presiden, berikut:
https://m.facebook.com/396357444077782/posts/1558818817831633/

#AnniversaryDay #60thAnniversary #WestPapua #ULMWP #ProvisionalGovernment #FreeWestPapua

#PENGUMUMAN: Pemerintahan Sementara merayakan 60 tahun kelahiran West Papua

Pengumuman | Edisi, 17 November 2021

1 Desember 2021 akan menandai 60 tahun lahirnya West Papua. Ini juga menandai ulang tahun pertama pembentukan Pemerintahan Sementara ULMWP.

Untuk seluruh rakyat saya di West Papua dan di seluruh dunia: ini adalah hari yang sangat penting dan penting untuk kita peringati. Ketika Bintang Kejora dimunculkan oleh Dewan Nugini pada 1 Desember 1961, mereka menjadi cikal bakal bangsa.

Saya menyerukan kepada semua orang untuk merayakan hari ini melalui doa yang damai. Kepada para pendukung solidaritas internasional kami, silakan gunakan kebebasan Anda untuk menunjukkan dukungan Anda bagi perjuangan kami, di mana pun Anda berada. Upacara pengibaran bendera khusus yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Sementara akan berlangsung di Papua New Guinea (PNG), Vanuatu, Belanda, dan Inggris. Saya juga mengajak solidaritas Indonesia dan seluruh warga negara Indonesia untuk mendoakan kami dan menghormati hari nasional kami, sebagaimana kami telah menghormati hari kemerdekaan Anda.

Pada hari ini kita akan mengingat orang-orang yang terdesak, khususnya ribuan orang yang terlantar akibat operasi militer Indonesia di Intan Jaya, Nduga, Puncak Jaya, Maybrat dan Oksibil. Kita juga mengingat bayi berusia dua tahun yang tewas di tangan pemerintah Indonesia bulan lalu.

Dunia harus mewaspadai bangsa kita pada 1 Desember. Sering terjadi pertumpahan darah yang dilakukan oleh militer dan polisi Indonesia. Kami tidak menginginkan ini – kami akan merayakannya dengan damai. Tidak perlu melecehkan, mengintimidasi, atau menyerang mereka yang sedang ibadah dengan damai. Saya meminta pemerintah dan Presiden Indonesia untuk meninggalkan kita sendirian di hari nasional kita. Waktu kita akan datang, dan suatu hari kita akan berdiri berdampingan sebagai tetangga yang baik.

Kami juga akan merayakan pengumuman dan kemajuan yang telah kami buat dalam dua tahun terakhir, dengan konstitusi kami, Pemerintahan Sementara, kabinet , dan baru-baru ini Visi Negara Hijau kami untuk bangsa. Pemerintah Sementara ULMWP telah secara konsisten mengakui semua proklamasi yang dibuat dalam sejarah perjuangan kita oleh para pemimpin West Papua sebelum kita.

Dengan langkah-langkah penting yang telah kita buat ini, saya mendorong seluruh rakyat saya untuk bersatu dalam satu semangat untuk merayakan dan menggerakkan kita lebih dekat pada tujuan kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri untuk semua. Kami berharap terjadinya perdamaian di West Papua, di Indonesia, kawasan dan seluruh dunia.

Benny Wenda 
Interim Presiden
Pemerintahan Sementara ULMWP
___
https://www.ulmwp.org/provisional-government-celebrating-60-years-since-birth-of-west-papua

#AnniversaryDay #60thAnniversary #WestPapua #ULMWP #ProvisionalGovernment #FreeWestPapua

Tuesday, 1 December 2020

Aksi Mahasiswa Papua Di Monas, Peringati Kemerdekaan Papua Barat

 Laporan: Idham Anhari

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP)
 menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas/Net

Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Selasa (1/12).

Aksi tersebut digelar untuk memperingati hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka yang dilaksanakan secara serentak di beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Ambon, Makassar.

Dalam aksinya mereka menuntut adanya referendum bagi rakyat Papua Barat, penolakan Otonomi Khusus Jilid 2, hingga penarikan militer organik dan non-organik,

"Dan kita menolak Otsus dari tahun 2001, hanya meracuni jiwa nasionalisme bangsa Papua dari rupiah, Otsus hanya membuat orang-orang Papua menderita," teriak orator dalam aksinya.

Sebelum melakukan aksi di depan Monas, massa aksi melakukan longmarch menuju ke kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS).

"Tarik-tarik, tarik militer dari Papua, Papua merdeka...Papua merdeka," teriak massa.

Sementara itu, di Tugu Bambu, Sinjai, Sulawesi Selatan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengamankan 15 orang peserta aksi dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua yang melakukan aksi.

Hingga kini belum diketahui siapa saja yang diringkus dan dimintai keterangan di Polres Sinjai. Aksi mereka menuntut penolakan Otsus Papua jilid II dan berikan hak penentuan nasib sendiri untuk West Papua. 

EDITOR: IDHAM ANHARI


Informasi sementara menjelang tanggal 1 Desember 2020


MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Sekretariat KNPB Almasuh didatangi aparat dan beberapa Anggota KNPB di tangkap serta dibawah ke Polres Merauke.

Hari ini, 30 November 2020 kurang lebih pukul 11.30 WP penangkapan itu terjadi terhadap ketua KNPB Wil. Almasuh, Ketua 1 KNPB Wil. Almasuh dan 3 anggota aktivis KNPB

Tak hanya di tangkap, terjadi pengrusakan dan penghapusan gambar-gambar motif Bintang Kejora di sekretariat KNPB Wil. Almasuh JL.Domba 3 yang dilakukan oleh aparat kolonial Indonesia.

Termasuk motor milik ketua KNPB, HP milik anggota KNPB serta parang yang biasa digunakan untuk memotong kayu bakar juga ikut dibawah ke Polres Merauke. Pada hal tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan.

Informasi dari lapangan, mereka masih ditahan di penjara Polres Merauke.

Mohon pantauan dan Advokasi.
------------------------------------------------

MERAUKE-Menjelang 1 Desember 2020, Kantor ULMWP wilayah adat Anim Ha di datangi aparat kepolisian resort merauke.

Aparat kepolisian resort Merauke menahan empat orang dari Sekretariat ULMWP di JL. Bupul kelapa 5 Mrk.

Belum jelas alasan mereka dibawa ke Polres Merauke.

Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha, Ny. Pangrasia Yeem bersama beberapa rekannya digeledah dan ditangkap oleh TNI/POLRI pada hari ini Senin (30/11/2020) sekitar pukul 12.30 siang. Beberapa perabot kantor dirusak dan papan nama Kantor ULMWP di bongkar oleh pasukan TNI/POLRI.

Menurut laporan singkat dari lapangan, Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Anim-Ha ditangkap karena pernyataan sikap penolakan Undang-Undang OTSUS Papua yang digelar di Merauke kemarin oleh mayoritas Masyarakat Adat Anim-Ha dari sejumlah Suku di Anim-Ha.

Ny. Pangrasia ditangkap bersama dengan dua orang penjaga Kantor ULMWP Anim-Ha. Mereka dibawa ke Kantor Polisi, Merauke — West Papua.

Kondisi kesehatan Ny. Pangrasia sedang dalam keadaan tidak sehat.

Berikut nama-nama yang diangkut:

1. Mama Pangkrasia Yem (50) ketua ULMWP Merauke,

2. Adrianus Terin (59),

3. Adrianus Hero (50),

4. Bertus (50).

Itulah nama mereka yg td siang dibawa ke Polres Merauke.
-------------------------------------------------

AMBON-Pukul 12:10 WIT, Pasukan Brimob mendatangi Asrama Mahasiswa Universitas Pattimura (As. unpatti) - di Ambon yang dihuni Mahasiswa Papua.

Kedatangan mereka dengan senjata lengkap dengan alasan mereka datang untuk memotret keberadaan mahasiswa Papua di Kota Studi Ambon.

Pada Pukul 12:13 WIT pasukan brimob memasuki asrama dan berdiskusi dengan saudara Alex Bonggoibo dan Denny Arey.

Diskusi mereka hingga pukul 12:20 WIT setelah itu pasukan Brimob keluar dari lingkungan Asrama bersama saudara Alex Bonggoibo.

Mohon Pantauan semua pihak.

Saturday, 24 October 2020

John Anari: Memenuhi Janji Dekolonisasi

Di sebagian besar dunia, pembicaraan tentang kolonialisme memunculkan gambaran tentang masa lalu yang jauh. Tetapi proses dekolonisasi yang menandai begitu banyak sejarah dunia pada pertengahan dan akhir abad ke-20 masih belum berakhir. Menjelang akhir Dekade Internasional Ketiga (ya, ketiga!) Untuk Pemberantasan Kolonialisme, mari kita lihat lebih dekat apa yang sedang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencapai janjinya tentang dekolonisasi.

APA ITU "DEKOLONISASI" DAN KENAPA KITA MASIH BERBICARA TENTANG ITU?

Kelahiran Perserikatan Bangsa-Bangsa 75 tahun lalu adalah bagian dari transformasi mendasar cara dunia diatur. Pada tahun 1945, sekitar 750 juta orang, hampir sepertiga dari populasi dunia pada saat itu, tinggal di wilayah yang bergantung pada kekuatan kolonial. Sejak 1945, lebih dari 80 bekas jajahan telah merdeka. Dekolonisasi, yang mengubah wajah planet ini, merupakan salah satu keberhasilan besar pertama PBB.

Namun proses dekolonisasi belum selesai. Masih terdapat 17 Non-Self-Governing Territories (NSGTs), dengan total populasi 1,6 juta orang. NSGT terakhir yang mengubah statusnya adalah Timor-Leste, yang pada tahun 2002 menjadi negara berdaulat baru pertama di abad ke-21, setelah tiga tahun pemerintahan transisi PBB.

Apa yang dilakukan PBB tentang dekolonisasi?

Perserikatan Bangsa-Bangsa memantau kemajuan menuju penentuan nasib sendiri di Wilayah, sebagaimana diamanatkan oleh Deklarasi Pemberian Kemerdekaan kepada Negara dan Rakyat Kolonial, yang diadopsi oleh Sidang Umum pada tahun 1960. Deklarasi tersebut menegaskan hak semua orang untuk menentukan nasib sendiri dan memproklamasikan bahwa kolonialisme harus diakhiri.

Mengapa Penambangan Freeport Indonesia dapat menghapus Papua Barat dari daftar Dekolonisasi (Non Self-Governing Territories)?

Sumber: FB