Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Buchtar Tabuni. Show all posts
Showing posts with label Buchtar Tabuni. Show all posts

Monday, 2 May 2022

1 Mei 2022 Dirayakan Menteri Urusan Politik Pemerintah Sementara West Papua

Memperingati 59 Tahun Aneksasi West Papua dan HUT ke—1 Pengumuman Kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP, Panitia Penyambutan KT-HAM PBB Wilayah Mamta gelar ibadah doa, bersama dengan Menteri Urusan Politik dan Ketua West Papua Council
——————————
Jayapura (PORT NUMBAY), TABI | Minggu, (1/05/2022) Panitia Penyambutan Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB wilayah Mamta bersama dengan Pemerintah Sementara dan Ketua West Papua Council menggelar ibadah doa bersama dalam rangka merefleksikan penderitaan panjang 59 tahun aneksasi West Papua ke dalam negara kolonial Indonesia dan sekaligus juga merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Pengumuman Kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP pada 1 Mei 2021 lalu.

Dalam kesempatan itu, Ketua West Papua Council Mr. Buchtar Tabuni mengatakan “pada peringatan aneksasi West Papua di usia yang ke 59 tahun ini, kami bangsa Papua tetap tegas menyatakan menolak”

“Kami merasa bahwa garis politik kami, sejarah penderitaan kami, letak geografis kami sama sekali tidak ada hubungan dengan bangsa Indonesia dan kami adalah bangsa Melanesia. Kami hari ini menyatakan menolak dan kami akan kembali kepada saudara-saudari kami Melanesia” tegasnya dalam penyampaian siang tadi (1/05).

Sementara itu, Menteri Urusan Politik Pemerintahan Sementara West Papua (ULMWP) Mr. Bazoka Logo mengatakan “hari ini 1 Mei 2022 kami Pemerintah Sementara memperingati HUT Kabinet Pemerintah Sementara yang pertama”

“Kami juga memperingati 1 Mei sebagai hari deklarasi Komando West Papua Army. Kami bersyukur TUHAN telah mengantarkan kami pada usia ini. Kami yakin dan percaya, ke depan TUHAN akan mengantarkan kami pada kemerdekaan dan kedaulatan penuh di luar hukum dan politik NKRI secara damai”

Kegiatan telah berlangsung dengan aman hingga selesai, dengan mengusung tema berikut sebagai pernyataan sikapnya:

[1]. We refuse the Indonesia ilegal occupation 1 May 1963.
[2]. We support international Parliament for West Papua Meeting in EU Parliament.
[3]. Indonesia Government Allow UN High Commisioner to West Papua.
[4]. 7 Regional Executive celebrate Cabinet announcement 1 May 2021.
____
Gelang Kaki πŸ‘£πŸ“Ώ✴️

#T2W #GEF
#Gitar_Ekwa_Family 
#T2W_FHOTOGRAPHY

#1Mei #1May #WestPapua #WelcomeUNHC πŸ‡ΊπŸ‡³ #HumanitarianCrisis #HumanRightsAbuses #PIF #ACP #UnitedNation #OHRCHR #UNHRC #FreeWestPapua

Wednesday, 27 April 2022

Buchtar Tabuni soal Jeffry Pagawak, ULMWP, JDP dan TPN OPM

Kepada semua orang Papua secara individu maupun kelompok atau organisasi yang berafiliasi di ULMWP agar tidak terpengaruh dengan kemauan OPM TPN versi Jeffry Pagawak dkk dengan pemerintah kolonial Indonesia melalui JDP, 

Kelompok ini (Jefri Pagawak dkk) ULMWP sebelumnya dalam kepemimpinan Octavianus Mote pernah membawa/ menjalankan agenda JDP namun dalam sidang luar biasa Dewan Komite yang sekarang di sebut Komite Legislatif ULMWP sebagai pemegang hak Veto di ULMWP, telah membatalkan semua agenda JDP di ULMWP dan memecat keluar dari ULMWP kepada oknum-oknum yang menjadikan ULMWP sebagai sarana untuk mempermudah menjalankan program JDP di dalam wadah ULMWP.
Individu yang saya maksud adalah Leone Tanggahma dkk dari WPNCL, Oktovianus Mote dkk dari NFRPPB, Victor Yeimo dari PNWP.

Setelah pemecatan di lakukan dari ULMWP, kelompok ini sekarang berlindung di bawa payung TPNB OPM dan klaim mereka yang berjuang dan punya basis lalu menentang dan menolak semua program ULMWP selama ini, ternyata kepentingan mereka tidak lain yang adalah hanya mau berdialog dengan Jakarta makanya mereka ini selalu menentang seluruh program ULMWP

Saya , Buchtar Tabuni sebagai Deklarator ULMWP, berharap kepada semua organisasi yang berafiliasi dalam ULMWP, agar tetap fokus pada agenda ULMWP yaitu lobi untuk ULMWP full membership di MSG dan lobi ULMWP untuk intervensi internasional berdasarkan keputusan negara-negara anggota Afrika, Caribbean dan Pasifik Island Forum, ACP atas kejahatan militer kolonial Indonesia terhadap warga sipil orang asli Papua sejak West Papua di integrasikan ke dalam NKRI pada 1963 sampai saat ini.

Demikian penjelasan saya atas kemauan JDP kepada pemerintah kolonial Indonesia dalam link di bawah ini.

Friday, 25 March 2022

Presiden Sementara, Wenda: Segera bebaskan Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo

Pernyataan | Edisi, 24 Maret 2022

Polisi Indonesia telah menangkap Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo, dua dari pemimpin gerakan pembebasan kita yang paling terkemuka, bersama dengan enam orang lainnya. Ini adalah upaya lain untuk membungkam semua kebebasan berekspresi di negara kita dan menekan sentimen yang berkembang dari orang-orang West Papua.

Tuan Tabuni adalah Ketua Dewan West Papua (West Papua Council), dan Tuan Logo adalah kepala Departemen Urusan Politik (Menteri Urusan Politik) Pemerintahan Sementara ULMWP. Mereka ditangkap di rumah Tabuni hari ini oleh polisi Indonesia, Brimob dan dinas intelijen. Mereka ditangkap saat bertemu untuk membahas peringatan damai pelantikan Dewan New Guinea [Nieuw Guinea Raad] pada tanggal 5 April 1961. Kami memperingati tanggal ini setiap tahun, untuk menandai pembentukan kedaulatan kami yang dicuri dari kami oleh invasi Indonesia. Apa kejahatan mereka?

ULMWP adalah anggota Melanesia Spearhead Group (MSG), sebuah badan internasional tingkat negara bagian. Kami memiliki hak untuk menyatakan pendapat kami, dan untuk berorganisasi secara damai untuk kemerdekaan, sesuai dengan hukum internasional. Kami menuntut pemerintah Indonesia segera membebaskan Buchtar Tabuni, Bazoka Logo, dan enam orang lainnya. Semua tahanan politik, termasuk Victor Yeimo dan delapan mahasiswa yang ditangkap Desember tahun lalu, juga harus dibebaskan.

Indonesia berusaha untuk lebih mengalihkan perhatian seiring dengan meningkatnya tekanan internasional atas kunjungan Komisaris Tinggi PBB. Tak ada lagi taktik penundaan: PBB harus diizinkan masuk. Kami telah membentuk tujuh komite regional (panitia penyambutan) yang siap menyambut Komisaris Tinggi, mendukung seruan 84 negara ditambah Uni-Eropa agar Indonesia mengizinkannya masuk ke negara pendudukan kami.

Penangkapan ini mengikuti pernyataan Dewan Gereja West Papua yang menolak kebijakan Indonesia, dan mengikuti pelecehan terhadap Pendeta Socrates Yoman karena berbicara untuk rakyatnya. Tidak ada kebebasan berkumpul, tidak ada kebebasan berbicara, tidak ada kebebasan berekspresi, atau beragama, di West Papua. Mereka melecehkan dan menstigmatisasi para pembuat perdamaian. Seperti apa rasanya bagi orang biasa?

Benny Wenda 
Interim Presiden
Pemerintahan Sementara ULMWP
___
(https://www.ulmwp.org/interim-president-wenda-immediately-release-buchtar-tabuni-and-bazoka-logo)

#BuchtarTabuni #BazokaLogo #WestPapua #Chairman #WestPapuaCouncil #ULMWP #ProvisionalGovernment #FreeWestPapua #Referendum

BREAKING NEWS!!!! Bazoka Logo Ikut Ditangkap Saat Penangkapan Buchtar Tabuni

Hari ini, Kamis (24/03/2022) pagi tadi, polisi Indonesia dari Resor Kota Jayapura telah melakukan penangkapan terhadap pejabat Pemerintahan Sementara West Papua (ULMWP), yakni Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo bertempat di Kamwolker, Waena, Jayapura – West Papua.

Polisi Indonesia mendatangi kediaman Buchtar Tabuni dengan menggunakan 1 mobil dalmas berisikan sejumlah personil polisi, 2 mobil patroli dan 4 mobil Avanza yang berisikan personil intelijen yang dipimpin Kepala Intelijen Kepolisian Kota Jayapura.
Bazoka Logo ditangkap:
Saat melakukan penangkapan Buchtar Tabuni pagi sekitar pukul 10:40, dari belakang diketahui ternyata dalam waktu bersamaan juga, polisi melakukan penangkapan terhadap Bazoka Logo bersama dua orang pengawalnya.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti alasan penangkapan terhadap dua pejabat Pemerintahan Sementara ULMWP dan beberapa orang lainnya ini.
Menurut keterangan beberapa saksi mata mengatakan, para pemimpin Papua Merdeka ini dikeroyok oleh Polisi Indonesia saat dilakukan penangkapan pagi itu.
Sejak tadi siang sekitar pukul 12—13: 00, Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo, serta beberapa orang yang ditangkap dipastikan berada di Kantor Polresta Jayapura.
Setibanya di Kantor Polisi, petugas pos keamanan di sana telah menutup pintu gerbang kantor Kepolisian itu dan melarang siapapun untuk masuk ke dalam, termasuk melarang pengacara yang hendak mendampingi Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo, dkk di dalam.
Sekilas:
Buchtar Tabuni merupakan Ketua Dewan West Papua atau (West Papua Council) dari Pemerintahan Sementara West Papua (ULMLWP), sedangkan Bazoka Logo merupakan Menteri Urusan Politik atau (Minister of Political Affairs) dari Pemerintahan Sementara ULMWP.
Tambahan:
Perlu diketahui seluruh rakyat West Papua, solidaritas Indonesia dan masyarakat internasional bahwa, mereka bukan aktivis KNPB (Komite Nasional Papua Barat) seperti yang diberitakan oleh beberapa media Indonesia.
Kami ingin mengklarifikasikan bahwa, mereka adalah Pejabat Pemerintah Sementara West Papua (ULMWP) sebagaimana yang sudah kami sebutkan di atas.
Pemberitaan oleh beberapa media Indonesia yang menyebutkan Bcuhtar Tabuni dan Bazoka Logo sebagai pemimpin KNPB adalah pemerintaan yang keliru besar, terima kasih.
Mohon advokasi dan pantauan media!

Thursday, 24 March 2022

Breaking News! Buchtar Tabuni ditangkap Polisi Indonesia


Hari ini, Kamis (24/03/2022) pagi sekitar pukul 10:40 waktu West Papua, Ketua Dewan West Papua (West Papua Council), yang juga adalah Ketua Legislatif Pemerintahan Sementara ULMWP Mr. Buchtar Tabuni DITANGKAP oleh Polisi Indonesia dari Polresta Jayapura di kediamannya di Kamwolker, Waena — Jayapura.

Polisi Indonesia mendatangi kediaman Buchtar Tabuni dengan menggunakan 1 mobil dalmas yang berisikan personil kepolisian, 2 mobil patroli dan 4 mobil Avanza berisikan personil intelijen yang dipimpin oleh Kepala Intelijen Kepolisian Kota Jayapura.
Belum diketahui pasti alasan penangkapan namun menurut keterangan beberapa saksi mengatakan bahwa dia dikeroyok oleh Polisi Indonesia saat melakukan penangkapan terhadap tokoh Papua Merdeka itu.
Saat ini, Tuan Buchtar ditangkap dan dibawa keluar dari kediamannya oleh Polisi. Kemungkinan dia dibawa ke Kantor Polisi.
Mohon advokasi dan pantauan media!