Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label Papua New Guinea. Show all posts
Showing posts with label Papua New Guinea. Show all posts

Monday, 25 July 2016

PNG Opposition Plans New Move Against PM

Pasifik.News - The Papua New Guinea Opposition says it is still determined to remove Peter O’Neill as Prime Minister before the next election, despite failing in its motion of no-confidence. Parliament last week voted overwhelmingly to keep Mr O’Neill in the job, 85 to 21. But Opposition spokesman Wanpis Ako says people are demanding change. […]

from WordPress http://ift.tt/2arbCL4
via IFTTT

Saturday, 23 July 2016

Vote of No Confidence Defeated

EMTV - 22/07/2016 Serah Aupong The Vote of No Confidence has been defeated with an overwhelming 85 to 21 votes in favour of Peter O’Neill as Prime Minister in today’s special parliament sitting. The opposition came into the chamber knowing they didn’t have the numbers to win but used the opportunity to air their frustrations […]

from WordPress http://ift.tt/29Z1vtk
via IFTTT

BREAKING: O’Neill Survives Vote of No Confidence

EMTV - 22/07/2016 Scott Waide 1586 The PNC led coalition of Prime Minister, Peter O’Neill, has defeated a long awaited Vote of No Confidence motion, with 85 out of 106 members voting in favour of the government while 21 members of the opposition voted for the removal of the Prime Minister. In a highly anticipated […]

from WordPress http://ift.tt/2amgX6p
via IFTTT

Tuesday, 31 May 2016

PM Papua Nugini Bertemu Sekjen PBB Bicarakan Referendum

Penulis: Eben E. Siadari 19:29 WIB | Minggu, 29 Mei 2016 Jayapura, Jubi – Mantan ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Bucthar Tabuni menyeruhkan rakyat Papua bersama KNPB sebagai media perlawanan melakukan gerakan damai di dalam kota-kota di tanah West Papua. “Kita percaya, tidak perlu emosi dan anarkis,”ungkap Tabuni dari Inggris melalui sambungan telepon […]

from WordPress http://ift.tt/1UphAcg
via IFTTT

Friday, 27 May 2016

Bougainville dan Papua New Guinea menetapkan target untuk referendum kemerdekaan

Presiden Bougainville John Momis dan Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill telah sepakat untuk bekerja menuju 2019 referendum kemerdekaan, setelah pertemuan di Port Moresby minggu lalu. Bougainville merupakan bagian otonom dari PNG dan berjuang perang saudara selama satu dekade dengan pemerintah nasional yang berakhir pada tahun 1999. daerah harus memegang referendum kemerdekaan pada tahun 2020 […]

from WordPress http://ift.tt/1se8Qwr
via IFTTT

Wednesday, 13 May 2015

ULMWP : Jokowi ke PNG, Tekanan untuk O’Neill

Jayapura, Jubi – Kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Papua Nugini (PNG) pekan ini merupakan usaha terbaru Jakarta untuk memberikan tekanan pada anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) agar tidak mendukung aplikasi Papua Barat sebagai anggota negara-negara Melanesia ini. Octovianus Mote, Sekretaris Jenderal United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) mengatakan diplomasi Indonesia ini berkaitan dengan […]

from WordPress http://ift.tt/1cTaQmp
via IFTTT

Sunday, 29 March 2015

Minta Indonesia Kurangi Militer di Papua, Pernyataan O’Neill Dinilai Sangat Keras

Jayapura, Jubi – Dr Richard Chauvel dari University of Melbourne Asia Institute mengatakan ia belum pernah mendengar pernyataan yang keras dari seorang pemimpin Papua Nugini (PNG), ketika mereka berbicara tentang Papua Barat yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Namun pernyataan Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill saat diwawancarai Radio Australia Jumat (27/3/2015) adalah pernyataan yang […]



from WordPress http://ift.tt/1xorlQj

via IFTTT

Sunday, 1 March 2015

Menlu PNG : Butuh Komitmen Politik Untuk Mengakhiri Kekerasan di Papua Barat

Jayapura, Jubi – Mentri Luar (Menlu) negeri Indonesia, Retno Marsudi tiba di Papua Nugini (PNG) Jumat (27/2/2015) dalam rangkaian turnya ke tiga negara Pasifik. Seperti diberitakan oleh media Indonesia maupun Papua Nugini, kunjungan Retno ini adalah untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan tiga negara di Pasifik yakni PNG, Kepulauan Solomon, dan Fiji. Kunjungan Menlu Indonesia ini […]



from WordPress http://ift.tt/1aGkPtX

via IFTTT

Monday, 27 October 2014

Gen. Mathias Wenda: Pulihkan Dulu Status Kebangsaan Orang Papua, baru Bicara Status Kewarga-Negaraan

Terkait ucapan pegiat hukum di Tanah Papua Hendrik Tomasoa, SH, seperti dimuat dalam BintangPapua.com dan dikutip di Blog ini, "Status Warga Negara 10.000 Orang Papua Dipulihkan", 17 Oktober 2014,Gen. TRWP Mathias Wenda saat dikonfirmasi PMNews menyatakan, "Kalau benar-benar anak Hendrik dia perduli Hak orang, maka dia mulai dulu dengan Hak Kebangsaan, baru dia bicara tentang […]



from WordPress http://ift.tt/1twb0Gd

via IFTTT

Saturday, 19 July 2014

Penembakan Terjadi di Perbatasan RI-Papua Nugini

Nurlina Umasugi, Jurnalis · Sabtu 19 Juli 2014 14:27 WIB

Map of Western New Guinea
JAYAPURA - Aksi penembakan oleh orang dikenal di wilayah perbatasan RI- Papua Nugini kembali terjadi, Sabtu (19/7/2014) sekira pukul 11.00 WIT. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, aparat Kepolisian bersama TNI saat ini telah melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Okezone, aksi penembakan terjadi tepat di Daerah Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Lokasi berjarak 500 meter dari tempat pencucian mobil milik Satgas Pamtas Muara Tami. Dimana terjadi penembakan sebanyak tiga kali yang dilakukan oleh orang tak dikenal. 

Mendengar suara tembakan yang berasal dari Gunung Pawa, dua prajurit TNI dari Yonif 751/R dan Yonif 623/BWU melakukan pengejaran ke arah suara tembakan tersebut. Namun para pelaku berhasil melarikan diri. 

Saat ini, dilaporkan situasi di wilayah Perbatasan RI-Papua Nugini aman dan kondusif. Warga di wilayah perbatasan kedua negara tetap menjalankan aktifitas seperti biasa.


(ful)

Thursday, 8 May 2014

Kapendam XVII Cenderawasih: Berita Tentang Penembakan Tentara PNG itu Tidak Benar

Jayapura, 5/5 (Jubi) – Kodam XVII Cenderawasih membantah adanya penembakan yang dilakukan oleh tentara Indonesia terhadap patroli perbatasan Papua New Guinea (PNG) seperti yang diberitakan oleh media Papua New Guinea, Post Courier dan dikutip oleh media ini. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, Letkol Rikas Hidayatullah, Kodam XVII Cenderawasih menyampaikan bahwa tidak benar tentara PNG […]



from WordPress http://ift.tt/1o6GTlw

via IFTTT

Friday, 18 April 2014

Mathias Wenda Diduga Dalangi Aksi Penembakan Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kepolisian daerah Papua menduga kreator serangkaian aksi penembakan di Skouw-Wutung perbatasan RI-PNG, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura beberapa waktu belakangan ini dilakukan oleh Mathias Wenda dan kawan-kawan.

"Kita perkirakan penembakan itu dari kelompok Mathias Wenda. Jadi kelompok Mathias Wenda kita klarifikasikan sebagai KKB yang selama ini meresahkan masyarakat perbatasan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulitsyo Pudjo kepada pers di Jayapura, Kamis.

Menurut dia, penyebab ditutupnya pos lintas batas RI-PNG juga karena imbas dari aksi penembakan KKB Mathias Wenda. "Dan yang menjadi penyebab salah satunya ditutupnya pos lintas batas di Skouw-Wutung, karena mereka (KKB Mathias Wenda,red) mengganggu upaya-upaya kemajuan kegiatan perekonomian masyarakat PNG dan Indonesia di pos lintas batas," katanya.

Kepolisian, kata Kombes Pol Sulistyo tetap melakukan pengejaran terhadap KKB Mathias Wenda. "Polisi akan terus mengejar. Kelompok ini pasti akan terus mengganggu, kita cari formula-formula yang tepat bagaimana menyelesaikan masalah ini," katanya.

Ketika disinggung apakah penembakan Kamis pagi sekitar pukul 05.30 Wit ke pos keamanan di batas RI-PNG oleh KKB Mathias Wenda memakan korban, Kabid Humas sampaikan tidak ada. "Korban jiwa tadi pagi tidak ada. Tetapi penembakan yang kemarin, korban penembakan yang menimpa saudara Herry, hari ini pada 12.00 Wit telah dipanggil Yang Maha Kuasa (meninggal,red), karena disebabkan luka yang cukup parah dan menembus tulang pangkal lengan kanan," katanya.

"Kemungkinan besar yang bersangkutan (Herry,red) alami shock, dalam arti kondisi fisiknya tidak mampu menahan sakit dan kehilangan darah yang cukup banyak. Kita juga coba tranfusi darah yang cukup banyak tapi Tuhan berkehendak untuk memanggil yang bersangkutan. Semoga amal bhakti saudara Herry diterima di sisiNya," lanjutnya.

Dan tindakan kepolisian, kata Kombes Pol Sulistyo, akan terus mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dalam melakukan penembakan itu. "Tentu saja ini tindakan kriminal, kita akan cari siapa yang bertanggungjawab atas tindakan itu, yang tertinggi adalah Mathias Wenda. Dan kami cari siapa operator di lapangan, yang kita upayakan untuk identifikasi pelaku ini," tutupnya.

Monday, 7 April 2014

KSAD Soal Penembakan di Perbatasan Papua: Boleh Balas Tapi Tak Boleh Kejar

KSAD Jenderal Budiman (Foto: Elza Astari Retaduari/detikcom)
Jakarta - Kelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata di Wutung, perbatasan RI dan Papua Nugini, terlibat baku tembak dengan TNI-Polri. KSAD Jenderal Budiman mengatakan bahwa personel TNI nanti boleh menembak untuk membela diri namun tak boleh dikejar.

"Tembakan hanya boleh wilayah kita. Balas tembakan masih boleh, karena sifatnya pembelaan diri tapi tidak boleh dikejar," kata Jenderal Budiman saat ditanya tentang penembakan di perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Hal itu dikatakan dia di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014). Menurut KSAD, saat ini potensi keributan di perbatasan dari Papua dan perbatasan lainnya diawasi dengan ketat

"Kalau mereka masuk kemudian dia bersenjata lalu kita kejar, nggak masalah. Kemarin Pangdam meminta Panglima TNI untuk berkoordinasi, karena kemarin dia tembak di luar perbatasan, kita nggak bisa masuk ke wilayah itu," 
imbuh KSAD.

Sedangkan untuk kasus penembakan di perbatasan RI di Wutung pada Sabtu (5/4/2014) lalu, KSAD mengatakan Indonesia juga memakai jalur diplomatik.

"Pencarian pelaku masih kita komunikasikan secara diplomatik. Kita minta Panglima TNI untuk koordinasi dengan Kemenlu untuk masalah ini," tandas dia.

Kerusuhan di perbatasan Papua di Wutung dengan Papua Nugini terjadi di titik nol batas Tugu Perbatasan. Aksi tersebut terjadi pada pukul 06.00 WIT oleh sekitar 30 orang kelompok Mathias Wenda dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). OPM melakukan aksi penembakan, pembakaran ban bekas hingga penurunan bendera Merah Putih dan pengibaran bendera bintang kejora.

Saat itu beberapa orang wartawan dari Jayapura akan melakukan perjalanan ke Vanimo (ibu kota Provinsi Sandoun, PNG) untuk meliput pelaksanaan Pemilu RI di negara tetangga tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol ARH Rikas Hidayatullah kepada detikcom, Sabtu (5/4/2014), membenarkan terjadinya aksi tersebut yang disebutnya merupakan provokasi.

"Kelompok GSP/B OPM berumlah 30 orang menurunkan Bendera Merah Putih di Pos Sekow Lintas Batas RI-PNG, kemudian mereka menaikkan bendera bintang kejora, membakar papan reklame," kata Rikas.

Kemudian pada pukul 09.30 WIT terjadi penembakan ke arah mercusuar atau tower perbatasan yang mengenai kaca tower tersebut. "Serpihan kaca melukai Serma Tugino, anggota unit intel Kodim 1701/JYP di bagian kepala, Kapolres kena serpihan kaca, anggota polisi tertembak di kaki," ungkap dia.

Sedangkan untuk penamanan Pemilu 2014 di Papua, TNI akan melakukan penjagaan 50 meter dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Untuk pengamanan kepolisian dan petugasnya, kita berjarak 50 meter dari tempat itu (TPS), harus pada posisi perkiraan timbul kerusuhan dan konflik," tuturnya.

Source: https://news.detik.com/

Thursday, 10 November 2011

RI Harus Waspadai Militer AS di Darwin

Indonesia harus menyadari keberadaan pangkalan militer AS di Darwin, Australia, merupakan potensi ancaman kedaulatan NKRI.

"Benar kehadirannya bukan ancaman bagi Indonesia setidaknya dalam jangka pendek, mengingat Indonesia adalah mitra dekat aliansi AS di Asia. Namun, sebagai bangsa besar yang berdaulat dengan segenap potensi ekonomi yang kita miliki, Indonesia harus menyadari dalam jangka panjang pangkalan militer AS di Darwin-Australia yang terdekat ke wilayah kita merupakan potensi ancaman kedaulatan NKRI di Papua yg sarat kepentingan AS," kata Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Minggu (20/11).

Anggota Komisi I DPR bidang luar negeri dan pertahanan periode 2004-2009 itu berkata "Kita seharusnya tahu, keputusan AS menempatkan pangkalan militer di Darwin sebagai hasil kajian geopolitik penguasaan kawasan dalam jangka panjang 20 tahun ke depan, bukan semata-mata alasan membentuk pengaruh China di Asia-Pasifik atau sekadar antisipasi konflik kepulauan Spratly."

Indonesia sejak saat ini, kata dia, perlu mengantisipasi strategi jangka panjang, melalui intensitas diplomasi internasional dan kepemimpinan pembangunan kawasan ASEAN yang berorientasi kepentingan Nasional.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Bali, pekan lalu, sempat menyinggung kebijakan negeri itu yang menempatkan sekitar 2.500 marinir di Darwin, Australia, sebagai salah satu kebijakan luar negeri di Asia Pasifik.

Sumber: Antara