Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label TPN OPM. Show all posts
Showing posts with label TPN OPM. Show all posts

Wednesday, 19 January 2022

Lama Tak Muncul, TPNPB OPM Klaim Tembak Mati 2 TNI

Ndugama, Papua, Gatra.com- Hampir satu bulan tidak muncul, kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim menembak mati dua anggota TNI. Ceritanya, pada Sabtu, 8 Januari 2022, pasukan TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma menyerang pos tentara Indonesia di distrik Mugi. "Dalam penyerangan di pos TNI ini, 2 anggota TNI tewas, dan satu ekor anjing pelacak tewas," kata Bellia Kogeya, komandan operasi Kodap 3 Ndugama-Derakma.

"Dan beberapa anggota luka-luka. Sementara pihak kami pasukan TPNPB tidak ada yang korban bahkan luka-luka pun tidak ada. Kami semua lolos dari peluruh-peluruh tentara Indonesia," katanya kepada Gatra.com.

Bellia Kogeya menegaskan bahwa TPNPB tidak akan berhenti berperang sampai Papua Merdeka. "Kami TPNPB masih perang dari orang tua kita sampai hari ini kami angkat senjata dari 2016 sampai 2021 dan kami sudah memasuki tahun 2022," katanya.

"Sehingga kami pesan kepada orang asli Papua jaga rakyat kami Nduga yang ada pengungsi di mana-mana dari 2018 sampai hari ini," katanya.

"Perang suku atau saudara yang di Wamena itu segera selesaikan secara budaya. Kami TPNPB tegas menolak perang (konflik horizontal) yang sedang berlangsung itu," tegasnya.

Editor: Rohmat Haryadi

Thursday, 18 November 2021

Pastor Katolik Minta Dunia Internasional Dukung Perdamaian Papua

Seratus sembilan puluh empat Pastor Katolik di Tanah Papua mengirim seruan perdamaian pada Kamis (11/11) pagi. Selain imbauan gencatan senjata TNI/Polri dan OPM, mereka juga berharap dunia internasional lebih peduli terhadap konflik di kawasan ini.

Situasi Papua dan Papua Barat yang tidak pernah lepas dari konflik bersenjata, mendorong Gereja Katolik bersuara lebih keras dan tegas. Sebelum ini, telah ada seruan moral 147 Pastor Katolik Papua pada 10 Desember 2020 dan permintaan genjatan senjata dari 36 Imam Projo Keuskupan Timika 31 Oktober lalu.

Selain menyebut bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah,194 pastor Katolik ini bahkan berharap ada kepedulian dari dunia internasional, seperti dinyatakan Pastor Alberto John Bunai, Pr ketika membacakan seruan itu. 

“Dengan tegas mendukung diundangnya Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, supaya dapat melihat dan mendengar sendiri bagaimana kondisi HAM yang sebenarnya di Papua,” papar Pastor John Bunai.


Berkonflik dan Miskin

Dalam pernyataan yang sama, para pastor juga meminta kepada duta besar negara-negara sahabat untuk turut membantu. Mereka diharapkan turut mendesak semua kubu yang berperang, TNI/POLRI maupun TPN-OPM agar segera mengadakan gencatan senjata atau jeda kemanusiaan.

Gereja Katolik di Papua juga menyampaikan pesan ke Duta Besar Vatikan di Jakarta, sebagai perwakilan Gereja Katolik sedunia, bahwa Otonomi Khusus yang sudah berjalan 20 tahun di Papua, telah gagal mencapai tujuan. Papua kaya akan sumber daya alam, kata Pastor, tetap rakyatnya berada miskin.

Data BPS yang menyebut Provinsi Papua dan Papua Barat adalah wilayah termiskin pertama dan kedua di Tanah Air, dengan tingkat kemiskinan 28,6 persen dan 21,7 persen.

Seruan juga disampaikan kepada pemimpin negara-negara, yang memberikan bantuan dana kepada Pemerintah RI untuk pembangunan dan kesejahteraan Papua.

“Kami berseru kepada negara dan instansi pemberi dana pembangunan di Papua agar meninjau kembali kerja sama yang dibangun selama ini. Sebab yang terjadi di Tanah Papua adalah pembangunan sarana fisik sebagai prioritas, penambahan pasukan organik hampir di seluruh Tanah Papua,” papar Pastor John Bunai.

Gereja Katolik juga menilai di Papua terjadi pemaksaan kehendak, tindakan kekerasan, pembungkaman ruang demokrasi, pembunuhan yang tidak ditindak, dan kriminalisasi terhadap awak media yang berbicara tentang kebenaran dan keadilan.

“Bahkan seruan para Pastor dipandang miring, malah mereka dinilai sebagai separatis pendukung TPN-OPM,” tambahnya.

Para Pastor juga mendorong munculnya pertanyaan mengenai dana bantuan yang diberikan -- apakah dipakai untuk membiayai pasukan yang beroperasi di Tanah Papua; apakah dipakai untuk menambah peralatan perang demi penembakan dan pembunuhan Orang Asli Papua (OAP); dan apakah dipakai dalam upaya genosida dan ekosida secara perlahan.

Gereja Katolik juga mendorong pemerintah Indonesia agar segera membuka ruang dialog dengan masyarakat Papua, khususnya United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Semua pihak diingatkan bahwa sejak ribuan tahun lalu, Papua bukanlah tanah kosong. Ada banyak suku OAP dalam tujuh wilayah adat yang telah mendiaminya. Sejak 1969, Papua masuk menjadi bagian Indonesia. Karena itulah, negara wajib melindungi dan mensejahterakan rakyat. Menciptakan keadilan dan perdamaian abadi bagi seluruh rakyat.

Kenyataannya, di Papua yang terjadi justru sebaliknya, dan karena itulah gereja merasa perlu bersikap. Gereja juga prihatin dengan dugaan praktik-praktik bisnis tidak etis yang dilakukan segelintir orang, dan mengorbankan warga Papua. Pengerahan pasukan keamanan disinyalir menjadi bagian dari pengamanan terhadap praktik bisnis ini.


Sikap Terbuka Menguntungkan

Aktivis pembela HAM, Theo Hesegem, mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang masih menutup Papua dari dunia internasional. Padahal desakan sudah diberikan sejumlah negara, khususnya negara-negara yang tergabung dalam Organisation of African, Caribbean and Pacific States (OACPS). Negara-negara ini kerap berusaha menyudutkan Indonesia dalam pertemuan-pertemuan PBB, dengan permintaan untuk membahas kondisi Papua.

Dalam pernyataannya pada 1 September 2021, OACPS menyatakan telah meminta kepada lembaga PBB, untuk mengirim sebuah misi ke Papua. Misi ini bertugas untuk menyusun laporan kondisi HAM, berdasar bukti-bukti di lapangan.

Menurut Theo, jika pemerintah Indonesia tidak segera membuka Papua, maka akan muncul kecurigaan bahwa memang sesuatu terjadi di sana.

“Menurut saya saatnya untuk PBB bisa masuk ke Papua. Kalau Indonesia tidak mengizinkan PBB masuk ke Papua terkait dengan isu hak asasi manusia, berarti logika berpikir kita itu Indonesia ada kesalahannya,” kata Theo.

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua ini mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri yang mengatakan bahwa di Papua tidak ada pelanggaran HAM. Sejalan dengan pernyataan itu, kata Theo, jika memang tidak ada pelanggaran HAM, Komisi HAM PBB sebaiknya diizinkan masuk. Dengan begitu, katanya, mereka bisa membuktikan klaim yang disampaikan pemerintah Indonesia itu.

“Kalau pemerintah Indonesia tidak mengizinkan, berarti kan ada sesuatu yang sedang ditutupi, yang ujungnya bisa-bisa muncul kecaman dari negara lain,” tambahnya.

Justru dengan memberi izin Komisi HAM PBB masuk, katanya, Indonesia akan keluar dari sorotan terkait isu HAM di Papua. Dugaan-dugaan yang selama ini muncul dalam berbagai pertemuan internasional, dapat ditemukan jawabannya.

“Tetapi, bukan hanya Komisi HAM PBB, termasuk juga wartawan internasional juga ikut dilibatkan masuk sehingga ada keterbukaan, transparans, baik oleh pemerintah atau Papua. Kira-kira siapa yang tipu, siapa yang benar,” ujarnya.

Tentu saja, aktivis HAM di Papua akan bekerja sama dengan pihak internasional untuk menelusuri persoalan ini sampai selesai. Theo bahkan menjamin, para aktivis ini tidak akan berpihak, baik ke pemerintah Indonesia maupun pihak OPM. Tujuan mereka adalah membantu pemerintah dan masyarakat Papua, mencari solusi mengakhiri konflik yang terjadi. Sementara ini, untuk mengatasi kondisi yang kian memanas di Papua, Theo mendesak adanya pembicaraan damai kedua belah pihak.

Pembicaraan itu akan berhasil jika di antara pemerintah Indonesia atau pihak Jakarta, dan masyarakat Papua, ada pihak independen yang menjadi jembatan. Tidak mungkin jika mediasi dijalankan oleh pemerintah sendiri karena masyarakat Papua tidak akan percaya pada proses itu.

Theo juga mengkritisi Presiden Jokowi, yang sudah berkali-kali berkunjung ke Papua tetapi belum berhasil menyelesaikan konflik bersenjata di sana. Kunjungan itu, kata Theo, seolah hanya sebagai seremonial saja.

“Masyarakat Papua sedang mengalami krisis kemanusiaan. Tetapi saya tidak mengerti dengan pandangan seorang Presiden, yang melakukan kunjungan berkali-kali, dan gagal menyelesaikan konflik bersenjata di Papua,” kata Theo. [ns/ab]

Source: VOA

Sunday, 14 November 2021

Umumkan Perang, TPNPB-OPM Minta Warga Non Papua Angkat Kak

DepokToday- Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM secara resmi mengumumkan pada hari ini jika pihaknya siap untuk “perang” atau kontak senjata. Terkait hal itu, mereka pun mengeluarkan peringatan agar warga non Papua untuk segera angkat kaki dari wilayah Intan Jaya, Papua.

Melansir suara.com, hal itu disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB-OPM, Kodap 8 Intan Jaya, Undinus Kogoya.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengaku, bahwa peringatan itu disampaikan Undinus Koyega dalam laporannnya kepada Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM.

Dalam laporan yang disampaikan pada Jumat, 12 November 2021 tersebut, Undinus bahkan mengeluarkan peringatan keras bagi warga sipil non Papua agar segera angkat kaki dari wilayah ini.

Menindaklanjuti laporan tersebut, maka Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM secara resmi mengumumkan pada hari ini pihaknya siap untuk “perang” atau kontak senjata. Namun demikian, belum diketahui secara pasti alarm perang yang dinyatakan kelompok itu ditujukan untuk siapa.

“Laporan persiapan perang oleh TPNPB dengan cara budaya sudah selesai dan perang kami belum selesai maka, Saya komandan lapangang perang, Undius Kogoya, kita lagi masak daun untuk perang,” kata Sebby menirukan ucapan Undinus.

Terkait hal tersebut, pihaknya pun meminta agar masyarakat sekitar untuk mencari tempat perlindungan.

“Jadi kami minta untuk kasih keluar info segera agar masyarakat cari tempat perlindungan itu yang diperintahkan Undinus Kogoya Dari Intan Jaya dari siang pukul 12.00 WIT,” ujarnya.

Kontak Senjata TPNPB-OPM
TPNPB-OPM atau yang disebut Pemerintah RI sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kembali terlibat perang sengit dengan aparat TNI-Polri di sekitar Kampung Mamba, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Akibat kejadian itu, seorang warga mengalami luka tembak cukup serius.

Melansir CNNIndonesia, korban yang mengalami luka tembak itu bernama Agustina Hondau (24 tahun). Saat ini ia telah berhasil dievakuasi petugas ke rumah sakit di Timika, pada Rabu pagi, 10 November 2021.

“Evakuasi menggunakan pesawat Smart Aviation PK-SNH,” ucap Dandim 1705-Nabire Letkol Inf Anjuanda Pardosi. (rul/*)

Lihat artikel asli

Friday, 24 September 2021

Pasukan TPNPB-OPM KODAP IV SORONG RAYA DI SERANG PASUKAN GABUNGAN TNI-POLRI

The TPNPB-OPM NEWS
 .
Sorong raya 22/09/21. 01.15 Hari ini  Kendaraan Mobil Avanza  3 dan 4 hailux Mobil  Pasukan TNI  dan POLRI masuk di  Kapung Pasimara dan  sampai di kampung   sebentara pasukan  TPNPB-OPM ada di dalam rumah tersebut.

Hal ini terjadi Keberadaan pausakan TPNPB tercium oleh  dari  pasukan gabungan TNI/POLRI turun dari mobil langsung siram  tembakan ke pasukan TPNPB didalam rumah  tetapi tidak ada satu pasukan yang kena semua lolos dari serangan tersebut.

Saya dan pasukan saya tidak ada yang kami semua ada tidak satupun yang terluka maupun korban jiwa menurut laporan Komadan Operasi Batalion III  Kodap IV Sorong Raya Melaporkannya
Sementara itu Komadan Operasi Kodap 4 Sorong Raya Arnol Kocu membenarkan Kejadian itu benar bahwa aparat keamanan Negara Republik Indonesia melakukan Penjisiran Opera di pemukiman Warga Sipil dan rumah kerumah.
Apapun semua situasi Perlawanan Kami dengan Pasukan TNI-POLRI adalah solusih Penjelesaian Komplik di i Papua jika kami ini bukan Kriminal kami adalah Pejuang Kemerdekaan Papua jika negara Indonesia segera mengakui Kedaulatan Bangsa Papua Barat.

Demikian laporan dari lapangan Komadan Operasi Kodap 4 Sorong Raya melalui Panglima kodap.

Brigadir Jenderal Denny Moss.
Team Editor :Awak Media The TPNPB-OPMNEWS 
Pewarta : Admin WPNLA.
Foto istimewa Doc TPNPB-OPM Kodap 4 Sorong Raya.

Thursday, 2 September 2021

MOSI TIDAK PERCAYA RAKYAT PAPUA TERHADAP KEPEMIMPINAN BENNY WENDA

KEPEMIMPINAN BENNY WENDA, YANG DIPERALAT OLEH KAPITALIS BARAT TERBUKTI MENGHANCURKAN PERJUANGAN BANGSA PAPUA.

Latar belakang Benny Wenda adalah bukan seorang pejuang atau activists yang loyalist, Benny Wenda begabung dalam perjuangan bangsa Papua secara kebetulan, Benny Wenda sendiri Bukan seorang activists Papua Merdeka yang MENGERTI Strategy Dan TAKTIK dalam perjuangan bangsa PAPUA, sehingga secara idiology Benny Wenda tidak memiliki determinansi Dan kesiapan yang matang yang mampu memimpin perjuangan bangsa PAPUA. 
Keluarga Benny Wenda Juga MERUPAKAN keluarga yang MENERIMA Kolonial NKRI LEWAT PROSES PEPERA 1969, termasuk Matias Wenda adalah PEJUANG PEPERA 1969 yang MEMPERTAHANKAN NKRI harga mati saat itu di Jayawijaya nama Wamena Versi NKRI, Matias Wenda Juga saat itu ikut ramai Karena alasan sosial Dan bergabung bersama TPNPB OPM pada tahun 1976 setelah peristiwa di kecamatan piramid, Karena modal Matias Wenda adalah bekas Guru Dan Toko PEPERA maka kepemimpinan TPNPB dipercayakan kepada Matias Wenda namun MOTIFnya seorang Matias Wenda yang tidak kuat MEMAHAMI idiology perjuangan bangsa PAPUA maka akhir hidupnya bukan lagi memimpin TPNPB OPM tetapi dari kudeta ke kudeta yang DILAKUKAN dimarkas Besar OPM TPNPB VICTORIA Dan kini Matias Wenda berali profesi kepada Militer tandingan OPM TPNPB YAITU milisi TRWP yang dibentuk oleh anak bibitan PEPERA 69 adalah Sem Karoba yang KELUARGA nya semua orang orang yang MENYUKSESKAN PEPERA diwamena wilayah Barat, Dan semua keluarga Sem Karoba merupakan kaki tangan TNI NKRI yang membawa jalan menembak pasukan pasukan TPNPB OPM di willayah Kelela Dan Bokondini pada gejolak tahun 1977.

"MAKA ITU TIDAK HERAN USAHA MEMBUNUH IDIOLOGY PERJUANGAN BANGSA PAPUA OLEH SEM KAROBA DAN BENNY WENDA ADALAH PROSES MATANG ATAS DASAR KEPENTINGAN KOLONIALIS NKRI"..selanjutnya..???

Setelah Sem Karoba dibiayai oleh Kolonial NKRI bersama Dukungan Kapitalis Freeport MCMORAN di Inggris Raya, Sem Karoba mengatur siasat untuk menghancurkan perjuangan bangsa PAPUA bersama kapitalis International yang BERBASIS di Inggris.

Sem Karoba dengan gelar masternya yang diberikan oleh kapitalis pemerintah Inggris MENGATUR semua skenario untuk mencetak Benny Wenda sebagai pemimpin Nasional bangsa Papua tanpa Benny Wenda Memiliki kemampuan secara idiology, startegy Dan TAKTIK. Benny Wenda DIATUR skenario nya ditangkap Lalu dibackup oleh kapitalis sejak awal dalam penjarahannya di abepura Jayapura. 

Perkenalan awal Benny Wenda dengan Intelligent Kapitalis saat Benny Wenda dipenjarah, Semuanya diatur oleh Sem Karoba bersama kapitalis International yang BERBASIS di Inggris Dan Hongkong.

JENIFER ROBINSON adalah perempuan Intelligent Inggris yang lihai dengan kecantikannya menggodah semua lelaki Demi mempertahankan kepentingan kapitalis BARAT diPapua, Jenifer Robinson membackup Benny Wenda sejak 2003 di Jayapura, Dan Benny Wenda menjadi target kapitalis, kini telah TENGGELAM dalam hegemony Dan skenario kapitalis untuk menghancurkan perjuangan bangsa PAPUA.

Akhirnya kapitalis berhasil Juga menyusup masuk ke TUBUH perjuangan bangsa PAPUA.

Kapitalis Melalui Sem Karoba Dan Jenifer Robinson bersama Benny Wenda Benar Benar merongrong eksistabilitas Dan soliditas perjuangan bangsa PAPUA bahwa KEKUATAN PERJUANGAN OPM TPN dari dulu yang sudah eksis bertahun tahun, digoyahkan atas nama PERSATUAN Dan issue issue International yang bersifat sporadic.

Usaha untuk MENGUBAH nama OPM TPNPB dilakukan dengan SEGALA macam Cara, dibentuk bermacam macam nama groups SEPERTI, DEMAK, WPNCL, TRWP, WPA dll.. Adalah bagian dimana Cara kapitalis untuk menghapuskan sejarah kebenaran perjuangan bangsa PAPUA.

KINI TERBUKTI KEPEMIMPINAN BENNY WENDA benar benar menghancurkan perjuangan bangsa PAPUA:

Pembentukan IPWP Dan ILWP kedua badan ini sama SEKALI hanya nama Dan tidak Ada fungsi kerjanya, kapan ILWP MELAKUKAN advokasih hukum terhadap TAPOL napol Papua, atau Juga ILWP MEMBUAT sebuah study hukum soal sejarah perjuangan bangsa PAPUA Dan dilanjtkan kepada peradilan makamah International??? Hasilnya nihil Bukan???

Skenario kapitalis membawah Benny Wenda BERBASIS diinggris sebagai negara tertua yang memiliki watak Kolonial Dan kapitalis dan Juga Inggris sebagai kepala dari seluruh Negara Negara persemakmuran agar dapat MENGONTROL dukungan perjuangan bangsa Papua dibenua benua lain secara gampang, sehingga Buktinya sedang TERJADI saat ini.
BENNY WENDA berbasis dinegara tertua berwatak Kapitalis, yang Memiliki kepentingan Ekonomi di West Papua YAITU BP Dan FREEPORT yang saat ini memberikan trilliun poundsterling milik RAKYAT Papua kepada Inggris.

*Secara terpisah Benny Wenda Dan keluarga nya sedang menikmati hasil DARAH Dan AIRMATA Rakyat Papua bersama pemerintah Inggris*
Kehidupan Benny Wenda diinggris sudah SANGAT ISTIMEWA, berbicara Papua Merdeka hanya semacam mengisi waktu kosong sehingga tidak pernah serious biarpun Rakyat Papua sedang Dibunuh Dan bantai oleh NKRI.
Pemeberian Freedom of Oxford bagi Benny Wenda adalah kelas istimeweh bagi kepentingan pribadi Benny Wenda bukan untuk perjuangan bangsa PAPUA SEPERTI Nelson Mandela bagi bangsa AFRIKA.

BENNY WENDA berteriak Papua Merdeka hanya SLOGAN KOSONG untuk menipu rakyat Papua ..dst..

Jika pemerintah Inggris mendukung perjuangan bangsa PAPUA mengapa pemerintah Inggris tidak BERTINDAK secara absolute, karena Inggris adalah negera Besar yang memiliki legitimacy ???

Mengapa Inggris MEMAKAI Benny Wenda Dan Jenifer Robinson untuk menghancurkan perjuangan Bangsa PAPUA diwilayah melanesian, Pacific Dan African CARIBBEAN???

Dulu SEBELUM Benny Wenda memimpin ULMWP, perjuangan bangsa PAPUA Memiliki peningkatan yang significant, belum pernah MSG, PIF bahkan ACP mendukung Dan MENGAKUI Indonesia mengintegralkan West Papua sebagai bagian dari kolonial Indonesia. 
TETAPI setelah Benny Wenda memimpin ULMWP Indonesia Menang Politik secara mutlak dari forum MSG, PIF bahkan ACP Indonesia DIAKUI secara mutlak oleh Badan Badan regional tersebut. Bangsa PAPUA hanya diisukan sebatas pelanggaran HAM, sementara akar Masalah perjuangan bangsa PAPUA adalah Politik atau penentuan nasib sendiri MENUJU Merdeka Dan PENGAKUAN kedaulatan bangsa PAPUA.

Maka itu RAKYAT PAPUA ditipu HABIS HABISAN, oleh kapitalis yang memanfaatkan Benny Wenda Dan Jenifer Robinson, Vanuatu Juga ditipu, AFRIKA CARIBBEAN Juga DITIPU, semua DITIPU Dan yang lebih KORBAN adalah RAKYAT PAPUA.

Cara kapitalis atau kolonialis untuk menghancurkan perjuangan bangsa PAPUA adalah Mematikan sejarah kebenaran nya, Hal itu sudah dilakukan oleh Benny Wenda, sejak Benny Wenda PIMPIN ULMWP, Benny Wenda hendak MENGUBAH OPM ke ULMWP, Dan TPN ke TRWP, selanjutnya Benny Wenda yang tidak Memiliki Skil Dan kemampuan Militer MENGUBAH TPNPB ke WEST PAPUA Army, ini adalah Cara Cara kapitalis dalam menghancurkan perjuangan bangsa PAPUA.

Jika sejarah kebenaran perjuangan bangsa PAPUA sudah dihancurkan maka jangan PERNAH Kita fikir kalau perjuangan bangsa PAPUA Akan Ada KEKUATAN lagi.

Aksi aksi MEMBAWAH Petisi Manual 1,8juta Rakyat Papua, penipuhan 18 Negara Negara PIF Dan 79 NEGARA ACP mendukung perjuangan bangsa PAPUA adalah PENIPUHAN BESAR BENNY WENDA terhadap perjuangan bangsa PAPUA, penipuhan TERHADAP Tuhan Dan TULANG belulang pengorbanan RAKYAT PAPUA.

*Maka itu tidak Ada satupun Negara negara ACP 79 yang mendukung perjuangan bangsa PAPUA pada SIDANG UMUM PBB KE 75 sekarang*

Tujuan utama kapitalis BARAT adalah menghancurkan semua pondasi pondasi perjuangan bangsa PAPUA yang sudah diletakan oleh Diplomat Diplomat OPM selama 59 Tahun perjuangan bangsa PAPUA diwilayah wilayah melanesian, Pacific Dan Africa CARIBBEAN, Serta Australia Dan eropa.

Kepemimpinan Benny Wenda Sungguh Benar Benar menghancurkan perjuangan bangsa PAPUA yang dibangun oleh OPM TPNPB selama 59 Tahun,,,, OPM TPNPB dengan susah payah MEMBANGUN DIPLOMACY diseluruh dunia, kini dihancurkan oleh Benny Wenda atas kepentingan kapitalis asing.

"Sem Karoba saat ini sedang MENGONTROL BUSNIS Coffee Mbaliem Arabica di Wilayah Pegunungan Papua Dan Toko PapuaMart di Seluruh Papua Dan Benny Wenda Memiliki BISNIS perusahaan kontraktor nya yang dikelola oleh adiknya Albert Wenda dengan Dana MILYARAN RUPIAH dari propinsi Papua".

PENUTUP:
SELURUH RAKYAT BANGSA PAPUA harus berdoa kuat kepada Tuhan Dan MOYANG LELUHUR BANGSA PAPUA, agar kepemimpinan OPM TPNPB yang saat ini sedang BANGKIT dapat didukung sepenuhnya guna MENGAMBIL ALIH perjuangan bangsa PAPUA untuk Merdeka Dan berdaulat PENUH.

Demikian Dan diharapkan informasi diangkat ini dapat berarti bagi Kita sekalian.

Info PENTING Dan terpercaya oleh Papua inteligenc service (COPIS), edisi Khusus untuk media Dan konsumsi Rakyat Papua.

Friday, 20 August 2021

TPN OPM Ngalum Kupel Menolak Pengamglatan Yogi sebagai Panglima

The TPNPB OPM NEWS
Laporan Resmi

1. Atas nama perjuangan bangsa Papua dari Sorong sampai Samarai kami mempertanyakan aksi sepihak dalam pengangkatan DAMIANUS YOGI sebagai palima tertinggi.

2. Kami Pimpinan Militer Pangkodap XV NGALUM KUPEL dengan tegas menolak dualisme kepemimpinan di tubuh TPNPB-OPM. Secara mutlak kami Pimpinan Militer Pangkodap XV NGALUM KUPEL masih menganggap Jend. GOLIATH TABUNI sebagai pemimpin dan panglima tertinggi TPNPB-OPM di Tanah tumpah darah teritori West Papua.

3. Kami Pimpinan Militer Pangkodap XV NGALUM KUPEL akan melakukan perlawanan terhadap aksi sepihak. Termasuk kepada kelompok-kelompok yang mendukung pengangkatan panglima palsa DAMIANUS YOGI.

4. Kami menolak keterlibatan ULMWP dalam aksi ADU DOMBA yang akan menghancurkan perjuangan TPNPB-OPM.
Demikian kami sampaikan 4 poin tuntutan dan pernyataan sikap yang sudah menjadi kesepakatan Bersama seluruh prajurit Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap XV NGALUM KUPEL.

Ngalum Kupel 18 Agustus 2021
Panglima Kodap XV NGALUM KUPEL
==================
Brigadir Jenderal LAMEK TAPLO
===============