Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label West Papua. Show all posts
Showing posts with label West Papua. Show all posts

Tuesday, 24 August 2021

West Papua menjadi PARU-PARU Planet Bumi.

Planet Bumi merupakan tempat kehidupan seluruh Komunitas Makhluk (tidak hanya makhluk manusia) — Bumi dihuni oleh berbagai Makhluk. Ada hewan, tumbuh-tumbuhan, makhluk roh, bentangan alam dan benda-benda lain.

Kegiatan-kegiatan industri ekstraktif seperti pertambangan minyak, gas dan mineral, penebangan pohon, perkebunan kelapa sawit dan kegiatan lainnya menyebabkan terjadinya perubahan iklim (global warming) sangat cepat yang berdampak pada punahnya kehidupan di planet bumi.

(Makhluk Manusia) menjadi “aktor utama” penyebab pemusnahan ini. Kuasa yang diberikan Tuhan kepada makhluk Manusia disalahgunakan hingga batas tidak terkontrol yang mendatangkan malapetaka besar bagi seluruh kehidupan — Betapa jahatnya Manusia yang menjadi aktor utama yang mendatangkan (neraka abadi bagi seluruh kehidupan).

Perlahan makhluk Manusia telah mengetahui, bahwa telah salah besar terhadap seluruh kehidupan di planet bumi. Terutama, manusia telah salah besar terhadap Tuhan (Sang Pencipta/pemberi kuasa/mandat).

Manusia mulai bingung sana-sini mencari “tempat tinggal cadangan” hingga ada yang lari ke Planet Mars, ada juga yang merancang Negara di luar angkasa sebagai tempat pelarian dari masalah. Kehadiran (adanya) negara-negara merdeka di seluruh dunia, termasuk (terutama) Indonesia telah menjadi masalah besar bagi masa depan planet bumi (...)

dengan demikian,

“Apakah dengan ‘akan adanya’ kehadiran Kemerdekaan Negara Republik West Papua pun turut menjadi negara Merdeka ke Sekian yang membawa/menambah masalah baru? atau sebaliknya kemerdekaan West Papua dapat membawa “solusi bagi masalah yang ada” — ini adalah tanggung jawab kita bersama termasuk seluruh dunia.
_____
West Papua merupakan paru-paru bagi dunia (organ pernapasan bagi planet bumi) — oleh karenanya, kemerdekaan West Papua akan sangat menentukan arah (menjadi kompas) masa depan kehidupan bumi.

Intinya adalah: “semua makhluk penghuni planet Bumi” membutuhkan “Kehidupan” — untuk itu, tindakan mendesak yang harus dilakukan adalah menyelamatkan planet bumi yang adalah tempat hidup seluruh makhluk.

West Papua melalui United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) pada 2020 kemarin telah mengadopsi Undang-Undang Dasar (UUDS) dan Pemerintah Sementara dengan Visi-nya menjadi : NEGARA HIJAU PERTAMA DI DUNIA atau GREEN STATE.

Diadopsinya UUDS Provisional Government of West Papua mencakup semua bidang, terutama yang menjadi prioritas Pemerintah Sementara adalah mendatangkan Keselamatan dan Kehidupan abadi bagi seluruh Komunitas Makhluk khususnya di West Papua dan secara menyeluruh adalah kehidupan bagi planet bumi.

Kemerdekaan West Papua tidak hanya menjadi kemerdekaan bagi bangsa Melanesia di West Papua, tetapi lebih dari itu adalah kemerdekaan bagi seluruh kehidupan di planet bumi, dimana Pemerintah Sementara West Papua (ULMWP) hadir dengan Visi-nya “Green State” (...)
______
West Papua sudah siap!
★ Kami sudah punya Undang-Undang Dasar dan Pemerintah Sementara (Provisional Government of West Papua | ULMWP)
★ Kami sudah punya Presiden dan Perdana Menteri;
★ Kami sudah punya 12 Kabinet Menteri yang mencakup semua bidang;
★ Kami sudah punya Kedutaan Besar (Kedubes) di seluruh dunia;
★ Kami sudah punya pagar negara Pemerintah Sementara, yakni “West Papua Army” dengan Panglima Komandannya Chief. Gen. Mathias Wenda dan Wakil Panglimanya Gen. Goliath Tabuni berserta lima (5) kepala staf;
★ Kami sudah punya Kepolisian West Papua (West Papua Police) sebagai penegak hukum Pemerintah Sementara;
★ Kami sudah punya Visi dan Misi perjuangan kemerdekaan West Papua yang jelas (tidak sporadis seperti yang di-cap kolonial Indonesia);

Kami sudah siap!
West Papua siap bernegara, dengan Visi-nya “Green State” — kemerdekaan West Papua adalah keselamatan bumi.

Departement Politik Provisional Government of West Papua [ULMWP].
#FreeWestPapua #WestPapua #GreenState

Saturday, 24 July 2021

TIDAK ADA RESOLUSI PBB YANG DIADOPSI BAHWA WEST PAPUA BAGIAN DARI INDONESIA

Tidak ada hukum internasional nasional mencatat bahwa Papua Barat menjadi bagian dari Indonesia. 
Tidak ada resolusi PBB yang mengikat status hukum west Papua dalam Indonesia. 

Wilayah papua adalah masih wilayah koloni, proses dekolonisasi west papua digagalkan atas kepentingan dan kongkalikong amerika serikat, Belanda, PBB dan Indonesia.  

Perjanjian NewYrok Agreement 15 agustus 1962 yang melegitimasi pepera 1969 tidak sah karena orang papua tidak dilibatkan sebagai subyek. 

Perjanjian Roma Agreement pada tanggal 30 september 1962 yang menyepakati tetang pelaksanaan Pepera 1969.

Dalam perjanjian Roma di italia bagimana taktik strategi Pepera 1969 harus dimenangkan indonesia supaya kapitalis amerika bisa menanam saham untuk investasi dan eksplorasi sumber daya alam di Papua salah satunya kontrak karya PT FREEPORT INDONESIA. Dalam pertemuan ini menyepakati kontrak karya tentang SDA di Papua. 

Amerika juga memaksa UNTEA agar sebelum pepera 1969 segera mengakhir tugasnya dan mendesak Belanda gerakan administrasi west papua kepada UNTEA dan selanjutnya utusan PBB diserahkan kepada Indonesia sebelum rakyat papua menetukan nasib masa depan melalui Pepera 1969.

Ketika penyerahan administrasi West Papua belanda serahkan kepada UNTEA dan dari UNTEA ke indonesia sehingga secara sepihak tanpa orang papua ketahui sehingga terjadi pemberontakan di arfai manokwari 26 Juli 1965.

Setelah hasil Pepera 1969 bentuk protesnya Zet Rumkorem dideklarasikan negara republik Papua Barat 1 Juli 1971.
Setelah hasil Pepera diperdebatkan di PBB sehingga tidak ada resolusi politik yang dilahirkan.  

Sebagian besar negara afrika dan caribian berjumlah 42 negara menolak hasil jejak pendapat di papua dan mengusulkan resolusi baru agar referendum di papua harus diulang. 

sementara ada negara yang mendukung dan menyetujui hasil Pepera, negara yang mendukung indonesia dengan hasil Pepera adalah negara kapitalis amerika dan sekutunya. 

Ada negara yang abstain dalam voting di PBB.
perdebatan sangat alotnya di UN maka atas usulan 42 negara afrika dan caribian untuk harus referendum ulang. 

Maka PBB mengambil solusi alternatif bahwa Belanda dan Indonesia membangun papua selama 25 tahun terutama pendidikan, kesehatan dan ekonomi di papua. 

Setelah 25 west papua di kembalikan ke PBB agar melakukan referendum ulang atau mengambil resolusi baru. 

Namun setelah 25 tahun Indonesia tidak memenuhi kesepakatan di PBB melalui cacatan Notebook nomor 2504 indonesia dan belanda bangun papua hanya 25 tahun.

Indonesia tidak memenuhi kesepakatan di PBB nomor 2504 sehingga Dr.Tom Wanggai mendeklarasikan Melanesia Barat atau bintang 14 pada tanggal 14 desember 1988.
Maka Tidak ada resolusi Politik yang diadopsi oleh PBB bahwa Wilayah West Papua bagian dari NKRI. 

Sementara resolusi 2504 itu bukan resolusi politik namun Resolusi Pembagunan Infrastruktur, Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan di PAPUA.

Hasil dari kesepakatan di PBB pembangunan 25 tahun adalah Universitas Cendrawasih ( UNCEN) berdiri. 

Dengan demikian Wilayah Papua masih Koloni sehingga Bangsa Papua memiliki hak politik untuk menetukan nasib sediri atau Proses Dekolonisasi yang yang digagalkan oleh Indonesia melalui inovasi militernya. 

Awal Mengklonisasi wilayah West Papua dan gagalkan proses dekolonisasi di papua adalah melalui Trikora 3 komando rakyat oleh soeharto 19 desem1961. 

Jadi keberadaan Indonesia di west papua ilegal dan perlu meninjau kembali keabsahan status Hukum West Papua dalam Indonesia melalui Hukum internasional di ICJ.

Jika tidak Indonesia memberikan raung bagi rakyat Papua untuk menetukan nasib masa depan Melalui mekanisme demokratis yaitu Referendum Ulang di West Papua. 
 
By; NESTA SUHUN Jubir Nasional KNPB

Sunday, 4 October 2020

Enembe : Pemerintah Provinsi Papua akan bentuk tim kemanusian untuk Intan Jaya

 TabloidJubi -Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan pemerintah Provinsi Papua akan membentuk tim kemanusiaan untuk membantu masyarakat Intan Jaya menghadapi permasalahan yang dihadapi belakangan ini. Tim ini menurut Gubernur Enembe akan terdiri dari beberapa unsur, diantaraya pemerintahan, masyarakat sipil dan gereja.


“Penembakan pendeta Zeremia Zanambani harus diinvestigasi. Namun bukan hanya itu, masalah yang dihadapi oleh masyarakat Intan Jaya belakangan ini sangat berat. Kekerasan demi kekerasan terjadi di Intan Jaya. Ini hampir sama dengan saat saya menjadi bupati di Puncak Jaya,” kata Gubernur Enembe kepada Jubi, Jumat (2/10/2020).

Menurut Gubernur Enembe, pemerintah daerah harus membantu masyarakat Intan Jaya menghadapi trauma kekerasan yang dialami.

“Dalam waktu dekat ini tim kemanusiaan untuk Intan Jaya akan dibentuk. Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan Karo Hukum untuk membuat SK nya,” jelas Gubernur Enembe tanpa merinci lebih jauh terkait tim kemanusiaan yang akan dibentuk.

Terpisah, Ketua Sinode AM GKI Papua Pendeta Andrikus Mofu menanggapi tim investigasi kasus penembakan Pendeta Zeremia Zanambani yang dibentuk Menko Polhukam, Mahfud MD.

Ia yakin bahwa masyarakat Papua tidak percaya dengan tim investigasi yang dibentuk Menko Polhukam.

“Saya hari ini yakin bahwa masyarakat Papua pasti tidak yakin oleh tim investigasi yang dibentuk oleh Menko Polhukam dapat mengungkapkan secara adil dan baik transparan dan jujur,” kata Mofu dalam diskusi publik yang diadakan oleh Amnesty International Indonesia dengan judul “Mengulas Tim Investigasi Independen Penembakan Hitadipa”, Jumat (2/10/2020).


Saturday, 7 March 2020

Kebiasaan konsumsi minol, tradisi orang Papua atau warisan penjajah

Oleh: Dominggus A Mampioper

Jayapura, Jubi – Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol (minol) bagi sebagian orang Papua memang bukan tradisi asli tetapi ada beberapa suku yang memiliki mitos tentang saguer. Suku Byak dalam mitos Manarmakeri atau laki laki tua kaskado pernah bergelut dengan Bintang Pagi/Fajar gara-gara Bintang Fajar dituding mencuri saguer hasil sadapan laki laki kaskado sehingga keduanya berkelahi sampai pagi hingga tersingkap rahasia kehidupan.

Tak heran kalau kebiasaan membuat saguer banyak terdapat di Kepulauan Biak Numfor hingga ke Manokwari dan Kepulauan Raja Ampat. Bagi orang Byak tradisi minum saguer biasanya dilakukan setelah panen hasil kebun dan kerja keras.

Bahkan dalam upacara Wor K’Bor akil balik suku Byak warga berpesta selama hampir tiga minggu mempersiapkan para pemuda usai mengikuti pendidikan di Rum Sram atau rumah bujang. Antropolog JR Mansoben dalam tulisannya berjudul Ritus Peralihan, Wor K’Bor mengatakan setelah upacara pemotongan bagian atas dari penis laki-laki langsung ada pula pesta dan penyajian saguer bagi warga yang berpartisipasi dalam pelaksanaan ritus peralihan.

Suku Marind di Kabupaten Merauke juga telah lama mengenal tradisi minum akar wati dalam upacara-upacara adat. Khususnya klen Ndiken memiliki simbol adalah pohon wati. Tanaman ini sangat berarti bagi orang Marind dan juga Marori Men-Gey. Minuman akar wati ini biasanya diolah menjadi minuman adat mengandung alkohol untuk pesta adat dan acara meminang perempuan.

Sebaliknya minuman wati ini, bisa pula digunakan untuk melakukan niat buruk membunuh seseorang dengan cara suanggi. Hal ini bisa terjadi jika seseorang memberikan pohon wati kepada orang yang punya suanggi untuk membunuh orang lain atau mungkin pula lawan dalam klen yang belum melunasi utang.

Berbeda dengan wilayah Papua, bagi warga Melanesia di Vanuatu dan Fiji, mereka sudah mengembangkan minuman kava tradisional sebagai simbol persaudaraan.

Sewaktu Presiden SBY berkunjung ke Suva Fiji pada 17-20 Juni 2014, sempat ikut pula melakukan Yaqona Vakaturaga yaitu upacara minum Yaqona (Kava). Di sisi, SBY diberikan batok kelapa berisi ‘Kava’ oleh seorang peserta upacara. Upacara berikutnya adalah pemberian makanan yang dimasak dengan Lovo yang dimasak dengan ditimbun batu panas atau barapen dalam bahasa Byak.

Akar wati mirip kava

Pohon watu diambil dari akarnya yang kemudian dibersihkan. Akar pohon wati ini dicuci bersih dan ditiriskan terlebih dahulu. Akar wati yang bersih ini kemudian dikunyah dan dicampur dengan air saat mengunyah di dalam mulut. Setelah dikunyah kemudian dicampur dengan air dan siap diantarkan dalam pesta peminangan maupun dalam pesta adat.

Dikenal sebagai yaqona atau sekadar minuman beralkohol di Fiji, kava adalah minuman narkotika ringan yang dibuat dari campuran akar bubuk tanaman merica (piper methysticum) dengan air dan menghasilkan rasa mati rasa di sekitar mulut, bibir, dan lidah serta rasa relaksasi.

Jubi mengutip Wikipedia.org menyebutkan bahwa Kava atau kava kava (Piper methysticum: bahasa Latin ‘lada’ dan bahasa Latin ‘memabukkan’) adalah tanaman di Kepulauan Pasifik. Nama kava berasal dari Bahasa Tonga dan Marquesan, yang berarti ‘pahit’; nama lain untuk kava termasuk ʻawa (Hawaiʻi), ʻava (Samoa),  yaqona (Fiji), dan malok atau malogu (bagian dari Vanuatu).

Kava dikonsumsi untuk efek penenangnya di seluruh budaya Samudra Pasifik Polinesia, termasuk Hawaii, Vanuatu, Melanesia, dan beberapa bagian Mikronesia. Untuk tingkat yang lebih rendah, itu dikonsumsi di negara-negara di mana diekspor sebagai obat herbal. Akar tanaman digunakan untuk menghasilkan minuman dengan sifat penenang, anestesi, dan euphoriant. Bahan aktifnya disebut kavalactone.

Mengapa minol memakan korban

Kebiasaan konsumsi minol terkadang menyalahkan pihak lain dan mengatakan warisan penjajah Belanda dengan kebiasaan minuman beralkohol. Bahkan kemenangan klub-klub sepak bola di Jerman biasanya berlanjut dengan pesta minuman beer. Bagaimana dengan kebiasaan menenggak minol di Tanah Papua?

Warisan atau tradisi, tak tahulah tetapi meminjam pendapat aktivis Aborigin, Charles Perkin, menuliskan bahwa orang Aborigin di Australia sering minum dalam pertemuan-pertemuan tradisional, tidak sebagai minuman-minuman yang sengaja melanggar tata cara minum sebagimana mestinya. Mereka justru memenuhi sindrom “kasihanilah saya” kalau mereka diperbolehkan memperlihatkan tata cara minum yang tidak dapat diterima umum sebagaimana dilaporkan wartawati Kompas dalam artikelnya berjudul Aborigin juru kunci di Australia (Kompas 1992).

Terlepas dari pro dan kontra soal minol di Tanah Papua khususnya di Kota Jayapura, pendapat Majelis Rakyat Papua (MRP) patut mendapat perhatian semua pihak. Yoel Mulait menyatakan data yang diperoleh MRP dari polisi menunjukkan jumlah orang di Kota Jayapura yang tewas karena mengonsumsi minuman beralkohol bertambah.

“Dari data polisi, jumlah korban meninggal akibat minuman beralkohol pada  2018 adalah 21 orang. Pada 2019, jumlah korban meninggal akibat minuman beralkohol bukannya menurun, tetapi malah naik menjadi 32 orang. Sebagian besar [korban] itu orang asli Papua,” kata Mulait.

Pengalaman Jubi sewaktu bertugas di Timika pada 2001 pernah membawa korban miras ke RS Mitra Masyarakat. Timika. Akibat warga menenggak minol merek terkenal asal negara Rusia yang diduga palsu. Kata dokter kala itu, “Untung korban cepat dibawa ke Rumah Sakit, jika terlambat sudah pasti matanya buta atau kehilangan nyawa.” (*)

*) Penulis adalah redaktur senior Jubi

Thursday, 27 October 2016

Kerusuhan Manokwari di Hari Lahir GKI Di Tanah Papua

MANOKWARI, SATUHARAPAN.COM - Suasana di Manokwari sampai siang hari dilaporkan masih mencekam, kendati pihak Kepolisian telah berhasil mengendalikan situasi pasca aksi massa berdarah kemarin (26/10). Dalam aksi massa itu seorang meninggal, sejumlah orang terluka, termasuk Danramil. Pos polisi rusak, enam sepeda motor terbakar dan ada upaya massa untuk membakar sejumlah kantor, termasuk kantor BRI Manokwari. […]

from WordPress http://ift.tt/2eyCyce
via IFTTT

Konflik Manokwari : Polisi keluarkan tembakan, aktivis WPNA tewas

Manokwari,Jubi - Kota Manokwari mendadak tegang sejak Rabu (26/10/2016) pukul 21:45 WP. Ketegangan ini terjadi setelah penikaman terhadap seorang anak Papua bernama "Vigal Pauspaus" asal Fakfak yang dilakukan oleh seorang warga asal Makassar. Dari kronologis yang dikumpulkan Jubi, insiden ini bermula ketika Vigal makan di sebuah warung makan di sekitar kantor Golkar Sanggeng Manokwari. Namun […]

from WordPress http://ift.tt/2dZFOg7
via IFTTT

Monday, 10 October 2016

Ribuan rakyat Papua hadiri pengucapan syukur atas capaian ULMWP

Wamena, Jubi - Ribuan rakyat Papua hadir dalam acara pengucapan syukur atas hasil yang dicapai rakyat Papua dalam upaya pembebasan bangsa Papua secara damai. Pengucapan syukur ini dilakukan di Kantor Dewan Adat Lapago, Wamena, Kamis (6/10/2016). "Ribuan orang yang hadir. Lebih banyak dari mereka yang datang saat pembukaan kantor ULMWP dan kantor DAP Lapago," kata […]

from WordPress http://ift.tt/2e3607E
via IFTTT

Monday, 22 August 2016

Powes Parkop (NCD Governor) Meetis Lukas Enembe (Papua Governor)

Today I was honoured to celebrate the 71st anniversary of the Republic of Indonesia. I was invited by the Governor of Papua, Mr Lucas Enambe. The celebration was simple and straight forward but what was really special was the people of Papua. They are part of the Malenesia family. Being a Free West Papuan activist, […]

from WordPress http://ift.tt/2bvs65j
via IFTTT

Friday, 12 August 2016

Sofyan Yoman: Biarkan Rakyat Papua Berjuang Dengan Cara Mereka

“Pertarungan” Indonesia dan ULMWP “berlanjut” di Papua Lawyer Club (PLC), Rabu malam (10/8/2016), dalam satu dialog yang disiarkan TV Swasta, di Kota Jayapura, Papua. Setidaknya itulah yang coba disajikan oleh Jaringan Damai Papua (JDP) dalam dialog yang bertema Pertarungan Pemerintah Indonesia versus United Liberation Movement West Papua (ULMWP). Hadir dalam acara tersebut wakil-wakil dari masing-masing […]

from WordPress http://ift.tt/2bmmglG
via IFTTT

Wednesday, 7 October 2015

Staf Khusus Presiden Blusukan ke Lapas Biak

Biak, Jubi/Antara – Staf khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya, blusukan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa 96/10/2015). Kunjungan blusukan staf Presiden ke Lapas Biak diterima Kalapas, Danang Agus Triyanto, dan melakukan pertemuan dengan narapidana kasus makar ‘Bintang Kejora” Oktovianus Warnares dan Agustinus Sawias. Lenis Kogoya mengakui kunjungan ke Lapas Biak […]

from WordPress http://ift.tt/1Z92bQp
via IFTTT

Thursday, 4 June 2015

Gubernur Bantu Pulangkan 5 Napol ke Daerah Asalnya

Jayapura – Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan bantuan kepada lima narapidana politik (Napol) yang menerima grasi dari Presiden RI Joko Widodo berupa fasilitas untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Juru Bicara Gubernur Papua Lamadi de Lamato, di Jayapura, Rabu, mengatakan pada 27 Mei lalu, Gubernur sudah membantu lima napol untuk pulang langsung ke kampung halamannya […]

from WordPress http://ift.tt/1BM5tLo
via IFTTT

Thursday, 21 May 2015

Bukan OPM, Marsel Diminta Dibebaskan

JAYAPURA – Marsel Muyapa (25), warga Kalibobo, Jalan Jayanti RT 15/RW 04, Nabire sekaligus seorang sopir angkutan umum jurusan Nabire-Dogiyai-Deiyai dan Paniai yang saat ini ditahan di Polda, diminta dibebaskan. Pasalnya, Marsel adalah bukan bagian dari TPN/OPM tetapi hanya seorang sopir yang ikut ditembak dan ditangkap oleh Timsus dan Satgas Brimob Polda Papua, ketika mobil […]

from WordPress http://ift.tt/1JBR5fJ
via IFTTT

Friday, 15 May 2015

11 Perkerja Jalan Disandera di Lanny Jaya ukuran huruf Cetak Email Jadilah yang pertama!

JAYAPURA – Sebanyak 11 orang Karyawan PT. Timur Laut Papua yang bekerja pada pembangunan jalan antara Kabupaten Lanny Jaya - Kabupaten Tolikara, Papua disandera masyarakat kampung Bunom, Distrik Milimbo, Kabupaten Lanny Jaya pada Minggu 10 Mei 2015. Dari data yang diperoleh Bintang Papua, aksi penyanderaan itu terjadi Minggu (10/5/2015) malam yang dilakukan kepala kampung Bunom, […]

from WordPress http://ift.tt/1Fhmsua
via IFTTT

Monday, 11 May 2015

30 Tapol Papua Akan Dapat Amnesty

JAYAPURA — Sedikitnya, 30 Tahanan Politik (Tapol) Papua akan mendapat amnesty (pengampunan) dari Presiden RI H. Ir. Joko Widodo (Jokowi) secara bertahap. Hal itu diawali dengan pemberian amnesty yang dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Papua, yang mengagendakan bertemu sekaligus memberikan Amnesty atau pengampunan bagi 8 Tahanan Politik (Tapol) Papua yang selama ini […]

from WordPress http://ift.tt/1cFQBZv
via IFTTT

Sunday, 29 March 2015

Idiologi Beda, KNPB Tak Terdaftar di Kesbang

JAYAPURA — Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Provinsi Papua Musa Isir, S.Sos, MPA., melalui Kepala Sub Bidang Ketahanan Kemasyarakatan dan Ekonomi Kesbang Provinsi Papua, Palgunadi, SE., mengatakan pihaknya tidak bisa membubarkan KNPB. Pasalnya, Organisasi Masyarakat (Ormas) tersebut sama sekali belum mendaftarkan diri ke Badan Kesbang Provinsi Papua. “KNPB tak terdaftar di Kesbang, karena termasuk Ormas […]



from WordPress http://ift.tt/1GAi7Cv

via IFTTT

Wednesday, 25 March 2015

KNPB Tolak Dibubarkan

JAYAPURA – Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menolak keras usulan agar KNPB dibubarkan, lantaran dituding acapkali melakukan tindakan anarkis dan juga termasuk organisasi tak resmi, sebagaimana disampaikan Kapolda Papua Irjen (Pol) Yotje Mende. “Keberadaan KNPB dijamin UUD 1945 dan Hukum Internasional, yakni kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan berekspresi,” tegas Jubir Nasional Badan […]



from WordPress http://ift.tt/1xv7Eqh

via IFTTT

Friday, 20 March 2015

JDP Fasilitasi Dialog Internal Papua

JAYAPURA — Jaringan Damai Papua (JDP), sesuai dengan peranannya sebagai fasilitator untuk semua, akan menfasilitasi Dialog Internal Papua dalam rangka menyambut ajakan dialog yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Papua, Desember 2014 lalu. Hal itu diungkapkan dalam siaran Pers yang disampaikan Koordinator JDP Pater Dr. Neles Tebay di Kampus STFT Fajar […]



from WordPress http://ift.tt/1GuwHJC

via IFTTT

Sunday, 1 March 2015

Menlu PNG : Butuh Komitmen Politik Untuk Mengakhiri Kekerasan di Papua Barat

Jayapura, Jubi – Mentri Luar (Menlu) negeri Indonesia, Retno Marsudi tiba di Papua Nugini (PNG) Jumat (27/2/2015) dalam rangkaian turnya ke tiga negara Pasifik. Seperti diberitakan oleh media Indonesia maupun Papua Nugini, kunjungan Retno ini adalah untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan tiga negara di Pasifik yakni PNG, Kepulauan Solomon, dan Fiji. Kunjungan Menlu Indonesia ini […]



from WordPress http://ift.tt/1aGkPtX

via IFTTT

Friday, 20 February 2015

6 Pucuk Senpi Disita dari Penumpang KM. Dorolonda

JAYAPURA – Aparat Kepolisian Resor Jayapura Kota bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Kota Jayapura, menyita sebanyak 6 pucuk Senjata Api (Senpi) rakitan dan sejumlah amunisi, yang disimpan dalam sebuah koper warna abu-abu. Senpi tersebut diduga milik penumpang KM. Dorolonda, ketika bersandar di Pelabuhan Laut Jayapura, Selasa (16/2). Ditemukannya senpi tersebut dari hasil pemeriksaan yang […]



from WordPress http://ift.tt/1CS9oGf

via IFTTT

Saturday, 31 January 2015

Tiga Anggota KNPB Sasarannya Mencari Amunisi

Mayjen TNI Fransen SiahaanJAYAPURA – Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Yotje Mende, M.H., M.Hum., mengungkapkan, tiga anggota KNPB yang ditangkap gabungan TNI/Polri di PTC Entrop-Kota Jayapura, Rabu (28/1), masih terus dilakukan pengembangan oleh tim khusus Polda Papua. “Tiga orang ini merupakan kelompok pendukung gerakan Puron Wenda selaku pimpinan KKB di daerah Lanny Jaya. Mereka merupakan […]



from WordPress http://ift.tt/1yMnia4

via IFTTT