Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label dukungan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label dukungan Indonesia. Show all posts

Sunday, 22 September 2019

Pendiri Watchdoc: Referendum Opsi Wajib untuk Orang Papua

Jakarta, CNN Indonesia -- Wacana terkait referendum untuk masyarakat Papua menuai banyak pro kontra. Mantan jurnalis sekaligus pendiri Watchdoc Documentary Maker, Dandhy Dwi Laksono adalah satu orang yang mendukung referendum di tengah gejolak yang semakin memanas di Papua dalam beberapa minggu belakangan.

Dandhy mengatakan referendum adalah opsi yang tidak bisa ditinggalkan untuk masyarakat Papua. Menurutnya hal ini merupakan upaya pemberian hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat bumi cenderawasih tersebut.

"Referendum itu salah satu opsi yang tak boleh ditiadakan. Jadi belum tentu referendum. Referendum pun belum tentu hasilnya merdeka" kata Dhandy di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (21/9).


Selain itu, dia juga menegaskan pemberian opsi referendum merupakan itikad baik yang ditunjukkan pemerintah Indonesia meski tidak semua negara yang melakukan referendum bisa merdeka.


Menurutnya, Indonesia tidak bisa hanya mengunci pilihan untuk menggerakkan kekuatan militer di Papua saat masyarakatnya sudah bersikap keras.

"Tapi kita tak boleh berhenti bicara, kalau mau bicara itikad baik bagi Papua, berhenti mengunci pilihan-pilihan itu, karena kalau kita kunci pilihan itu, maka pilihannya hanya menggunakan tentara kemudian. Ketika Papua sikapnya juga mengeras, dan itu sudah terjadi selama 57 tahun sejak New York agreements," ucap dia.

New York Agreement sendiri adalah sebuah perjanjian yang diprakarsai oleh Amerika Serikat pada 1962 untuk terjadinya pemindahan kekuasaan atas Papua barat dari Belanda ke Indonesia.

Selain itu, opsi referendum menurutnya adalah solusi yang bebas dari kekerasan. Menurutnya pemerintah semestinya tidak menutup jalan damai untuk mengakhiri konflik di Papua.

"Presiden siapapun mengalami masalah yang sama. Yang punya modal kultural besar seperti Gus Dur pun menghadapi tembok yang besar. Apalagi pak Jokowi. Jadi bagi saya, kalau Indonesia punya itikad baik, semua opsi yang non violence, harus dibuka," ujarnya.


Usul Militer Ditarik Dari Papua

Di tempat yang sama, anggota DPR RI Fraksi PDIP, Budiman Sudjatmiko mengatakan dirinya setuju dengan penarikan kekuatan militer dari Papua. Ia berpendapat penarikan kekuatan militer itu dapat menjadi upaya menghindari terciptanya konflik di Papua.

Budiman mengatakan penarikan tersebut dapat dilakukan secara bertahap.

"Tentu itu harus dilakukan, pertama itu ditarik kekerasannya, militerismenya ditarik. Bertahap tentu saja," kata Budiman.

Selain itu, Budiman juga mengusulkan adanya penguatan di pihak aparat kepolisian dan keamanan teritorial. Dengan hal tersebut, menurutnya organisasi separatis dan bersenjata lainnya tidak akan meremehkan aparat keamanan yang ada di tanah Papua meski kekuatan militer ditarik.

"Kepolisian harus dilengkapi agar dia juga tidak jadi bulan-bulanan tokoh kriminal bersenjata, Organisasi Papua Merdeka (OPM)," kata dia.


Budiman lebih lanjut mengusulkan agar penyelesaian persoalan pelanggaran HAM bisa segera diselesaikan. Menurutnya hal itu akan mendorong penyelesaian konflik di Papua.

"Beberapa persoalan pelanggaran HAM harus diselesaikan. Mau pendekatan hukum atau pendekatan rekonsiliasi politik harus dimungkinkan ke arah sana. Karena itu juga satu problem yang memang jadi persoalan di Timor Leste," ujar dia.

Sebelumnya, Budiman juga mengatakan ia menolak konsep NKRI harga mati karena menurutnya hal itu tidak tepat untuk dijadikan dasar mempertahankan Papua menjadi bagian dari Indonesia.

Ia mengatakan tidak bisa membayangkan jika Papua harus berpisah dengan Indonesia. Oleh karena itu menurutnya Indonesia harus menemukan akar permasalahan yang menyebabkan ketegangan dengan Papua. Menurut Budiman, NKRI semestinya dijadikan modal awal yang mutlak dalam membentuk bangsa Indonesia bukannya menjadi tujuan.

Monday, 31 October 2016

10 Alasan Orang Papua Sendiri Tidak Jelas dalam Sikapnya, Padahal Banyak Orang Indonesia Mendukung Papua Merdeka

Banyak Orang Indonesia Mendukung Papua Merdeka, Tetapi Ada 10 Alasan Orang Papua Sendiri Tidak Jelas dalam Sikapnya – Sebuah Catatan Editorial PMNews Melihat Fakta Lapangan Kampanye Papua Merdeka. Hari ini sekali lagi Dr. George Junus Aditjondro menyampaikan dukungan terbuka, tertulis maupun lisan, “Dukungannya terhadap perjuangan Papua Merdeka”. Tulisan bukunya berjudul “West Papua: Persoalan Internasional”. Berikut […]

from WordPress http://ift.tt/2dUdEVi
via IFTTT

Sunday, 23 October 2016

Perspektif Awal untuk Perjuangan Pembebasan Nasional Papua

Kamis, 22 September 2016, Jesus Anam dan Ted Sprague Aksi Papua 19 Sept 2016Tidak mudah untuk memberikan penilaian teoritik terhadap perjuangan pembebasan nasional Papua dengan situasi obyektifnya yang sangat spesifik dan kompleks. Tapi sudah menjadi tugas kaum revolusioner untuk memberikan penilaian teoritik yang tepat terhadap bentuk-bentuk baru perjuangan yang lahir dari kehidupan, sebagai panduan untuk […]

from WordPress http://ift.tt/2e02Hxz
via IFTTT

Monday, 10 October 2016

Tokoh lintas Agama: Jakarta berubah, atau Papua merdeka

JAKARTA, Indonesia – Pemerintah harus mengubah pendekatan terhadap Papua dan diplomasi luar negeri jika tidak ingin provinsi tersebut lepas dari Indonesia, beberapa tokoh lintas agama ingatkan pada Rabu, 5 Oktober. Pendeta Hendrik Lokra, Direktur Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), mengatakan pendekatan keamanan selama ini membuat masyarakat Papua merasa terasing dan […]

from WordPress http://ift.tt/2dEXbp5
via IFTTT

Thursday, 6 October 2016

Romo Benny:RI Tak Hati-hati, Papua Lepas Seperti Timor Leste

Penulis: Bob H. Simbolon 18:37 WIB | Rabu, 05 Oktober 2016 JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Rohaniawan Romo Benny Susetyo mengatakan Presiden Joko Widodo harus melakukan pendekatan kebudayaan dalam menyelesaikan permasalahan di Papua. "Peristiwa akhir-akhir ini di Papua menyita perhatian masyarakat internasional lantaran pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan ultra nasionalis dalam menyelesaikan permasalahan Papua," kata Benny di Grha […]

from WordPress http://ift.tt/2df2kyA
via IFTTT