Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label gerilya kampung. Show all posts
Showing posts with label gerilya kampung. Show all posts

Sunday, 14 November 2021

Umumkan Perang, TPNPB-OPM Minta Warga Non Papua Angkat Kak

DepokToday- Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM secara resmi mengumumkan pada hari ini jika pihaknya siap untuk “perang” atau kontak senjata. Terkait hal itu, mereka pun mengeluarkan peringatan agar warga non Papua untuk segera angkat kaki dari wilayah Intan Jaya, Papua.

Melansir suara.com, hal itu disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB-OPM, Kodap 8 Intan Jaya, Undinus Kogoya.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengaku, bahwa peringatan itu disampaikan Undinus Koyega dalam laporannnya kepada Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM.

Dalam laporan yang disampaikan pada Jumat, 12 November 2021 tersebut, Undinus bahkan mengeluarkan peringatan keras bagi warga sipil non Papua agar segera angkat kaki dari wilayah ini.

Menindaklanjuti laporan tersebut, maka Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM secara resmi mengumumkan pada hari ini pihaknya siap untuk “perang” atau kontak senjata. Namun demikian, belum diketahui secara pasti alarm perang yang dinyatakan kelompok itu ditujukan untuk siapa.

“Laporan persiapan perang oleh TPNPB dengan cara budaya sudah selesai dan perang kami belum selesai maka, Saya komandan lapangang perang, Undius Kogoya, kita lagi masak daun untuk perang,” kata Sebby menirukan ucapan Undinus.

Terkait hal tersebut, pihaknya pun meminta agar masyarakat sekitar untuk mencari tempat perlindungan.

“Jadi kami minta untuk kasih keluar info segera agar masyarakat cari tempat perlindungan itu yang diperintahkan Undinus Kogoya Dari Intan Jaya dari siang pukul 12.00 WIT,” ujarnya.

Kontak Senjata TPNPB-OPM
TPNPB-OPM atau yang disebut Pemerintah RI sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kembali terlibat perang sengit dengan aparat TNI-Polri di sekitar Kampung Mamba, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Akibat kejadian itu, seorang warga mengalami luka tembak cukup serius.

Melansir CNNIndonesia, korban yang mengalami luka tembak itu bernama Agustina Hondau (24 tahun). Saat ini ia telah berhasil dievakuasi petugas ke rumah sakit di Timika, pada Rabu pagi, 10 November 2021.

“Evakuasi menggunakan pesawat Smart Aviation PK-SNH,” ucap Dandim 1705-Nabire Letkol Inf Anjuanda Pardosi. (rul/*)

Lihat artikel asli

Monday, 12 April 2021

OPM Akui Tembak Guru di Beoga: Dia Mata-mata TNI-Polri

 

Ilustrasi senjata laras panjang. (Istockphoto/blyamur)

Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui pihaknya telah menembak seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Oktavianus Rayo (43) di wilayah Boega, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (8/4).

Juru Bicara OPM, Sebby Sambom mengatakan kelompoknya menembak mati guru tersebut lantaran mereka yakin korban adalah mata-mata TNI-Polri.

"Guru SD yang ditembak mati di Boega itu adalah mata-mata TNI-Polri yang telah lama diidentifikasi oleh PIS TPNPB. Oleh karena itu, tidak ragu-ragu ditembak oleh pasukan TPNPB," kata Sebby Sambom melalui keterangan tertulis, Senin (12/4).

TPNPB, yang sering dijuluki aparat sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengklaim telah berhasil memetakan mata-mata kepolisian yang tersebar di sejumlah wilayah Papua.

Lihat juga: Polda Papua Sebut Helikopter Dibakar KKB Sudah Tak Berfungsi

Menurut dia, mereka kebanyakan menyamar sebagai tukang bangunan, guru, mantri, petugas distrik, hingga beragam profesi lainnya. Sehingga, KKB mengultimatum agar tak ada masyarakat yang menyamar sebagai mata-mata kepolisian.

"Kami juga tidak sembarang tembak masyarakat Papua maupun non Papua. Kami sudah tahu kerja TNI-Polri, selalu menggunakan tenaga masyarakat sipil ataupun PNS apapun statusnya jadikan mereka sebagai mata-mata," katanya lagi.

Menurut Sebby, hal itu dilakukan untuk melacak keberadaan pasukan KKB yang masih tersebar di sejumlah wilayah.

"Sikap kami, jelas bahwa kami akan tembak karena mereka adalah musuh kami," ujar dia.

Lihat juga: 9 Ribu Polisi Dikerahkan Kawal PON Papua Oktober 2021

Di sisi lain, polisi sendiri mengklaim telah berhasil mengidentifkasi pelaku penembakan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya bakal melakukan pengejaran dan penindakan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan yang intensif, pelaku penembakan sudah terdentifikasi," kata Kasatgas Nemangkawi, Brigjen Roycke Harry Langie dalam video telekonferensi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (12/4).


Alasan Klasik

Sementara itu Kepala Humas Satgas Nemangkawi Komisaris Besar M Iqbal Alqudussy mengatakan tudingan guru yang jadi korban penembakan adalah alasan klasik kelompok bersenjata di Papua. 

"Buktinya apa Bapa Oktovianus dan Bapa Yonathan itu intel? Itu semua hanya alasan klasik mereka untuk menggiring opini publik supaya aksi teror mereka dimaklumi," kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari Antara.

Menurut Iqbal, membunuh, membakar, dan menembaki masyarakat sipil pendatang, kemudian melakukan mempublikasikannya di sosial media sebagai kebanggaan, dan menyangkal bahwa korban sipil tersebut merupakan masyarakat tidak bersalah. Hal tersebut kini telah menjadi modus komunikasi Kelompok Separatis Bersenjata di Papua.

Iqbal juga mengatakan merampok uang dilakukan kepada pendatang karena kini KKB tidak kebagian dana Otonomi Khusus (Otsus) dari pemerintah daerah. Akibat larangan tegas Kemendagri kepada kepala daerah yang menyalahgunakan dana Otsus Papua.

"Almarhum Bapa Oktovianus dan Bapa Yonathan ini hanya guru yang tinggal di sini dengan niat mulia mencerdaskan anak-anak Kabupaten Puncak, Papua. Siapapun yang berhati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji tersebut," ujar Iqbal.

KKB juga diduga membakar tiga sekolah yang terletak di wilayah tersebut usai insiden penembakan. Pembakaran, diduga dilakukan oleh KKB pimpinan Nau Waker alias Tidak Jadi.

Nau Waker sendiri telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diterbitkan oleh Polres Mimika. Dia diduga terlibat dalam sejumlah kasus kejahatan yang di wilayah itu.


(mjo/ain)

Sunday, 13 December 2020

The TPNPB News: TNI MASUK DISTRIK AGANDUGUME DI TEMPAT-TEMPAT MASYARAKAT.


Ilaga 12/12/2020.12:00 malam. Saya ada kirim laporan pada tanggal 09-12 empat hari berturut dua helicopter dorop pasukan TNI di distrik Agandugume dengan Ilaga .

Pasukan TNI di distrik Agandugume tempat pendoropan pasukan DAGAGOBME dua kali, mata air kali balim dua kali, kepala air ayuneri dua kali, kepala air ayunekime dua kali, ongwendo dua kali . Itu tempat-tempat aktifitas masyarakat kamu anggota TNI kenapa turun disitu?

Itu kamu cari apa tikus, binatang bukannya kemaring kamu Anggota TNI bunuh masyarat 6 orang mati dan yang satu dirawat dengan kondisi sangat kritis.

Sudah lama anggota TNI/POLRI kamu tembak masyarakt selalu sembunyikan dan yang lain taruh senjata di badan mereka foto di bilang itu anggota TPNPB, tapi sekarang semua ketahuan.
Dan Pimpinan militar negara dan militer kamu kirim pasukan ke Papua untuk bunuh rakyat?
Kalau itu benar sesuai dengan kondisi di seluruh Wilayah papua maka kamu keliru dan tidak ada rasa kemanusian.
Kalau mau kejar TPNPB turun di kabupanten kami ada di kota kami akan lawan namu kenapa turun di hutan, kata lekagak
Komandan Operasi Nasional
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
Mayjend Lekagak Telenggen
_______________________________
Awak media The TPNPB News

Sunday, 29 November 2020

𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐠𝐠𝐨𝐭𝐚 𝐓𝐍𝐈 𝐓𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐛𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐛𝐚𝐤 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐏𝐍-𝐏𝐁 𝐎𝐏𝐌.


Pasukan TNI yang sedang melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah mendapat serangan dari TPN-PB OPM, Kamis (26/11), di sekitar Kampung Kendibam, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogawilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, menerangkan bahwa tim gabungan TNI telah diserang TPN-PB pimpinan Egianus Kogoya saat sedang berpatroli.

“Kontak senjata pada hari ini terjadi sekitar pukul 15.15 di sekitar Kampung Kendibam, Distrik Kenyam,” kata IGN Suriastawa.

Pasukan TNI yang terlibat kontak senjata dengan TPN-PB tersebut merupakan pasukan gabungan dari Yonif R 700/WYC yang bertugas rutin mengamankan wilayah Nduga dari gangguan TPN-PB.

Kontak tembak terjadi kurang lebih selama 30 menit. Bahkan sampai sore tadi TNI masih tetap melakukan pengejaran terhadap kelompok TPN-PB. 

Dari kontak tembak itu, terdapat tiga prajurit TNI yang mengalami luka-luka akibat terkena tembakan.

Kemudian ketiganya mendapatkan perawatan di lapangan, selanjutnya di evakuasi sore harinya dari Nduga ke Mimika menggunakan helikopter Caracal milik TNI AU.

Seluruh korban langsung dibawa dan dirawat di RSUD Mimika.

Prajurit TNI yang menjadi korban saat penyerangan TPN-PB sehingga terjadi kontak tembak adalah Serda Abriadi, mengalami luka tembak pada bagian paha kanan.

Selanjutnya Kopda Subair Purnomo, mengalami luka tembak pada bagian pergelangan tangan kanan dan paha kanan, dan Prada Fajar Rosadi, mengalami luka tembak pada bagian leher sebelah kanan.


Source: Facebook


Monday, 16 November 2020

Satu Anggota TNI AD Ditembak oleh Pasukan TPN PB OPM di Paniai

 



The TPNPB PANIAI News : SATU ANGGOTA TNI AD DI TEMBAK OLEH PASUKAN TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB OPM DI INTAN JAYA TITIGI Per 15 November 2020 07,10 pagi waktu papua barat (wpb 

The TPNPB News :Siaran Pers Resmi Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB Per 15 November 2020

Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah terima laporan langsung Dari Intan Jaya kepada The TPNPB PANIAI News pada hari minggu 15 November 2020

 dalam INI Komandan Battalion yang memimpin Perang yaitu Aibon Kogeya mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap Pasukan TNI di Kampung Titigi, District Sugapa

Komandan Battalion Aibon Kogeya dan Wakil Panglima Kodap VIII Intan Jaya bertanggungjawab atas Penembakan, dan Pasukan  TPNPB-OPM tidak akan berhenti perang sampai Papua merdeka .

Tanggung jawab

Pemimpin serangan di lapangan

Lewis kogoya

====================

Panglima kodap VIII Intan Jaya

Brijend. Sabinus Waker

====================

Komandan Operasi Nasional Pembebasan Nasonal Papua Barat (TPNPB).

Mayjend. Lekagak Telenggen

====================

Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Jendral. Goliat Tabuni

====================

 The TPNPB PANIAI News melaporkan