Papua Merdeka News

Papua, Irian Jaya, Western New Guinea News Feeder

Telp:+675-78213007 (WA)
Email: tofreemalensia@gmail.com
Mail. Mail: 635 Vision City, NCD, POM,Papua New Guinea
Showing posts with label operasi gerilya. Show all posts
Showing posts with label operasi gerilya. Show all posts

Tuesday, 23 November 2021

Sertu Ari Baskoro Gugur Ditembak KKB Papua, Keluarga: Desember Mau Lamar Gadis

Dua prajurit menjadi korban penyerangan KKB merupakan personel satuan BKO Aparat Teritorial (Apter) Koramil Persiapa Suru-Suru. (Foto: Ilustasi/Ist)

KENDAL, iNews.id - Sertu Ari Baskoro, prajurit TNI yang gugur dalam kontak senjata dengan KKB di Koramil Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo Papua, rencananya melamar gadis pujaannya Desember 2021. Sertu Ari pun sebelumnya sudah memberitahu keluarganya jika tugasnya di Koramil Suru-Suru Yahukimo segera berakhir. Setelah itu, akan pulang untuk melamar gadis pujaan hatinya. 

Keluarga di Kendal Ungkap Hal Ini Menurut keluarga, terakhir Sertu Ari komunikasi pada tanggal 14 November 2021  dengan mengabarkan keadaan sekaligus memberikan kabar tinggal beberapa hari lagi dia akan selesai melaksanakan tugasnya di Koramil Suru-Suru. "Setelah selesai tugas Desember rencana Ari akan pulang ke Kendal dan akan melamar sang kekasih," kata Kaka korban, Adi Nugroho, Minggu (21/11/2021). 

Dia mengaku tidak ada firasat apa pun saat komunikasi terakhir dengan almarhum. "Tidak ada (firasat). Sabtu (20/11/2021) siang, kami dapat kabar kalau Ari meninggal dunia karena tertembak KKB saat akan belanja kebutuhan sehari-hari," katanya. 

Di mata keluarga, Sertu Ari Baskoro merupakan sosok yang baik. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini memang bercita-cita ingin menjadi anggota TNI. Sukses menjadi anggota TNI pada tahun 2016, Sertu Ari langsung ditempatkan di Aceh hingga ditugaskan di Koramil Suru-Suru. Sertu Ari Baskoro kelahiran  26  Oktober 1996  dan  masuk  di  TNI AD  bulan  Februari  2016 

Kemudian  Ari  bertugas sebagai  anggota satuan  BKO Apter Koramil persiapan Suru-Suru yang akan berakhir di bulan Desember ini Sertu Ari Baskoro merupakan putra ketiga dari pasangan Endro Subroto dan Titik Kisworini yang saat ini tinggal  di  Desa Pidodokulon Kecamatan Patebon Kendal. Anak pertama  bernama  Adi Nugroho, anak kedua Agung Raharjo  dan  Ari Baskoro merupakan  anak  bungsu. “Dia dari SD kalau lihat tentara itu pengin sekali jadi tentara. Akhirnya setelah lulus SMA, dia mendaftarkan diri ke Secaba. Dia anaknya cenderung pendiam tidak banyak ngomong,” kata Adi Nugroho. Lihat juga: Surprise Ulang Tahun Ke-27 Atta Halilintar Digelar Sederhana Editor : Kastolani Marzuki

Dia mengatakan, keluarga sudah ikhlas atas kejadian itu. Keluarga berharap konflik di Papua segera berakhir, sehingga tidak ada lagi korban jiwa.  Rencananya jenazah Sertu Ari Baskoro hari ini akan diterbangkan langsung dari Sentani Papua melalui jalur udara dan darat menuju rumah duka dan akan dimakamkan hari Senin (22/11) besok di tempat pemakaman keluarga. “Rencana almarhum akan dimakamkan pada hari Senin setelah zuhur sekitar jam 1 siang. 


Ya semoga kejadian ini adalah kejadian yang terakhir, yang meninggal di Papua. Semoga tidak ada Ari-Ari yang lain yang meninggal di Papua,” katanya. Sejak Minggu (21/11/2021)  pagi, rumah duka Sertu Ari Baskoro di Desa Pidodo Kulon Patebon, Kabupaten Kendal, terus didatangi peziarah. Tampak sejumlah karangan bunga berjajar di rumah duka, di antaranya dari KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Pangdam Iskandar Muda hingga rekan sejawat dari unsur TNI. Lihat juga: Mewah Pernikahan Atta Aurel, Dihadiri Tokoh - Tokoh Penting Editor : Kastolani Marzuki


Artikel ini telah tayang di jateng.inews.id dengan judul " Sertu Ari Baskoro Gugur Ditembak KKB Papua, Keluarga: Desember Mau Lamar Gadis ", Klik untuk baca: https://jateng.inews.id/berita/sertu-ari-baskoro-gugur-ditembak-kkb-papua-keluarga-desember-mau-lamar-gadis/2.

Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

https://www.inews.id/apps

Monday, 12 April 2021

OPM Akui Tembak Guru di Beoga: Dia Mata-mata TNI-Polri

 

Ilustrasi senjata laras panjang. (Istockphoto/blyamur)

Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui pihaknya telah menembak seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Oktavianus Rayo (43) di wilayah Boega, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (8/4).

Juru Bicara OPM, Sebby Sambom mengatakan kelompoknya menembak mati guru tersebut lantaran mereka yakin korban adalah mata-mata TNI-Polri.

"Guru SD yang ditembak mati di Boega itu adalah mata-mata TNI-Polri yang telah lama diidentifikasi oleh PIS TPNPB. Oleh karena itu, tidak ragu-ragu ditembak oleh pasukan TPNPB," kata Sebby Sambom melalui keterangan tertulis, Senin (12/4).

TPNPB, yang sering dijuluki aparat sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengklaim telah berhasil memetakan mata-mata kepolisian yang tersebar di sejumlah wilayah Papua.

Lihat juga: Polda Papua Sebut Helikopter Dibakar KKB Sudah Tak Berfungsi

Menurut dia, mereka kebanyakan menyamar sebagai tukang bangunan, guru, mantri, petugas distrik, hingga beragam profesi lainnya. Sehingga, KKB mengultimatum agar tak ada masyarakat yang menyamar sebagai mata-mata kepolisian.

"Kami juga tidak sembarang tembak masyarakat Papua maupun non Papua. Kami sudah tahu kerja TNI-Polri, selalu menggunakan tenaga masyarakat sipil ataupun PNS apapun statusnya jadikan mereka sebagai mata-mata," katanya lagi.

Menurut Sebby, hal itu dilakukan untuk melacak keberadaan pasukan KKB yang masih tersebar di sejumlah wilayah.

"Sikap kami, jelas bahwa kami akan tembak karena mereka adalah musuh kami," ujar dia.

Lihat juga: 9 Ribu Polisi Dikerahkan Kawal PON Papua Oktober 2021

Di sisi lain, polisi sendiri mengklaim telah berhasil mengidentifkasi pelaku penembakan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya bakal melakukan pengejaran dan penindakan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan yang intensif, pelaku penembakan sudah terdentifikasi," kata Kasatgas Nemangkawi, Brigjen Roycke Harry Langie dalam video telekonferensi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (12/4).


Alasan Klasik

Sementara itu Kepala Humas Satgas Nemangkawi Komisaris Besar M Iqbal Alqudussy mengatakan tudingan guru yang jadi korban penembakan adalah alasan klasik kelompok bersenjata di Papua. 

"Buktinya apa Bapa Oktovianus dan Bapa Yonathan itu intel? Itu semua hanya alasan klasik mereka untuk menggiring opini publik supaya aksi teror mereka dimaklumi," kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari Antara.

Menurut Iqbal, membunuh, membakar, dan menembaki masyarakat sipil pendatang, kemudian melakukan mempublikasikannya di sosial media sebagai kebanggaan, dan menyangkal bahwa korban sipil tersebut merupakan masyarakat tidak bersalah. Hal tersebut kini telah menjadi modus komunikasi Kelompok Separatis Bersenjata di Papua.

Iqbal juga mengatakan merampok uang dilakukan kepada pendatang karena kini KKB tidak kebagian dana Otonomi Khusus (Otsus) dari pemerintah daerah. Akibat larangan tegas Kemendagri kepada kepala daerah yang menyalahgunakan dana Otsus Papua.

"Almarhum Bapa Oktovianus dan Bapa Yonathan ini hanya guru yang tinggal di sini dengan niat mulia mencerdaskan anak-anak Kabupaten Puncak, Papua. Siapapun yang berhati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji tersebut," ujar Iqbal.

KKB juga diduga membakar tiga sekolah yang terletak di wilayah tersebut usai insiden penembakan. Pembakaran, diduga dilakukan oleh KKB pimpinan Nau Waker alias Tidak Jadi.

Nau Waker sendiri telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diterbitkan oleh Polres Mimika. Dia diduga terlibat dalam sejumlah kasus kejahatan yang di wilayah itu.


(mjo/ain)

Saturday, 27 March 2021

Konflik Bersenjata di Wilayah Ndugama Membumi haguskan di Hutan Ndugama Papua.

 The TPNPB OPM News: Laporan Resmi dari Lapangan Perang Ndugama


Setelah Tanggal 20 Maret 2021 Kontak Senjata anatara Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama di kali Bumid membuat anggota pasukan TNI-Polri 5 orang gugur tanggal 24 Maret 2021 2 anggota POLRI-TNI gugur di tempat yang sama di pinggir di Kali Bomid perbatasan Gunung Semal.

Hal tersebut mengudang serangan udara bertubi-tubi oleh Pemerintah Indonesia Melalui Pasukan TNI Angkatan udara dan angatkan Darat dari tanggal 21 sampai tanggal 28 Maret 2021.

Kurang lebih selama satu Minggu minggu Pemerintah Indonesia melalui Pasukan TNI-Polri angkatan darat dan angkatan udara menggunakan Fasilitas Militer dan Penggunaan Senjata tidak Sehimbang  berperang melawan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama pimpinan Brigjen EGIANUS KOGEYA padahal TPNPB hanya Pejuang Revolusioner yang belum memiliki peralatan Militer yang canggih.

Serangan udara selama satu Minggu ini sangat mengerikan, Pasukan TNI-Polri menjerang Pasukan TPNPB-OPM Kodap  III DARAKMA Ndugama membumi hanguskan di Markas Pertahanan sementara Kodap III DARAKMA Ndugama batalion Alguru dan sekitarnya.

Dalam serangan ini Pasukan TNI-Polri AU  menembak Bom balestik mematikan itu sekitar 20 Bom balestik dari udara ke arah pertahanan Pasukan TPNPB-OPM dari Tanggal 24 Maret itu ada 4 Roket bersamaan  dengan senjata api 44, Basoka granat dan  senjata ringan lainnya yang kami belum sebut Pasukan TNI-Polri menyerang dari udara.

Pada Tanggal 25 Maret itu ada empat Roket yang di lepaskan dari udara.

Pada Tanggal 26 Maret 2021 itu sekitar 4 Buah Bom balestik.

Tanggal 27 Maret itu di lepaskan 4 Buah Bom balestik.

Tanggal 28 Maret itu ada 10 Buah Bom Balestik mengguncang Wilayah Merah Ndugama Pos TPNPB OPM Kodap III DARAKMA Ndugama di Moid Batalion Alguru 

Semua Penyerangan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Pasukan TNI-Polri angkatan udara dan angatkan Darat menggunakan fasilitas permanen Hellykopter melawan Pasukan TPNPB-OPM adalah melanggar hukum kovenan PBB dengan Penggunaan Senjata TIDAK SEIMBANG yang mana dalam perlawanan sebuah perebutan Wilayah sengketa yang mana perlawanan dengan Penggunaan Senjata TIDAK SEHIMBANG.

Serangan-serangan yang mematikan ini Pemerintah Indonesia menyewa Pesawat Pengintai berbentuk Herlkules tanpa awak  yang selalu memantau pergerakan Pimpinan Militer TPNPB OPM itu hari ini Tanggal 29 Maret Hari Senin tanggal 29 Maret Pasukan TNI-Polri kembali menghujani Pos Moid dengan berbagai tembakan sampai Lautan Asap di balik Operasi Militer di Wilayah Ndugama.

Dalam serangan ini Panglima kodap III DARAKMA Ndugama Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA mengatakan bahwa pihaknya sangat menyangkan  sikap pemerintah Klonial Indonesia tidak mengimbangi Kekuatan Penggunaan Senjata.

Menurut Panglima Kodap III DARAKMA Ndugama seharusnya Pemerintah Indonesia perlu sadar mengakui  perjuangan kami TPNPB OPM, karena selama ini banyak Pasukan TNI-Polri yang gugur itu bukan penjelesaian Konflik bersenjata antara Pasukan TPNPB-OPM dan Pasukan TNI-Polri selama 4 tahun belakangan ini di Tanah Papua dan Ndugama.

Namun kini kami semakin dewasa dengan sikap Pemerintah Indonesia selalu menjerang  kami TPNPB OPM itu serangan Babi buta seperti Binatang buruan.

Jika kami pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama meminta Kepada Pemerintah Indonesia dengan secara sadar Bahwa:

1.Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama menembak mati 7 Anggota Pasukan TNI-Polri dengan ukuran Positif di Kali Bomid adalah hitungan standar dan kami belum hitung dengan Kena luka maupun serpihan dan juga kena tembak samping kiri kanan Kami secara Komando Daerah Kodap III DARAKMA di bawa Pimpinan Militer Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA Ndugama siap bertanggung jawab atas semua Pembunuhan itu.

2.Kami minta Tuntutan kepada Pemerintah Indonesia segera buka diri untuk mengakui kedaulatan Bangsa Papua Barat yang orang tua kami sudah berjuang dan mewariskan  dari Tahun 1961-1971 sampai  saat ini kami masih berjuang untuk mendapatkan Pengakuan Kemerdekaan yang perna ada.

3.Kami pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama meminta Kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Amerika serikat, Pemerintah Belanda , Pemerintah Inggris segera Ijin kan  Tim Pencari fakta PBB ke Tanah Papua dan Tanah Ndugama dan an Intan jaya dan Daerah lain yang Operasi Militer yang sedang Operasi Militer lebih Anghresip.

4.Kepada  Para Pejuang Diplomat dalam berbagai Organisasi yang berjuang Papua Merdeka segera satukan barisan dalam Komando dalam Payung Hukum TPNPB OPM demi Rakyat Kecil yang sedang  menderita dan Pasukan TPNPB-OPM yang Mandi peluru di Medan Revolusi Hutan rimbah demi mempertahankan prinsip dasar negara republik West Papua.

5.Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama berperang melawan Pasukan TNI-Polri kurang lebih 4 Tahun perang melawan Pemerintah Indonesia bersama beberapa daerah seperti Intan jaya, Tembagapura, Pengunungan Bintang, Maibart,Ilaga,Puncak Jaya dan Lany jaya.

Namun 25 Kodap lain yang terdiam diri maka bergerak menjusul 8 Kodap yang Kami sebut di atas sudah menuju ke status Daerah Konflik Bersenjata,karena tujuan kami  sama-sama berpikir Papua Merdeka namun 25 Pangkodap Panglima daerah  masih berdiam selama 4 Tahun adalah Kelemahan besar  Pangkodap  jika Segera bergerak serentak .

6. Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama Pimpinan Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA dan Komadan operasi Pemne Kogeya berharap Seluru Rakyat Papua melalui Gerakan Sipil di Komandoi oleh KNPB,dan  108 organisasi Sipil PRP Segera bersatu dan bergerak Menuju Mogok Sipil Nasional (MSN),

Jika tidak sampai hari final maka Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama akan bertanya kepada pimpinan organisasi Sipil di suatu saat nanti.

Karena perjuangan kami TPNPB OPM Kodap III Darakma  Ndugama dari orang tua kami sampai kami generasi muda sekarang adalah untuk Rakyat Papua yang sedang di tindas dari Sorong sampai Almasu/samarai bukan Ndugama merdeka atau Intan jaya merdeka.

7.Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Darakma  Ndugama  di balik Operasi Militer menjerukan Seluruh Rakyat  Papua dari Sorong sampai Almasu, samarai Segera satukan Komando Rakyat Melalui Gerakan Sipil Satukan barisan untuk merebut kembali ke daulatan Bangsa Papua Barat.


8. Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Darakma Ndugama meminta kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  Segera Mengirim  Pasukan Perdamaian  PBB  Ke Tanah Papua Karena Pasukan TNI-Polri terus melakukan Penjerangan dan Pemboman  di Tanah Papua seperti Intan jaya dan Ndugama yang terjadi pada Tanggal 29  BOM Roker balestik di Markas Batalion Alguru Pos Moid .

Demikian laporan Resmi situasi Wilayah Konflik bersenjata  Ndugama oleh  Panglima kodap III Darakma Ndugama.


Darakma Ndugama  29 Maret 2021 


Penanggung jawab Komando Nasional Daerah Kodap III Darakma Ndugama 

Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA

=======}}}{{{=======

Panglima kodap III Darakma Ndugama.

Kolonel AGIN  UNUWE

=================

Wakil Panglima  Kodap III Darakma Ndugama.

Mayor PEMNE KOGEYA

=======}}}{{{=========

Komadan Operasi Kodap III Darakma Ndugama.



Mengetahui Panglima Pusat Komando Nasional KOMNAS TPNPB-OPM

Jenderal Gen Goliat Tabuni



TEMBUSAN 

Kepada Yth: 

1  Seluru 32 Pangkodap  TPNPB-OPM SE-TANAH AIR WEST PAPUA 

2.Seluru  Pejuang Revolusioner TPNPB OPM diplomat di seluruh Dunia

3.Seluru Organisasi Sipil  yang pro Kemerdekaan.

4.Seluruh Rakyat Papua dari Sorong sampai Almasu samarai.

5. Araip

Monday, 24 October 2016

Anggota TNI Terluka Diserang Kelompok OPM di Puncak Jaya, Papua

Minggu 23 Oct 2016, 11:02 WIB, Wilpret Siagian - detikNews Jayapura - TNI dari Satuan Taipur mengalami kontak tembak dengan kelompok TPN/OPM kelompok Philia, di Gurage, Puncak Jaya, Papua. Akibatnya, satu anggota TNI mengalami luka tembak di tangan dan kaki. Kontak tembak terjadi Sabtu (22/10/2016) sekitar pukul 15.00 WIT saat anggota TNI sedang melakukan penjalanan […]

from WordPress http://ift.tt/2eH4RSq
via IFTTT

Monday, 4 January 2016

‘Perang Politik Tak Akan Usai Hingga Jakarta Beri Hak Papua’

Prima Gumilang, CNN Indonesia Rabu, 30/12/2015 07:07 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan penyerangan kelompok bersenjata di Papua bukan hal baru, termasuk yang terjadi di Polsek Sinak, Kabupaten Puncak. Penyerbuan tiga hari lalu itu mengakibatkan tiga polisi tewas. “Percuma bicara banyak. Akar persoalan belum diselesaikan. Perang politik ini, baik bersenjata […]

from WordPress http://ift.tt/1R5cgeU
via IFTTT